Sinopsis Tunnel Episode 5 Part 2


=== All images credit and content copyright : OCN ===

[Sinopsis Tunnel Episode 5 Part 1]

Sinopsis Tunnel Episode 5 Part 2

Kdramastory - Jae Yi yang dikelilingi oleh semua orang, mengatakan bahwa ia datang karena tidak ada cara untuk menghubungi Sun Jae. Tadi, sebuah bus ekspres sempat melintas dan seorang penumpang melaporkan ada seseorang yang mencurigakan. Polisi sudah menangkap orang tersebut dan orang tersebut sudah mengakuinya.

Semua orang langsung menghela nafas lega. Terutama Dae Hwan.

Jae Yi mengatakan, alasan dia datang untuk mencegah insiden yang mungkin terjadi karena ketidakpercayaan antara orang-orang yang ada di sana.

Kwang Ho ingin tahu bagaimana Jae Yi bisa datang padahal jalan sudah diblokir.

Jae Yi mengaku ia harus berjalan kaki melintasi jembatan yang terendam banjir sampai-sampai mobilnya terbawa arus.

Kwang Ho sangat kaget. Merasa Jae Yi benar-benar nekad. membiarkan mobilnya terbawa arus dan tetap ke sana.

Kwang Ho kemudian melepaskan borgol Dae Hwan. Dae Hwan mendelik marah pada pemilik kedai.

Pemilik kedai yang merasa tidak enak, langsung minta maaf. Ia pun mengajak semua orang makan ramen. Mereka sudah saling salah paham tanpa alasan.

Setelah semua orang pergi, Sun Jae meminta Jae Yi bicara dengannya.

Karena Sun Jae dan Jae Yi bicara berdua saja di ruang interogasi tadi, Kwang Ho jadi curiga. Menurutnya mereka itu sungguh mencurigakan.

--

https://s26.postimg.org/9162r4cop/T-05-60481.jpg

Pada Sun Jae, Jae Yi mengaku tadi dia berbohong. Pelakunya belum tertangkap. Sekarang, pelaku yang sebenarnya pasti sudah merasa lega. Mereka harus mengawasi semuanya mulai sekarang.

Sun Jae merasa apa yang dilakukan oleh Jae Yi semacam behavior analysis, analisis perilaku.

Jae Yi membenarkan.

Entah kenapa, sesaat Sun Jae seperti sangat memperhatikan Jae Yi. Jae Yi sampai merasa risih dan mengalihkan pandangannya. Untungnya Kwang Ho masuk. Rasa canggung itu mendadak hilang.

Kwang Ho ingin tahu apa yang mereka sembunyikan darinya. Ia yakin pasti ada sesuatu.

Sun Jae membantah. Sebaliknya Jae Yi bilang, apa yang dipikirkan Kwang Ho benar.

Sun Jae hendak menyusul Jae Yi yang keluar lebih dulu tapi Kwang Ho menahannya. Kwang Ho ingin tahu apa yang mereka bicarakan tadi.

Tapi, Sun Jae sama sekali tidak menjelaskan. Kwang Ho jelas kesal.

--

https://s26.postimg.org/qpxtiqoft/T-05-63441.jpg

Sun Jae, Jae Yi dan Kwang Ho duduk di meja lain sambil memperhatikan keenam orang yang sedang makan ramen.

Kwang Ho menyesali kenapa Jae Yi bicara seperti itu tadi sehingga sekarang ia tidak bisa bertanya langsung.

Menurut Jae Yi, bertanya langsung tidak membuat pelaku mau mengaku.

Kwang Ho kesal lagi. Ia sampai menahan Jae Yi yang hendak pergi dan Sun Jae menegur Kwang Ho untuk tidak seperti itu.

Kwang Ho kembali memperhatikan keenam orang tersebut. Mereka harus menemukan motif yang jelas. Siapa yang kira-kira punya dendam terhadap Hong Seok?

Jae Yi tiba-tiba menanyakan dimana toiletnya. Sun Jae pun mengikuti Jae Yi yang keluar lebih dulu.

https://s26.postimg.org/j8om3iywp/T-05-64721.jpg

Ia memberikan kunci karena toilet sudah dikunci untuk menjaga TKP tetap steril. Saat Jae Yi ingin mengambil kunci, Sun Jae langsung menariknya. Mengatakan akan menemani Jae Yi.

Jae Yi bilang, dia bisa pergi sendiri. Sun Jae mengatakan, dia adalah stalkernya Jae Yi.

Jae Yi terpaksa mengikuti Sun Jae yang sudah berjalan lebih dulu...

--

Sinopsis Tunnel Episode 5 Part 2

https://s26.postimg.org/7v22sboe1/T-05-65761.jpg

Kembali pada Kwang Ho yang tinggal sendirian di dalam kedai. Ia terus memperhatikan keenam orang tersebut. Siapa yang kira-kira punya motif terhadap Hong Seok.

https://s26.postimg.org/3knewqjax/T-05-66401.jpg

Saat pak guru tidak sengaja menabrak Do Kyung dan menyebabkan jas Do Kyung kotor, Kwang Ho sampai harus menegur Do Kyung yang bicara tidak sopan pada pak guru. Padahal pak guru sudah minta maaf.

Do Kyung pergi sambil mengomel, meninggalkan Kwang Ho yang membantu pak guru membersihkan tumpahan mi di lantai. Kwang Ho bahkan ke dapur untuk membantu membuang mi tersebut.

https://s26.postimg.org/l9akam5o9/T-05-68161.jpg

Di sana, ia melihat pak guru sangat cekatan dalam membersihkan sesuatu. Pak guru mengaku, ia sudah terbiasa melakukannya sendiri bertahun-tahun.

Pak guru mengaku, istrinya meninggal tiga tahun lalu karena sakit yang lama.

Kwang Ho merasa kasihan. Pastinya sulit untuk anak-anak.

Pak guru merasa cukup beruntung karena tidak dikaruniai anak.

Kwang Ho merasa ikut bersedih mengingat perasaan keluarga yang mendapatkan kabar kehilangan putranya yang mengenaskan di toilet seperti itu. Menurutnya, hal yang paling berat sebagai detektif adalah mengabarkan berita itu pada keluarga korban.

Kwang Ho langsung teringat ekspresi dan reaksi suami Seo Yi Soo saat ia mengabarkan kematian istrinya itu. Ia sama sekali tidak bisa melupakannya. Semuanya jatuh karena syok.

Pak guru tiba-tiba terjatuh. Ia mengaku tekanan darahnya rendah dan memang sudah sering terjadi seperti itu. Pak guru cepat-cepat pamit untuk mencari udara segar.

Kwang Ho jadi curiga.

--

https://s26.postimg.org/ds1cveg55/T-05-70721.jpg

Jae Yi memeriksa mayat dengan seksama. Bertanya-tanya di dalam hati apakah korban mengenal pelakunya. Apakah mereka itu bertemu hanya kebetulan?

Melihat ponsel korban masih ada, Jae Yo menyimpulkan nomor pelaku tidak ada di dalam ponsel korban. Karena kalau ada, ponsel korban pasti sudah diambil.

https://s26.postimg.org/rj5txm52x/T-05-72081.jpg

https://s26.postimg.org/ktzahljqx/T-05-72001.jpg

https://s26.postimg.org/eqhpxoth5/T-05-72401.jpg

Jae Yi kemudian keluar, memperhatikan keadaan sekitar toilet. Sun Jae mengikutinya.

Jae Yi melihat bangku yang ada di depan toilet. Membayangkan kemungkinan korban diberikan pemantik untuk merokok. Jae Yi pun mendekati bangku tersebut.

Benar saja, ada sebuah puntung rokok di atas bangku dan ada sebuah puntung rokok lagi di tanah.

Jae Yi bertanya-tanya, apa yang didengar orang tersebut tidak menghabiskan rokoknya dan jatuh begitu saja di tanah.

--

https://s26.postimg.org/7lzwonm7t/T-05-74241.jpg

Di kantor, Sung Sik mendapatkan daftar dari rekaman telpon Hong Seok. Ia memerintahkan Tae Hee dan Min Ha langsung memeriksanya. Tidak peduli meskipun Tae Hee dan Min Ha baru saja menuangkan air panas ke dalam ramen mereka.

Dengan terpaksa, Tae Hee dan Min Ha pun patuh. Mereka memberikan ramen mereka untuk Sung Sik.

--

Sun Jae masuk ke sebuah mobil dan menemukan ada sebuah pembungkus baju yang di dalamnya kosong. Sun Jae pun curiga.

https://s26.postimg.org/5sx00c115/T-05-75441.jpg

Dia mencari-cari ke sana sini dengan senternya. Menyusuri selokan air. Kemudian ia menemukan sebuah kantong kresek hitam di sana.

--

https://s26.postimg.org/3n2p5txkp/T-05-76481.jpg

Tae Hee dan Min Ha menemui orang yang terakhir di telpon Hong Seok. Orang tersebut mengaku tidak ada yang istimewa dari pembicaraan mereka. Hong Seok cuma menanyakan biaya pendaftaran di sana. Dia mengaku dia dan Hong Seok mengikuti wamil di waktu yang sama.

Saat ditanya lebih jauh, orang itu mengatakan Hong Soek bilang sedang di rest area dan sedang mencari pemantik api. Ia mendengar ada seseorang yang menawarkan pada Hong Seok.

Ia ingin tahu ada masalah apa ia ditanyai seperti itu.

Min Ha bertanya, apakah dia tahu ada seseorang yang memiliki dendam pada Hong Seok?

Orang tersebut sangat terkejut.

--

https://s26.postimg.org/t3b5w0dh5/T-05-77521.jpg

https://s26.postimg.org/4bbjorwah/T-05-77441.jpg

Kwang Ho masih memikirkan reaksi pak guru tadi. Ia hampir yakin pak guru itu pelakunya tapi tidak punya bukti.

Jae Yi menyuruh Kwang Ho bertanya langsung pada pak guru. Kwang Ho jelas kesal, Jae yi seperti mengejeknya. Ia merasa dia dan Jae Yi tidak cocok. Jae Yi sudah mirip seperti Sun Jae.

Sun Jae kemudian masuk. Dengan terengah-engah, memberitahukan bahwa ia sudah menemukan pelakunya dan ia juga punya bukti.

https://s26.postimg.org/ndqbxyhx5/T-05-78481.jpg

https://s26.postimg.org/iqk9w6uk9/T-05-78721.jpg

=== Flashback ===

Di dalam kresek itu, Sun Jae menemukan sebuah kemeja penuh dengan noda darah dan di dalam jasnya, ia menemukan sebuah dompet. Di sana ada foto pak guru bersama istrinya dan anaknya yang memakai pakaian militer.

=== Flashback End ===

--

https://s26.postimg.org/8rzb9pl4p/T-05-79921.jpg

Jae Yi, Sun Jae dan Kwang Ho keluar dari ruangan. Sekarang, mereka semua terlihat lebih rileks dan mulai mengobrol. Hanya pak guru saja yang duduk terpisah sambil membaca buku.

Jae Yi mengumumkan bahwa tadi ia berbohong. Ia belum menemukan pelakunya dan sekarang pasti akan menemukan pelaku yang sebenarnya. Seseorang yang kehilangan anaknya membunuh anak orang lain.

https://s26.postimg.org/q3znv5em1/T-05-80001.jpg

Jae Yi melangkah mendekati pak guru. Ia yakin saat ini orang tersebut pasti hilang selera makan dan tidak bisa tidur nyenyak. Ia yakin dia pasti merasa seperti di neraka.

"Apa untungnya melihat pelaku di penjara saat tahu itu tidak akan mengembalikan anaknya? Orang ini pasti tahu betapa sakitnya. Tapi dia sanggup memberi rasa sakit itu pada orang lain. Manusia kadang bisa sangat kejam. Bukan begitu, Pak Guru?”, tanya Jae Yi.

https://s26.postimg.org/mj3sbxa2h/T-05-81521.jpg

Pak guru gemetar menatap Jae Yi lalu mengambil pisau buah yang ada di meja sebelahnya. Mengancam mereka dan lalu meletakkan pisau di lehernya sendiri. Dengan menahan kepedihan, pak guru mengaku pada awalnya dia tidak berniat membunuh Hong Seok. Sama sekali tidak.

--

Sinopsis Tunnel Episode 5 Part 2

https://s26.postimg.org/w2dh5dxkp/T-05-81761.jpg

Teman Ho Seok memperlihatkan foto wamil mereka dan menunjukkan seseorang yang bernama Kim Ji Hoon. Tae Hee dan Min Ha sangat terkejut saat tahu Hong Seok membunuh Kim Ji Hoon.

=== Flashback ===

Dulu, saat wamil Hong Seok sangat senang menjadikan junior mereka ssebagai samsak. Ia senang memukuli mereka dan mereka tidak boleh menghindarinya.

Ji Hoon termasuk salah satu junior yang dipukul dan tanpa sadar, Ji Hoon tidak sengaja menahan pukulan Hong Seok dengan helm-nya dan menyebabkan tangan Hong Seok sakit.

https://s26.postimg.org/pan22j8l5/T-05-83121.jpg

https://s26.postimg.org/xrmkdgda1/T-05-83201.jpg

Dengan emosi yang membuncah, Hong Seok pun menghajar Ji Hoon sampai babak belur. Hong Seok baru berhenti saat Ji Hoon sudah tak bergerak lagi.

--

https://s26.postimg.org/uji30er09/T-05-84001.jpg

Kedua orang tua Ji Hoon mendapati anaknya sudah tak bernyawa. Pak guru sempat bertanya pada dokter.

Kebetulan saat itu Hong Seok lewat dikoridor bersama dua petugas. Apakah itu orangnya?, tanya pak guru.

https://s26.postimg.org/bd4vx8aih/T-05-84721.jpg

Ibu langsung mengejar Hong Seok, histeris. Meminta anaknya dikembalikan lagi. Apa yang dilakukan anaknya sehingga tewas seperti itu?

Hong Seok sama sekali tidak menjawab.

Saat itu, ayah sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya sanggup menggenggam tangan Ji Hoon. Meratapi kepergian Ji Hoon.

=== Flashback End ===

Sambil meneteskan air mata, ia bertanya, apakah Jae Yi tahu apa yang dikatakannya pada istrinya? Ia meminta istrinya memaafkan Hong Seok. Ia berusaha sangat keras menghibur istrinya.

Pak guru kini menangis. Memberitahukan kalau istrinya sangat merindukan putra mereka sampai-sampai menyusul putranya. Ia malah memaksa istrinya memaafkan Hong Seok. "Dia tidak layak dimaafkan!!!", teriak pak guru.

https://s26.postimg.org/f83om24ah/T-05-87521.jpg

=== Flashback ===

Pak guru tiba di rest area. Di bangku depan toilet, ia duduk di sebelah Hong Seok yang saat itu sedang menelpon temannya. Membicarakan soal uang pendaftaran.

Saat melihat Hong Seok mencari pemantik, ia pun menawarkan miliknya. Hong Seok mengucapkan terima kasih. Saat itulah, pak guru melihat wajah Hong Seok dengan jelas. Ia langsung mengenali siapa Hong Seok.

Melihat bagaimana Hong Seok hidup sekarang dan bagaimana Hong Seok bicara sangat kasar, pak guru merasa tidak tahan melihatnya. Ia berniat pergi tapi tiba-tiba Hong Seok mengatakan sesuatu yang membuatnya berhenti.

Hong Seok mengeluhkan soal pergelangan tangannya yang selalu terasa sakit saat hujan. Dia menyalahkan si brengsek itu (maksud Hong Seok adalah anak pak guru).

Hong Seok bercerita dengan begitu santainya seolah-olah kematian Ji Hoon sama sekali bukan masalah bagi Hong Seok. Padahal bagi pak guru, sejak hari kematian anaknya, setiap hari ia merasa seperti dalam mimpi buruk.

Pak guru sempat bertanya apa yang terjadi pada orang tersebut.

https://s26.postimg.org/jfygut5q1/T-05-88721.jpg

Dan dengan santainya, Hong Seok cuma bilang, "Aku membunuhnya".

Tangan pak guru langsung lemas, rokoknya sampai terlepas. Hong Seok yang melihat reaksi pak guru malah tertawa. Mengatakan kalau ia hanya bercanda.

https://s26.postimg.org/6aiyopbuh/T-05-90161.jpg

Lalu Hong Seok pun pergi. Meninggalkan pak guru yang sama sekali tidak bisa mengendalikan emosinya. Putranya mati dan Hong Seok hanya menganggapnya sebuah candaan? Ia sama sekali tidak terima.

https://s26.postimg.org/44onu78e1/T-05-90641.jpg

https://s26.postimg.org/a4cexut6h/T-05-90721.jpg

Pak guru pun menyusul Hong Seok yang masuk ketoilet. Saat melihat batu bata di dekat toilet, ia pun mengambilnya dan menyerang Hong Seok sambil berteriak marah.

=== Flashback End ===

Saat lampu tiba-tiba mati, Kwang Ho menyuruh yang lainnya keluar dari kedai.

https://s26.postimg.org/qqtz6xm49/T-05-92081.jpg

Sun Jae kemudian bertanya apakah ada yang berubah setelah pak huru membunuh Hong Seok. Apakah menghilang rasa sakit pak guru? Atau apakah membawa kembali putra pak guru?

Kwang Ho langsung heran. Karena biasanya Sun Jae sama sekali tidak pernah menunjukkan rasa empatinya pada pelaku.

Pak guru juga marah. Memangnya apa yang Sun Jae tahu?

"Aku sangat tahu. Aku juga ingin membunuh orang itu. Aku ingin menemukan orang yang membunuh ibuku dan membunuhnya. Tapi jika aku melakukannya, apa yang berubah? Anda tahu apa yang sangat diinginkan korban dari pelaku? Mereka ingin pelaku mengakui kejahatan mereka di pengadilan dan mendapatkan hukuman. Mereka tidak menginginkan balas dendam seperti ini...".

Pak guru sama sekali tidak peduli tentang itu.

Sun Jae mengatakan apa yang dilakukan pak guru saat ini membuat pak guru sama saja dengan Hong Seok. Tapi pak guru tetap tidak peduli. Semuanya sudah berakhir baginya.

Sun Jae membantah. Menurutnya semua berakhir saat putra pak guru meninggal. Itu adalah akhir yang sebenarnya.

Pak guru seperti baru menyadarinya sekarang. Mungkin sejak saat itu, istrinya sudah tahu. Oleh sebab itulah istrinya berencana membunuh dirinya sendiri selama 7 tahun.

Pak guru merasa seperti telah membunuh istrinya sendiri. Sayangnya, ia tidak melakukan apa-apa.

Sun Jae berusaha menghibur pak guru. Tidak hanya pak guru yang seperti itu. Orang lain juga akan melakukan hal yang sama.

Sun Jae mengakui kalau ia baru menyadarinya saat menjadi polisi. Mereka tidak bisa melakukan apa-apa saat insiden telah terjadi. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh ayahnya.

Pak guru tiba-tiba terlihat lemah. Ia kembali teringat pada putranya. Tiba-tiba ia mengambil pisau, hendak menusuk dirinya sendiri.

Jae Yi langsung mencegahnya sampai-sampai tangan Jae Yi terluka. Kwang Ho langsung memborgiol pak guru sedangkan Sun jae mencemaskan keadaan tangan Jae Yi.

Jae bilang, ia baik-baik saja.

Pak guru pun kemudian dibawa keluar oleh polisi yang tadi.

Kwang Ho memarahi Jae Yi karena bertindak seperti itu. Seharusnya sejak awal wanita tidak terlibat dalam masalah seperti ini karena bisa saja mereka tidak bisa melindungi Jae Yi.

Jae Yo berkata ia tidak minta dilindungi oleh siapa pun. Saat Kwang Ho menanyakan keadaannya, Jae Yi kembali menegaskan kalau dia baik-baik saja.

https://s26.postimg.org/arbbndq2h/T-05-99281.jpg

Setelah Jae Yi pergi, Kwang Ho menanyakan pada Sun Jae apakah karena ibunya Sun Jae mengejar Jung Ho Young. Tapi Sun Jae cuma bilang itu bukan urusan Kwang Ho dan beranjak pergi, seperti hendak menyusul Jae Yi.

Tapi tiba-tiba Kwang Ho malah meminta maaf karena baru menyadarinya sekarang. Ia yakin Sun Jae pasti tahu bagaimana rasanya saat gagal menangkap pelaku dan bagaimana perasaan keluarga korban. Ia yakin Sun jae lebih tahu dari siapa pun karena semua baru berhenti saat pelakunya sudah tertangkap.

Kwang Ho lalu mendekati Sun Jae. Meminta Sun Jae memberitahunya jika Sun Jae butuh bantuan apa pun. Ia juga meminta maaf karena Sun Jae jadi tidak bisa menghadiri upacara kematian ibunya.

--

Sinopsis Tunnel Episode 5 Part 2

https://s26.postimg.org/ez63w4ri1/T-05-101281.jpg

https://s26.postimg.org/50l59ni2h/T-05-101841.jpg

Ayah Sun Jae melakukan upacara kematian istrinya seorang diri. Ia memakai dasi yang ditemukan di TKP. Ia terlihat begitu sedih.

--

Keesokan paginya, cuaca sudah membaik. Hujan sudah berhenti.

Sung Sik dan timnya tiba di sana. Kelima orang lainnya sudah diperbolehkan pulang.

https://s26.postimg.org/mpcw19ttl/T-05-103441.jpg

https://s26.postimg.org/dsxijldtl/T-05-103921.jpg

Kwang Ho memarahi Sung Sik yang menyuruh Jae Yi kesana, semalam Jae Yi hampir saja terluka.

Sung Sik merasa tidak pernah menyuruh Jae Yi ke sana. Setelah tahu jalan terblokir, ia tidak meminta siapa pun datang. Mereka sama-sama bingung, bagaimana Jae Yi bisa ke sana.

--

https://s26.postimg.org/ccm01gawp/T-05-104401.jpg

Sun Jae mengembalikan foto yang ia temukan di dalam dompet pada pak guru. Entah kenapa, ia merasa harus mengembalikannya.

https://s26.postimg.org/e3512xsft/T-05-104561.jpg

Pak guru membalikan foto itu. Ada tulisan, 'Hormat! Aku akan pulang dengan selamat'.

Pak guru tak kuasa menahan tangisnya.

--

https://s26.postimg.org/ai95jpnw9/T-05-105601.jpg

https://s26.postimg.org/wg5mdi2wp/T-05-106001.jpg

Jae Yi pulang sendirian, menunggu jemputan Prof. Hong. Tangannya masih berdarah. Jae Yi menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya.

https://s26.postimg.org/c7i8rs3ll/T-05-106481.jpg

Saat sebuah mobil berhenti, ia mengira Prof. Hong yang datang. Tapi ternyata Sun Jae lah yang berdiri di depannya.

Sun Jae melihat tangan Jae Yi dan Jae Yi langsung bilang kalau itu bukan apa-apa.

Sun Jae tidak percaya Jae Yi masih bilang begitu. Sun Jae pun langsung mengambil kotak P3K di mobilnya untuk mengobati tangan Jae Yi.

https://s26.postimg.org/6utednfp5/T-05-107281.jpg

https://s26.postimg.org/7j28wleex/T-05-107361.jpg

Ia meminta, lain kali jika sakit, Jae Yi harus bilang sakit. Tidak mengatakan apa-apa hanya akan menjadi sebuah kebiasaan.

Jae Yi merasa apa yang dilakukannya itu tidak salah.

Sun Jae malah bertanya, apakah Jae Yi seperti itu sejak Jae Yi kehilangan orang tuanya dalam kebakaran?

Sun Jae membalut luka Jae Yi dengan sapu tangannya. Lalu dia mengaku mendengar cerita itu saat di rs.

Jae Yi menghela nafas. Tidak tahu ternyata Sun Jae suka menguping. Well, Jae Yi merasa itu sebuah cerita yang biasa.

https://s26.postimg.org/87b3fjd4p/T-05-109441.jpg

Sun Jae kini duduk di samping Jae Yi. "Tidak apa-apa, hanya biasa. Tapi bagiku ini bukan tidak apa-apa, bukan hal yang biasa. Kau mau mendengar ceritaku juga?".

Jae Yi berkata, ia sudah mendengar semalam.

--

https://s26.postimg.org/rnvt2288p/T-05-109681.jpg

Kwang Ho pulang bersama Sung Sik. Ia terus memikirkan bagaimana pak guru hidup selama 10 tahun sejak kehilangan putranya. Apakah dia bisa makan? Tidur dengan nyenyak? Bagaimana perasaan pak guru saat menyaksikan putra orang lain yang sebaya dengan putranya?

Kwang Jo jadi ingin tahu bagaimana perasaan Sung Sik saat dia menghilang di terowongan.

Sung Sik mengakui ia sangat frustasi. Ia minum setiap hari. Ia sungguh menyesal karena tidak ikut bersama Kwang Ho saat itu.

Kwang Ho jadi berpikir bagaimana perasaan Yeon Sook saat ini. Ia berharap Yeon Sook tidak menangis terlalu banyak.

Sung Sik hanya bisa diam...

--

https://s26.postimg.org/q7fp66fy1/T-05-111761.jpg

=== Tahun 1986 ===

Yeon Sook mencuci pakaian Kwang Ho kuat-kuat. Temannya mengingatkannya supaya menjaga kandungannya karena Kwang Ho tidak akan kembali.

Yeon Sook tidak peduli. Ia terus mencuci karena yakin Kwang Ho pasti akan mencari pakaiannya saat kembali nanti. Yeon Sook mengosok kaus kaki Kwang Ho sampai bolong.

Ia bertanya pada temannya, apakah tidak apa-apa kalau dia menjahitkannya saja untuk Kwang Ho?

Temannya itu langsung memeluk Yeon Sook. Ia juga tidak tahu harus bagaimana. Yoon Seok menangis...

--

Sung Sik tiba-tiba menghentikan mobilnya. Ia terpaksa mengakui kalau sepertinya ia tidak bisa menemukan Yeon Sook untuk sementara waktu. Entah ID Yeon Sook yang dihapus ataukah Yeon Sook menghilang, ia tidak tahu.

Kwang Ho langsung marah. Apa maksud Sung Sik? Kenapa Yeon Sook menghilang?

Kwang Ho keluar dari mobil, tidak peduli meskipun Sung Sik memanggilnya. Ia bertekad akan kembali pulang. Dia harus menemukan Park Kwang Ho88.

--

https://s26.postimg.org/saq4dufqx/T-05-115601.jpg

Para pendaki berjalan di jalan setapak pegunungan. Di jurang yang tak jauh dari jalan setapak itu, tampak sebuah mobil yang sudah ringsek dan sudah ditutupi ranting-ranting kering...

Bersambung...

Komentar :

Di episode ini, entah kenapa sy mulai tertarik dengan hubungan Sun Jae dan Jae Yi. Sepertinya Sun Jae tertarik pada Jae Yi. Sy jadi menunggu-nunggu perkembangan hubungan mereka. Pastinya karena Jae Yi sifatnya unik, tidak mudah bagi Sun Jae mendekatinya. Kira-kira apa yang akan dilakukan Sun Jae... Penasaran... :-)

Kasus anak pak guru ini sebenarnya familiar sekali dengan beberapa kasus yang pernah kita dengar. Kalau masih ingat, pernah terjadi beberapa bulan yang lalu di sebuah smu terkenal atau mungkin di beberapa Sekolah Tinggi yang kadang melakukan ospek begitu berat. Kadang juniornya merengang nyawwa gara-gara ulah brutal seniornya.

Sy memahami perasaan pak guru. Siapa sih yang tidak emosi melihat pelaku yang menghabisi nyawa anaknya, sau-satunya lagi, tapi tidak terlihat sedikit pun rasa penyesalan di wajahnya. Hong Seok malah menganggap sangat enteng kematian Ji Hoon. Wajar sih pak guru jadi kalap. Pikirannya jadi pendek.

Tapi, benar juga ucapan Sun Jae. Tidak ada yang berubah setelah pak guru melakukan itu. Tidak mengembalikan putranya yang sudah tiada dan juga istrinya. Memang, setelah hal buruk seperti itu terjadi, tidak ada yang bisa dilakukan. Yang tersisa hanyalah kesedihan bagi keluarga yang begitu mendalam.

Smoga saja tidak ada lagi kejadian seperti ini terjadi di sekitar kita ya? Smoga semua orang bisa berpikir dengan rasional sebelum bertindak. Jangan sampai menyesal kemudian... :-(

[Sinopsis Tunnel Episode 6 Part 1]

No comments:

Powered by Blogger.