Sinopsis Remember Episode 14 Part 2

 

Sinopsis Remember Episode 14

== All images credit to the owner ==

[Sinopsis Remember Episode 14 Part 1]

Sinopsis Remember Episode 14 Part 2

Rapat tentang penyergapan Gyu Man dilakukan. Mereka membahas rencana yang akan dilakukan saat pesta narkoba yang diadakan oleh Bae Chul Joo, nama teman Gyu Man itu. In Ah mengatakan Chul Joo ada di vila saat kasus empat tahun yang lalu dan juga ada di video rekaman pengakuan Gyu Man.


Jin Woo menanmbahkan, tiga bulan yang lalu Chul Joo dituntut dalam kasus narkoba dan berhasil dibebaskan berkat bantuan Park Dong Ho. Besok, Chul Joo akan mengadakan pesta narkoba dan ia berniat akan menangkap Gyu Man melalui Chul Joo.

--
 


Chul Joo datang ke kantor Gyu Man karena Gyu Man menelponnya untuk datang. Ia memuji Sek. Ahn yang kali ini memberi hormat dengan benar dan menepuk punggung Sek. Ahn.

Gyu Man memberitahukan Chul Joo, ia akan bermain sedikit dengan saham dan mengajak Chul Joo ikut serta. Chul Joo langsung setuju, ia merasa itu seperti permainan uang. Gyu Man mengatakan, ia sudah bisa mendengar suara para pemilik perusahaan yang menangis. "Karena mereka lahir miskin, seharusnya mereka mati miskin juga", ucap Gyu Man, senang.

Sek. Ahn tidak senang mendengarnya.

Chul Joo membujuk Gyu Man datang ke pestanya, karena setelah Gyu Man diangkat menjadi presiden, Gyu Man sama sekali tidak pernah hadir. Gyu Man mengatakan ada seorang pengganggu yang membuatnya tidak bisa pergi. Tiba-tiba Gyu Man merasa kesal sendiri hanya karena menyebutkan tentang si pengganggu itu.

--

Chul Joo turun ke parkiran, Jin Woo yang sudah menunggu langsung mendekatinya. Jin Woo mengetahui nama Chul Joo dan Chul Joo adalah teman Gyu Man, sementara Chul Joo sama sekali tidak ingat siapa Jin Woo.

Jin Woo berusaha mengingatkan Chul Joo, bahwa mereka pernah bertemu di bar tapi Chul Joo tetap tidak begitu yakin siapa Jin Woo. Tapi saat Jin Woo mengingatkannya untuk berhati-hati dalam memilih teman dan menyebut Chul Joo ada di dalam video, Chul Joo mulai sedikit gugup.

"Video apa? Kau memata-matai kami?", tanya Chul Joo gugup.

Jin Woo langsung tertawa, "Sepertinya kau punya banyak rasa bersalah ya. Hanya sedikit saja aku bicara kau sudah mulai gugup...". Chul Joo semakin gugup. "Kau bilang sendiri Nam Gyu Man membunuh siswi Seochon di vila empat tahun yang lalu. Kau duduk di sebelahnya...".

Chul Joo baru sadar, ternyata Jin Woo lah yang tadi dimaksud Gyu Man sebagai si pengganggu. Chul Jo mengatakan jika Jin Woo berpikir ia akan bekerja sama hanya karena ancama kecil, Jin Woo salah.

Jin Woo tersenyum, "Kau langsung merasa terancam hanya karena ucapan yang kecil, kau pasti punya banyak rasa bersalah...".

Chul Joo mendekati Jin Woo, "Kalau kita bertemu lagi, kau akan mati". Chul Joo berjalan masuk ke dalam mobilnya dan pergi.

--

Sek. Ahn memberikan laporan proyek yang Tuan Nam minta Gyu Man baca. "Letakkan di sana dan kau boleh pergi...", ucap Gyu Man tetap asik dengan komputernya.

Saat Sek. Ahn akan keluar, Gyu Man memanggilnya kembali, menyuruh Sek. Ahn mengurus masalah pacarnya Chul Joo. Sek. Ahn memberanikan diri menolak perintah Gyu Man karena ia adalah asistennya Gyu Man, bukan asisten Chul Joo.

Gyu Man sama sekali tidak senang dan berjalan mendekati Sek. Ahn. "Akhir-akhir tanganku sedikit gatal", ucap Gyu Man. Sek. Ahn mulai ketakutan. Gyu Man mencekik leher Sek. Ahn dan Sek. Ahn berusaha sekuat tenaga melepaskan cekikan tangan Gyu Man.

"Gyu Man! Aku temanmu!", teriak Sek. Ahn sambil menghentakkan tangan Gyu Man dengan keras hingga cekikan Gyu Man lepas. "Aku bukannya tidak punya harga diri. Aku hanya menahan diri. Aku harap kau mengerti". Dan setelah membungkuk, Sek. Ahn pun keluar dari ruangan Gyu Man.

Gyu Man tertawa namun sesaat kemudian wajahnya berubah marah.

--

Sek. Ahn yang sedang kesal memanggil Sek. Byun untuk curhat. Ia bahkan membelikan satu botol minuman untuk Sek. Byun. Sek. Ahn mengatakan ia sangat kesal dan marah pada Gyu Man karena harus terus melakukan semua pekerjaan kotor Gyu Man. "Kau pikir apa yang akan terjadi padanya jika aku melarikan diri?".

Sek. Byun memberi saran agar Sek. Ahn menemui Dong Ho. "Dia akan membantumu apa saja jika itu terkait dengan Nam Gyu Man".

-- 


Dong Ho datang menemui Tuan Nam karena Tuan Nam memanggilnya. Tuan Nam mengatakan sulit sekali bertemu dengan Dong Ho akhir-akhir ini. Dong Ho beralasan karena banyak sekali kasus yang masuk ke firma jadi ia sedikit sibuk mengerjakannya.

Tuan Nam menyinggung tentang Joo Il. Ia tau Dong Ho pasti merasa kesal karena saat ini Joo Il dipenjara.

"Tidak, Tuan. Saya yakin anda akan mengeluarkannya segera", ucap Dong Ho.

"Aku pikir itu tergantung padamu. Seseorang seharusnya tidak terikat pada masa lalu. Jika seseorang terikat dengan masa lalu dan tidak menghargai masa sekarang, maka akan kehilangan banyak hal untuk mendapatkan sedikit keuntungan. Kau setuju?".

Dong Ho hanya diam saja.

-- 


Tuan Ha memperdengarkan rekaman kaset pembicaraannya dengan Tuan Nam. Di dalam rekaman itu, jelas terdengar bahwa Tuan Nam memberi Tuan Ha perintah untuk membereskan presiden Seogwang. Tuan Nam berjanji akan mengurus Tuan Ha dan jika Tuan Ha masuk penjara beberapa waktu, ia menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi Tuan Ha.

Tuan Ha memberikan rekaman itu sebagai bukti pada Dong Ho. Baginya, rekaman itu adalah nyawanya. Dong Ho meminta Tuan Ha memeprcayainya.

Tuan Nam belum sepenuhnya tenang dan memanggil Jaksa Hong untuk memastikan bahwa tidak ada celah dalam kasus ledakan pabrik Seogwang.

Jaksa Hong menenangkan Tuan Nam, ia sudah mengurusnya dengan baik 17 tahun yang lalu, jadi ia yakin secara hukum, Tuan Nam akan baik-baik saja. Selama Tuan Nam dapat menemukan dan menutup mulut Tuan Ha, maka kasus ledakan pabrik Seogwan akan terkubur selamanya.

"Aku sedang mencari Tuan Ha sekarang. Jika sesuatu terjadi, aku harap kau akan mengurusnya", pesan Tuan Nam pada jaksa Hong.

Jaksa Hong berjanji ia akan melakukan yang terbaik. Lalu Jaksa Hong juga menanyakan apa yang akan Tuan Nam lakukan pada Dong Ho. Tuan Nam hanya tersenyum, tidak mengatakan apa pun.

--

Asisten Yeo Kyung mendapatkan bocoran dari seseorang (Jin Woo yang menelpon) bahwa malam ini akan ada pesta narkoba. Asisten Yeo Kyung memberitahukan pada Yeo Kyung dan Yeo Kyung menyuruh asistennya untuk menulis di memo, ia akan melihatnya nanti. Tapi asisten Yeo Kyung mengatakan Yeo Kyung harus melihatnya sekarang.

--

Sek. Ahn diam-diam masuk ke ruangan Gyu Man yang kosong. Ia menguncinya dari dalam.

Sek. Ahn mengambil salah satu pajangan yang berbentuk kepala kuda di atas rak dan membuka penutup bawahnya. Sepertinya, dulu Sek. Ahn sengaja menyembunyikan alat bukti senjata yang dipakai Gyu Man untuk membunuh di sana. Ia hanya kembali untuk mengeceknya.

Sek. Ahn menyimpannya kembali dan kemudian, tiba-tiba Gyu Man menelponnya.

Gyu Man mengajak Sek. Ahn makan. Sek. Ahn masih takut-takut saat bersama Gyu Man. Ternyata Gyu Man memanggil Sek. Ahn untuk meminta maaf, karena akhir-akhir ini ia menjadi sangat sensitif gara-gara Jin Woo. Gyu Man bahkan menuangkan minuman untuk Sek. Ahn.

"Kau tau kan, kau satu-satunya teman yang kau percaya. Bertahanlah sebentar lagi. Aku berjanji akan menjagamu", pinta Gyu Man, lembut sambil menggenggam tangan Sek. Ahn. Lalu Gyu Man memberikan beberapa lembar uang senilai satu juta won untuk Sek. Ahn. Ia mengatakan uang itu untuk ibu Sek. Ahn.

Lalu Gyu Man juga mengambil beberapa lembar uang satu juta won lagi dan memberikannya pada Sek. Ahn, menyuruh Sek. Ahn membeli sesuatu untuk dirinya sendiri.

Sek. Ahn ragu-ragu tapi menerimanya juga.

Gyu Man sangat lega dan menepuk bahu Sek. Ahn, mengajaknya minum lagi dan meminta maaf.

--

Dong Ho mengunjungi Joo Il untuk menyampaikan keputusannya sekaligus salam perpisahannya. "Jika kau keluar nanti, kau hanya akan melihat aku atau Nam Il Ho". Joo Il sangat kaget dan meminta Dong Ho mengatakan lebih jelas.

Tapi Dong Ho tetap tidak mau menjelaskan. Menurutnya, walaupun tidak ia katakan, nanti Joo Il pasti akan tau karena keadaan nanti akan sedikit ribut.

"Kenapa kau berkeras ingin melompat ke dalam api. Apa kau tidak memikirkan perasaanku?", tanya Joo Il marah.

Tapi Dong Ho tetap berkeras melanjutkan rencananya. "Hyungnim, ini adalah pertempuran terakhirku".

Sebelum keluar, Dong Ho mengucapkan terima kasih atas semuanya dan kemudian membungkuk sangat takzim pada Joo Il, membuat Joo Il seperti punya firasat buruk. Joo Il terus memanggil Dong Ho tapi Dong tidak peduli dan keluar dari ruang pertemuan.

--

Jin Woo mem-briefing teman-temannya untuk aksi penangkapan Gyu Man. Jin Woo memberitahukan bahwa penting bagi mereka untuk menangkap Gyu Man di tkp. Dan jika Gyu Man bisa tertangkap malam ini, maka mereka akan bisa mengungkapkan kebenaran.

Jin Woo mengatakan bahwa pengedar hanya bisa membawa masuk satu orang dan Jae Ik menawarkan diri untuk masuk karena Gyu Man tidak mengenalinya.

Jin Woo memberikan pulpen yang ada kamera pada Jae Ik dan berpesan agar Jae Ik terus berada di dekat Gyu Man dan merekam Gyu Man.

Jin Woo membagi tugas, ia dan In Ah bertugas menjaga pintu belakang yang mengarah ke parkiran untuk mencegah Gyu Man melarikan diri, sementara Manager Yeon bertugas kontak utama mereka. Jin Woo meminta Manager Yeon untuk segera menghubungi polisi jika sesuatu terjadi.
 

--

Yeo Kyung masuk ke ruang Jaksa Tak sambil marah-marah. Yeo Kyung protes karena Jaksa Tak malah memberikan tugas penggerebekan pada jaksa yang khusus menangani narkoba sementara yang mendapat bocoran adalah timnya, ia dapat mengumpulkan penyidik yang lain untuk menambahkan jumlah timnya. Namun Jaksa Tak berkeras untuk tetap tidak menugaskan Yeo Kyung.

Yeo Kyung tidak bisa menerima keputusan Jaksa tak. Begitu keluar dari ruangan Jaksa Tak, Yeo Kyung menghubungi seseorang, mungkin anggota timnya, untuk segera menghubungi siapa pun penyidik yang bisa mereka kumpulkan sekarang.

--

Jaksa Hong menemui Joo Il lagi, kali ini di tengah malam. Joo Il heran kenapa Jaksa Hong bisa mendapat izin menemuinya di tengah malam begini.

"Tidak ada yang tidak mungkin", sahut Jaksa Hong pendek. Jaksa Hong memberitahukan Joo Il bahwa Tuan Nam sudah memberikan perintah. "Kau dapat segera keluar dari sini. Dengan satu syarat. Kau harus membunuh Park Dong Ho".

"Kau pikir aku akan melakukan hal itu?", tanya Joo Il.

"Kau mau ditinggalkan seperti halnya detektif Gwak dan menghabiskan puluhan tahun di sini? Aku memberi tawaran ini karena aku tau kau dan Park Dong Ho tidak bisa kembali pada saat seperti sebelumnya".

Joo Il terdiam.

"Jangan mencoba untuk setia, cukup pikirkan dirimu saja. Itu hal bijak yang bisa kau lakukan...", ucap Jaksa Hong, tersenyum penuh kemenangan.

--

Dong Ho kembali ke kantornya. Ia teringat ucapan Tuan Nam yang mengatakan untuk tidak terikat dengan masa lalu dan tidak menghargai masa sekarang. Saat itu Tuan Nam mengatakan jika Dong Ho seperti itu maka Dong Ho akan kehilangan banyak hal.

Dong Ho memantapkan hatinya dan mengambil kunci dari saku jasnya, membuka laci mejanya. Mengambil semua dokumen yang terkait dengan Nam Il Ho dan ledakan pabrik Seogwang dan juga kaset bukti rekaman yang diberikan oleh Tuan Ha.

"Ayo, kita bereskan ini...", ucap Dong Ho pada dirinya sendiri.

--

Dong Ho mengganti jasnya dan memakai jas yang hitam. Sek. Byun memuji Dong Ho yang belum pernah memakai jas hitam sebelumnya. Tapi Dong Ho tidak bisa bercanda, kali ini kasus yang ia tangani sangat serius karena kemungkinan akan terjadi pertumpahan darah.

"Aku tidak boleh memakai jas yang putih kan?", tanya Dong Ho lagi.

"Hyung-nim...", Sek. Byun memandang Dong Ho, sangat khawatir.

 --


Gyu Man datang ke pesta dengan menyetir sendiri. Dari kejauhan, Jin Woo dan yang lainnya, minus Jae Ik, sudah mengawasi. Jin Woo memotret Gyu Man yang turun dari mobilnya.

Setelah Gyu Man tiba, Jin Woo pamit akan ke parkiran dan mengingatkan Manager Yeon dan In Ah untuk menelponnya jika penyidik datang. Jin Woo menanyakan dimana Jae Ik.

Ternyata Jae Ik sudah berhasil masuk ke dalam pesta bersama si pria pengedar narkoba. Begitu sampai di dalam, Jae Ik langsung menghubungi Jin Woo atau mungkin manager Yeon, memberitahukan bahwa ia sudah di dalam. Jae Ik melihat ke sekelilingnya, mencari keberadaan Gyu Man.

Jin Woo sudah tiba di parkiran dan menelpon manager Yeon untuk memberitahukan posisinya. Jin Woo kembali mengingatkan manager Yeon untuk menelponnya jika penyidik datang.

Manager Yeon meng-iyakan dan mengatakan ia akan mengawasi pintu masuk.

Jin Woo sudah menemukan mobil Gyu Man dan mencari tempat persembunyian yang cocok untuk mengawasi pintu ke arah parkiran dan mobil Gyu Man.

Sementara itu, pesta sudah dimulai. Chul Joo mulai membubuhkan narkoba ke dalam minumannya dan minuman Gyu Man. Tidak jauh dari mereka, Jae Ik sudah bersiap dengan kamera pulpennya dan merekam Chul Joo dan Gyu Man.

Gyu Man dan Chul Joo bersulang dan meminum minuman mereka. Tidak lama, narkoba mulai beraksi dan mereka mulai bicara tidak karuan. Awalnya Chul Joo memberitahukan bahwa ia bertemu dengan Jin Woo dan Jin Woo membicarakan tentang Gyu Man yang membunuh seseorang. "Ayahnya juga sudah mati, kan? Bukannya semuanya sudah berakhir?", tanya Chul Joo, tidak memperhatikan perubahan raut wajah Gyu Man.

Gyu Man langsung bad mood karena Chul Joo mengungkit masalah Jin Woo dan menendang vas yang ada di atas meja. Membuat Jae Ik kaget. "Matikan musiknya!!!", teriak Gyu Man.
 

Chul Joo menjadi emosi karena Gyu Man sekali lagi mengacaukan pestanya. "Ini pestaku! Aku yang mengundangmu ke sini!!!", teriak Chul Joo geram.

"Apa masalahmu? Kenapa mengungkit masalah itu? Kau bodoh idiot! Kau tau kenapa? Karena kau anak haram...", ucap Gyu Man sambil tersenyum dan menunjuk-nunjuk wajah Chul Joo. Gyu Man bahkan tertawa dengan keras sanking senangnya, sementara Chul Joo memijit-mijit kepalanya karena super kesal dan kemudian mencengkeram kerah jas Gyu Man.

Di luar jaksa dan penyidik sudah tiba. Yeo Kyung turun dari salah satu mobil.

In Ah langsung menelpon Jin Woo, memberitahukan bahwa jaksa sudah tiba.
 

Sementara di dalam, tidak ada seorang pun yang sadar bahwa jaksa sudah tiba. Gyu Man menonjok Chul Joo hingga Chul Joo terjatuh dan bibirnya berdarah. "Ya! Kau pikir semua sendok perak itu sama???", teriak Gyu Man dan lalu tertawa.

Jae Ik sampai berdiri untuk mengambil gambar lebih baik.

Yeo Kyung sudah tiba di dalam dan memerintahkan anak buahnya untuk menangkap semuanya.

Semua orang menjadi panik dan berhamburan, berlari entah kemana. Gyu Man yang setengah sadar, berniat menyelamatkan diri. Chul Joo yang masih duduk di lantai menahan tangan Gyu Man, memohon Gyu Man untuk menolongnya juga.

Tapi dengan kasar, Gyu Man menepis tangan Chul Joo, memilih menyelamatkan dirinya sendiri saja.

http://i1383.photobucket.com/albums/ah295/dnovita/Remember/14/Remember-14-98101_zps2g6cjmrt.jpeg

Dengan sempoyongan, Gyu Man mencari jalan keluar dari arah yang lain. Jae Ik terus mengikutinya sambil merekam. Tidak sengaja, di koridor, Gyu Man malah bertemu dengan Yeo Kyung. Jae Ik merekam pembicaraan antara Gyu Man dan Yeo Kyung.

"Kenapa oppa di sini? Kau gila?", ucap Yeo Kyung yang sangat kaget melihat oppanya ada di sana.

Gyu Man juga balik bertanya kenapa Yeo Kyung ada di sana. Kemudian ia baru ingat Yeo Kyung seorang jaksa. Ia memohon agar Yeo Kyung membantunya keluar dari sana, karena jika tertangkap, maka ia akan berakhir.

"Apa kau akan menahan oppamu sendiri???", tanya Gyu Man marah. Melihat Yeo Kyung hanya diam saja, Gyu Man mengibaskan tangannya dan berniat akan pergi. Yeo Kyung menahan tangan Gyu Man tapi ia terlihat tidak yakin. Dengan mudah Gyu Man melepaskan pegangan tangan Yeo Kyung dan pamit pergi.

Yeo Kyung hanya bisa menatap kakaknya yang pergi menyelamatkan diri.

http://i1383.photobucket.com/albums/ah295/dnovita/Remember/14/Remember-14-99601_zpsxbu194gp.jpeg

Pertemuan Gyu Man dan Yeo Kyung membuat Jae Ik tertinggal sedikit dari Gyu Man. Saat Gyu Man sudah masuk ke sebuah bar kosong dan menghilang ke sebuah pintu yang dibuat mirip seperti lemari (sepertinya ya...), Jae Ik baru tiba di bar tersebut dan tidak menemukan Gyu Man lagi di sana.

http://i1383.photobucket.com/albums/ah295/dnovita/Remember/14/Remember-14-100701_zpsspifdvtf.jpeg

Gyu Man tiba di sebuah ruangan kecil dan berusaha membuat dirinya sadar. Lalu ia menelpon Sek. Ahn, meminta Sek. Ahn untuk menyiapkan sebuah mobil.

http://i1383.photobucket.com/albums/ah295/dnovita/Remember/14/Remember-14-101501_zpsz7dvd69t.jpeg

Dong Ho menemui Tuan Nam di ruang kerjanya. Dong Ho menyerahkan surat pengunduran dirinya. Tuan Nam bertanya alasan Dong Ho.

"Anda tau kan pabrik Seogwang yang tiba-tiba bangkrut karena ledakan gas. Jangan bilang anda tidak tau. Tapi itu tidak penting. Anda tau 'kan orang yang mati karena keserakahan anda yang menjijikkan itu? Namanya adalah Park Kyung Soo. Anda ingat dia? Dia adalah ayah saya...".

Tuan Nam meminta maaf tapi menurutnya Dong Ho punya kehidupannya sendiri yang terpisah dari ayahnya.

Dong Ho mengatakan ia tidak bisa membungkuk pada musuh yang sudah membunuh ayahnya karena ia adalah putra dari ayahnya.

http://i1383.photobucket.com/albums/ah295/dnovita/Remember/14/Remember-14-103901_zps7xg9i334.jpeg

Jin Woo melihat seseorang keluar ke parkiran dan masuk ke dalam mobil Gyu Man. Ia tidak melihat jelas wajah orang itu.

Jin Woo menelpon, memberitahukan bahwa Gyu Man sudah masuk ke mobil dan sekarang adalah waktunya.

Mobil Gyu Man bergerak dan jin Woo berlari di jalur yang lainnya, mengikuti mobil Gyu Man...

http://i1383.photobucket.com/albums/ah295/dnovita/Remember/14/Remember-14-104601_zpsppblymgb.jpeg

Polisi dan mobil Manager Yeon datang menghadang laju mobil Gyu Man. Saat Jin Woo membuka pintu mobil Gyu Man, Jin Woo super terkejut. Begitu juga dengan Manager Yeon, In Ah dan Jae Ik...

http://i1383.photobucket.com/albums/ah295/dnovita/Remember/14/Remember-14-104901_zpso637m6ho.jpeg

Ternyata yang keluar dari mobil adalah Sek. Ahn Soo Beom...

http://i1383.photobucket.com/albums/ah295/dnovita/Remember/14/Remember-14-106501_zpskiyrzvqt.jpeg

Sementara itu, Gyu Man dengan wajah yang senang keluar dari pintu samping yang tidak jauh dari entrance. Gyu Man sudah mengganti jasnya dengan jas Sek. Ahn, yang kotak-kotak. Dengan ceria dan sedikit terhuyung, Gyu Man masuk ke sebuah mobil lain yang sudah diparkir di luar dan pergi dengan senyum kemenangannya...

Bersambung...
 

Komentar :

Suka... suka... suka. Selalu suka dengan ending episode ini. Seingat sy, Remember selalu menyajikan ending yang bikin penasaran, mana ga ada previewnya lagi... :-P

Seperti episode 12 yang lalu, ending saat Gyu Man mengancam In Ah. Dalam pikiran sy, Gyu Man bakal ngapa-ngapain In Ah. Ternyata... mereka hanya saling bicara dan melempar ancaman aja... Ga lebih... :-D.

Begitu juga saat diperlihatkan Jin Woo yang tiba di kantor. Kirain bakal ketemu Gyu Man. Eh. ternyata... Jin Woo datang setelah Gyu Man tidak ada lagi di kantor Jin Woo. Jadi Jin Woo ga ketemu sama Gyu Man... Hadeuh...

Tapi seru juga endingnya, bikin super penasaran... Sebenarnya apa ya yang terjadi hingga Sek. Ahn bisa mengganti Gyu Man masuk ke dalam mobilnya. Lalu apa Gyu Man sudah sadar bahwa ia diincar oleh Jin Woo... Mudah-mudahan ada sedikit pencerahan di episode selanjutnya ya...Keep reading, guys!

Gomaweoyo...

[Sinopsis Remember Episode 15 Part 1]

Share:

Post a Comment

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes