Sinopsis Tunnel Episode 3 Part 1

=== All images credit to OCN ===

Sinopsis Tunnel Episode 3 Part 1

=== Tahun 1986 ===

Kdramastory - Si pelaku pembunuhan berantai merokok di depan korban yang sudah diikat kaki dan tangannya dan tak bergerak sama sekali. Dia mengecek nafas si korban. Yakin korbannya sudah mati, dia pun pergi. Di tumit korban terlihat tato 5 titik.

https://s26.postimg.org/gf7sh9kqh/T-03-01921.jpg

Setelah yakin si pelaku benar-benar jauh, korban tiba-tiba membuka matanya. Ternyata dia masih hidup.

=== Tahun 2016 ===

https://s26.postimg.org/5ecnc8shl/T-03-02801.jpg

Seorang wanita paruh baya turun dari taksi dengan membawa sebuah koper. Melihat sekelilingnya, merasa telah terjadi banya perubahan di sana.

--

https://s26.postimg.org/jjige21ix/T-03-03841.jpg

Karena laporan dari seorang pendaki, sejumlah polisi kini sedang memeriksa sebuah lubang yang sudah dipagari garis polisi. Mereka tidak menemukan mayat yang utuh, hanya satu betis kaki saja.

Di saat rekan-rekannya sibuk memeriksa mayat, Kwang Ho malah sibuk dengan pikirannya. Ia tidak mengerti kenapa dia bisa terlempar ke masa depan. Ia yakin, seseorang yang bernama sama dengannya dan lahir di tahun 1988, seharusnya ada di sana.

Dan kini, orang tersebut tidak ada. Ia yang menggantikannnya. Di dalam hati, Kwang Ho bertanya-tanya kemana perginya Kwang Ho yang asli.

Melalui radio, Sun Jae memerintahkan polisi yang membawa serta anjing pelacak untuk menyusuri perbukitan. Ia meminta mereka fokus pada pencarian kantung plastik hitam.

Tae Hee menghirup udara di sekitar mayat dan yakin mayat itu telah dikubur sekitar satu bulan.

Min Ha memuji Tae Hee yang benar-benar seorang anak pengurus mayat. Pada Kwang Ho, ia menjelaskan bahwa Tae Hee itu bisa memperkirakan berapa lama mayat dikubur hanya dengan cara membauinya saja.

Sung Sik akan kembali ke kantor. Ia meminta anak buahnya memberinya laporan nanti. Tae Hee mangajak Min Ha memeriksa CCTV karena yakin akan menemukan sesuatu di sana.

https://s26.postimg.org/raz6cm5o9/T-03-07041.jpg

Kwang Ho juga berniat pergi tapi kemudian ia melihat tato 5 titik di tumit potongan kaki itu. Kwang Ho langsung memeriksanya.

Sun Jae langsung melemparkan sarung tangan ketika melihat Kwang Ho menyentuh mayat langsung dengan tangannya.

https://s26.postimg.org/tqwecpyd5/T-03-08161.jpg

Kwang Ho ingat, 30 tahun yang lalu ada satu mayat yang belum ia temukan.

Petugas forensik memuji Tae Hee yang punya insting tajam, karena potongan kaki itu memang sudah terkubur di sana selama 1 bulan.

Kwang Ho terkejut. 1 bulan? Bukan 30 tahun? Kwang Ho jadi menyadari sesuatu. 30 tahun lalu, korban masih hidup dan itu sebabnya ia tidak menemukan mayatnya.

Kwang Ho jadi merasa menemukan alasan ia terdampar di tahun 2016. Yaitu untuk menyelesaikan kasus 30 tahun yang lalu. Ia juga yakin akan bisa kembali lagi setelah kasus itu selesai.

--

Hari itu, Prof. Shin Jae Yi punya kelas. Di saat Jae Yi belum masuk ke kelas, para mahasiswa menggosipkan Jae Yi yang seperti psikopat. Bahkan tahun lalu, mahasiswa diberi tugas membuat sebuah rencana pembunuhan teman sekelasnya sendiri.

Ketika Jae Yi masuk, semua mahasiswa langsung bubar, kembali ke kursi mereka masing-masing.

https://s26.postimg.org/ybikrni2h/T-03-09521.jpg

Selama perkuliahan, Jae Yi memperlihatkan slide berupa foto-foto wanita korban pembunuhan. Para mahasiswa bergedik ngeri.

https://s26.postimg.org/9gz2xkx89/T-03-11121.jpg

Jae Yi lalu melemparkan sebuah lem selotip coklat pada seorang mahasiswi, menyuruhnya mengikat pergelangan tangan teman yang duduk disamping mahasiswi itu dengan menggunakan selotip itu.

Setelah selesai, Jae Yi meminta mahasiswanya menganggap korban dibunuh setelah diikat tangannya. Apa yang akan dilakukan dengan sisa selotip itu?

Seorang mahasiswa menjawab, dibuang. Tapi seorang mahasiswi yang duduk di sampingnya tidak sependapat karena kemungkinan selotip itu akan ditemukan. Seharusnya dibakar saja.

Ada yang bilang, dipakai saja seperti biasa untuk keperluan yang lain karena selotip adalah benda yang umum.

Jae Yi memutuskan bertanya pada 'si pembunuhnya'. Dan mahasiswi yang mengikat temannya tadi, mengatakan ia akan menyimpannya karena mungkin nanti ia akan memakainya lagi.

Sontak teman-temannya kaget. Ngeri karena jawaban mahasiswi tadi sudah terdengar seperti pembunuh betulan. Si mahasiswi itu tertawa. Bercanda, katanya.

https://s26.postimg.org/tn2kwgsvt/T-03-11921.jpg

Tapi Jae Yi menganggap jawaban itu jawaban yang serius. Karena selotip itu bisa membantu si pembunuh mengingat momen pembunuhannya itu.

Jae Yi lalu memberitahukan bahwa dalam semester ini mereka akan belajar tentang ingatan seorang pembunuh.

--

https://s26.postimg.org/4sj32e81l/T-03-12801.jpg

Kwang Ho berusaha menjelaskan pada Sun Jae bahwa mayat tadi ada kaitannya dengan pembunuhan berantai di tahun 1986. Ia sangat yakin karena adanya tato 5 titik tadi. Ia baru menyadari bahwa ada survivor dalam kasus itu dan pemilik potongan kaki tersebut adalah si survivor.

Karena Sun Jae tidak mengerti maksudnya, Kwang Ho pun menjelaskan bahwa maksudnya ia mengenal korban yang tadi. Seandainya mereka tidak menemukan bagian tubuh yang lain, bagaimana cara Sun Jae mengidentifikasi korban?

Sun Jae mengatakan, mereka bisa menggunakan database orang hilang lalu mencocokkan DNA mereka dengan korban. Kau tidak tahu?

Ternyata, Kwang Ho sama sekali tidak paham apa itu DNA.

Sun Jae menghela nafas, kesal.

--

Sinopsis Tunnel Episode 3 Part 1

https://s26.postimg.org/i863rugjd/T-03-14561.jpg

Sun Jae dan Kwang Ho menemui dokter forensik, Dr. Mok. Menurut analisanya, potongan kaki itu sudah terkubur 25 sampai 30 hari. Karena rendahnya temperatur, potongan kaki itu terdekomposisi dengan lambat. Tinggi korban antara 160 sampai 165 cm, ukuran kaki 230, dan korban adalah seorang wanita.

Kwang Ho senang, dugaannya benar. Aku sudah bilang wanita, serunya pada Sun Jae. Tapi Sun Jae cuek saja. Ia tetap memutuskan akan mencari korban yang dikabarkan hilang sebulan yang lalu.

Ia memperhatikan potongan kaki dan bertanya, kira-kira benda apa yang dipakai untuk memotong kaki tersebut.

https://s26.postimg.org/5fhzrx4xl/T-03-15041.jpg

Dr. Mok menilai potongannya sangat rapi dan karena tulang dibagian betis sangat kuat, ia menduga benda yang dipakai adalah gergaji mesin atau bandsaw.

Dari analisa Dr. Mok, Sun Jae menyimpulkan mereka dapat memperkecil area pencarian. Mungkin pelakunya berprofesi di pertamanan, tukang kayu atau konstruksi.

Kwang Ho yang masih belum familiar dengan teknologi masa kini, masih tidak percaya hanya dengan potongan kaki saja, mereka bisa mengidentifikasi mayatnya.

Dr, Mok pun lalu memaparkan urutan pekerjaan yang mereka lakukan jika mendapatkan mayat yang belum diidentifikasi. Urutannya mengecek sidik jari, gigi, dan DNA. Dan untuk kasus mereka saat ini, mereka perlu cek DNA. Dan jika cocok DNAnya dengan data orang hilang, mereka akan menemukan korbannya.

Kwang Ho takjub. Dr. Mok sama sekali tidak bisa disamakan dengan Dr. Kim. Kwang Ho lalu menanyakan soal tato 5 titik itu. Ini sudah berusia 30 tahun, kan?

Dr. Mok tidak tahu. Ia perlu mengumpulkan sampel untuk menganalisanya. Tapi dari pengamatan kasat mata, tato itu memang terlihat sudah tua. Dr. Mok penasaran, apa ada sesuatu yang diketahui Kwang Ho?

Sun Jae langsung menyela, mengatakan bukan apa-apa. Sebelum berbalik pergi, ia hanya meminta Dr. Mok menelponnya jika sudah menemukan sesuatu.

Kwang Ho masih mencoba bicara dengan Dr. Mok, tapi dengan sangat tegas, Sun Jae memerintahkannya keluar.

Kwang Ho kesal sekali.

--

https://s26.postimg.org/exhqryqm1/T-03-18401.jpg

https://s26.postimg.org/p8u3kmibd/T-03-18321.jpg

Jae Yi memutuskan mendatangi lokasi penemuan. Dalam perjalanan menuju lokasi, ia mendapatkan telpon dari atasannya, Prof. Hong. Prof. Hong terlihat tidak begitu suka mengetahui Jae Yi mendatangi langsung lokasi. Seharusnya, Jae Yi cukup menunggu sampai polisi menemukan tersangkanya.

Karena Jae Yi bersikeras ingin terlibat sejak awal, Prof. Hong menyarankan agar Jae Yi berdiri sebagai seorang profiler.

https://s26.postimg.org/6qpr0e0jd/T-03-19441.jpg

https://s26.postimg.org/bnyq7rd4p/T-03-19521.jpg

Jae Yi tidak menjawab karena ia sudah tiba di lokasi dan mencocokkan keadaan sebenarnya dengan foto lokasi yang diterimanya. Ia menyimpulkan si pelaku tidak peduli potongan mayat itu akan ditemukan atau tidak.

--

https://s26.postimg.org/gy3oz1xdl/T-03-20001.jpg

https://s26.postimg.org/q4lzmc2m1/T-03-20081.jpg

Di kantor polisi Hwayang, Kwang Ho menegur Sun Jae yang menghabiskan waktu membaca daftar orang hilang bukannya mempersempit daftar pelaku yang mereka curigai.

Seperti biasa, Sun Jae tetap tidak peduli dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kwang Ho. Ia bahkan mengkritik Kwang Ho yang bicara banmal padanya.

Kwang Ho kesal sekali.

https://s26.postimg.org/iale0xut5/T-03-20961.jpg

Tae Hee dan Min Ha kembali dari mengecek CCTV. Mereka hanya menemukan satu CCTV di pintu masuk Gunung Sungyoo. Min Ha baru menyadari memang tidak terlalu banyak CCTV ada di area itu.

Tae Hee menduga, mungkin itu alasannya kenapa banyak sekali penemukan potongan organ tubuh di wilayah propinsi Gyeonggi. Gyeonggi itu luas, tapi tidak ada CCTV, jadi orang-orang membuang mayat ke sana.

Tae Hee yakin, korban dibunuh di Seoul dan dibuang ke sana. Potongan kaki itu benar-benar bukan berasal dari daerah mereka.

Sebaliknya, Kwang Ho sangat yakin potongan kaki itu berasal dari wilayah mereka karena korbannya sama dengan yang sebelumnya. Umur sekitar pertengahan 20-an. Jika ditambah 30 tahun kemudian, korban pasti berusia antara akhir 40-an atau pertengahan 50-an.

Korban pasti bersekolah di Hwayang, mempunyai hubungan di Hwayang tapi harus meninggalkan Hwayang untuk waktu yang lama. Karena kalau tidak, ia akan segera menemukannya. "Aku yakin dia kembali ke sini baru-baru ini...".

Rekan-rekannya heran. Kwang Ho seperti menemukan terlalu banyak petunjuk hanya dari sebuah potongan kaki. Sun Jae ingin tahu apa Kwang Ho juga sudah tahu pelakunya?

Rekan-rekannya itu kecewa, soalnya ternyata Kwang Ho belum tahu pelakunya. Tae Hee bahkan menuduh Kwang Ho terlalu banyak nonton drama sehingga melakukan investigasi dengan mulutnya.

Kesal, Kwang Ho kembali meyakinkan rekan-rekannya itu bahwa di tahun 1986, terjadi banyak pembunuhan. Namun, sayangnya rekan-rekannya itu sama sekali tidak mendengarkannya.

--

Polisi masih menyusuri perbukitan dengan menggunakan anjing pelacak padahal hari sudah menjelang malam.

Tim Sung Sik rapat, membahas apa yang sudah mereka ketahui dari kasus yang sedang mereka tangani.

https://s26.postimg.org/42vpcai49/T-03-25521.jpg

Sun Jae bilang, di lokasi penemuan, mereka tidak menemukan tanda pengenal apa pun, aksesoris, atau pakaian yang bisa memberi petunjuk untuk mengidentifikasi korban. Mereka juga belum menemukan potongan tubuh lainnya.

Sun Jee mengatakan, ia sudah mengumpulkan daftar wanita berusia di atas 20-an yang dilaporkan hilang di Propinsi Gyeonggi. Mereka harus memeriksa daftar tersebut.

Kwang Ho bergumam, Sun Jae benar-benar membuang waktu.

Sun Jae mengatakan, ia sudah meminta sampel DNA dari keluarga semua wanita yang dikabarkan hilang itu. Besok sore, mereka baru mendapatkan hasilnya.

Tae Hee memberikan kemungkinan kalau korban bisa saja berasal dari luar Propinsi Gyeonggi.

Namun, Sun Jae mengatakan, yang ia lakukan hanyalah tahap pertama. Jika belum ada hasil, mereka akan memperluas pencarian dari daftar orang hilang se-Korea.

Sun Jae tidak senang saat melihat Kwang Ho mulai mencopot satu persatu foto dari papan tulis. Kwang Ho mengambil semua foto wanita yang berusai 20-an hingga 30-an, dan yang bersekolah di Seoul karena ia tetap yakin korbannya adalah wanita berusai 40-an hingga 50-an yang bersekolah di Hwayang.

"Apa kau punya daftar siswa yang pindah sekolah?", tanyanya pada Sun Jae yang sama sekali tidak menjawab.

Anggota tim lain juga terlihat tidak senang dengan apa yang dilakukan Kwang Ho. Sung Sik juga sama. Ia bahkan memerintahkan Sun Jae untuk mengajarkan Kwang Ho dengan baik. Karena kalau tidak, Sun Jae akan dipecat.

Sung Sik lalu menyuruh semuanya pulang ke rumah karena yakin jika besok mereka mendapatkan pelakunya, keadaan akan menjadi chaos.

--

https://s26.postimg.org/x401lp2k9/T-03-28961.jpg

https://s26.postimg.org/ldm44b9rt/T-03-29921.jpg

Jae Yi masih di ruangannya. Masih mengamati foto-foto lokasi. Lalu, ia menelpon Sun Jae. Mengatakan kalau terjadi sebuah kecelakaan. Alasan seseorang memotong mayat adalah untuk membuat mayat tersebut lebih sulit diidentifikasi. Itu adalah sebuah cara defensif untuk menyembunyikan sebuah kejahatan.

Sun Jae yang tidak tahu siapa menelponnya, bertanya, apa ini Prof Shin Jae Yi?

Bukannya menjawab pertanyaan Sun Jae, Jae Yi malah membicarakan kasus lagi. Ia yakin kasus yang sedang mereka tangani tipenya sama. Yang aneh adalah potongan tubuh dikubur terlalu dangkal. Hewan liar atau pendaki bisa saja menemukannya.

Awalnya, ia berpikir si pelaku tidak peduli potongan tubuh itu akan ditemukan atau tidak. Mungkin korban dan pelaku tidak saling kenal. Bahkan jika identitas korban diketahui, si pelaku tidak akan dicurigai.

Tapi, si pelaku memperlakukan korbannya seperti sampah. Dibuang dalam plastik sampah. Cara pelaku meninggalkan korban menunjukkan bagaimana perasaan si pelaku terhadap korban. Dengan sangat jelas, si pelaku ingin menghina korban bahkan setelah membunuh korban. Bisa jadi korban dibunuh karena putus cinta.

Sun Jae ingin tahu darimana datangnya analisa Jae Yi itu, tapi Jae Yi keburu menutup telponnya.

--

Sinopsis Tunnel Episode 3 Part 1

https://s26.postimg.org/elvp1gks9/T-03-30561.jpg

Besoknya, Sun Jae datang menemui Dr. Mok dengan wajah keruh. Ternyata, dari DNA semua keluarga wanita hilang tidak ada yang cocok dengan DNA korban. Dr. Mok bahkan sudah memperluas rentang usia tapi tidak juga ada yang cocok.

Dr. Mok menduga, korban tidak memiliki keluarga. Jika dugaannya benar, maka hampir mustahil mengidentifikasi korban.

--

Satu-satunya harapan untuk bisa mendapatkan identitas korban, menemui kebuntuan. Dalam rapat, Sun Jae mengajak memeriksa satu persatu wanita hilang yang tidak memiliki keluarga.

Tae Hee langsung menyahut. Bagaimana mereka bisa tahu ada wanita yang hilang kalau tidak ada keluarga yang melaporkan?

Min Ha punya firasat mereka tidak akan bisa pulang ke rumah hari itu, dan benar saja. Sung Sik datang, memerintahkan Min Ha dan Tae Hee ke lapangan untuk mencari potongan tubuh yang lainnya.

Untuk Sun Jae dan Kwang Ho, Sung Sik memerintahkan mereka mengecek semua kantor atau perusahaan yang mencurigai karyawan wanita mereka hilang.

Ia juga menyuruh Kwang Ho dan Sun Jae mengeprint pamplet dan menyebarkannya ke seluruh Propinsi Gyeonggi.

Setelah Sung Sik pergi, Kwang Ho menyalahkan Sun Jae yang tidak mau mendengar kata-katanya. Kalau saja Sun Jae percaya padanya, mereka sudah menemukan pelakunya.

Kwang Ho mengajak Sun Jae memulai investigasi dengan memeriksa orang-orang yang baru saja pindah ke Hwayang. Sayangnya, lagi-lagi Sun Jae tidak percaya dengan kata-kata Kwang Ho.

--

https://s26.postimg.org/ao8fc1xyx/T-03-33361.jpg

Kwang Ho dan Sun Jae mulai berkeliling untuk mendapatkan daftar karyawan wanita yang hilang. Kwang Ho membaca isi pamplet yang ternyata sama sekali tidak menyebutkan soal tato 5 titik itu.

Kwang Ho protes pada Sun Jae karena kalau begitu mereka tidak akan menemukan orang yang ada kaitannya dengan korban. Sun Jae lagi-lagi tidak peduli. Ia memberikan sebagian daftar karyawan hilang pada Kwang Ho dan menyuruh Kwang Ho menelpon mereka.

Kwang Ho bilang, dia tidak punya ponsel. Sun Jae jelas kesal. Lalu apa yang kau punya?

Sun Jae mengambil kembali daftar yang barusan ia berikan pada Kwang Ho. Setelah itu, ia pergi meninggalkan Kwang Ho.

Kwang Ho tidak peduli. Ia bertekad akan menemukannya sendiri...

--

https://s26.postimg.org/3ttj8mfy1/T-03-35121.jpg

Sementara tae Hee dan Min Ha masih berusaha mencari potongan tubuh yang lainnya, Kwang Ho pergi ke kantor kependudukan. Di sana, ia meminta daftar penduduk yang pindah ke Hwayang setahun lalu.

Kwang Ho mensortir satu persatu penduduk yang sesuai dengan kriterianya, wanita, berusia 40-an sampai 50-an, dan tinggal seorang diri. Ia mencatat satu persatu di buku catatannya.

Setelah selesai, ia meminta izin memakai telpon pada pegawai kantor.

--

https://s26.postimg.org/vsnozhhkp/T-03-36961.jpg

Tak lama, taksi Ji Hoon datang. Ji Hoon tidak mau mengantarkan Kwang Ho karena Kwang Ho tidak punya uang membayar taksinya. Kwang Ho yang tahu Ji Hoon ingin menjadi polisi tapi belum juga lulus, berjanji akan membantu Ji Hoon. Ia punya kenalan polisi yang banyak.

Ji Hoon tergiur dengan tawaran Kwang Ho itu. Apalagi Kwang Ho sangat yakin ia akan lulus tahun depan. Namun ia tidak begitu saja percaya dan minta dibuatkan surat perjanjian.

Mau tidak mau, Kwang Ho terpaksa melakukannya.

--

Kwang Ho mendatangi satu persatu alamat yang sudah ia catat. Bahkan ia bertemu dengan seorang suami yang mengira dia adalah selingkuhan istrinya itu.

Kwang Ho sampai dikejar-kejar dengan pentungan oleh pria itu itu.

--

https://s26.postimg.org/ily8zylvd/T-03-41601.jpg

https://s26.postimg.org/gintsam2h/T-03-41521.jpg

Prof. Hong mencari Jae Yi di ruang kerja Jae Yi, tapi ternyata ruangan itu kosong.

Saat berbalik, Prof. Hong sangat terkejut karena ternyata Jae Yi sudah berdiri di belakangnya, tanpa suara.

https://s26.postimg.org/78bporbcp/T-03-42001.jpg

Mereka lalu bicara di dalam ruang kerja Jae Yi. Prof. Hong datang untuk mengecek berapa orang siswa yang mendaftar di kelas Jae Yi. Ada 20 orang, tidak terlalu buruk.

"Tapi, dua mahasiswa keluar dari kelasku. Apa aku menakutkan?", tanya Jae Yi pada Prof. Hong.

Prof. Hong tidak menjawab, ia malah balik bertanya. Apa yang disiapkan Jae Yi untuk kelasnya besok.

Jae Yi juga tidak menjawab pertanyaan Prof. Hong. Ia malah bicara yang tidak dipahami Prof. Hong. "Mereka lebih lama dari yang aku kira...".

Jae Yi menatap foto-foto lokasi penemuan potongan tubuh yang sengaja ia tempelkan di samping layar komputernya.

--

https://s26.postimg.org/5dyv70oc9/T-03-42961.jpg

https://s26.postimg.org/7wkk7pa2h/T-03-42881.jpg

Suasana hati Sung Sik tidak begitu baik gara-gara koran memberitakan tentang belum teridentifikasinya korban kasus Gunung Sungyoo.

Ia menegur Sun Jae yang kembali sendirian. Mana Kwang Ho, tanyanya.

https://s26.postimg.org/kleurdg6x/T-03-43281.jpg

Dengan cueknya, Sun Jae bilang kalau Chief benar-benar ingin tahu, Chief cari saja sendiri. Ia sudah terlalu sibuk memverifikasi identitas korban sepanjang hari.

Mendengar Sun Jae yang bicara kasar padanya, Sung Sik langsung menggebrak meja. Tae Hee dan Min Ha yang tadinya tidur, langsung terbangun.

--

Sinopsis Tunnel Episode 3 Part 1

https://s26.postimg.org/t2ed2akvt/T-03-44241.jpg

Sementara itu, Kwang Ho masih berkeliling. Ji Hoon sudah tertidur di taksi sanking lelahnya. Saat ini, Kwang Ho sedang berada di Motel Ho.

Kwang Ho menanyakan sebuah nama pada seorang ahjumma yang sedang membereskan sebuah kamar. Ahjumma itu dengan tidak sabar menjawab tidak ada nama seperti itu di sana. Ia sudah terlalu sibuk karena ahjumma yang biasa bersih-bersih menghilang.

Kwang Ho kaget, bertanya siapa nama ahjumma itu.

Ahjumma ini makin kesal. Bukannya tadi Kwang Ho mendari seseorang yang bernama Kim Jung Hye? Dan nama ahjumma bersih-bersih itu Ok Hee.

Kwang Ho makin bingung. Motel Ho adalah tempat terakhir yang ada dalam catatannya.

--

https://s26.postimg.org/5o5vjg9ix/T-03-44881.jpg

Di dalam taksi, ia pun mengobrol dengan Ji Hoon. Menceritakan kasus pembunuhan 30 tahun lalu dan ada seorang korban yang selamat. Wanita itu kemudian pergi tanpa melaporkan kepindahannya. Menurut Ji Hoon, kemana kira-kira wanita itu pergi?

Ji Hoon berpikir wanita itu pasti tidak punya pilihan selain menyembunyikan identitasnya. Wanita itu mungkin melakukan operasi plastik untuk menyembunyikan wajahnya. Tapi menurutnya, mengganti nama jauh lebih mudah daripada operasi wajah,

Kwang Ho sangat yakin. Wanita korban kelima itu pasti sudah mengganti namanya.

--

https://s26.postimg.org/kiugxmj3t/T-03-46321.jpg

Kwang Ho pun mencari catatan di kantor kependudukan. Dan dari catatan yang dimilikinya kemarin, hanya ada satu wanita yang mengganti namanya. Kim Jung Hye. Dulu namanya adalah Kim Young Ja.

--

https://s26.postimg.org/pszfox3cp/T-03-46721.jpg

Kwang Ho lalu kembali menemui ahjumma di Motel Ho dan ahjumma itu lalu memperlihatkan kamar Kim Jung Hye. Ahjumma itu ternyata tidak begitu tahu nama Jung Hye karena tidak pernah memanggil Jung Hye dengan namanya. Dari ahjumma itu, Kwang Ho mengetahui bahwa Jung Hye sudah berhenti bekerja sejak sebulan yang lalu.

https://s26.postimg.org/x7orhap89/T-03-48801.jpg

Di meja rias, Kwang Ho menemukan sebuah foto tua. Jung Hye remaja berdiri dengan seragam sekolah di depan sebuah bangunan. Kwang Ho merasa lokasi foto itu mirip dengan jalan menuju Hwayang Women's University. Dan di sudut foto, tercetak tanggal pembuatan, 1985-09-18.

https://s26.postimg.org/3r95eviux/T-03-49121.jpg

Kwang Ho lalu mengambil botol lotion dan membawanya ke forensik.

--

Tim Sung Sik menunggu dengan gelisah di kantor. Sampai akhirnya kabar yang mereka tunggu datang. Dari analisa botol lotion, Dr. Mok menemukan DNA dan DNA itu cocok dengan potongan kaki itu.

https://s26.postimg.org/n6jx7zc55/T-03-51201.jpg

Tae Hee dan Min Ha langsung terkesan dengan kepintaran Kwang Ho. Semua yang dikatakan Kwang Ho benar. Dari database, Kim Young Ja alias Kim Jung Hye. berusia 49 tahun dan lulusan dari SMU wanita Hwayang, berasal dari Soojeong, Hwayang. Sebelumnya tinggal di Seoul dan melaporkan kepindahannya ke Hwayang setahun yang lalu.

https://s26.postimg.org/ff379f7zt/T-03-50801.jpg

Sung Sik heran. Tidak percaya Kwang Ho bisa menebak selengkap itu. Kwang Ho tidak sengaja menyebutkan tentang kasus 1986, tapi tidak jadi meneruskan ceritanya. Sung Sik jadi curiga.

Tae Hee merasa jika tebakan Kwang Ho benar, ada kemungkinan masalah tato 5 titik itu juga benar.

Sung Sik kaget, karena ia baru tahun tentang tato itu. Tae Hee bilang, tatonya memang sulit terlihat. Tae Hee memperlihatkan foto tumit korban pada Sung Sik.

Sung Sik jadi teringat kasus 30 tahun yang lalu. Saat itu, korban dengan tato 5 titik memang tidak ditemukan. Ia semakin curiga dengan identitas Kwang Ho.

https://s26.postimg.org/89bg6yywp/T-03-52961.jpg

Siapa Kwang Ho? Kenapa Kwang Ho tahu tentang kasus yang hanya penyidiknya saja yang tahu? Dari siapa Kwang Ho tahu? Karena seluruh filenya sudah hilang gara-gara kebakaran....

Kwang Ho heran. Dalam hati berpikir bagaimana Sung Sik tahu? (Saat itu Kwang Ho belum tahu nama Sung Sik. Ia hanya tahu Sung Sik itu chief, pimpinannya...)

Kwang Ho tidak bisa menjelaskan. Untungnya, Sun Jae menyela. Mengatakan kalau Kwang Hoo cuma beruntung saja. Dia tidak tahu apa-apa.

Sun Jae keluar dan meminta Kwang Ho ikut dengannya.

https://s26.postimg.org/kzfok26ux/T-03-54961.jpg

Kwang Ho hendak pergi tapi Sung Sik menahannya. Siapa kau? tanyanya lagi.

Sun Jae kembali menyuruh Kwang Ho mengikutinya. Karena itulah, Kwang Ho berhasil menghindari penjelasan pada Sung Sik.

--

https://s26.postimg.org/xo5dpznll/T-03-57121.jpg

https://s26.postimg.org/9ykjf1em1/T-03-57041.jpg

Sun Jae dan Kwang Ho mencari informasi tentang Jung Hye. Sun Jae ke Motel Ho untuk melihat CCTV. Di malam tanggal 4-12-2016, Jung Hye terlihat berbicara dengan seseorang di depan motel. Tapi siapa orangnya, tidak terekam di CCTV. Tanggal itu adalah tanggal Jung Hye hilang.

https://s26.postimg.org/cd7tlq5h5/T-03-57361.jpg

Sedangkan Kwang Ho menemui ahjumma pemilik kedai makanan, tidak jauh dari motel.

Dari ahjumma itu, Kwang Ho tahu bahwa ahjumma itu sudah mengenal Jung Hye sejak setahun yang lalu. Jung Hye selalu makan sendirian dan tidak banyak bicara. Jung Hye bahkan tidak terlihat bertengkar dengan siapa pun. Pemilik motel yang suka marah-marah juga menilai Jung Hye itu seorang yang baik.

Ahjumma itu juga bercerita kalau Jung Hye memakai cincin meskipun sudah bercerai. Menurutnya, wanita memang biasa seperti itu untuk menghindari penilaian orang karena hidup seorang diri. Ia juga bercerita seorang pria dari pabrik pernah meminta dikenalkan pada Jung Hye.

https://s26.postimg.org/khfxqgrw9/T-03-59441.jpg

Kwang Ho dan Sun Jae sama-sama keluar dari kedai dan motel. Sun Jae agak enggan berbicara saat Kwang Ho bertanya apa Sun Jae mendapatkan informasi.

Sun Jae hanya memperlihatkan ponselnya yang ada screenshot Young Ja berbicara di depan motel. Kwang Ho heran, bagaimana ada foto di dalam ponsel?

Ia mengetuk-ngetuk ponsel Sun Jae di tangannya dan tidak sengaja malah menjatuhkan ponsel Sun jae ke jalan. Sun Jae kesal sekali.

Lalu Kwang Ho menceritakan apa yang diperolehnya. Jung Hye tidak punya teman dan tidak pernah ada seorang pun mencari Young Ja. Tapi, ada seorang yang bekerja di pabrik menyukai Young Ja dan ia berencana mengunjungi pria tersebut.

Bersambung...

No comments:

Powered by Blogger.