Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 13 Part 1

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 12 Part 2

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 13 Part 1

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 13 Part 1
Credit : KBS2
Kdramastory - Mo Yeon, Ja Ae, Min Ji, Chi Hoon dan Sang Hyun tidak sengaja datang ke rumah sakit bersamaan. Mereka semua tampak gembira, walaupun Ja Ae merasa tempat kerjanya kini terasa begitu jauh dan ia lebih menyukai saat di Urk karena tempat kerjanya sangat dekat dengan kamar tidurnya. Mo Yeon juga merasa ada yang kurang, mereka tidak bisa melihat lagi para tentara yang berjogging di pagi hari.

Saat masuk ke dalam lobby rumah sakit, ternyata Ketua Han sudah menyiapkan sambutan untuk mereka. Sang Hyun mengucapkan terima kasih secara resmi pada Ketua Han. Tapi Ketua Han malah memanggil Chi Hoon. Ia marah karena Chi Hoon sudah berkali-kali disuruh pulang tapi tidak pulang-pulang, membuatnya sakit kepala karena ibu Chi Hoon membuat kekacauan di rumah sakit. Chi Hoon hanya tertawa canggung.

Lalu Ketua Han memberitahukan bahwa semua relawan akan mendapatkan bonus 100 % dan akan menjalani tes kesehatan secara keseluruhan. "Itu semua saran ibunya...", tambah Ketua Han sambil menunjuk pada Chi Hoon, kesal. Lalu ia membubarkan semuanya dan menyuruh mereka semua kembali bekerja.


Seteleh semuanya bubar, Chi Hoon langsung reuni dengan Hee Eun. Mereka sangat bahagia bisa bertemu kembali. Ketua Han mendekati Mo Yeon dan menyerahkan sebuket bunga, tapi dengan sedikit kasar, membuat Mo Yeon kaget. Ketua Han memarahi Mo Yeon yang tidak naik pesawat pertama yang ia kirim ke Urk. "Kau tahu betapa tidak enaknya aku mengirimmu kesana...", marah Ketua Han lagi dan kemudian pergi begitu saja.

Lalu Ji Soo datang dan sangat gembira bisa bertemu dengan sahabatnya kembali. Saat di ruangan, Mo Yeon menceritakan tentang gempa besar yang terjadi di Urk. Ji Soo tidak ingin mendengar tentang gempa, tapi ia ingin mendengar tentang pacar Mo Yeon. Mo Yeon langsung memarahi dokter yang ada di sana, dokter itu juga ikut bertugas di Urk tapi pulang lebih awal daripada Mo Yeon, "Kau yang menyebarkan gosip aku berpacaran di sana ya?", tuduh Mo Yeon.

Dokter itu langsung membela diri, menurutnya sejak ia kembali ke Korea gosip itu sudah menyebar. Mo yeon jadi bertanya-tanya sendiri siapa yang menyebarkan gosip tentangnya. Ji Soo menyuruh Mo Yeon tidak mempedulikan tentang itu, toh itu juga bukan gosip. Ji Soo ingin tahu bagaimana rasanya berpacaran dengan anggota pasukan khusus.

"Bagaimana perasaanmu saat mobilmu tergelantung di tebing? Terjebak di ladang ranjau? Lalu perasaan saat memakai rompi bom, nah, begitulah rasanya...", ucap Mo Yeon. Ji Soo dan dokter yang satu lagi, sama-sama tidak mengerti maksud Mo Yeon. Tapi Mo Yeon tidak mau capek-capek menjelaskan karena ia sendiri tidak menyangka mendapatkan genre seperti itu dalam hidupnya. Mo Yeon tertawa sendiri.

---



Shi Jin dan Mo Yeon saling berbicara di telpon. Shi Jin menanyakan perasaan Mo Yeon setelah kembali berada di Korea. Mo Yeon mengatakan ia masih belum menyangka berada kembali di Korea dan ternyata merindukan Urk. "Di sini tidak ada 'Merpati' dan tidak ada kau juga...".

Shi Jin menanyakan siapa yang dirindukan Mo Yeon¸ 'Merpati' atau Kaptennya 'Merpati'. "Kedamaian di Urk maksudnya...", elak Mo Yeon.

Di ujung sana, Shi Jin tersenyum tipis, tahu kalau Mo Yeon berbohong. Lalu Shi Jin menanyakan tentang rencana Mo Yeon merebut kembali posisinya. "Tidak, aku akan berhenti. Aku bahkan sudah memberikan deposit untuk menyewa sebuah tempat untuk membuat klinikku sendiri...", ucap Mo Yeon.

Mo Yeon menanyakan berapa gaji seorang kapten, karena ia berharap Shi Jin masih bisa memberinya makan kalau-kalau ia bangkrut nantinya. Shi Jin menjauhkan ponselnya, pura-pura sinyalnya tiba-tiba jelek dan mengatakan suara Mo Yeon jadi tidak jelas. "Ya, hubungan kita juga menjadi tidak jelas. Sudahh, nanti kutelepon lagi...", kesal Mo Yeon.

Shi Jin meminta Mo Yeon tidak perlu khawatir karena ia akan mencarikan satu posisi untuk Mo Yeon dalam tim alpha karena Mo Yeon memiliki lebih banyak pengalaman lapangan daripada tentara lainnya. Dengan bercanda, Mo Yeon mengatakan ia menerima tawaran Shi Jin. Ia berjanji tidak akan bangrut karena ia adalah seorang gadis yang pernah melewati ladang ranjau.

---


Mo Yeon menemui Ketua Han. Saat Mo Yeon akan berbicara, Ketua Han menyela, memaksa berbicara lebih dulu. Ketua Han meminta maaf atas kejadian di hotel waktu itu. Ia tidak sadarkan diri dan menganggap bahwa ia bisa melakukan semuanya. Mo Yeon mendengus kesal dan bertanya apakah ia adalah wanita pertama yang memukul Ketua Han?

"Dengar ya, Han Seok Won-ssi...", ucap Mo Yeon dengan nada kesal. Ketua Han kaget karena Mo Yeon hanya memanggil namanya, tanpa jabatannya. "Bukannya aku sudah bilang akan berhenti saat aku kembali ke Korea? Jadi, karena aku sudah berhenti, kau bukan lagi "Ketua" bagiku...", ucap Mo Yeon.

Ketua Han tidak menerima pengunduran diri Mo Yeon. Mo Yeon bersikeras dan meletakkan surat pengunduran dirinya di meja Ketua Han. Ketua Han kesal karena Mo Yeon keras kepala. Mo Yeon tidak peduli dan mengultimatum, memberikan waktu satu minggu hingga Ketua Han menyetujui pengunduran dirinya. Setelah mengatakan itu, Mo Yeon langsung berbalik dan keluar dari ruangan Ketua Han.

Ketua Han kesal sendiri, mengatai Mo Yeon sombong. Dan lebih kesal lagi karena ia menyukai Mo Yeon... :-D

---


Namun rencana Mo Yeon tidak berjalan lancar. Saat ia menemui pihak bank (Yo In Ah jadi tellernya... atau mungkin customer service nya ya...) untuk melanjutkan rencana peminjamannya. Tapi pihak bank menolak aplikasi Mo Yeon karena sekarang Mo Yeon sudah tidak bekerja lagi di rumah sakit ternama. Karena Mo Yeon sudah mengundurkan diri, itu artinya Mo Yeon adalah seorang pengangguran. Dan pihak bank tidak bisa memberikan pinjaman pada pengangguran.</span>

Mo Yeon ingin protes tapi pihak bank tidak mau melanjutkan pembicaraan lagi dengan Mo Yeon dan memanggil customer yang berikutnya... :-D

---


Dae Young sepertinya menginginkan Myeong Ju membuka klinik sendiri dan tidak lagi menjadi dokter tentara. Ia ingin Myeong Ju hidup dengan nyaman. Tapi Myeong Ju tidak mau. Menurutnya, membuka klinik itu akan membuat hidupnya tidak nyaman dan membutuhkan banyak uang. Menjadi dokter tentara itu lebih mudah karena yang perlu ia lakukan hanya memberi diagnosa yang tepat agar luka tidak memburuk.

"Memberikan diagnosa, dan juga bersikap tegas, aku hebat dalam keduanya. Aku senang bisa menjadi dokter dan juga tentara...", ucap Myeong Ju dan menanyakan apakah Dae Young setuju atau tidak dengan pendapatnya. Dae Young setuju dan menggenggam tangan Myeong Ju.

Pada saat yang bersamaan, Shi Jin datang. Dae Young kesal karena Shi Jin selalu muncul di saat yang 'tepat'. Shi Jin tidak peduli, ia datang hanya untuk menyampaikan sesuatu. Shi Jin memberikan sebuah dokumen yang menyebutkan bahwa Myeong Ju boleh kembali ke Korea bersama dengan mereka. Myeong Ju sangat senang, tapi ia mengira itu karena ulah ayahnya lagi.

Shi Jin protes karena Myeong Ju selalu saja menyalahkan Komandan. Ia mengaku pemindahan itu karena jasanya, karena koneksinya dengan Letnan Kolonel Park Byung Soo. Myeong Ju sama sekali tidak percaya.

=== Flashback ===

Dan ternyata, Shi Jin khusus menemui Byung Soo untuk meminta Myeong Ju dipulangkan dengan alasan Myeong Ju baru sakit berat dan masih belum sehat. Ia ingin Myeong Ju dirawat di Korea saja. Awalnya Byung Soo tidak begitu setuju. Tapi saat Shi Jin mengungkit tentang perintah Byung Soo untuk memindahkan Myeong Ju ke rumah sakit AS karena menderita penyakit menular. "Jika dia tahu ini, dia pasti kecewa...", ucap Shi Jin.

Byung Soo sangat kesal karena Shi Jin mengancamnya. Byung Soo terpaksa menyerah dan setuju memulangkan Myeong Ju.

=== Flashback End ===

Shi Jin kembali ke ruangannya dan senyam-senyum sendiri. Senang karena usahanya berhasil.

Lalu tiba-tiba Shi Jin mendapatkan telpon dari Mo Yeon. "Tolong aku...", ucap Mo Yeon dengan nada serius. Wajah Shi Jin langsung pias, mengira Mo Yeon benar-benar dalam bahaya dan bertanya Mo Yeon ada dimana dan apa yang terjadi.

"Mereka tidak menyetujui permohonan kreditku. Aku dengan sok mengundurkan diri dan pergi ke Bank. Bagaimana ini... aku tidak bisa mengambil kredit...", keluh Mo Yeon hampir menangis.

"Tapi apa kau sungguh tidak tahu soal ini? Meskipun mengundurkan diri dengan baik-baik, kredit tak akan bisa diambil. Kenapa kau bisa bertindak ceroboh begini?", ucap Shi Jin. SHi Jin malah menyalahkan Mo Yeon.

Mo Yeon kesal dan menyuruh Shi Jin memperpanjang masa tugasnya dan tidak usah kembali ke Korea dan menemuinya lagi. Mo Yeon langsung menutup telpon.

---


Mo Yeon menelpon Shi Jin di depan teman-temannya. Mereka menyayangkan karena Shi Jin tidak ada di Korea karena kalau tidak, Shi Jin bisa masuk diam-diam ke ruangan Ketua Han dan mengambil surat pengunduran diri Mo Yeon. Sang Hyun malah menggoda Mo Yeon, mengatakan kalau Mo Yeon bisa menjadi profesor atau apa mungkin Mo Yeon masih bisa muncul di televisi.

Min Ji menyuruh Mo Yeon menemui Ketua Han dan meminta maaf. "Bagaimana aku bisa meminta maaf setelah aku bersikap sok tadi?", keluh Mo Yeon dan menjedugkan kepalanya ke meja.

Saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba meja mereka bergetar. Refleks mereka langsung berlindung dibawah meja. Orang-orang merasa aneh melihat mereka. Dan ternyata, tidak jauh dari mereka, ada pekerja yang sedang mengebor jalan hingga membuat di sekitarnya sedikit bergetar. :-P

---


Saat kembali dari kantin, Sang Hyun merasa mereka benar-benar harus mendapatkan terapi psikologi. Ja Ae menyuruh Sang Hyun untuk tidak menyalahkan Urk atas kegilaannya. Sang Hyun menyuruh Ja Ae untuk tidak menertawakannya karena ia serius. Tapi sedetik kemudian, ia malah menggoda Mo Yeon yang tidak akan mendapatkan terapi secara gratis karena Mo Yeon sudah resign. "Kau terus saja menjadi relawan... Kau terlihat cantik saat menjadi relawan...", ucap Sang Hyun.

Mo Yeon mengatakan ia semakin yakin setelah mendengar saran Sang Hyun dan pamit pergi.

---


Mo Yeon kembali menemui Ketua Han. Kali ini dengan membawa sekeranjang bunga untuk menyampaikan permohonan maafnya. Mo Yeon membujuk Ketua Han untuk memberinya kesempatan lagi karena ia sudah menghabiskan waktunya selama 8 tahun bekerja di RS Haesung. Ketua Han tertawa, merasa diatas angin. Ia menebak Mo Yeon tidak bisa mendapatkan kredit karena tidak mempunyai pekerjaan tetap.

Ketua Han meminta Mo Yeon melupakan semuanya dan menyuruh Mo Yeon kembali bekerja di IGD. Mo Yeon sangat kaget mendengarnya, ia berpikir ia bisa kembali ke unit VIP. Ketua Han mengatakan ia tidak bisa mudah memaafkan karena ia memiliki harga diri yang tinggi. Ia menyuruh Mo Yeon kembali ke IGD dan akan menerima shift malam dan harus siap kapan pun untuk operasi.

---


Mo Yeon terpaksa kembali ke IGD. Min Ji dan Ja Ae yang masih di sana, heran melihat Mo Yeon bekerja di unit mereka. Mo Yeon mengatakan bahwa mulai sekarang ia yang bertanggung jawab di IGD. Dan di hari pertamanya di IGD, Mo Yeon disambut dengan dua pasien darurat yang masuk karena kecelakaan. Mo Yeon merasa IGD menyambutnya dengan 'hangat'.

Sementara itu, Chi Hoon dan Hee Eun menemui dokter kandungan. Dari hasil USG terlihat bayi mereka sehat dan perkiraan tanggal lahir tinggal satu minggu lagi. Dokter berpesan, walaupun mereka sudah lama tidak bertemu, mereka tidak boleh melakukannya. Chi Hoon dan Hee Eun meng-iyakan saran dokter dengan ekspresi yang aneh.

---


Saat akan makan di kantin, Mo Yeon bertemu dengan rivalnya yang dulu, Kim Eun Ji. Eun Ji menyindir Mo Yeon yang pergi menjadi relawan dan bisa mendapat pacar seorang tentara di sana. Mo Yeon menyindir Eun Jin berharap Eun Ji tidak salah masuk ruang operasi saat ia tidak sedang berada di Korea. Eun Ji tidak peduli dengan sindiran Mo Yeon.

Eun Ji masih terus membahas tentang Mo Yeon. "Kau ini lucu ya. Skandalmu dengan Ketua masih hangat tapi kau sekarang sudah punya pacar lagi. Apa karena pacarmu itu kau dipecat dari bangsal VIP?". Dengan berusaha sabar, Mo Yeon mengatakan selama ia pergi, ia menyadari sesuatu. "Kita semua bisa bahagi dan kau juga sama... Sekarang kau sudah bahagia jadi tingkatkan kemampuanmu".


Eun Ji sepertinya tidak terima dengan ucapan Mo Yeon dan mengikuti Mo Yeon yang sudah selesai mengambil makanan dan hendak duduk bersama teman-temannya. "Jangan belagak jadi pahlawan. Kau hanya selfie dan memberikan vaksinasi saja di sana. Kau pikir, kau ini Dr. Albert Schweitzer?"", ucap Eun Ji.

Semua teman-teman Mo Yeon langsung berhenti makan dan menatap Eun Ji. Tanpa rasa bersalah, Eun Ji berbalik pergi. Teman-teman Mo Yeon merasa sangat kesal mendengar ucapan Eun Ji. Bahkan Chi Hoon yang biasanya tidak peduli dan baik hati, ingin melempar nampan makannya ke wajah Eun Ji. Mo Yeon sendiri ingin menjambak rambut Eun Ji lagi, begitu juga dengan Ja Ae.

---


Sang Hyun dan Ja Ae berbicara di atap. Sang Hyun menyinggung tentang Eun Ji. Ia merasa Eun Ji sungguh kekanak-kanakan. Tapi menurut Ja Ae itu wajar saja karena hanya itulah yang bisa dilakukan Eun Ji. Seandainya ia dilahirkan kembali, ia juga ingin menjadi seperti Eun Ji, bisa melakukan apa pun seenaknya saja.

"Lalu aku bagaimana? Aku harus terlahir seperti apa?", tanya Sang Hyun.

"Kau akan terlahir menjadi pria yang tidak pernah aku kenal. Hiduplah tanpa mengenalku...", ucap Ja Ae. Lalu Ja Ae memberitahukan Sang Hyun bahwa ia sudah mendepositkan uang bonusnya ke rekening. Ia meminta Sang Hyun menghitungnya kembali. Sang Hyun heran, kenapa Ja Ae masih membayar hutang, bukannya semuanya sudah lunas.

"Bulan depan adalah bulan terakhir. Berkat kau, masalah uang kuliah adikku teratasi...", ucap Ja Ae. Sang Hyun mengomel, kapan adik Ja ae akan lulus kuliah, kapan adik Ja Ae tidak merepotkan Ja Ae lagi dan pergi mencari pekerjaan. "Aku mengatakan ini hanya sebagai orang yang sudah membayarkan...".

Ja Ae menyela ucapan Sang Hyun. Meminta Sang Hyuk tidak khawatir karena ia pasti akan melunasinya. Lalu Ja Ae pergi sambil mengajak Sang Hyun masuk. Sang Hyun mendesah, terlihat sedikit kecewa atas sikap Ja Ae padanya.

---


Sersan Choi masuk ke dalam barak dan melihat semua teman-temannya sedang melakukan perawatan wajah. Ia mengomentari mereka orang-orang yang tidak disiplin. Dae Young membuka sedikit maskernya dan bertanya, "Kau membicarakan aku?". Haha. Ternyata Dae Young salah satu dari mereka.

Sersan Choi langsung bersikap siap dan memberi hormat. Dae Young memberitahukan bahwa ia belum memakai maskernya belum sampai 10 menit. Dan Dae Young kembali memakai maskernya sambil menyuruh Sersan CHoi mengkuti apa yang mereka lakukan karena Sersan Choi sudah 6 bulan belum bertemu dengan istrinya.

Sersan Choi menyanggah, mengatakan wajah seorang suami di siang hari tidak terlalu penting, yang penting di malam hari. Teman-temannya tertawa, bahkan salah seorang dari mereka berharap Sersan Choi akan mendapatkan seorang putri yang mirip dengan istri Sersan Choi. Tentara lain membantah, ia berharap seorang putri yang mirip Sersan Choi.

Sersan Choi kesal dan memrahi mereka. Mereka langsung bersikap siap dan beralasan akan melakukan patroli. Dae Young tiba-tiba bangun, menyuruh mereka tinggal karena ia yang akan berpatroli. Ia juga menempelkan maskernya ke wajah Sersan Choi dan menyuruh Sersan Choi melakukannya selama 5 menit lagi.

--


Dae Young duduk melamun, memikirkan tentang perintah ayah Myeong Ju jika ia ingin bersama Myeong Ju. Myeong Ju tiba-tiba datang. Dae Young bertanya kenapa Myeong Ju sudah jalan-jalan padahal masih belum sembuh benar. "Aku bosan tidur di kamar rawat terus...", ucap Myeong Ju.

Dae Young bangun dan menggendong Myeong Ju, mendudukkan Myeong Ju di tempat ia tadi duduk dan kemudian berdiri di depan Myeong Ju untuk menghalangi sinar matahari sore mengenai Myeong Ju. Bahkan Dae Young melarang Myeong Ju bergerak dan harus diam di dalam bayangannya.

Myeong Ju menyuruh Dae Young minggir, jika orang-orang melihat mereka pasti mengira Dae Young sangat mencintainya. "Aku mencintaimu, Yoon Myeong Ju", ucap Dae Young dengan rat wajah serius dan bahasa informal. Myeong Ju kaget, berpikir Dae Young akan memutuskannya. "Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu dan akan mencintaimu untuk waktu yang lama...", bisik Dae Young.

Myeong Ju masih belum percaya karena cinta Dae Young itu, Dae Young selalu meninggalkannya. Dae Young menggelengkan kepalanya, mengatakan mereka tidak akan putus. Myeong Ju menatap Dae Young, akan menangis. "Minggir. Kau membuatku buta saja...", ucap Myeong Ju. Dae Young tersenyum, begitu juga dengan Myeong Ju.

Mereka bersama-sama ke ladang ranjau dan mengambil papan yang bertuliskan 'Dilarang masuk'. Dae Young menjulurkan tangannya dan mereka berjalan sambil bergandengan tangan.

---


Shi Jin dan anggotanya sudah kembali ke Korea dan melaporkan bahwa mereka sudah selesai bertugas dan siap kembali bergabung dengan Tim Alpha. Komandan yang menerima laporan Shi Jin mengatakan bahwa Komandan sedang bertugas mengunjungi tempat pelatihan Byukho. Ia juga menyampaikan bahwa selama 4 hari 3 malam, mereka akan diliburkan dan mereka boleh meninggalkan asrama secepatnya.</span>

---

Dae Young menatap formulir untuk keluar dari ketentaraan. Dae Young memantapkan hatinya dan menuliskan namanya di sana.


Shi Jin dan Dae Young merayakan hari libur mereka dengan minum sepuasnya di sebuah kedai. Shi Jin yang setengah mabuk, mengeluhkan ponselnya yang rusak karena tidak seorang pun mengangkat telpon darinya. Dae Young mengatakan, orang yang seharusnya tidak mengangkat telpon malah datang ke sana.

Terlihat Sersan Choi duduk di sebelah Dae Young. "Apa kau bertengkar dengan istrimu?", tanya Dae Young. Sersan Choi membenarkan.

---


Mo Yeon datang ke kedai dan heran melihat Shi Jin dan teman-temannya sudah ada di sana. Ia bertenya pada Myeong Ju kapan mereka datang. Myeong Ju malah balik bertanya, kenapa Mo Yeon baru datang. Mo Yeon beralasan shift malamnya baru saja selesai. Mo Yeon mengeluhkan kenapa pertemuan mereka seperti ini, ia bahkan akan membuat pesta penyambutan dan pergi ke salon untuk menyambut mereka.

Myeong Ju hendak pergi dan menyuruh Mo Yeon makan sup kimchi di sana karena rasanya enak. Mo Yeon menanyakan kemana Myeong Ju akan pergi. "Aku harus kembali. Ini bukan jadwal liburanku...".

"Kenapa kau pergi sendirian? Bawa Sersan Seo juga...", protes Mo Yeon. Myeong Ju mengatakan ia tidak bisa membawa Dae Young karena itu adalah pesta liburan mereka. Mo Yeon mendesah tidak percaya, melihat Shi Jin dan Dae Young sudah meracau tidak karuan.

---

Malamnya, makin banyak teman Shi Jin datang dan mereka berpesta gila-gilaan. Sersan CHoi sudah ambruk di ujung meja, tidak sanggup ikut minum lagi. Hingga pagi hari, hanya tinggal Shi Jin dan Dae Young saja di sana. Mereka berusaha keras untuk tidak jatuh tertidur. Shi Jin berusaha berteriak, ingin memesan dua botol soju lagi.


Mo Yeon datang dan membwakan dua botol soju. Tanpa melihat siapa yang datang, SHi Jin mengucapkan terima kasih. Mo Yeon bergabung dan heran melihat Sang Hyun bisa ada di sana juga. Ia lebih heran saat melihat Sang Hyun bukannya minum tapi malah makan kacang almond. "Almond. Aku hanya mau mengisi ulang staminaku... Sungguh berat bertahan dengan orang-orang ini. Kau harus mencobanya...", ucap Sang Hyun sambil memberikan sebutir kacang almond untuk Mo Yeon.

Shi Jin yang masih mabuk, menoleh dan mengenali Mo Yeon sebagai wanita yang datang kemarin. Dae Young menyanggah, ia menduga Mo Yeon adalah wanita yang tinggal di kedai itu. Sang Hyuk mengatakan Mo Yeon adalah pacarnya Shi Jin. "Benarkan? Daebak!...", ucap Shi Jin setengah tidak percaya.

Mo Yeon menghela nafasnya dan meminum satu gelas soju.

---


Ujung-ujungnya, malah Mo Yeon yang lebih mabuk daripada Shi Jin. Shi Jin berhasil mengantarkan Mo Yeon dengan selamat ke rumah Mo Yeon dan di sana, Mo Yeon salah mendengar ucapan SHi Jin. Mo Yeon mengira Shi Jin mau mengajaknya minum bir lagi sambil makan ayam goreng. Ia setuju dan meminta Shi Jin membelinya sambil melompat-lompat di kursi seperti anak kecil.

Tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang jatuh dari arah dapur. Shi Jin langsung waspada dan mengambil kain, menggulungkan kain itu ke tangannya. Mo Yeon masih tidak sadar dengan apa yang terjadi, tapi ia berjalan di belakang Shi Jin.

"Ibu?", ucap Mo Yeon tiba-tiba. "Itu baju ibuku... Tas ibuku... dan ibuku...". Seorang wanita paruh baya keluar dari persembunyiannya di balik meja dapur.

---


"Siapa pria ini?", tanya ibu tegas. Shi Jin berdiri tegap di depan ibu Mo Yeon dan Mo Yeon yang duduk setengah sadar di samping ibunya. Shi Jin sudah sepenuhnya sadar dan memperkenalkan dirinya sebagai pacar Mo Yeon.

Sekarang giliran Mo Yeon yang setengah tidak percaya Shi Jin adalah pacarnya. Ia mengatakan pada ibunya bahwa Shi Jin ganteng. Ibu mengomeli Mo Yeon yang selalu seperti itu saat mabuk. Pada Shi Jin, ibu mengatakan kalau Mo Yeon sebenarnya anak yang baik, hanya saja Mo Yeon sering gila di saat sedang mabuk.

Shi Jin mengerti dan merasa tingkah Mo Yeon itu imut. Ibu bersyukur karena Shi Jin mau mengerti. Lalu ibu bertanya apa pekerjaan Shi Jin. "Dia adalah Kapten tentara. Dia memilliki banyak rahasia. Semuanya harus dirahasiakan sesuai dengan perintah...", bisik Mo Yeon pada ibunya.

Mo Yeon merasa merinding sendiri mengingat hal itu. "Gaji tetap tiap bulan, tapi jarang pulang. Bagus juga...", ucap ibu lagi. Mo Yeon protes karena ibunya bicara terlalu jujur. "Yang aku maksud itu kau...", ucap ibu pada Mo Yeon.

Pada Shi Jin, ibu mengatakan kalau Mo Yeon memang lebih sering di rumah saki dan tetap mendapatkan gaji. Tiba-tiba ibu heran melihat Shi Jin hanya berdiri saja seperti orang sedang dihukum. "Apa kau membuat kesalahan yang patut dihukum?", tanya ibu heran. Haha.

Shi Jin cepat-cepat mengatakan tidak dan tidak bisa menjelaskan. Ibu mengomentari Shi Jin yang masih polos. Lalu ibu mengatakan kalau Mo Yeonnya selalu belajar dan tidak pernah berpacaran. Mo Yeon cepat-cepat mengehntikan ibunya, ia khawatir ibunya akan mengatakan yang akan merugikannya. "Dia tahu tentang Yoon Gi oppa dan Ketua..."

Shi Jin merasa tidak enak dan pamit pulang, merasa Mo Yeon sepertinya harus tidur. Ibu mempersilahkan Shi Jin tinggal karena ia bukan ibu yang kuno seperti ibu yang lainnya. "Tidak. Aku yang kuno. Aku yang akan pulang", tegas Shi Jin. Sebelum pulang Shi Jin berjanji lain kali akan menyapa ibu Mo Yeon dengan lebih pantas lagi.

Bersambung...

[Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 13 Part 2]

Note : All images credit : KBS2

No comments:

Powered by Blogger.