Sinopsis Maids Episode 7 Part 1

Sinopsis Maids Episode 7 Part 1 di Kdramastory.com

 
[Sinopsis Maids Episode 6 Part 2]

Sinopsis Maids Episode 7 Part 1

[Drama ini adalah drama fiksi/rekaan berdasarkan tokoh dan peristiwa sejarah yang sebenarnya]
Eun Ki tiba di ruang baca ayahnya. Ia datang menemui ayahnya karena ingin menanyakan apa alasan ayahnya tidak membela ayah In Yub dan memerintahkannya untuk tidak berkata satu patah kata pun ketika di penjara dulu. Eun Ki tahu bahwa ayahnya tahu bahwa ayah In Yub tidak bersalah. Jadi apa alasan Chi Kwon melakukan hal ini.

"Apa kau sekarang mencurigai ayahmu?", tanya Chi Kwon marah. Eun Ki diam tidak menjawab.


Sementara itu, In yub masih mengikuti raja. Ia hampir mendekati raja tapi tiba-tiba Moo Myeong membekap mulutnya dan menariknya pergi ke tempat yang lain. In Yub meronta-ronta minta dilepaskan. "Lepaskan! Aku harus pergi!", ucap In Yub marah. Ia mencoba mendorong Moo Myeong, tapi tidak berhasil. In Yub berkata bahwa ia harus menemui raja, ada sesuatu yang harus ia sampaikan pada raja.

"Apa kau sudah gila? Ini bukan saatnya kau mencampuri urusan raja", ucap Moo Myeong memarahi In Yub.

Lalu ia melihat kain yang ada di tangan In Yub. Moo Myeong mengambilnya dengan kasar dan membacanya. In Yub mengambilnya kembali dan menyimpannya di balik bajunya.

In Yub berkata bahwa ini adalah pesan terakhir dari ayahnya. Ayahnya melakukan apa pun untuk bisa menyampaikan pesan ini padanya. "Ini adalah bukti ketidakbersalahan ayahku", ucap In Yub sambil menepuk dadanya.

Moo Myeong berkata jika raja melihat pesan itu, apa In Yub pikir raja akan memperbaiki kesalahan ini. In Yub tidak peduli. Ia merasa yakin, karena tugas dari seorang raja adalah mendengar keluhan dari rakyatnya.

"Rakyatnya? Kau hanyalah seorang pelayan", ucap Moo Myeong.

"Apa pelayan bukan rakyatnya juga? Jika aku mendapatkan ketidakadilan, apa aku tidak punya hak untuk membuat sebuah permohonan?", tanya In Yub.

Moo Myeong meminta In Yub sadar. Hukuman terhadap ayah In Yub, rajalah yang memutuskan, pada akhirnya rajalah memerintahkan untuk membunuh ayah In Yub, bukan orang lain. "Apa kau pikir raja akan mempedulikan permohonanmu?".

In Yub berjanji bahwa ia akan menemukan bukti yang kuat dan ia akan menemukan pengkhianat itu dan membawanya ke hadapan raja. "Aku akan membalas atas ketidakadilan dan kematian ayahku!", ucap In Yub marah sambil menahan tangisnya. Moo Myeong tidak menjawab dan hanya menghela nafasnya.


Raja menemui wanita tua itu di ruang bawah tanah. Ia menanyakan kebenaran bahwa putri wanita itu mengandung anaknya dan mengapa ia menyembunyikan kehamilan itu darinya. Wanita itu membenarkan bahwa putrinya pernah mengandung anak raja, ia harus pergi karena dikirim oleh ratu ke kediaman yang lain. Saat itu ratu juga mengawasinya dengan ketat, jadi ia tidak memiliki kesempatan untuk mencari jalan untuk memberitahukan raja. Putrinya tidak takut kehilangan nyawanya, tetapi ia mengkhawatirkan keselamatan bayi yang dikandungnya. Oleh sebab itulah ia melarikan diri.

Raja menanyakan bukti dari ucapan wanita itu. Kemudian wanita itu mengeluarkan bungkusan kain dari balik bajunya. Ia memberikan bungkusan itu kepada raja.


Raja menerima bungkusan itu dan membukanya. Ia melihat sebuah hiasan tusuk rambut emas miliknya. Wanita itu mengatakan bahwa itu adalah hiasan yang biasa dipakai oleh raja sebelum ia diangkat menjadi raja. Putrinya mengatakan bahwa raja memberikan pin itu sebagai tanda kasih sayang raja kepadanya.

Raja melihat ke arah wanita itu dengan pandangan yang penuh selidik. Kemudian ia membuka topinya, Eung Cham membantunya. Ia mengambil tusuk rambutnya dan menyamakan dengan hiasan yang diberikan oleh wanita itu. Bentuknya sama. Raja berkata ia ingat ketika ia memberikan tusuk rambut itu, putri wanita itu menangis terharu.

Wanita tua itu berkata bahwa bagian lain dari pin itu ada pada anak itu -maksudnya anaknya raja-. Raja terkejut mendengar ucapan wanita itu. Kemudian ia juga menyampaikan bahwa raja akan mengenali anak itu karena ketika lahir, anak itu memiliki tanda lahir di pundaknya dan juga memiliki bagian lain dari hiasan tersebut.

Raja menanyakan keberadaan mereka sekarang. Wanita tua itu tidak tahu karena sudah lama ia kehilangan kontak dengan mereka. Mereka dijual pada suatu serikat pedagang yang sering berpindah-pindah.

Raja memberi perintah pada Eung Cham untuk menemukan dan membawa putranya itu beserta dengan ibunya ke hadapannya. Dengan menemukan putranya itu, maka hal itu dapat menjadi bukti bahwa ratu besarta keluarganya telah melakukan suatu tindakan kriminal.


Eun Ki bertanya apakah ayahnya baik-baik saja setelah mengorbankan seseorang yang tidak bersalah. Tapi Chi Kwon tidak merasa bersalah sedikit pun. Ia merasa negara lah yang memutuskan Penasehat Kerajaan bersalah atau tidak. Yang ia lakukan hanyalah menyelamatkan hidup putranya. "Itulah yang dilakukan oleh orang tua".

"Tapi In Yub adalah pengantin wanitaku", ucap Eun Ki. "Kami akan menghabiskan hidup kami bersama".

Chi Kwon tidak peduli. Orang tua mana yang ingin anaknya yang bangsawan menghabiskan hidupnya hanya dengan seorang pelayan.

Lady Han datang. Ia memarahi Eun Ki yang pulang ke rumahnya di malam pengantinnya. Chi Kwon berdiri dari duduknya, ia menyuruh Eun Ki kembali dan menjalankan kewajibannya sebagai pengantin baru. "Jika hubungan dua keluarga menjadi tidak baik karena sikap terburu-burumu ini, bagaimana kau akan bertanggung jawab?", ucap Chi Kwon dan kemudian berlalu pergi.

Eun Ki menghentikan langkah ayahnya. Ia berjanji bahwa ia tidak akan membiarkan semua ini berlalu. Ia meminta ayahnya untuk mengatakan yang sebenarnya pada In Yub. Chi Kwon diam saja dan kemudian berlalu. Lady Han terlihat bingung. Mungkin ia bertanya-tanya dalam hati apa yang sebenarnya terjadi antara Eun Ki dan ayahnya.

--

Eung Cham mengantar raja sampai ke depan kediamannya. Ia mengucapkan selamat jalan pada raja.


Nyonya Yoon menemui Yoon Ok di kamarnya. Ia menenangkan Yoon Ok agar tidak perlu terlalu khawatir. Mungkin saja Eun Ki minum di luar dan sedang mencari udara segar. Saat ini Ba Woo sedang mencarinya, ucap Nyonya Yoon.

"Tidak apa-apa, ibu. Ini tidak buruk juga. Aku bisa menghabiskan waktuku sedikit lebih lama denganmu", ucap Yoon Ok menenangkan ibunya.

Sementara itu di jalan, Ba Woo tidak sengaja berpapasan dengan Eun Ki dan bertanya kemana Eun Ki pergi tadi. Eun Ki terus berjalan dan tidak menjawab. Di koridor depan kamar pengantinnya, Eun Ki bertemu dengan Nyonya Yoon yang sudah menunggunya di luar kamar. Ia membungkukkan kepalanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan berlalu pergi.


"Apa yang kau lakukan. Bagaimana kau bisa menghilang di malam pertamamu?", tanya Nyonya Yoon marah, menghentikan langkah Eun Ki.

"Bukan urusanmu", jawab Eun Ki cuek dan kembali meneruskan langkahnya.

"Kim Eun Ki!", panggil Nyonya Yoon marah. Eun Ki berbalik menghadap ke arah Nyonya Yoon. "Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini lagi", ucap Nyonya Yoon.

"Bukankah kau menikahkannya -Yoon Ok maksudnya- dengan sepenuhnya mengetahui bagaimana perasaanku?", Eun Ki balik bertanya.

Walaupun demikian, tidak sepatutnya Eun Ki bersikap tidak bertanggung jawab seperti ini, ungkap Nyonya Yoon.

"Inilah yang terbaik yang bisa kulakukan", ucap Eun Ki. Sudah cukup bagi Nyonya Yoon, bahwa ia sudah menerima pernikahan ini, jadi jangan mengharapkan lebih dari itu.

Nyonya Yoon terkejut mendengar jawaban Eun Ki.

Eun Ki berbalik dan kemudian membuka pintu kamar. Ia masuk ke kamar, terlihat di jari kelingkingnya, masih tersemat dua cincin yang sudah dikembalikan oleh In Yub beberapa waktu yang lalu.

Yoon Ok tersenyum tipis melihat kedatangan Eun Ki.


Setelah Eun Ki duduk dan melepaskan topinya, ia bertanya kemana saja Eun Ki tadi. Eun Ki tidak mempedulikan pertanyaan Yoon Ok. Ia hanya mengambil gelas dan meminumnya.

"Jepit rambutku semakin berat", ucap Yoon Ok lagi.

Eun Ki masih diam. Ia melihat ke arah rambut Yoon Ok dan kemudian mendekati Yoon Ok. Ia membuka tusuk rambut Yoon Ok dan meletakkannya di lantai. Eun Ki kembali ke tempat duduknya. Yoon Ok sedikit terkejut melihat sikap Eun Ki.

Eun Ki bertanya pada Yoon Ok, bukankah berat menunggu seseorang yang tidak akan pernah datang? "Bukankah ini berat untukmu?". Yoon Ok terlihat menahan kesedihannya. "Bagiku rasanya seperti akan membunuhku", sambung Eun Ki lagi.

--

Sementara itu Hae Sang bertemu dengan Moo Myeong di suatu tempat. Ia ingin tahu apa yang dilakukan raja di kediaman Eung Cham.

Moo Myeong menjelaskan bahwa Eung Cham diperintahkan untuk mencari seorang wanita. Tapi wanita itu belum ditemukan, hanya ibunya saja yang baru ditemukan. Jadi hari ini Eung Cham mengatur pertemuan raja dengan ibu dari wanita itu di kediamannya.

Hae Sang ingin tahu apa sebenarnya hubungan wanita itu dengan raja. Moo Myeong belum tahu tapi ia berjanji akan segera memberitahu Hae Sang setelah ian mendapatkan informasinya.

Kemudian Hae Sang juga bertanya apakah Moo Myeong sudah mengamankan bukti yang ada ditangan In Yub.

Moo Myeong mengatakan bahwa ia sudah mengkonfirmasinya.

Hae Sang meminta Moo Myeong mengambilnya dan mengurusnya dengan hati-hati. Saat ini adalah saat yang tepat. Mantan tunangan In Yub baru saja menikah dengan wanita lain. Saat ini In Yub pasti sedang sangat bersedih. Jadi ia ingin Moo Myeong menggunakan kesempatan ini sebagai alasan untuk membuat In Yub seperti bunuh diri.

Moo Myeong terkejut. Ia mencoba mengulur waktu. Ia berkata bahwa ia sudah melihat isi pesan itu akan tetapi ia belum bisa mengerti arti sebenarnya dari pesan itu. Moo Myeong memberi alasan bahwa mereka masih membutuhkan In Yub hidup untuk bisa mengerti arti dari pesan itu.

Hae Sang tersenyum dan menjawab, "Sangat tidak bijaksana jika menunggu terlalu lama". Moo Myeong membungkukkan kepalanya dan kemudian pergi meninggalkan Hae Sang. Hae Sang menatap kepergian Moo Myeong dengan penuh rasa curiga.


Dari arah lain muncul pria yang lain, pria yang dulu memanah Duk Goo dan In Yub. "Jika Moo Myeong tidak bisa melakukan tugasnya, kau yang akan melakukannya. Terus awasi mereka!", perintah Hae Sang pada pria itu.

Pria itu bertanya apakah saat ini Hae Sang tidak mempercayai Moo Myeong. Ia juga memberi alasan bahwa selama ini Moo Myeong tidak pernah menghindari tugasnya.

Saat ini Moo Myeong bersikap tidak seperti biasanya. Walaupun hanya pembicaraan, Moo Myeong pernah diminta untuk menikahi In Yub. Oleh sebab itulah Moo Myeong terlihat berbahaya saat ini.

Arah kamera sedikit bergeser ke samping. Terlihat Moo Myeong bersembunyi dibalik rumah dan mendengar semua pembicaraan antara Hae Sang dan pria itu.

--

Eun Ki sudah tertidur. Yoon Ok masih duduk dengan posisi yang sama seperti sebelumnya, masih memakai gaun pengantin. Ia menahan tangisnya. Perlahan ia membuka baju pengantinnya, tusuk rambutnya. Air mata menggenang di pelupuk matanya.

Ia melipat baju pengantinnya dan meletakkan dengan rapi di samping tempat tidur. Dengan perlahan ia mendekati Eun Ki dan tidur di sampingnya.

Dengan sangat pelan, Yoon Ok menyentuh punggung Eun Ki. Air matanya menetes. Eun Ki masih tertidur dengan pulas.

Kamera beralih ke jari kelingking Eun Ki yang masih memakai dua cincin milik In Yub.

--

Pagi harinya, kedua pengantin baru memberi salam pada kedua orang tua Yoon Ok.

Nyonya Yoon dan Eung Cham tersenyum menyambut putri dan menantu mereka. Eung Cham berkata bahwa semalam kediaman mereka kedatangan tamu istimewa.

"Raja yang datang", sambung Nyonya Yoon gembira.

"Benarkah?", tanya Yoon Ok gembira.

"Raja meninggalkan istana dan datang ke sini untuk memberi ucapan selamat pada kalian. Siapa lagi di Joseon ini yang menerima tamu istimewa seperti mereka", ucap Nyonya Yoon.

Yoon Ok menyayangkan mereka tidak bisa bertemu dengan raja. "Bukan begitu, suamiku?", tanya Yoon Ok pada Eun Ki. Eun Ki diam saja. Nyonya Yoon menatap Eun Ki dengan menahan kesal.

Eung Cham sama sekali tidak menyadari situasi pernikahan putrinya. Ia mengatakan bahwa di antara semua pelajar, raja sangat menaruh harapan besar pada Eun Ki. "Ia sangat tertarik padamu sejak kau muncul di Ham Heung", ucap Eung Cham.

Jika memang demikian, Eun Ki berkata bahwa ia akan fokus pada studinya. Ia juga minta maaf pada kedua orang tua Yoon Ok karena kesibukannya nanti, mungkin ia tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai pengantin baru sepenuhnya.

Namun walaupun begitu, Nyonya Yoon berharap Eun Ki tidak membiarkan istrinya kesepian. Nyonya Yoon berkata dengan kesal pada Eun Ki.

Eung Cham berusaha menenangkan suasana. Ia berkata pada istrinya bahwa ia yakin Eun Ki tidak akan melakukan hal itu. Ia yakin Eun Ki belum merasa nyaman tinggal di kediaman mereka. Ia meminta Eun Ki untuk menganggap kediaman mereka seperti rumahnya sendiri dan ia ingin Eun Ki tinggal di sana dengan nyaman.

"Terima kasih atas kebaikan anda", ucap Eun Ki pada Eung Cham sambil menundukkan kepalanya. Nyonya Yoon memandang Eun Ki dengan kesal.

Eung Cham berjalan keluar dari kamarnya. Tiba-tiba ia ingat putranya, Yoon Seo, yang juga harus kembali belajar seperti Eun Ki. Ia menduga-duga apa yang dilakukan Yoon Seo di kamarnya.

Sementara Yoon Seo di kamarnya sibuk sendiri. Ia sibuk membaca buku dewasa. Tiba-tiba pintu kamar dibuka Eung Cham. Yoon Seo terkejut melihat ayahnya yang tiba-tiba masuk ke kamarnya. Cepat-cepat ia menyembunyikan buku itu. Eung Cham yang curiga mendorong Yoon Seo sampai terjatuh dan mengambil buku tersebut. Ia sampai terbatuk-batuk melihat isi buku yang dibaca oleh Yoon Seo.

Eung Cham memukul Yoon Seo dengan buku itu. Ia berkata seharusnya Yoon Seo merasa malu dengan saudara iparnya. "Kalian sekarang sekeluarga. Orang-orang akan mulai membandingkan kalian berdua!".

Yoon Seo memberi alasan bahwa ia sudah berusaha keras, tapi bukan hanya itu yang dibutuhkan untuk lulus di ujian negara. Ia juga membutuhkan keberuntungan. Ia meminta bantuan ayahnya, sebagai Menteri Pertahanan, ayahnya pasti bisa membantunya mendapatkan posisi di pemerintahan.

Eung Cham bertambah marah mendengar ucapan Yoon Seo. "Mendapatkan pekerjaan karena koneksi itu adalah hal yang memalukan! Bukan sebuah kejayaan!".

Eung Cham berkata untuk saat ini ia akan menyita buku itu dan ia minta Yoon Seo sadar dan fokus pada studinya. Kemudian ia melangkah pergi, tapi tiba-tiba ia berbalik dan memukul Yoon Seo sekali lagi.

Di depan kamar Yoon Seo, Eung Cham masih terlihat kesal dan mengumpat Yoon Seo. Ia akan membuang buku itu. Tapi tidak jadi, ternyata ia juga penasaran dengan isi buku itu dan menyimpan buku itu dibalik bajunya.


Yoon Ok bertanya pada Dan Ji yang sedang memijit bahunya, apa alasan suaminya bisa terlambat masuk ke kamar pengantin. "Apakah itu karena In Yub?".

Ragu-ragu Dan Ji menjawabnya. Yoon Ok melihat ke arahnya. Akhirnya Dan Ji berkata bahwa sebenarnya memang Eun Ki bertemu dengan In Yub sebelum seharusnya ia masuk ke kamar pengantin. Hanya saja setelah itu ia menghilang.

Yoon Ok menepis tangan Dan Ji. Ia marah karena Dan Ji tidak memberitahunya. Ia minta jika terjadi hal yang seperti itu, seharusnya Dan Ji mencarinya dan memberitahukannya. "Aku duduk sendirian si kamar pengantin seperti orang bodoh. Dan menunggunya".

Dan Ji meminta maaf pada Yoon Ok.

Yoon Ok bertanya apa yang dilakukan oleh mereka berdua, apa yang mereka bicarakan. Dan Ji menggelengkan kepalanya. Yoon Ok memerintahkan Dan Ji bahwa mulai saat ini ia harus mengawasi In Yub dan Eun Ki, jangan meninggalkan suatu apa pun, dan informasikan semua yang terjadi diantara mereka padanya.

Dan Ji meminta Yoon Ok tidak perlu khawatir. Ia akan mengawasi In Yub dengan ketat dan tidak akan membiarkan In Yub dekat-dekat dengan Eun Ki.

"Tidak. Bukan begitu. Hati akan merindukan seseorang yang tidak bisa dimilikinya", ucap Yoon Ok. Daripada menjauhkan mereka, ia malah ingin memberi kesempatan pada mereka berdua. Dan Ji tidak mengerti maksud Yoon Ok.

Yoon Ok meminta Dan Ji membiarkan In Yub yang mengurus suaminya ketika ia pulang nanti. Ia ingin melihat apa yang akan terjadi jika mereka berdua bertemu. Yoon Ok berkata sambil tersenyum penuh dengan rencana. Dan Ji menatap Yoon Ok tidak mengerti.


In Yub, Sa Wol, dan Gae Dong sedang merebus suatu ramuan. Lady Kang datang dan bertanya yang mana milik suaminya. "Ramuan yang saya buat. Apa anda akan membuatnya sendiri?", tanya Sa Wol.

"Tidak", jawab Lady Kang. Lalu ia mendorong Gae Ddong minggir dan memasukkan ramuan lain ke dalam panci ramuan milik suaminya. Sa Wol terkejut dan bertanya apa yang dimasukkan oleh Lady Kang. Lady Kang hanya menjawab, sesuatu.

Tiba-tiba Nyonya Yoon dan Yoon Ok datang. Ia memberikan sebuah kertas berisi daftar makanan yang disukai oleh Eun Ki pada Hae Sang. Daftar itu dikirim oleh kediaman Menteri Keuangan. Yoon Ok memandang In Yub dengan penuh kemenangan. Sementara In Yub hanya menundukkan wajahnya saja.

Nyonya Yoon akan berbalik pergi, tapi ia terkejut melihat In Yub yang merebus ramuan untuk Eun Ki. Seharusnya orang lain yang melakukannya. "Ketulusan adalah sebagian dari proses persiapan membuat ramuan!".

Yoon Ok bertanya ramuan apa yang disiapkan oleh ibunya.

"Obat untuk menguatkan ingatan untuk putraku dan menantuku. Sangat bagus jika Yoon Seo dan Eun Ki bisa lulus ujian negara secara bersamaan", jawab Nyonya Yoon.

Yoon Ok tersenyum. Ia meminta ibunya membiarkan In Yub yang menyiapkan ramuan itu. "Mereka memiliki sejarah yang panjang. Tidak ada satu orang pun di sini yang lebih tulus daripada In Yub", ucap Yoon Ok, pandangannya tidak lepas dari In Yub". In Yub hanya diam saja.

Nyonya Yoon meninggalkan dapur. Sebelum pergi, Yoon Ok mendekati In Yub dan berkata sambil tersenyum licik, "Aku percaya kau akan mempersiapkan obat untuk suamiku dengan baik". In Yub hanya menunduk terdiam.

--


Malam hari, Chi Kwon bertemu dengan raja. Ia berkata bahwa ia mendengar raja tidak bisa tidur malam kemarin.

Raja berkata bahwa ia sudah menderita insomnia sejak ayahnya pergi ke Ham Heung. "Pagi atau malam, aku tidak bisa tidur. Apa lagi yang lebih buruk dari hal ini?", keluh raja.

Chi Kwon menangkap sebuah kesempatan. Dengan berhati-hati ia menawarkan solusi untuk meyembuhkan insomnia raja itu. Ia berkata bahwa ia membawa seorang ahli musik. "Apakah anda ingin mendengarkannya?".

"Tidak. Terima kasih. Aku berasumsi kau membawa pemain musik wanita. Di istana ini sudah terlalu banyak wanita".

"Kalau begitu, saya menarik kembali tawaran saya, Baginda", ucap Chi Kwon sambil memberi hormat.

Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita dari balik dinding yang meminta izin untuk menginterupsi. Ia memang sorang pemusik wanita tapi ia datang ke istana bukan sebagai seorang wanita.

Chi Kwon memarahi Hee Ah yang berani berbicara lancang dan tanpa seizin raja.

Raja mengatakan tidak apa-apa. Ia malah memberi izin Hee Ah untuk masuk ke ruangan itu. Tapi Hee Ah menolaknya. Ia hanya memohon izin memainkan musik dari balik dinding saja.

"Baiklah. Mainkan saja musikmu dan kemudian pergi", ucap raja. Dan Hee Ah pun mulai memainkan musiknya.


Sementara itu, di kamarnya, Moo Myeong sedang duduk merenung. Ia mengingat kembali ucapan In Yub tentang pesan yang diberikan ayahnya padanya. Moo Myeong menarik nafasnya dan memejamkan matanya.

Bersambung...

[Sinopsis Maids Episode 7 Part 2]

Share:

Post a Comment

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes