Sinopsis Tunnel Episode 11 Part 1


=== All images credit and content copyright : OCN ===

[Sinopsis Tunnel Episode 10 Part 2]

Kdramastory - Di episode sebelumnya, Jae Yi mengorbankan dirinya untuk memancing Ho Young. Ia hampir saja terbunuh kalau saja Kwang Ho tidak tiba tepat waktu. Di saat itulah Kwang Ho melihat kalung dengan bandul peluit yang dipakai oleh Jae Yi...
Kwang Ho mengenali kalung itu. Apakah Jae Yi itu Yeon Ho?

Sinopsis Tunnel Episode 11 Part 1

Sung Sik, Min Ha dan Tae Hee lalu datang. Melihat kondisi Jae Yi, Sung Sik pun memerintahkan Min Ha untuk memanggil ambulance.

Sementara itu, Sun Jae terus mengejar Ho Young sampai di suatu saat, Ho Young tiba-tiba menghilang.

https://s26.postimg.org/m3rn3p2rd/T-11-00012.jpg

Sun Jae mengeluarkan pistolnya, memeriksa sekelilingnya. Ho Young yang ternyata bersembunyi di cerukan tanah, tiba-tiba menyerang Sun Jae sampai-sampai pistol Sun Jae meletus.

Suaranya terdengar sampai pada Sung Sik dan yang lainnya. Sung Sik, Tae Hee dan Min Ha segera menyusul Sun Jae, sedangkan Kwang Ho tinggal bersama Jae Yi.

https://s26.postimg.org/3mx8cvmt5/T-11-00017.jpg

Ho Young mati-matian melawan Sun Jae sampai akhirnya ia bisa lepas dan berlari ke dekat jembatan. Ternyata, Ho Young memarkirkan mobilnya di sana.

Sun Jae sempat berhasil mengejar dan menikung tangan Ho Young tapi Ho Young kembali berhasil membebaskan diri lalu masuk ke dalam mobil.

Tidak mau Ho Young kabur lagi, Sun Jae pun cepat-cepat memecahkan kaca mobil Ho Young dengan sikunya.

Ho Young terus saja melawan. Ia berhasil menonjok Sun Jae berkali-kali. Tapi Sun Jae yang tidak menyerah, berhasil mengeluarkan Ho Young dari dalam mobil.

Ho Young tidak sengaja menemukan potongan kayu dan menghajar Sun Jae denga kayu tersebut. Untungnya, Sun Jae berhasil merampas dan balik menghajar Ho Young sampai hampir tidak berkutik lagi.

https://s26.postimg.org/99tlacpbt/T-11-00048.jpg

Tapi, Ho Young tetap berusaha kabur dengan sisa-sisa tenaganya. Ia terus berteriak minta dibebaskan sampai-sampai Sun Jae mecekik lehernya dengan lengannya.

Sun Jae mungkin saja membunuh Ho Young seandainya saja Sung Sik dan yang lainnya tidak tiba tepat waktu. Sun Jae histeris saat dilepaskan dari Ho Young.

https://s26.postimg.org/bd40i0p4p/T-11-00054.jpg

Sementara Ho Young, malah memainkan lidahnya, seperti mengejek Sun Jae saat dibawa oleh Tae Hee dan Min Ha.

Marah, Sun Jae hampir saja menyerang Ho Young lagi. Untungnya, Sung Sik menahannya dan berusaha menenangkannya.

--

https://s26.postimg.org/d3ig5rha1/T-11-00063.jpg

Kwang Ho menemani Jae Yi yang dibawa ke rs. Ia panik dan khawatir melihat keadaan Jae Yi yang tidak masih tidak sadarkan diri.

Saat di IGD, Kwang Ho malah hampir ribut dengan dokter gara-gara dokter pergi membantu pasien lain yang terkena serangan jantung bukannya menolong Jae Yi.

https://s26.postimg.org/z1ewzjwah/T-11-00068.jpg

Dokter itu sampai memanggil petugas untuk menenangkan Kwang Ho.

--

https://s26.postimg.org/nnsdoclrt/T2-11-00008.jpg

Di depan kantor polisi Hwayang, para reporter sudah berkumpul. Begitu juga dengan keluarga korban.

Ketika Ho Young tiba dan dikeluarkan dari mobil polisi, mereka langsung mengerubunginya. Kakak korban Lee Seo Yeon bahkan sampai mencengkeram baju Ho Young. Marah bercampur sedih karena Ho Young sudah membuatnya kehilangan adiknya.

https://s26.postimg.org/nmifuxjy1/T2-11-00015.jpg

Ho Young kemudian dibawa masuk ke dalam. Sebelum dimasukkan ke dalam sel, ia digeledah terlebih dahulu oleh seorang polisi, di bawah pengawasan Sun Jae. Tapi, Ho Young tidak suka dan melawan.

Kesal, Sun Jae pun maju, menggantikan rekannya. Dengan kasar dan kadang menatap Ho Young tajam, Sun Jae menggeladah Ho Young. Membuka tali pinggangnya, mengambil apa pun yang ada di dalam saku jaket Ho Young.

Setelah selesai, Ho Young baru dimasukkan ke dalam sel.

--

Sinopsis Tunnel Episode 11 Part 1

https://s26.postimg.org/qe1pljigp/T2-11-00025.jpg

Komisaris polisi memuji kerja keras dan keberhasilan tim Sung Sik. Sung Sik langsung meralat, mereka berhasil berkat Prof. Shin.

Komisaris menegur mereka. Seharusnya mereka malu karena harus melibatkan Prof. Shin. Ia tidak ingin berita itu didengar oleh wartawan jadi ia minta mereka semua menutup mulut mereka dan menganggap ini adalah operasi menyengat.

Setelah komisaris pergi, Min Ha ingin tahu apa itu operasi menyengat.

Tae Hee menjelaskan, jika wartawan tahu kalau mereka bisa menangkap Ho Young karena seorang psikolog maka wartawan akan membuat artikel yang mengkritik mereka tidak kompeten.

Tae Hee sendiri heran bercampur kagum, Jae Yi bisa seberani itu memancing Ho Young.

Namun, Min Ha lebih heran, kenapa Ho Young bisa terpancing. Min Ha juga heran melihat reaksi Sun Jae saat menangkap Ho Young tadi. Ia belum pernah melihat Sun Jae semarah itu sejak bekerja di Hwayang.

Tae Hee merasa Sun Jae seperti itu karena selama ini Sun Jae begitu terobsesi menangkap Ho Young dan kini berhasil. Ia yakin, Sun Jae pasti akan mendapatkan promosi, sindirnya.

Sung Sik langsung menimpal. Mengatakan kalau Sun Jae punya alasan sendiri. Tae Hee langsung kepo. Apa alasannya?

https://s26.postimg.org/wqguvdlix/T2-11-00037.jpg

Belum sempat Sung Sik menjawab, Sun Jae datang. Sung Sik langsung menanyakan keadaannya dan Sun Jae mengaku ia baik-baik saja.

Sung Sik memuji bawahannya yang sudah berhasil namun menangkap pelaku bukan sebuah akhir. Ada pelaku yang langsung mengakui kejahatannya dan ada yang tidak. Dan Ho Young termasuk yang tidak.

Ho Young bahkan berani menelpon mereka dan mempermainkan mereka. Sung Sik merasa, mereka membutuhkan sebuah bukti valid untuk mencegah Ho Young keluar dari kantor polisi.

Sung Sik yakin saat ini forensik sudah ada di TKP. Ia ingin Tae Hee dan Min Ha pergi ke sana untuk mencari apa pun bukti yang mengarah pada Ho Young. Sidik jari, DNA bahkan sehelai rambut pun boleh.

Ketika hendak memberi perintah pada Sun Jae dan Kwang Ho, Sung Sik baru sadar kalau Kwang Ho tidak ada di sana. Sun Jae memberitahukannya kalau Kwang Ho ada di rs.

Sung Sik mengerti. Seseorang memang harus ada di sana. Sung Sik memerintahkan Sun Jae untuk menyusul Kwang Ho ke rs dan meminta penyataan dari Jae Yi supaya bisa mendapatkan surat penangkapan Ho Young.

Sun Jae pun segera pergi sambil menelpon seseorang.

--

https://s26.postimg.org/qo984vx2x/T2-11-00043.jpg

Di rs, Jae Yi sudah dipindahkan ke kamar rawat. Ketika sedang berbicara dengan dokter, Kwang Ho mendapatkan telpon tapi tidak menerimanya.

Dokter mengatakan, selain memar di leher dan di pergelangan tangan, mereka tidak menemukan luka yang lain. Alasan Jae Yi belum sadar karena syok. Banyak korban kejahatan mengalaminya dan kadang bahkan menjadi sebuah trauma.

Sebelum pergi, dokter itu berjanji akan terus mengawasi kondisi Jae Yi.

https://s26.postimg.org/4nsvo9eex/T2-11-00053.jpg

Setelah dokter pergi, Kwang Ho memandang Jae Yi yang terluka. Kwang Ho teringat bagaimana mereka bertemu pertama kali dan bagaimana selama ini ia selalu saja mengomeli Jae Yo. Dan yang paling membuatnya sedih adalah dia memarahi Jae Yi karena tidak mengerti perasaan keluarga korban.

Kwang Ho menangis. Tidak pernah menyangka Yeon Ho begitu dekat dengannya. Seandainya saja ia tidak menghilang, mungkin Yeon Sook masih hidup dan Yeon Ho juga tidak harus melalui masa kecil yang berat.

Kwang Ho benar-benar menangis, merasa semuanya itu salahnya.

--

https://s26.postimg.org/3k8rcatrt/T2-11-00055.jpg

Sementara itu, Dr. Mok sedang berbaring di bangku yang ada di balkon rumahnya sambil merokok. Ia memuji Jae Yi yang bisa memancing Ho Young ke lokasi yang diinginkan Jae Yi. Ia berharap Jae Yi baik-baik saja.

--

https://s26.postimg.org/x9hcqwnjt/T2-11-00061.jpg

Sun Jae tiba di rs ketika Kwang Ho sudah duduk di depan kamar Jae Yi sambil menggenggam kalung peluit itu.

Sun Jae memeriksa keadaan Jae Yi dulu melalui jendela kaca kecil di pintu lalu bicara pada Kwang Ho. Memberitahukan bahwa mereka sudah berhasil menangkap Ho Young dan ia juga sudah menemukan Yeon Ho.

https://s26.postimg.org/qhqxo1yk9/T2-11-00066.jpg

Saat Kwang Ho bilang ia sudah bertemu Yeon Ho, Sun Jae langsung kaget. Bagaimana kau tahu?

Kwang Ho memperlihatkan kalung di tangannya itu. Kwang Ho bercerita, kalung itu adalah pemberian Yeon Sook untuknya. Ia kehilangan kalung itu saat Ho Young memukulnya di terowongan.

Sebelumnya, ia belum pernah melihat Jae Yi memakai kalung itu. Ia jadi bertanya-tanya pakah Yeon Sook menceritakan tentang dirinya pada Yeon Ho.

Sun Jae memberitahukan Kwang Ho bahwa Jae Yi tidak bisa mengingat apa pun tentang masa kecilnya. Jae Yi tidak ingat masa kecilnya di Korea. Setelah kecelakaan Yeon Sook, Jae Yi diadopsi di usia yang masih sangat muda.

Sun Jae menceritakan lagi, kalau Jae Yi sudah mengalami banyak hal yang berat. Kedua orang tua adopsi Jae Yi bukan orang yang baik. Dan di saat usia Jae Yi 15 tahun, kedua orang tuanya itu tewas dalam kebakaran.

"Kudengar karena kejadian itu, Prof. Shin bertemu dengan Prof. Hong untuk pertama kalinya...", cerita Sun Jae lagi. Di saat itu, polisi menduga Jae Yi yang menyalakan api. Untungnya berkat Prof. Hong, tidak ada yang terjadi padanya dan Jae Yi bisa mendapatkan pekerjaan di Korea.

"Itu sebabnya dia tidak suka menceritakan tentang dirinya sendiri. Ia juga tidak pernah memberitahu orang lain saat sakit. Dia berjuang dan kesepian. Aku pikir begitulah dia hidup selama ini...".

Kwang Ho lagi-lagi menangis mendengar cerita Sun Jae itu. Ia merasa sangat bersalah terhadap Jae Yi.

Sun Jae ingin agar Kwang Ho mengatakan itu pada Jae Yi. Minta maaf dan juga katakan siapa Kwang Ho sebenarnya.

Namun, Kwang Ho merasa tidak pantas mengatakan siapa dirinya pada Jae Yi. Ia sudah meninggalkan jae Yi selama 30 tahun dan menderita. Ia tidak pantas menjadi ayah Jae Yi. Kwang Ho sudah merasa bahagia karena bisa melihat wajah Jae Yi sebelum kembali.

--

Sinopsis Tunnel Episode 11 Part 1

https://s26.postimg.org/lukvmab7d/T2-11-00077.jpg

Di TKP penangkapan Ho Young, forensik tidak menemukan apa pun. Tae Hee yang melongok ke dalam mobil Ho Young, melihat salib yang dipasang di spion depan.

Min Ha yang juga ikut melihat malah berpikir kalau kalung itu kalung wanita.

Tae Hee langsung menyuruh Min Ha untuk mengecek apakah ada korban yang kehilangan kalungnya.

--

https://s26.postimg.org/kr0rabqk9/T2-11-00086.jpg

Ho Young mulai diinterogasi oleh Sung Sik. Sung Sik memberitahukan bahwa Ho Young ditangkap di tempat kejadian karena melakukan percobaan pembunuhan.

Saat ditanya apakah dia mengakuinya, Ho Young diam saja.

Sung Sik mengatakan Ho Young pasti mengenal Prof. Shin yang hampir mati dicekik dengan stoking oleh Ho Young.

Ho Young membantah mengenal Prof. Shin. Ia juga membantah mencoba membunuh, ia hanya hendak menyelamatkan saja.

Saat ditanya kenapa Ho Young malah melarikan diri, dengan tenang Ho Young berkata, ia tahu karena polisi pasti curiga dia akan membunuh.

Sung Sik keluar dari ruang interogasi untuk menelpon Sun Jae. Menanyakan apakah Sun Jae sudah mendapatkan pernyataan dari Jae Yi karena Ho Young tidak mengakui kejahatannya dan malah bilang hendak menyelamatkan Jae Yi.

Sun Jae memberitahukan bahwa Jae Yi belum sadar dan berjanji akan meminta penyataan Jae Yi setelah sadar nanti.

https://s26.postimg.org/6usiyfubd/T2-11-00092.jpg

Setelah berbicara dengan Sung Sik, Sun Jae berniat masuk ke kamar rawat Jae Yi. Tapi karena Kwang Ho sudah ada di sana, ia pun mengurungkan niatnya itu.

Sun Jae hanya menatap dari jendela kaca pintu, menyesal karena telah melibatkan Jae Yi dalam kasus itu. Di dalam hati, ia berdoa agar Jae Yi bisa cepat sadar.

--

https://s26.postimg.org/6til50shl/T2-11-00096.jpg

https://s26.postimg.org/fai3fxx6h/T2-11-00098.jpg

Keesokan paginnya, Jae Yi mulai bergerak-gerak dalam keadaan tidak sadar. Ia bermimpi diberikan kalung peluit itu oleh ibunya. Ibunya mengatakan, kalung itu adalah hadiah darinya untuk ayah Jae Yi dan sekarang kalaung itu untuk Jae Yi.

Ibunya memintanya meniup peluit itu saat dalam bahaya karena ia pasti akan menyelamatkan Jae Yi. Namun ibunya tidak bisa menjawab saat ia bertanya apakah ibunya juga datang menyelamatkan ayahnya saat dalam bahaya.

Saat ia bertanya seberapa jauh ibunya bisa mendengar suara peluit itu, ibunya menjawab dari mana saja ia bisa mendengarnya bahkan dari tempat yang sangat jauh.

Jae Yi dan ibunya saling tersenyum dan berpelukan.

https://s26.postimg.org/ypo9vb12x/T2-11-00103.jpg

Lalu, Jae Yi seperti berada di sebuah bandara dengan memakai hanbok, kalung peluit dan membawa boneka. Sepasang suami istri bule memintanya berdiri dan tersenyum untuk difoto.

Tapi, Jae Yi malah meniup peluit itu sambil menangis.

https://s26.postimg.org/etsafrk1l/T2-11-00110.jpg

https://s26.postimg.org/w5sn17dix/T2-11-00113.jpg

Jae Yi juga meniup peluit itu saat dipinggir pantai. Ia menoleh ke kiri dan kanan, tapi tetap tidak ada yang datang.

Jae Yi tentu saja marah dan juga sedih. Mengira semua yang dikatakan ibunya itu bohong.

https://s26.postimg.org/bj3xfvu49/T2-11-00117.jpg

https://s26.postimg.org/er8esxge1/T2-11-00116.jpg

Jae Yi akhirnya sadar dan yang pertama ditanyanya adalah Ho Young. Apa Ho Young sudah ditangkap?

Kwang Ho langsung marah mendengar pertanyaan Jae Yi itu. Namun Sun Jae dengan baik hati memberitahukan bahwa mereka sudah menangkap Ho Young dan meminta Jae Yi tidak khawatir.

Dibantu oleh Kwang Ho dan Sun Jae, Jae Yi duduk di atas tempat tidur. Ia heran melihat mereka di sana. Bukannya seharusnya mereka pergi mendapatkan surat penangkapan dan mencari bukti?

Kwang Ho tidak senang mendengar Jae Yi yang malah menkhawatirkan hal lain bukan dirinya sendiri. Jae Yi hampir saja mati!

Jae Yi tidak peduli tentang itu. Menurutnya, jika Ho Young nanti terpaksa dibebaskan, maka sia-sia saja semua yang dilakukannya.

Jae Yi meminta Sun Jae menuliskan pernyataan darinya tapi Sun Jae tidak mau. Jae Yi harus menjaga dirinya sendiri dan itu bisa dilakukan nanti.

Jae Yi tidak peduli. Pernyataan korban sangat penting untuk bisa memenjarakan Ho Young. Ia meminta Sun Jae melakukannya saat itu juga.

Kwang Ho sangat marah melihat Jae Yi yang tidak peduli pada dirinya sendiri. Lihat saja begitu banyak memar di tubuh Jae Yi.

Jae Yi tidak peduli. Ia malah memalingkan wajahnya dari Kwang Ho. Sama sekali tidak melihat pada Kwang Ho.

Kesal, Kwang Ho pun keluar dari kamar. Tidak peduli Sun Jae yang memanggilnya.

https://s26.postimg.org/89pi9f60p/T2-11-00126.jpg

Karena Jae Yi terus mendesaknya dan menyakinkannya bahwa Jae Yi baik-baik saja, Sun Jae pun menuruti permintaan Jae Yi. Sun Jae menyiapkan recorder di ponselnya dan mencatat penyataan Jae Yi di laptopnya.

Pertanyaan pertama, kapan dan dimana kejadiannya.

Seingat Jae Yi, sedikit lewat jam 10 malam. Jae Yi ingat, ia sempat melihat jam di dashboard mobilnya. Pukul 10 lewat 9 menit.

Jae Yi mengaku kalau ia pernah ke tempat tersebut dengan Prof. Hong. Di dekat tempat itu ada sebuah reservoir. Ia memilih tempat itu karena pernah ke sana.

Sun Jae menanyakan pertanyaan kedua. Dimana Ho Young menyerang Jae Yi.

Jae Yi bercerita, setelah sebuah mobil melewatinya, Ho Young tiba-tiba menyerangnya. Tangan Jae Yi langsung menggenggam erat-erat begitu mengingat kembali kejadian yang mengerikan itu.

Jae Yi mengatakan, ia tidak menyangka Ho Young menyerangnya dengan cara itu. Ia pikir Ho Young akan mendekatinya dengan mobil. Ia sempat pingsan beberapa saat. Ia berpikir, sepertinya Ho Young mencoba membawanya ke dekat reservoir.

Jae Yi merasa sepertinya Ho Young bicara padanya. Dia bilang, 'Aku melihat interviewmu. Itu pesan untukku, kan?'. Saat itu Jae Yi mulai sadar tapi berpura-pura masih pingsan.

Jae Yi terus teringat kata-kata Ho Young tapi tidak sanggup menceritakannya pada Sun Jae. Ia ingat, Ho Young bilang, ia bersemangat mendengar lagu itu. Ho Young membenarkan ucapan Jae Yi yang mengatakan ia tidak membunuh Yoon Dae Young dan Nam Ju Hee, tapi ia mengaku membunuh wanita yang lain.

'Seperti ini, dengan stocking...', ucap Ho Young sambil melilitkan stoking di tangannya. 'Tapi kau tidak tahu, aku juga akan membunuhmu...".

https://s26.postimg.org/wc6c4amnt/T2-11-00146.jpg

Jae Yi sontak gemetar ketakutan. Sun Jae sampai sangat kahwatir melihat Jae Yi seperti itu. Jae Yi meracau tidak jelas. "Aku harus melarikan diri! Dia mendekatiku!".

https://s26.postimg.org/itzfs0aih/T2-11-00148.jpg

Ingatan mengerikan itu terus berkelabat di kepala Jae Yi, membuatnya semakin ketakutan. Panik, Sun Jae mencoba menenangkan Jae Yi, mengatakan kalau Ho Young tidak bisa mendekati Jae Yi lagi. "Kau baik-baik saja... baik-baik saja...".

https://s26.postimg.org/xbwn001tl/T2-11-00150.jpg

Jae Yi akhirnya menangis, mengatakan kalau ia tidak baik-baik saja. "Sakit... Ini sangat menyakitkan...", tangis Jae Yi.

Sun Jae memeluk Jae Yi, berusaha menenangkannya.

https://s26.postimg.org/bo33btc1l/T2-11-00152.jpg

Dan dari luar kamar, ternyata Kwang Ho mendengar semuanya. Ia menangis, merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Jae Yi. Ia bertekad akan memenjarakan Ho Young, apa pun caranya meskipun itu harus ditebus dengan kematiannya.

--

Sinopsis Tunnel Episode 11 Part 1

https://s26.postimg.org/tpm89m62h/T2-11-00155.jpg

Setelah Jae Yi tenang, Sun Jae pun keluar dari kamar. Di sana, Kwang Ho yang sudah menunggunya, langsung mengajak Sun Jae segera memenjarakan Ho Young.

Prof. Hong datang tergopoh-gopoh, menanyakan keadaan Jae Yi.

Kwang Ho bilang, Jae Yi sudah sadar.

--

https://s26.postimg.org/8q64i44e1/T2-11-00157.jpg

Prof. Hong langsung masuk dan melihat sendiri keadaan Jae Yi. Ia sangat khawatir melihat luka di tubuh Jae Yi.

Namun Jae Yi hanya tersenyum, berusaha menenangkan Prof. Hong.

https://s26.postimg.org/w3460mkhl/T2-11-00159.jpg

Dari luar kamar, Sun Jae dan Kwang Ho memperhatikan mereka.

--

Kwang Ho yang baru tiba di kantor, langsung bertanya soal bukti. Apa mereka sudah mendapatkannya?

Sung Sik langsung protes karena Kwang Ho terus tidak bisa dihubungi sejak semalam.

Kwang Ho tidak peduli dengan omelan Sung Sik, ia masih bertanya soal bukti.

Giliran Tae Hee yang berkomentar. Memang yang datang paling belakangan selalu bicara paling keras. Kalau ada, kau mau apa?, tantangnya.

Saat Kwang Ho bertanya lebih jauh, Tae Hee ingin menjelaskan tapi keburu disela oleh Sung Sik. Sung Sik malah menanyakan soal pernyataan korban. Apakah Kwang Ho sudah mendapatkannya?

Sun Jae yang baru datang, langsung menjawab sudah.

Setelah semuanya lengkap, Sung Sik pun mengajak mereka rapt.

--

https://s26.postimg.org/vp2u110e1/T2-11-00166.jpg

Sun Jae menjelaskan bahwa dari 30 kasus yang sudah kadaluarsa, ada 7 kasus permbunuhan dan 1 kasus percobaan pembunuhan yang terjadi sejak tahun 2009. Dari semua itu hanya kasus Yang Yoo Jin dan Lee Seo Yeon yang ada barang bukti.

Sung Sik menyuruh Tae Hee memperlihatkan barang bukti yang ditemukan. Tae Hee pun mengeluarkan kalung salib itu.

=== Flashback ===

Tae Hee dan Min Ha mengkonfirmasi kepemilikan kalung itu pada kakak Lee Seo Yeon.

Dan kakak Lee Seo Yeon membenarkan bahwa kalung itu milik adiknya. Lucia adalah nama baptis adiknya. Ibunya yang memberikan kalung dengan ukiran nama baptis itu untuk adiknya.

Ibu mereka berharap Seo Yeon akan menjadi cahaya dunia seperti arti namanya. Tapi sebelum Seo Yeon menjadi cahaya dunia, dia sudah menghilang.

=== Flashback End ===

Min Ha mengatakan, kalung itu menjadi cahaya untuk mereka karena di kalung itu terdapat DNA Seo Yeon.

Sun Jae mengajak mereka memulai dari dua kasus itu terlebih dahulu untuk menekan Ho Young dan membuatnya mengaku.

--

https://s26.postimg.org/r0mu5ub7d/T2-11-00177.jpg

Sekarang giliran Sun Jae dan Kwang Ho yang menginterogasi Ho Young.

Ketika diperlihatkan foto Seo Yeon dan Yoo Jin, beserta beberapa foto tambahan, Ho Young tetap mengaku tidak mengenal keduanya.

Sun Jae pun lalu mengeluarkan kalung salib itu. Kalung itu ada di mobil Ho Young, apa Ho Young masih mengaku tidak tahu kalung itu?

Ho Young mengaku membelinya.

Dimana?

"Jong-ro atau Hwanghak-dong?", jawab Ho Young, pura-pura tidak ingat.

Sun Jae memberitahukan ada nama Lucia terukir di kalung tersebut, Ho Young pasti tahu artinya, kan?

Karena Ho Young cuma diam, Sun Jae langsung menebak Ho Young tidak tahu tentang nama yang terukir di kalung tersebut. Sun Jae pun memberitahukan bahwa kalung itu adalah pemberian ibu Seo Yeon untuk Seo Yeon. Lucia adalah nama baptis Seo Yeon. Kau tidak tahu itu?

Ho Young mendengus, tidak peduli. Ia mengaku salah. Ia menemukan kalung itu di jalan.

Kwang Ho langsung emosi. Memerintahkan Ho Young berkata jujur.

Sun Jae berkata, Ho Young membunuh Seo Yeon dan menyimpan kalung itu di mobil untuk mengingat momen itu. Benar, kan?

Ho Young masih tenang. Ia merasa Sun Jae terlalu banyak menonton film. Karena kalung itu ia temukan di jalan, tentunya kalung itu masih memiliki jejak pemiliknya. "Aku tidak membunuhnya...".

Sun Jae memperdengarkan rekaman di ponselnya. Rekaman itu diambil saat Ho Young menelponnya, mengaku membunuh Lee Seo Yeon tapi tidak yang lain. Ditambah lagi, Ho Young juga mengakui kejahatannya itu pada Prof. Shin.

"Itu semua cuma bohong...", jawab Ho Young lagi.

Kwang Ho hampir saja menghantam kepala Ho Young. "Kau bilang semua itu hanya bohong?! Kau tahu berapa banyak orang yang sudah kau bunuh?!", teriak Kwang Ho sambil mencengkeram baju Ho Young.

Ho Young lagi-lagi tertawa. Mengatakan ia tidak membunuh mereka. Ia bersumpah.

Kwang Ho hampir saja melayangkan tinju tapi tidak jadi.

Ho Young kembali diam, menatap Sun Jae seolah menantangnya.

--

https://s26.postimg.org/difxtjz21/T2-11-00182.jpg

Dari ruang kaca satu arah, Sung Sik dan yang lainnya ikut melihat jalannya interogasi. Mereka geram melihat Ho Young tidak juga mengaku.

Sung Sik merasa sepertinya Ho Young sudah tahu bahwa tanpa pengakuannya, polisi akan sulit mengkonfirmasi kejahatannya.

--

https://s26.postimg.org/crn7nrwop/T2-11-00190.jpg

Hingga keesokan harinya, mereka masih memikirkan bagaimana cara mendapatkan pengakuan Ho Young. Sun Jae tiba-tiba mendapat ide. Ia berpikir melakukan tes kehohongan terhadap Ho Young.

Tae Hee dan Min Ha agak ragu karena hasil tes tersebut tidak bisa dijadikan bukti langsung dan Ho Young pasti akan terus berbohong.

Namun, Sun Jae yakin, jika Ho Young terus ditekan secara psikologis, mereka akan mendapatkan sesuatu.

Sung Sik setuju dengan usulan Sun Jae itu.

Bersambung...

[Sinopsis Tunnel Episode 11 Part 2]

No comments:

Powered by Blogger.