Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 9 Part 2

[Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 9 Part 1]

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 9 Part 2

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 9 Part 2
Credit : KBS2
Kdramastory - Saat kembali ke camp, sikap Shi Jin dan Mo Yeon jadi berbeda. Sama-sama canggung. Sebelum berpisah, mereka saling memberi hormat. Shi Jin menghormat ala tentara dan Mo Yeon membungkuk. Sang Hyun dan Ja Ae yang kebetulan ada di sana melihat punggung Mo Yeon dan Shi Jin, sama-sama dipenuhi oleh jerami yang kering.


Sang Hyun tersenyum penuh arti. Ja Ae merasa Mo Yeon dan Shi Jin pasti akan merasa malu nantinya. "Mereka pasti bersenang-senang tadi...", sahut Sang Hyun, tidak bisa mengehntikan senyumnya.

"Aku ingin memisahkan mereka", sahut Ja Ae.

"aku ingin mengalahkan mereka...". Ja Ae berpaling menatap Sang Hyun, marah. "Aku ingin memukulmu...", ucap Ja Ae dan kemudian berlalu. Sang Hyun tersenyum senang.

---


Young Su mengendap-endap di suatu tempat. Beberapa lampu menyala, dan Argus muncul bersama beberapa anak buahnya. Young Su sangat kaget dan segera mengeluarkan brangkas dari dalam tas ranselnya. Ia mengatakan ia baru saja menemukannya dan brangkas itu sudah rusak dan terkunci.

Anak buah Argus membawa pergi brangkas itu dan argus mendekati Young Su, mengancam Young Su dengan pistol karena Young Su terlambat 27 jam 15 menit. Young Su memohon agar Argus tidak membunuhnya dan ia akan melakukan apa saja, semuanya.

"Tidak... tidak... Kau akan melakuakn apa pun yang aku perintahkan", ralat Argus. Young Su baru bisa bernafas lega setelah Argus dan gengnya pergi.

Setelah kembali ke markas dan membuka brangkas itu, Argus baru mengetahui brangkas itu kosong. Young Su sudah menipunya. Anak buah Young Su berencana untuk mencari Young Su tapi Argus tidak setuju. Karena Young Su sudah memasuki daerah teritori yang tidak bisa mereka ganggu. Argus menatap brangkas kosong itu dengan marah.

---


Young Su ternyata sudah berada di medicube. Ia merecoki Ja Ae, mengatakan bahwa ia terluka. Myeong Ju datang dan memeriksa hasil rontgen Young Su yang menurutnya hasilnya baik-baik saja. Young Su berkeras bahwa ia tidak mempercayai hasil rontgen medicube dan ingin mendapatkan MRI di rumah sakit bagus di Korea. "Aku ingin ikut di dalam pesawat itu sebagai pasien", tegas Young Su.

"Sudah kubilang, semua kursinya sudah penuh...", jelas Ja Ae. "Kau pikir kami ini agen travel pribadimu?", marah Myeong Ju.

Young Su sangat marah. Memerintahkan mereka berdua melakukan yang ia katakan. Young Su juga mengomentari Myeong Ju yang tidak bersikap sesuai dengan seragamnya itu. Young Su mengomel dan hampir saja memukul Myeong Ju.

Dae Young datang dan menarik Young Su pergi.

Di luar, Dae Young melempar Young Su ke tanah. Menantang Young Su untuk dibuatkan luka separah apa. Dae Young menendang belakang lutut Young Su hingga Young So terjatuh dan menginjak paha Young Su. Dae Young mengatakan ia akan membantu Young Su, jadi Young Su tinggal bilang saja padanya. Ingin patah tulang? Ingin kepalanya berlubang? "Aku bisa menempatkanmu di ICU seumur hidupmu...", ucap Dae Young lagi. :-D :-D

Young Su langsung meminta ampun, mengatakan kalau ia hanya ingin segera meninggalkan negara itu, oleh sebab itulah ia menjadi putus ada. Dae Young mengatakan akan menghitung sampai 5 dan dalam hitungan itu Young Su harus segera pergi dari camp.

Young Su meminta maaf sekali lagi. Saat Chi Hoon tiba-tiba muncul di belakang Dae Young, Young Su memohon agar Chi Hoon mau menyampaikan permintaan maafnya pada dokter yang tadi.

Namun ternyata Chi Hoon datang untuk memberikan kursi pesawatnya untuk Young Su.

Keesokan harinya, Young Su menjadi salah satu penumpang bus yang akan membawa tim medis dan pasien yang akan kembali ke Korea.

=== Flashback ===

Young Su berhasil menemukan brangkas yang berisi berlian dan menelan semua berlian itu. Lalu Young Su mengunci brangkas yang sudah kosong dan tombol penguncinya dan membuat brangkas itu penyok di beberapa bagian.

=== Flashback End ===

Tim medis yang masih tinggal masih menunggu Chi Hoon dan tidak percaya Chi Hoon tidak akan berangkat. Min Ji berpikir apa mungkin Young Su mencuri kursi Chi Hoon. Ja Ae melihat jam tangan Min Ji, berpikir jika bus itu tidak berangkat sekarang, mereka akan ketinggalan pesawat.

Mo Yeon dan Sang Hyun datang, mengatakan kalau mereka tidak menemukan Chi Hoon dimana pun. Dan akhirnya bus pun berangkat.

Mo Yeon dan anak buahnya membicarakan tentang Chi Hoon yang terlihat aneh akhir-akhir ini. Mereka khawtir ada sesuatu terjadi pada Chi Hoon.

---


Sang Hyun akhirnya berhasil menemukan Chi Hoon. Sang Hyun berpikir alasan Chi Hoon tidak kembali ke Korea karena Hee Eun yang sepertinya mungkin bertambah berat badan dan Chi Hoon menjadi tidak begitu merindukan Hee Eun seperti mereka masih pengantin baru. "Tapi, keinginan tidak ingin pulang ke rumah itu hanya akan bekerja di saat kau berada di Korea. Tapi sekarang kau berada di ujung dunia. Ini sangat ekstrim...".

Chi Hoon mengakui jaraknya memang sangat jauh. Tapi ia merasa jika ia pergi melarikan diri sejauh itu, ia merasa tidak pantas lagi menjadi seorang dokter. "Chi Hoon. Aku akan menanyakan ini satu kali saja. Apa yang terjadi antara kau dan pasien Kang Min Jae? Aku mungkin bisa membantumu", ucap Sang Hyun.

Tapi Chi Hoon menolak memberitahukan Sang Hyun atau menerima bantuan dari Sang Hyun karena itu sama artinya dengan melarikan diri juga. "Saat ini aku berusaha mengatasinya sendiri. Jika tidak berhasil, aku akan mengatakannya pdamu", ucap Chi Hoon, berusaha menahan tangis.

---

Saat di bandara, ketika dalam antrian akan naik ke pesawat, Young Su melihat salah seorang anak buah Argus. Ia bersembunyi di balik sebuah dinding. Tak lama, anak buah argus itu pergi dan mengajak teman-temannya juga.

Young Su menghela nafas, sangat lega. Seorang petugas mendekati Young Su, menanyakan apa yang bisa ia bantu. Namun Young Su memberi isyarat petugas itu untuk diam dan menyuruhnya pergi.


Anak buah Argus sudah kembali ke markas. Ia melaporkan bahwa hingga pesawat berangkat, Young Su tidak muncul. Ia menduga, Young Su sudah lebih dulu mencurigai mereka dan ia sudah menyiapkan perangkap bersama beberapa polisi.

Argus berpikir, Young Su pasti akan menggunakan segala cara untuk keluar dari Urk dan saat ia bertemu Young Su nanti, ia berjanji akan merobek-robek tubuh Young Su. Lalu Argus memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan 'mawar' bukan pistol sebagai hadiah untuk Kolonel Amang.

"Mawar yang aku pilih terakhir...", pesan argus lagi. Anak buah argus itu mengajak temannya pergi.

Terlihat seorang gadis yang memakai baju berwarna merah sedang menyisir rambutnya. Wajahnya terlihat sedih. Dialah mawar yang dimaksud Argus.

---



Shi Jin mengarahkan senjata pada Mo Yeon yang sedang mencuci wajahnya di dekat tempat mengambil air. Shi Jin mengatur lensa penglihatan supaya bisa melihat Mo Yeon lebih dekat dan membidikkan cahaya senjata pada Mo Yeon. Shi Jin tersenyum senang melihat Mo Yeon, apalagi saat Mo Yeon sedang berbicara dengan Min Ji dan tersenyum lebar.

Shi Jin semakin tersenyum melihat Mo Yeon yang terlihat sangat cantik dan segar.

"Apa kau mau menembak kepalanya?", tanya Dae Young yang tiba-tiba muncul. Shi Jin mengatakan tembakannya adlaah tembakan cinta dan targetnya sangatkah cantik. Shi Jin terdiam sesaat dan sepertinya baru sadar, ia sedang berbicara dengan siapa dan kemudian menoleh.

Dae Young tersenyum, menggoda Shi Jin dengan mengatakan pemeriksaan senjata sudah selesai. Shi Jin mengatakan senjatanya baik-baik saja. "Senjatanya mungkin baik-baik saja, tapi penggunanya sepertinya tidak", sahut Dae Young.

Dae Young mengatakan kalau ia tidak akan mengganggu Shi Jin lagi. Lalu sebuah laporan masuk melalui walkie talkie Dae Young (nama panggilan dae Young adalah 'Wolf') yang memberitahukan bahwa 'Yellow Tiger' akan datang besok sore.

---

Myeong Ju yang sedang makan bertanya pada Sersan Choi, siapa "Yellow Tiger' itu. Sersan Choi bilang itu adalah panggilan untuk Komandan. "Maksumu, ayahku?", tanya Myeong Ju sangat kaget.

---


Keesokan harinya, Shi Jin memimpin pasukan untuk memberitahukan secara resmi bahwa komandan akan datang ke camp mereka sore nanti dan mereka harus melakukan kerja bakti untuk membersihkan camp.

Ketika sedang giat-giatnya kerja bakti, Sersan Choi datang, memberitahukan Shi Jin bahwa Komandan tidak jadi datang ke camp karena Komandan dijadwalkan bertemu dengan Kepala Pasukan PBB. Sersan Choi juga mengatakan Shi Jin dan Dr, Kang dipanggil oleh Komandan Batalion. Dae Young dan Myeong Ju juga diperintahkan untuk datang.

---


Beberapa petinggi pasukan menunggu kedatangan Letjen Yoon. Myeong Ju melihat ke arah Dae Young yang berdiri di sampingnya, Dae Young meminta Myeong Ju untuk tidak mengkhawatirkannya. "Aku tidak khawatir. Kenapa pula aku harus khawatir?', elak Myeong Ju.

Letjen Yoon tiba dan menyalami pemimpin batalyon. Ia mengucapkan terima kasih atas penyambutan mereka.

---

Saat tiba di markas, Letjen Yoon meminta izin pada Komandan Divisi untuk memakai ruangannya selama 30 menit sebelum briefing untuk kepentingan pribadi. Dan Komandan itu mengizinkannya.

Lalu Letjen Yoon memanggil Shi Jin, Dae Young, Myeong Ju dan Mo Yeon untuk mengikutinya. Setelah berada di ruangan, Letjen Yoon menyuruh mereka duduk, dengan polosnya Mo Yeon mengucapkan terima kasih dan langsung berjalan ke arah kursi rapat.

Sementara Shi Jin, Dae Young dan Myeong Ju, dengan gaya tentara, mengatakan tidak perlu, pak. Mereka hanya berdiri istirahat di sana. Melihat itu, Mo Yeon kebingungan sendiri dan terpaksa kembali berdiri di samping Shi Jin.


Pada Mo Yeon, Letjen Yoon mengucapkan rasa penghargaannya karena bantuan Mo Yeon selama masa darurat. Menurutnya dengan kemampuan Mo Yeon itu, Mo Yeon sudah cocok menjadi tentara. Tapi dengan nada bercanda, Mo Yeon mengatakan ia orang yang sulit bangun pagi.

Letjen Yoon tertawa dan mengatakan, "Mungkin karena itulah kau bisa secantik ini". Mo Yeon tersenyum dan memegang pipinya. Lalu Letjen Yoon mengatakan bahwa hanya itu yang ingin ia katakan dan berharap akan bertemu lagi dengan Mo Yeon di lain waktu.

Mo Yeon agak kaget dengan pertemuan super singkat itu dan pamit keluar.

Setelah Mo Yeon keluar, Letjen Yoon baru membicarakan masalah yang sebenarnya ingin ia bahas. Ia mengatakan ia berbicara sebagai ayah Myeong Ju. Letjen Yoon bertnya pada Shi Jin, apakah Shi Jin itu teman atau musuhnya. "Apa kau sungguh tidak tertarik pada putriku?", tanya letjen Yoon. Myeong Ju menegur ayahnya.

Akhirnya dengan jujur Shi Jin bisa mengatakan kalau selama tujuh tahun mengenal Myeong Ju, ia tidak memiliki perasaan tertarik pada Myeon Ju. Baginya, Myeong Ju adalah rekan yang baik. Letjen Yoon menerima keputusan Shi Jin dan menyuruh Shi Jin keluar dari ruangan.

---


Mo Yeon sedikit kaget melihat Shi Jin yang keluar sangat cepat, tadinya ia berpikir mereka sedang membicarakan hal yang serius. "Memang. Tapi aku diiusir setelah itu...".

Mo Yeon berpikir Shi Jin dikeluarkan dari penjara, tapi ternyata Shi Jin dikeluarkan dari ruangan dan telah diberhentikan sebagai kandidat menantu idaman. Dan dengan begitu cinta sgitiga mereka juga sudah berakhir.

"Bagaimana. Aku memiliki mantan tunangan, apa kau tetap menyukaiku?". Mo Yeon tersenyum dan kemudian bertanya apa yang akan terjadi pada Dae Young dan Myeong Ju. "Entahlah. Tapi Sersan Mayor Seo selalu mendapatkan tugas yang sulit...", ucap Shi Jin.

---


Sekarang tinggal Dae Young dan Myeong Ju. Ayah menanyakan apakah setelah bertemu kembali dengan Dae Young, Myeong Ju masih tetap menyukai Dae Young. Myeong Ju membenarkan.

Lalu ayah bertanya pada dae Young, apakah Dae Young memiliki perasaan yang sama. Myeong Ju langsung menyela, meminta ayahnya untuk tidak menyeret Dae Young dalan masalah mereka. Tapi tiba-tiba Dae Young menjawab, iya, pak. Membuat Myeong Ju kaget dan menatap Dae Young.

Ayah meminta jawaban Dae Young, kenapa Dae Young berubah pikiran padahal Dae Young sudah setuju mundur. Myeong Ju memegang lengan Dae Young, mengatakan bahwa ia tidak peduli jawaban Dae Young, ia hanya ingin bersama Dae Young.

De Young melepaskan tangan Myeong Ju, membuat Myeong Ju berpikir Dae Young menolaknya lagi. Tapi kemudian ternyata Dae Young melah menggenggam tangannya. Dae Young mengatakan pada ayah Myeong Ju bahwa ia hanya ingin menggenggam tangan Myeong Ju.

"Apa kau pikir kau pantas menggenggam tangan itu?", tanya Letjen Yoon. Dae Young mengatakan ia bersedia pergi kemana pun yang diperintahkan oleh ayah Myeong Ju tapi ia tidak akan melepaskan tangan Myeong Ju lagi.

Tanpa menatap Myeong Ju, ayah menyuruh Myeong Ju keluar. Awalnya Myeong Ju tidak mau keluar tapi Dae Young meminta Myeong Ju untuk tidak khawatir. dan Myeong Ju pun keluar.

---


Ayah mengatakan tujuan ia menjadi tentara selama 30 tahun hanyalah 2, yaitu menjadi seorang komandan yang terhormat dan menjadi seornag ayah yang juga dihormati oleh anaknya yang juga tentara. Tapi ia menyadari ia gagal mencapai kedua tujuannya itu karena ia telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadinya.

Ayah Myeong Ju mengatakan sekarang ia sudah tahu perasaan Dae Young dan tidak ingin menghalangi mereka lagi. Ia merestui Dae Young dan Myeong Ju berpacaran dan juga sudah memikirkan mereka berdua akan menikah. Namun ia tidak ingin seorang menantu yang hanya berpangkat sersan mayor.

"Kau harus berhenti menjadi tentara dan bekerja lah di perusahaan milik ibu Myeong Ju. Aku akan menemukan posisi yang cocok dengan pengalamanmu. Pikirkan hal ini sampai tugas luar negerimu selesai. Saat kembali ke Korea, kau harus memberitahuku keputusanmu. Putuskan apa kau akan melepaskan tangannya, ataukah menjadi seorang pria yang layak untuk menggenggam tangannya...", ucap Letjen Yoon.

---


Shi Jin yang sedang mengisi bahan bakar ke tangki mobil, melihat Mo Yeon sedang melamun dan bertanya apa yang sedang Mo Yeon pikirkan. Mo Yeon mengatakan ia tidak menegrti kenapa Shi Jin tidak berkencan dengan Myoeng Ju. Myeong Ju masih muda, cerdas, baik dan berasal dari keluarga baik dan bodynya juga bagus.

"Apa aku harus berpacaran dengan semua wanita yang cantik dan berasal dari keluarga yang baik?", tanya Shi Jin.

"Jadi, menurutmu dia cantik? Aku kan tidak bilang dia cantik...", gerutu Mo Yeon. Shi Jin tertawa, mengatai Mo Yeon yang cemburu dan menyuruh Mo Yeon memegang pipa pengisi bahan bakar.

Dengan bersungut-sungut, Mo Yeon mengikuti keinginan Shi Jin dan mengambil alih pipa itu. Mo Yeon masih mengomel tentang Shi Jin yang mengatakan Myeon Ju cantik dan sekarang malah mengalihkan topik pembicaraan. Shi Jin mencium Mo Yeon, mengatakan kalau ia menghentikan Mo yeon berbicara dengan cara yang seksi.

Mo Yeon masih agak kesal dan bertanya sampai kapan akan selesai mengisi bahan bakar. Dan dengan santainya, Shi Jin mengatakan kalau itu sudah selesai dari tadi. Shi JIn pergi untuk membayar, meninggalkan Mo Yeon yang kesal sendiri.

Saat akan masuk ke dalam toko, seorang anak kecil berlari keluar dari toko dan dikejar oleh pemilik toko. Pemilik toko itu mengatakan kalau anak itu pencuri dan akan memukul anak itu. Untungnya Shi Jin bisa mencegahnya.

Mo Yeon datang, bertanya apa yang terjadi. Shi Jin mengatakan sepertinya anak itu mencuri obat karena sedang sakit. Shi Jin mengajak Mo Yeon membawa anak itu ke Medicube. Mo Yeon memeriksa dahi anak itu dan melihat ada bintik-bintik di kulit anak itu.

Mo Yeon mengatakan mereka tidak bisa membawa anak itu ke Medicube karena anak itu menderita campak dan itu sangat mudah menginfeksi orang lain. Mo Yeon mengajak Shi Jin ke kota tempat tinggal anak itu untuk mencegah virusnya menyebar lebih jauh.

---


Myeong Ju mendapat kabar dari Dae Young bahwa ayahnya sudah mengizinkan mereka berkencan. Myeong Ju sangat senang, antara oercaya dan tidak. Ia sempat berpikir alasan kenapa ayahnya berubah pikiran, apa ia sakit kanker? atau penyakit berbahaya?

Dae Young hanya tersenyum lebar. Myeong Ju mengatakan bahwa ia akan menelpon sendiri ayahnya karena jika tidak mendengarkan langsung, ia masih belum percaya. Myeong Ju pamit pergi untuk menelpon ayahnya.

Dae Young tersenyum senang melihat Myeong Ju yang berlari ke arah Medicube. Tapi sesaat kemudian wajahnya berubah keruh.

---


Shi Jin dan Mo Yeon sudah tiba di kota anak itu. Shi Jin melaporkan pada komandonya bahwa ia sudah tiba di sebuah kota dan meminta mereka mengecek koordinat GPSnya.

---

Sersan Choi melaporkan pada Dae Young bahwa ia mendapatkan laporan dari Shi Jin namun hubungan wadio tiba-tiba terputus. Ia sudah mengecek koordinat GPS sesuai dengan permintaan Shi Jin tapi anehnya, kota itu tidak ada di dalam peta.

Dae Young menyuruh Sersan Choi untuk mencari Daniel.

---


Sudah banyak anak-anak yang sakit di tempat itu. Saat Mo Yeon bertanya dalam bahasa inggris, tidak seorang pun menjawab. Shi Jin mencoba bertanya dalam bahasa mereka, tapi mereka masih tidak menjawab.

Seseoang datang, mengatakan mereka tidak akan mendapatkan makan hingga 3 hari jika mereka berbicara dengan orang asing. Dan orang itu adalah si 'Mawar' itu. Mo Yeon sangat lega karena akhirnya ada seseorang yang bisa mereka tanyai. Shi Jin memegang pundak Mo Yeon, sepertinya Shi Jin mulai merasa keanehan di sana.

Shi Jin mendekati gadis itu dan bertanya apakah akan baik-baik saja jika gadis itu berbicara dengan mereka. Gadis itu mengatakan aturan itu sudah tidak penting lagi untuknya. Mo Yeon meminta bantuan gadis itu untuk mengumpulkan anak-anak karena mereka mengidap campak dan jika tidak diobati, 70% dari mereka akan mati atau cacat.

Namun gadis itu mengatakan lebih baik mati daripada tinggal di sana. Anak laki-laki akan menjadi anggota geng dan anak perempuan akan dijual ke germo saat mereka besar. "Dan hari ini adalah giliranku", ucapnya lagi.

Gadis itu mengatakan akan mau bekerja sama dengan satu syarat, keluarkan dia dari sana.

---


Daniel mengatakan kota yang ditunjuk itu adalah "Kota Berhantu', yaitu tempat tinggal anak yatim piatu yang dikuasai oleh geng lokal yang menculik anak-anak dan membesarkan mereka untuk dijual.

Shi Jin mendapat telpon dari Dae Young yang melaporkan apa yang dikatakan Daniel tadi. Dan saat itu, kebetulan ada sebuah mobil hitam yang mendekati kota itu dan Shi Jin mengenali orang itu adalah Argus. Shi Jin meminta Dae young untuk cepat datang karena ia melihat pemilik kota itu baru saja tiba.

---


Argus tiba di depan kota dan semua anak-anak berlari pergi saat Argus tiba. Mo Yeon mendekati Argus, bertanya apakah Argus wali anak-anak itu. "O... kita kedatangan tamu...", ucap Argus.

Mo Yeon memperkenalkan dirinya dan meminta izin membawa anak-anak itu ke rumah sakit lapangan. Argus mengomentari Mo Yeon yang terlalu cantik untuk pekerjaan seperti itu.

Shi Jin yang baru datang langsung menjauhkan Mo Yeon dari Argus, berpesan agar Mo Yeon tetap berada di belakangnya. Argus mengulurkan tangannya, mengatakan senang bertemu dengan shi jin lagi.

Shi Jin menolak menerima uluran tangan Argus. Mo Yeon menanyakan apakah Shi Jin mengenal pria itu. "Siapa dia?', tanya Mo Yeon.

"Dia Prajurit Ryan...", jawab Shi Jin singkat.

Argus melihat Mo Yeon sekali lagi. Sepertinya ia mengenali Mo Yeon dan pernah melihat Mo Yeon saat upacara penghormatan pemakaman temannya beberapa waktu dulu. Argus mengatakan kalau sepertinya ia berada di atas angin kali ini.

Tiba-tiba seseorang menembak Argus dari arah belakang, Shi Jin langsung mengeluarkan pistolnya. Ternyata, si gadis itulah yang menembak Argus. Gadis itu berlari mendekati Shi Jin, mengajak Shi Jin pergi sekarang juga, karena saat itu adalah kesempatan terakhir mereka.

Anak buah Argus meminta Mo Yeon melakukan sesuatu untuk menolong argus. Namun si gadis itu melarang, tidak usah menolong argus. "Bunuh saja dia. Biarkan dia mati", ucap si gadis itu.


Argus meminta Mo Yeon menolongnya. Argus juga mencoba menembak ke arah gadis itu tetapi ia terlalu lemah dan malah tersungkur ke tanah. Mo Yeon mengatakan ia akan membiarkan Argus mati karena kalau tidak, argus akan membunuh semakin banyak orang.

"Selamatkan dia. Lakukan tugasmu sebagai dokter. Kalaupun kita harus membunuh seseorang, aku yang akan melakukannya...", ucap Shi Jin.

Bersambung...

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 10 Part 1

Note : All images credit to KBS2

No comments:

Powered by Blogger.