Sinopsis Remember Episode 12 Part 1


== All images credit to the owner ===

[Sinopsis Remember Episode 11 Part 2]

Sinopsis Remember Episode 12 Part 1

Karena merasa disudutkan dan dipermalukan oleh Jin Woo di dalam persidangan tadi, Gyu Man melampiaskannya pada Dong Ho. Setelah persidangan usai, di depan pintu masuk ruang sidang, Gyu Man menampar Dong Ho dengan keras. Sek. Byun dan Sek. Ahn sampai kaget melihatnya. Dari pintu keluar yang lain, Jin Woo dan In Ah juga tidak sengaja menyaksikannya.


Dengan muka tidak sedikit pun merasa bersalah, Gyu Man mengatakan 'sorry', ia tidak bermaksud melakukannya. Dong Ho hanya tersenyum sinis, menatap Gyu Man balik.

"Kenapa? Kau marah?", tanya Gyu Man, tidak peduli. Dong Ho hanya diam. Sebelum pergi, Gyu Man memperingatkan Dong Ho, jika kejadian seperti ini terulang lagi, ia bersumpah tidak akan berakhir seperti ini lagi (artinya Gyu Man tidak hanya akan menampar Dong Ho lagi, mungkin ia akan membunuh Dong Ho).

Saat berbalik, Dong Ho melihat Jin Woo. Mereka saling bertatapan sejenak dan Dong Ho memutuskan pergi dengan memilih jalan yang lain, diikuti oleh Sek. Byun dibelakangnya. Sek. Byun seperti ingin mengatakan sesuatu tapi ia memutuskan untuk tidak mengatakan apa pun tapi dari wajahnya, ia terlihat mengkhawatirkan Dong Ho.

--

Ketika sudah tiba di kantor mereka, Sek. Byun baru berani berbicara pada Dong Ho, menanyakan keadaan Dong Ho. Dong Ho yang sedari tadi seperti melamun, tiba-tiba tersenyum.

Melihat Dong Ho tersenyum, Sek. Byun baru merasa lega dan mulai mengomel sendiri, kesal atas perlakukan Gyu Man pada Dong Ho, walaupun Gyu Man itu presiden mereka tapi bagaimana bisa Gyu Man melakukan itu pada Dong Ho.

Dong Ho mengatakan ia baik-baik saja. Ia mengerti dengan situasinya karena ia pernah mendengar orang-orang mengatakan bahwa pot disebut juga dengan ceret hitam.

Sek. Byun meminta Dong Ho untuk tidak perlu memikirkan Gyu Man, ia yakin jika Gyu Man terus seperti ini maka Gyu Man akan berakhir dengan memotong tenggorokannya sendiri. Dong Ho setuju dengan Sek. Byun. Ia juga merasa setelah waktu berlalu, semua akan kembali pada diri kita sendiri dan ia mempercayai karma.

-


Setelah persidangan, Jin Woo makan bersama Min Soo dan Tuan Seol. Tuan Seol sangat berterima kasih atas bantuan Jin Woo pada mereka. Jin Woo mengatakan itu memang sudah pekerjaannya.

Namun Tuan Seol merasa tidak seperti itu, karena di saat tidak satu orang pun bersedia berada di pihaknya, tapi Jin Woo mau menjadi pengacaranya dan membelanya. Tuan Seol juga merasa malu karena ia hampir saja membunuh dirinya sendiri.

Min Soo sangat berterima kasih karena masih memiliki kesempatan menghabiskan hari-hari bersama ayahnya. Dengan nada sedikit sedih, Jin Woo mengatakan ia merasa iri pada Min Soo karena Min Soo masih bisa melindungi Tuan Seol di sisi Min Soo.

Melihat kedekatan Min Soo dan ayahnya, Jin Woo teringat saat ia membawakan makanan untuk ayahnya di penjara dulu. Saat itu Jin Woo sempat mengatakan bahwa Tuan Seo adalah ayah terbaik yang ada di dunia ini. Tuan Seo tidak ingat bahwa ia memiliki seorang putra, tapi ia berpesan agar Jin Woo menyampaikan ucapannya pada putranya, bahwa ia sangat merindukan putranya itu setiap harinya.

Lalu Min Soo menyinggung tentang Dong Ho yang memberikan kartu nama Jin Woo padanya, ia ingin tau, menurut Jin Woo apa alasan Dong Ho melakukan itu. Jin Woo sedikit terkejut tapi tidak mengatakan apa pun.

--

Sek. Byun datang ke ruangan Dong Ho dengan membawa dokumen yang terkait dengan Nam Il Ho dan daftar korban ledakan microwave. Sek. Byun merasa kecelakaan ledakan microwave itu sedikit mencurigakan.

Dong Ho mencari dokumen yang terkait dengan Nam Il Ho, yaitu berkas dan berita tentang ledakan pabrik Seogwang Group yang mengakibatkan tewasnya presiden Seogwang Group, Kim Seo Gwang.

Sek. Byun ingin tau kenapa Dong Ho tiba-tiba mencari informasi tentang Nam Il Ho. Dong Ho tidak menjelaskan dengan detail, ia hanya mengatakan ia punya alasan sendiri. Lalu Dong Ho menghubungi detektif Bae.


Detektif Bae memberikan setumpuk dokumen tentang kecelakaan ledakan pabrik Seogwang dan memberitahukan bahwa Jaksa Hong lah yang menangani kasus itu. Dong Ho membuka berkas dan dibawah tanggal laporan, 14-12-1999, tertulis nama Jaksa Hong.

Detektif Bae merasa kasus itu cukup mencurigakan karena presiden Seogwang Group tewas tepat sebelum meluncurkan proyek baru mereka yang besar. Dong Ho menebak Il Ho termasuk dalam kompetisi. Detektif Bae membenarkan dan kemudian proyek itu diambil alih oleh Nam Il Ho dan karena proyek itulah Il Ho Group lahir.

Dong Ho menduga-duga kemungkinan presiden kim seo gwang dibunuh. Tapi detektif Bae mengatakan tidak ada yang pasti apalagi seluruh pabrik sudah menjadi abu. Detektif Bae memberitahukan ayah Dong Ho menolak melakukan perintah seseorang dan saat melarikan diri itulah ayah Dong Ho mengalami kecelakaan.

"Dan seseorang itu Nam Il Ho?", tanya Dong Ho. Detektif Bae membenarkan. Ia menduga Nam Il Ho yang memberi perintah dan karena keinginannya untuk menyelidiki lebih lanjut, itulah sebabnya ia dipecat.

Tidak jauh dari tempat Dong Ho dan detektif Bae duduk, orang suruhan Joo Il mengawasi mereka.

--

Jin Woo dan yang lainnya merayakan keberhasilan Jin Woo dan In Ah di persidangan. Manager Yeon (sebelumnya sy menyebut manager Yoon) memuji Jin Woo dan In Ah yang sangat hebat di persidangan dan berharap ia bisa melihat wajah Park Dong Ho dan Nam Gyu Man tadi.

Jae Ik mengajak mereka semua untuk tetap seperti itu hingga persidangan selesai. Jae Ik mengajak semuanya bersulang lagi. Manager Yeon melihat kedekatan antara Jin Woo dan In Ah, dan tersenyum simpul. Lalu ia mengajak Jae Ik pulang sebelum kereta berhenti beroperasi. Jae Ik jelas menolak, ia masih mau minum.

Jae Ik kembali mengajak Jin Woo dan In Ah bersulang. Manager Yeon memukul Jae Ik, mengingatkan Jae Ik bahwa besok Jae Ik harus masuk kerja. Tanpa mempedulikan protes Jae Ik. Manager Yeon menyeret Jae Ik pulang... :-D

Setelah tinggal berdua, In Ah kembali mengambil kaleng minuman. Jin Woo mengambil kaleng minuman dari tangan In Ah, menyuruh In Ah berhenti minum. In Ah yang setengah mabuk menjadi sedikit kesal, mengatakan bahwa ia lebih tua dari Jin Woo. In Ah menertawakan Jin Woo yang masih berumur 23 tahun sementara ia sudah 28 tahun, ia menyuruh Jin Woo memanggilnya 'noona'.

Awalnya Jin Woo tidak mau, tapi In Ah terus memaksa dan bahkan menahan leher Jin Woo dengan lengannya. Akhirnya Jin Woo menyerah dan mau memanggil In Ah dengan sebutan 'noona'. In Ah baru mau melepaskan pegangannya dan tertawa kegirangan. Jin Woo juga ikut tertawa.

--

Orang suruhan Joo Il menunggu Joo Il di parkiran. Saat Joo Il datang, ia melaporkan bahwa Dong Ho akhir-akhir ini menemui seorang detektif, sepertinya Dong Ho mencari tau tentang kasus ayah Dong Ho dulu.

Joo Il sangat kaget mendengarnya. "Saya pikir sepertinya kasus ayahnya terkait dengan Nam Il Ho. Saya melihat ia bertemu dengan detektif untuk mengkonfirmasinya", ucap orang suruhan Joo Il lagi.

Joo Il mengingatkan anak buahnya agar Nam Gyu Man tidak boleh tau tentang hal itu.
 

Dong Ho dan Joo Il bertemu dengan Tuan Nam. Dong Ho meminta maaf atas kegagalannya di sidang tadi dan berjanji tidak akan kalah di persidangan berikutnya.

Saat akan pulang, Joo Il meminta waktu Dong Ho untuk berbicara saat itu juga. Tapi Dong Ho menolak, mengatakan ia sudah ada janji dan mengajak Joo Il bertemu lain waktu. Joo Il tidak mau, ia memaksa Dong Ho untuk berbicara sekarang juga.

Joo Il membawa Dong Ho ke kedai minum. Joo Il langsung bertanya apakah sekarang Dong Ho menggali informasi tentang Nam Il Ho.

"Aku akan menganggap kau membuntutiku. Kenapa kau membuntutiku?", tanya Dong Ho. Joo Il tidak menjawab, ia mengambil minumannya dan menegaknya. "Aku punya satu pertanyaan. Kapan kau mengetahui Nam Il Ho terlibat dalam kematian ayahku?".

Joo Il menjawab ia tidak tau. Seandainya ia tau, ia tidak akan memberikan Dong Ho pada Tuan Nam. "Aku tidak seburuk itu. Tapi Dong Ho, sekarang aku melayani Tuan Nam Il Ho, jadi jika kau mau menyentuhnya, kau harus melangkahiku dulu", ancam Joo Il.

Dong Ho menatap Joo Il tajam. Joo Il mengatakan ia sudah selesai dan menyuruh Dong Ho pergi.

Dong Ho berdiri dari kursinya dan berkata, "Kau seperti ayah bagiku".

"Aku pernah seperti ayah, aku bukan ayahmu", sahut Joo Il dingin.

"Terima kasih sudah mengatakan itu. Mulai sekarang ayo kita tempuh jalan kita masing-masing. Dan juga katakan pada penguntitku, jika aku melihatnya, aku akan membunuhnya", ucap Dong Ho dan kemudian pergi.

--

Dong Ho dan Sek. Byun kembali ke kantor Dong Ho yang dulu. Sek. Byun sangat senang karena merasa seperti pulang kembali ke rumahnya, dimana ia bisa bebas berbaring. Dong Ho tersenyum mendengar celoteh Sek. Byun.

Dong Ho merasa sudah banyak yang terjadi dan di sana tempat ia pertama kali bertemu dengan Jin Woo. Dong Ho teringat saat itu Jin Woo membawa seransel penuh uang dan di sana ia pernah meminta Jin Woo untuk mempercayainya saat Jin Woo merasa putus asa dengan jalannya persidangan.

Sek. Byun memanggil Dong Ho, membuyarkan lamunan Dong Ho. Sek. Byun menanyakan sampai kapan Dong Ho akan menyembunyikan cakarnya dan menunggu untuk menyerang. Dong Ho memberitahukan bahwa waktunya hampir tiba tapi ia akan menunggu sedikit lagi karena semakin lama ia menunggu maka semakin besar buruannya.

--


Min Soo dan ayahnya kembali ke pabrik. Tuan Seol terlihat sudah bersemangat kembali dan optimis akan menang di persidangan. Jika mereka menang, pabrik akan hidup kembali dan para pekerja akan bisa bekerja lagi, ucap Tuan Seol. Lalu Tuan Seol mengajak Min Soo bersih-bersih pabrik terlebih dahulu.

Jin Woo datang mengunjungi pabrik. Begitu melihat Jin Woo, Min Soo lagi-lagi mengucapkan terima kasih atas bantuan Jin Woo dan sekarang ayahnya sudah kembali seperti biasanya. Jin Woo berpesan agar Min Soo menjaga baik-baik ayahnya itu. Dan ternyata Jin Woo datang untuk meminta daftar pekerja pabrik dan Min Soo memberikannya pada Jin Woo.

Saat di kantor, In Ah melihat Jin Woo memiliki daftar pekerja pabrik Smile light Bulb dan menanyakan untuk apa daftar itu.

"Segala sesuatu yang sepele itu mungkin saja paling penting", sahut Jin Woo singkat.

In Ah tertawa kecil dan mengatakan sudah lama ia tidak mendengar Jin Woo mengatakan itu. Jin Woo menatap In Ah bingung. In Ah mengatakan dulu saat pertama kalinya mereka bertemu di kantor polisi, Jin Woo pernah mengatakan itu padanya.

Jin Woo menatap In Ah lama, membuat In Ah berhenti tertawa dan melihat Jin Woo dengan khawatir. "Aku rasa akhir-akhir ini kau bekerja terlalu keras. Jika ada sesuatu yang bisa aku lakukan, beritahukan saja, aku akan membantumu", ucap In Ah.

"Tentu saja, baiklah", jawab Jin Woo setelah diam cukup lama. Lalu Jin Woo bertanya perkembangan investigasi In Ah terhadap jaksa Hong.

"O... Aku dan jaksa Tak sedang mengumpulkan bukti", jawab In Ah. Jin Woo tersenyum senang dan kembali menekuni daftar pekerja pabrik, tidak mengetahui bahwa In Ah sedang manatapnya, khawatir.

--

Detektif Gwak menerobos masuk ke ruang jaksa Hong. Ia meminta bantuan jaksa Hong untuk berbicara pada Gyu Man. Detektif Gwak memberikan alasan saat itu ia sedang mabuk dan melakukan kesalahan.

Tapi belum selesai detektif Gwak bicara, jaksa Hong sudah mengangkat tangannya, memberi isyarat supaya detektif Gwak diam. Dengan nada tidak senang, jaksa Hong protes atas kelakuan detektif Hong yang masuk dan berbicara sembarangan dengannya hanya karena mereka pernah makan bersama satu kali. Jaksa Hong mengatakan ia bisa menemukan pengganti detektif Hong dalam sekejap.

Jaksa Hong merasa alasan detektif Hong mengatakan berbuat salah, itu hanya dalih saja. Jika kau ingin tetap berada di sisi Nam Gyu Man, seharusnya kau lebih berhati-hati dan kau seharusnya tidak lengah", nasehat jaksa Hong.

Detektif Gwak menatap tidak percaya atas tanggapan jaksa Hong padanya. "Kau tidak tau bagaimana kerasnya usaha yang aku lakukan untukmu dan presiden?".

"Apa aku menyuruhmu melakukannya? Jujur saja, bukankah kau melakukannya untuk dirimu sendiri?", tanya jaksa Hong sinis. Jaksa Hong mengatakan ia tidak akan bertemu dengan detektif Gwak lagi dan menyuruh detektif Gwak keluar dari ruangannya.
 

Seok Kyu masih membaca berkas kasus Tuan Seo dan teringat pembicaraannya dengan In Ah. Saat itu In Ah mengatakan kasus Tuan Seo lah yang membuatnya memutuskan untuk menjadi jaksa dan ia percaya Tuan Seo tidak bersalah.

Seok Kyu memikirkan sesuatu dan pergi mencari Yeo Kyung. Seok Kyu menanyakan apakah Yeo Kyung menjadi anggota juri sidang pembunuhan mahasiswa Seochon empat tahun yang lalu. Yeo Kyung membenarkan dan menanyakan kenapa Seok Kyu menanyakan hal itu.

Seok Kyu mengatakan ia adalah juri di sidang retrial dan ia tidak bisa memberikan keputusan akhir. Seok Kyu menanyakan pendapat Yeo Kyung tentang persidangan trial empat tahun yang lalu dan dengan yakin Yeo Kyung mengatakan ia percaya Tuan Seo bersalah. "Apa kau berpikir sebaliknya?", tanya Yeo Kyung pada Seok Kyu.

"Tidak apa-apa, lupakan saja, terima kasih", ucap Seok Kyu sambil menepuk lengan Yeo Kyung dan kemudian pergi.

--

Jaksa Hong menemui Gyu Man, melaporkan bahwa detektif Gwak datang menemuinya dan mengatakan bahwa itu adalah sebuah kesalahan.

"Dia yang mengatakannya sendiri. Apanya yang kesalahan?", sahut Gyu Man tidak peduli.

"Dia tidak tau tempatnya. Itulah yang terjadi. Kita tidak memerlukannya lagi", ucap jaksa Hong sambil tersenyum.

Gyu Man menanyakan apa maksud kedatangan jaksa Hong sebenarnya, ia tau jaksa Hong sibuk dan tidak punya waktu datang bolak balik ke tempatnya. Jaksa Hong melaporkan tentang hakim Kang Seok Kyu yang masih belum yakin dengan keputusan hukuman Tuan Seo Jae Hyuk.

--

Seo Kyu datang ke kantor Jin Woo untuk menanyakan beberapa pertanyaan [ada Jin Woo. Seok Kyu juga senang melihat In Ah yang ternyata bekerja di kantor Jin Woo. In Ah hanya tersenyum mendengarnya.

Jin Woo berterima kasih atas bantuan Seok Kyu dalam kasus dokter penjara itu dan Seok Kyu mengatakan ia hanya menjalankan tugasnya sesuai hukum. Lalu Jin Woo menanyakan apa yang ingin ditanyakan oleh Seok Kyu padanya.

"Ini tentang kasus pembunuhan mahasiswa Seochon. Sidang retrial sudah berakhir tapi aku berpikir ada sesuatu yang lebih besar di balik kasus itu".

"Kenapa kau berpikir sepeti itu?", tanya Jin Woo.

Seok Kyu mengatakan tentang adanya video pengakuan Kim Hyun Ok, lalu laporan penyelidikan yang memiliki banyak kejanggalan dan juga pergantian hakim secara tiba-tiba.

Melihat Jin Woo hanya diam saja, In Ah akhirnya membuka suara. In Ah mengatakan baik empat tahun yang lalu ataupun sekarang, ia percaya dan masih percaya baha Tuan Seo tidak bersalah. "Itu karena aku melihat video pengakuan penjahat yang sebenarnya mengakui kejahatannya", ucap In Ah lagi.

"Penjahat yang sesungguhnya?", Seok Kyu terkejut. In Ah menganggukkan kepalanya. "Kau juga melihat video itu?", tanya Seok Kyu pada Jin Woo.

"Ya. Aku melihatnya dengan mataku sendiri. Di dalam video itu, pembunuh itu mengatakan ia membunuh Oh Jung Ah', jawab Jin Woo.

"Kau tau siapa pembunuh yang sebenarnya", tanya Seok Kyu lagi.

"Dia adalah Nam Gyu Man, presiden Il Ho Group", jawab Jin Woo lagi.

--

Dong Ho menatap fotonya dan ayahnya. Dong Ho teringat saat sebelum kecelakaan terjadi, ayahnya melarikan diri dari kejaran polisi dan mengatakan padanya bahwa ia mempunyai alasan mengapa ia melakukan itu.

Dong Ho memikirkan apa alasan ayahnya yang sebenarnya.

--

Sek. Byun masuk dan memberitahukan bahwa ia sudah mengetahui siapa orang suruhan Joo Il yang membuntuti Dong Ho, yaitu orang baru yang bernama Keum. Sek. Byun yakin Gyu Man pasti menyuruh Joo Il untuk meyewa orang baru itu.

Dong ho diam dan mengelus foto ayahnya. Sek. Byun bertanya apa yang akan Dong Ho lakukan. Dong Ho mengatakan Gyu Man mencurigainya dan ia harus memenangkan trial ini. Sek. Byun mengatakan ia akab berada di sisi Dong Ho dan ia akan melakukan apa pun yang diperlukan oleh Dong Ho.

--

Jin Woo dan yang lainnya sedang sibuk saat ayah In Ah datang dengan membawakan mereka pizza. In Ah sangat senang melihat kedatangan ayahnya, namun sesaat ia kaget saat melihat ibunya masuk di belkang ayahnya.

Ayah asik mengobrol dengan Jin Woo, manager Yeon, dan Jae Ik, sementara ibu sibuk mengomeli dan mengomentari In Ah yang tidak rapi dan meninggalkan bajunya dimana-mana. Ayah dan yang lainnya tersenyum melihat ibu dan In Ah. In Ah sendiri sepertinya malu dan tersenyum canggung pada Jin Woo.

Setelah puas mengkritik In Ah, ibu dan In Ah duduk terpisah dari yang lain. Ibu memberitahukan bahwa mereka datang karena ayah menginginkannya. In Ah hanya tersenyum tipis. Lalu ibu bertanya bagaimana dengan pekerjaan In Ah.

"Masih cukup sulit, aku masih berusaha terbiasa dengan pekerjaanku". jawab In Ah.

"Apa kau benar akan menjadi pengacara?", tanya ibu. In Ah terdiam dan menatap ibu. "Aku tidak bermaksud pada titel pekerjaanmu tapi apa benar kau akan menjadi seorang pengacara yang hebat dan berhati hangat?", tanya ibu lagi.

In Ah tersenyum bahagia mendengar pertanyaan ibu, itu artinya ibu sudah menerima keputusannya. Ibu berkata ia tidak memaafkan In Ah jika In Ah tidak berhasil. In Ah menangis sanking bahagianya dan berterima kasih atas kedatangan ibu.
 

--

Sek. Byun memberikan foto manager pabrik yang diminta oleh Dong Ho. Sek. Byun memberitahukan bahwa putri manager pabrik itu sedang sakit dan manager pabrik sedang mencari pinjaman uang kesana kemari.
 



Dong Ho menemui manager pabrik dan memperkenalkan dirinya sebagai pengacara. Manager pabrik memperkenalkan dirinya sebagai Shim Byung Hoon. Dong Ho menanyakan tentang proposal yang ia berikan pada Byung Hoon.

"Jika aku mau melakukan apa yang kau katakan, apa benar kau akan...", tanya Byung Hoo.

Dong Ho mengatakan jika Byung Hoon mau berbicara maka ia akab menjamin putri Byung Hoon akan mendapatkan pengobatan dan perawatan terbaik di rumah sakit Il Ho.

--

Jin Woo pergi ke sebuah laboratorium untuk mengecek lampu. Penguji mencoba menggunakan lampu dengan terus menaikkan tegangan sampai bola lampu meledak. Jin Woo merekam apa yang dilakukan penguji itu dan juga kesimpulan yang dikatakan oleh penguji itu.

Menurutnya, bola lampu yang biasa digunakan untuk microwave adalah bola lampu 10 watt dan filamennya tahan hingga tegangan 1,5 Kw. Masalah bisa saja timbul karena tegangan listrik yang lebih tinggi masuk dan menyebabkan filamen terbakar dan terjadilah ledakan.

Jin Woo menanyakan masalah yang dimaksud oleh penguji itu seperti apa, apa mungkin seperti ledakan. Tapi menurut penguji, dengan standar tegangan listrik yang ada di Korea, kemungkinan kejadian meledaknya filamen tidak mungkin terjadi.

"Itu artinya tidak mungkin microwave meledak karena kesalahan lampu?"

"Ya, kecuali lampu itu sudah memiliki kerusakan yang fatal", simpul penguji itu lagi.

--



Gyu Man makan bersama Joo Il dan Tuan Yang. Gyu Man memperkenalkan Joo Il pada Tuan Yang, ia menyebut Joo Il sebagai presiden Il Ho Produce. Gyu Man mengatakan saat ini Yeoungwon electronic sudah bekerja sama dengan Il Ho Produce dan ia ingin Tuan Yang dan Joo Il memperluas bisnis mereka dan saling bekerja sama dalam meproduksi bola lampu.

Joo Il sangat senang dan langsung berdiri dari kursinya, mengucapkan terima kasih pada Gyu Man dan berjanji akan melakukan yang terbaik. Gyu Man tersenyum senang dan menyuruh Joo Il duduk.

Saat Gyu Man mengajak Joo Il dan Tuan Yang bersulang, tiba-tiba detektif Gwak menerobos masuk. Detektif Gwak dengan marah-marah pada Gyu Man, "Nam Gyu Man, kenapa kau melakukan ini pasaku? Aku sudah seperti anjing bagimu! Bagaimana kau meninggalkanku!".

Joo Il memarahi detektif Gwak, mengatakan ini bukan waktu yang tepat...

Detektif Gwak hanya tersenyum sinis dan tidak peduli pada Joo Il, ia tetap memarahi Gyu Man, tepatnya mengancam Gyu Man. "Kau pikir aku akan tinggal diam? Hidupmu akan berakhir saat aku berbicara pada polisi tentang orang-orang yang kau suap!".

"Apa yang kau lakukan???", bentak Joo Il. Beberapa orang pria masuk dan Joo Il memberi isyarat, memerintahkan mereka untuk menyeret detektif Gwak keluar. Lalu Joo Il membungkukkan badannya, meminta maaf pada Gyu Man. Gyu Man hanya diam saja, wajahnya menunjukkan kemarahan yang luar biasa.
 


Seluruh tubuh detektif Gwak sudah diikat dan digantung. Di sana ada Joo Il dan beberapa orang anak buahnya. Gyu Man bertanya apa detektif Gwak ingat tempat apa itu. Ternyata itu adalah tempat ia mengancam Tuan Seo untuk membuat pengakuan dan tempat ia akan menembak Jin Woo beberapa waktu yang lalu.

"Waktu itu, hanyalah pertunjukan, tapi sekarang akan nyata", ancam Gyu Man.

Detektif Gwak berteriak-teriak, meminta dilepaskan. Gyu Man hanya diam dan mengorek-ngorek telinganya, mengatai detektif Gwak yang sangat berisik. Gyu Man dan detektif Gwak saling menatap dalam kemarahan. Tanpa Gyu Man sadari, sebuah kamera tersembunyi mereka semua tindakan dan ucapannya.

Bersambung...

Sinopsis Remember Episode 12 Part 2

Share:

Post a Comment

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes