Sinopsis Last Episode 8 Part 1

[Sinopsis Last Episode 7]

Sinopsis Last Episode 8 Part 1

Sinopsis Last Episode 8 Part 1
Credit : jTBC

Kdramastory - Na Ra mencari Jong Goo yang menghilang dari kamar rawat dan menemukannya di atap klinik. Na Ra pura-pura kesal dan mengatakan akan mengadukan pada supervisornya, tapi Jong Goo hanya tersenyum saja. Na Ra menebak sepertinya Jong Goo menunggu wanita itu. Jong Goo berkata jika Na Ra punya waktu untuk mengurusi hal itu, sebaiknya Na Ra pergi piknik saja. Na Ra mengatakan sebaiknya Jong Goo menelpon wanita itu jika memang Jong Goo merasa putus asa, mungkin saja ia belum tau kalau Jong Goo terluka.

Jong Goo hanya menghela nafasnya, tidak mengatakan apa pun. Lalu Na Ra berkata sepertinya Jong Goo sudah lama bertemu dengan wanita itu. Jong Goo berkata memang sudah cukup lama. "Bagaimana paman bertemu dengannya?", tanya Na Ra lagi.


=== Flashback ===
Presiden Park memberikan tugas pada Jong Goo untuk mengantarkan para gadis dan mengawasi mereka supaya tidak melarikan diri. Jong Goo membalikkan badannya ke belakang, melihat beberapa orang gadis yang menundukkan wajah mereka karena ketakutan, dan Mi Joo, yang saat itu duduk sendirian di paling ujung. Berbeda dengan gadis yang lain, Mi Joo terlihat lebih tenang dan bahkan terkesan tidak peduli.

Presiden Park mengatakan sebenarnya tugas itu biasanya dilakukan oleh Heung Sam, tapi sekarang Jong Goo yang harus melakukannya - terlihat Heung Sam ada juga di sana. Ia bisa saja membelikan sebuah mobil dengan uang yang dipinjam oleh Jong Goo untuk membeli obat terlarang, tapi karena Jong Goo tidak punya uang maka Jong Goo harus membayar dengan badannya.

Jong Goo berdiri, mendekati gadis-gadis itu dan memperhatikan mereka itu satu persatu, ia berhenti di depan Mi Joo, Heung Sam ikut maju, seperti menghalangi Jong Goo. Jong Goo bertanya berapa umur Mi Joo. "Yang pasti lebih muda darimu, ahjussi", jawab Mi Jo cuek.

"Jangan membuat masalah, jika kau membuat masalah, maka Eun Ji akan menjadi yatim piatu", Heung Sam memperingatkan Jong Goo.


Suatu malam Mi Joo membuat masalah dengan seorang tamu pria. Ia menjambak rambut pria itu dan hampir memukulkan sebuah botol minuman keras ke kepala pria itu kalau saja Jong Goo tidak datang dan mencegah Mi Jo. Mi Joo mengatakan bahwa pria itu akan berbuat tidak senonoh terhadapnya dan kembali mengayunkan lagi botol minuman itu ke kepala pria itu. Jong Goo menangkap tangan Mi Joo dan Mi Joo berontak, berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Jong Goo. Tidak sengaja, ketika tangan Mi Joo terlepas, ujung botol yang tajam malah menggores tangan Jong Goo sampai berdarah. Jong Goo menarik Mi Joo keluar dari ruangan itu.

Jong Goo menunggu Mi Joo yang kembali dari apotik untuk membeli obat. Mi Joo akan mengoleskan obat pada luka yang ada di telapak tangan Jong Goo, Jong Goo menolak tapi Mi Joo memaksanya. Sambil mengoleskan obat, Mi Joo bertanya kenapa Jong Goo tidak seperti orang lain, menanyakan padanya kenapa menjalani hidup dengan cara seperti itu. Jong Goo berkata ia bukan orang yang baik, hidupnya juga kacau jadi ia tidak berhak menghakimi orang lain atas apa yang mereka lakukan.

Mi Joo memanggil Jong Goo yang mulai memejamkan matanya. Ia bertanya apakah Jong Goo ingin melarikan diri bersamanya. Jong Goo terkejut, membuka matanya kembali dan menoleh pada Mi Joo. Mi Joo berkata ia bisa melihat bahwa Jong Goo sudah muak dengan hidupnya yang sekarang, tidak selamanya Jong Goo bisa hidup bergantung pada obat-obatan terlarang.

Tapi Jong Goo berkata ia itu seharusnya orang yang bertugas mengawal Mi Joo supaya tidak melarikan diri... Tapi menurut Mi Joo, Jong Goo sendiri yang peduli pada gadis-gadis, ia yang mengkhawatirkan mereka, apakah mereka sudah makan ataukah mereka sakit.

"Tidak ada gunanya melarikan diri, bayar saja hutangmu padanya. Dia pasti akan melepaskanmu", ucap Jong Goo. Tapi Mi Joo tidak yakin, bagaimana jika hutang itu tidak pernah sanggup ia bayar, lalu apa yang akan Jong Goo lakukan? tanya Mi Joo.

Jong Goo terdiam.

=== Flashback End ===


Heung Sam menceritakan pada Tae Ho tentang Jong Goo yang pernah diajak melarikan diri oleh Mi Joo beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu Jong Goo datang menemui Mi Joo di stasiun tapi ia menolak untuk pergi karena tidak mau hidup dalam ketakutan sepanjang hidupnya. Heung Sam ingin tau seandainya saja saat itu Jong Goo memilih untuk melarikan diri, apakah hidupnya akan berubah. Tapi Heung Sam yakin tidak, seorang petinju yang keluar dari ring pasti tidak akan akan ada tempat untuk pergi kecuali kembali ke ring tinju. Walaupun Jong Goo pergi ke tempat lain, ia pasti akan menghadapi situasi yang sama.

"Itukah sebabnya kau memberikan obat-obatan terlarang untuknya? Membuatnya tidak berdaya?", tanya Tae Ho. Tapi Heung Sam mengatakan bahwa Jong Goo itu adalah idolanya.

=== Flashback ===

Heung Sam remaja berdiri di depan sebuah toko yang menjual televisi. Saat itu sedang ditayangkan wawancara Jong Goo sebagai juara baru, mereka meminta Jong Goo mengatakan sepatah dua patah kata. Jong Goo mengatakan bahwa orang-orang sering meremehkan dirinya karena ia masih muda atau mengabaikannya karena ia tidak bersekolah. Ia tidak bisa melakukan apa pun karena ia tidak memiliki uang maupun kehormatan, oleh sebab itulah mengapa ia harus menjadi juara. "Aku ingin menjadi yang terbaik supaya orang tidak mengabaikanku lagi! Yeah!!!", teriak Jong Goo sambil mengepalkan kedua tangannya.

Heung Sam juga ikut mengepalkan kedua tangannya.


Kemudian Heung Sam dewasa dihajar oleh Presiden Park karena membiarkan Mi Joo melarikan diri dan malah menyuruh Jong Goo mengejar Mi Joo, ia khawatir kalau mereka berdua melarikan diri, siapa yang akan membayar hutang mereka padanya. "Jika mereka berdua melarikan diri, hutang mereka akan menjadi hutangmu, brengsek!", teriak Presiden Park marah.

Heung Sam terhuyung, berusaha berdiri dan berkata Jong Goo pasti akan membawa Mi Joo kembali. Tapi emosi si bos tidak menurun, ia bahkan mencengkeram kerah jaket Heung Sam dan mengata-ngatai Heung Sam sambil menampar-nampar wajah Heung Sam, bangsat yatim piatu yang tidak tau berterima kasih, ia sudah membesarkan Heung Sam tapi Heung Sam tidak bisa mengerjakan pekerjaannya dengan benar. Heung Sam merasa sakit hati dan diam-diam melirik cutter yang tergeletak di atas lantai di dekatnya.

Untungnya Jong Goo kembali bersama Mi Joo.


Malam harinya, Heung Sam dan Jong Goo duduk di jalanan gang, Heung Sam mengatai si bos yang selalu melampiaskan kemarahannya pada orang lain. "Mi Joo adalah tanggung jawabmu dan kau adalah tanggung jawabku, jadi...", ucap Heung Sam.

Jong Goo bertanya apa yang dilakukan Heung Sam seandainya saja mereka tidak kembali. Heung Sam hanya tertawa dan kemudian memberikan sebuah bungkusan pada Jong Goo dan berkata itu adalah yang terakhir, ia mencurinya ketika tidak ada orang di kantor. Jong Goo membuka bungkusan plastik itu dan melihat ada beberapa jarum suntik di dalamnya. "Ini bukan hutang tapi gratis? Apa kau berencana akan mati atau apa?", tanya Jong Goo.

Heung Sam juga merasa ia sudah tidak sanggup lagi hidup seperti itu, ia berencana untuk menjadi yang terbaik supaya tidak ada orang yang mengabaikannya lagi. Heung Sam berjanji jika semuanya berjalan lancar, paling tidak ia akan membayarkan uang sewa rumah Jong Goo dan kalaupun tidak berjalan lancar, ia menyuruh Jong Goo menjaga dirinya sendiri karena saat ini Presiden Park benar-benar sedang mengawasi Jong Goo.

Heung Sam akan pergi namun Jong Goo memanggilnya. Jong Goo berkata tidak ada hebatnya berada di atas karena suatu saat Heung Sam pasti akan jatuh kembali ke bawah. "Siapa? Kenapa? Tidak!", bantah Heung Sam, tidak percaya. Heung Sam berkata ia tidak akan terjatuh kembali ke bawah, karena ia bukan orang seperti Jong Goo. Jong Goo hanya diam melihat Heung Sam yang pergi dengan penuh semangat.


Heung Sam masuk ke kantor dengan membawa pisau yang ia sembunyikan dibalik jaketnya. Ia naik ke atas dan melihat Mi Joo memeluk Eun Ji, Mi Joo menenangkan Eun Ji dan berkata semuanya itu bohong dan ia harus mempercayai ayahnya. Si bos, Presiden Park bertanya pada anak buahnya apakah ia sudah menyuruh Jong Goo membawa uang miliknya jika ia masih ingin melihat Eun Ji. Anak buahnya mengatakan sudah.

Heung Sam yang tadinya hanya melihat saja, berteriak, mengatakan bahwa Eun Ji cuma anak kecil. Tapi Presiden Park tersenyum sinis, "Itu karena dia terlahir dari ayang yang buruk. Oh... kau pasti merasa tidak familiar dengan situasi seperti ini karena kau cuma anak yatim piatu!", ucapnya. Presiden Park beralih pada anak buahnya kembali, ia berpesan jika nanti Jong Goo mengatakan akan membayar hutangnya nanti, mereka boleh mematahkan satu kaki Jong Goo dan menyerahkan Eun Ji pada Madame Pig di Chyungryang.

Heung Sam menendang pemanas ruangan yang ada di depannya dan mengeluarkan pisau dari balik jaketnya. Pemanas itu langsung membakar benda-benda yang ada di dekatnya. "Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak takut mati?", teriak Presiden Park ketakutan. Heung Sam mengayun-ayunkan pisaunya ke segala arah, "Bangsat yatim piatu sepertiku tidak tau apa-apa tentang ini?".

Lalu Heung Sam menyuruh Mi Joo dan Eun Ji untuk keluar dari sana sambil berjaga. Sayangnya, perhatian Heung Sam teralihkan karena anak buah Presiden Park berhasil mencegah Mi Joo dan Eun Ji dan mendorong mereka sampai terduduk kembali di kursi. Salah seorang anak buah Presiden Park yang lain berhasil menendang Heung Sam di punggungnya sampai terpental dan menabrak meja, pisau yang dipegang Heung Sam terjatuh. Heung Sam berhasil melakukan perlawanan dan melukai beberapa orang anak buah Presiden Park, namua anak buah Presiden Park lebih banyak, sementara ia hanya sendirian.


Jong Goo tiba di kantor ketika api sudah membesar dan asap memenuhi semua ruangan di lantai bawah. Jong Goo berteriak memanggil Eun Ji sambil mencari-cari keberadaan Eun Ji di antara kobaran api. Eun Ji ada di sudut ruangan bersama dengan Mi Joo. Ketika Jong Goo akan mendekat, sebuah balok kayu terjatuh, Mi Joo melindungi Eun Ji dari balok kayu itu. Api membakar punggung Mi Joo.

Jong Goo berlari mendekat dan memukul-mukul api yang membakar jaket Mi Joo. Jong Goo menggendong Eun Ji dan menyuruh Mi Joo menunggu sebentar dan kemudian berlari keluar dari kantor. Mi Joo sempat sadar sebentar dan melihat Heung Sam tergeletak di lantai tidak jauh darinya sebelum pingsan. Melihat Mi Joo pingsan, Heung Sam berusaha untuk bangun.

Sementara itu Jong Goo sudah keluar dari gedung dan membawa Eun Ji ke tempat yang agak jauh dari gedung dan menyuruh Eun Ji menunggu sebentar. Dan ketika Jong Goo akan berbalik untuk masuk kembali ke gedung itu, terdengar ledakan dari lantai atas, tempat kantor Presiden Park berada. Jong Goo sangat terkejut dan terdiam, tidak lama kemudian Heung Sam keluar sambil menggendong Mi Joo di punggungnya. Heung Sam sempat berhenti dan menatap Jong Goo sebelum pergi dari sana.


Lalu mereka berempat duduk di sebuah gang, menunggu Mi Joo sadar. Eun Ji melihat Mi Joo mulai sadar dan bertanya bagaimana keadaan Mi Joo. Jong Goo yang duduk di sebelah Mi Joo langsung mendekat dan meminta maaf pada Mi Joo.

Heung Sam mengelap darah dari mulutnya dan akan pergi tapi Jong Goo memanggilnya. Heung Sam berkata mereka harus pergi dari lingkungan itu, apalagi ia bertanggungjawab atas dua pembunuhan dan pembakaran yang disengaja.

"Aku akan bertanggung jawab atas pembakaran", sahut Jong Goo.

"Baiklah. Tentu saja", sahut Heung Sam lagi dan kemudian pergi. Mi Joo melihat Heung Sam berdiri dan pergi. Ia berpaling pada Jong Goo dan tersenyum tipis, lalu kemudian pergi mengikuti Heung Sam.


Mi Joo berdiri di samping Heung Sam yang duduk di pinggir jalanan. Heung Sam bertanya kenapa Mi Joo terus mengikutinya dan ia menyuruh Mi Joo untuk pergi dan pulang ke rumah.

"Aku tidak punya rumah", ucap Mi Joo.

Heung Sam berkata jika Mi Joo mengikutinya maka Mi Joo akan menyesal suatu saat nanti.

"Aku tau", sahut Mi Joo lagi.

=== Flashback End ===


Heung Sam sudah kembali ke kamar hotelnya dan mulai bekerja. Mi Joo datang membawakan obat dan mengingatkan Heung Sam untuk tidak bekerja terlalu keras karena bekum begitu sembuh.

Heung Sam berkata jika berita Presiden Jung melarikan diri tersebar, maka orang-orang akan berkumpul untuk mengambil alih semua bisnis milik Presiden Jung, pengusaha dan pemilik bar harus mengamankan tempat yang paling mendatangkan keuntungan. Jika memang begitu, Mi Joo berkesimpulan orang-orang itu hanya akan merampok tempat yang kosong. Lalu Mi Joo menyuruh Heung Sam untuk tidak mengkhawatirkan Senator Kim, karena Senator Kim sudah menerima uang dari Mantis dan sudah juga mendapatkan dirinya.

Mi Joo akan pergi namun tiba-tiba Heung Sam bertanya apakah Mi Joo sudah mengunjungi Jong Goo. Tapi dengan dingin Mi Joo berkata ia sedang berusaha menepati janjinya jadi ia minta Heung Sam juga menepati janjinya. "Kau benar-benar tau Eun Ji dimana, 'kan?"

"Jangan khawatir. Jika kau tidak bimbang, Mr. Ryu akan bisa menemukan Eun Ji', ucap Heung Sam. Heung Sam memang memanggil Jong Goo dengan Mr. Ryu. Karena Mi Joo hanya diam saja, Heung Sam bertanya apakah Mi Joo tidak percaya padanya. Mi Joo tidak sempat menjawab karena Heung Sam mendapatkan telpon dari seseorang. Ia mendengus senang dan berkata, "Bandara?".


Presiden Jung berjalan sendirian di area parkiran, tidak ada seorang pun yang mengawalnya dan bertemu dengan Mantis. Presiden Jung ketakutan dan berbalik, berlari dan dengan bodohnya bersembunyi di balik mobil yang tidak jauh dari Mantis. Presiden Jung memohon pada Mantis untuk tidak melakukan itu padanya, ia bahkan menawarkan semua uang dolar amerika yang ada di tasnya untuk Mantis asalkan Mantis membiarkannya pergi. Mantis diam saja dan menatap Presiden Jung. Presiden Jung pasrah, tidak bisa lagi menghindar, sambil menangis ia mengajak Mantis melakukan 'itu'. :-))


Tae Ho bersembunyi di balik dinding dan memperhatikan Na Ra yang keluar dari klinik sambil memapah seorang nenek.


Jong Goo keluar dari busnya dan agak terkejut melihat Tae Ho ada di sana. Tae Ho bertanya apakah Jong Goo sudah keluar dari klinik dan Jong Goo berbasa-basi, mengatakan bahwa tidak bisa meninggalkan rumahnya terlalu lama dan rindu pada rumahnya. Lalu Tae Ho memberikan sebuah amplop titipan Chairman Kwak untuk Jong Goo. "Aku pikir ini seperti pembayaran atas kesusahan atau semacam itu. Dia berkata mungkin kau tidak akan menerimanya, tapi...".

"Memangnya kau pernah bertemu orang yang membenci uang?", Jong Goo langsung mengambil amplop itu dari tangan Tae Ho dan dari nada bicaranya, Jong Goo terdengar masih marah pada Tae Ho. Jong Goo melihat isi amplop dan memuji Tae Ho yang sudah sukses, bahkan sekarang Tae Ho diberitugas untuk mengantarkan uang oleh Heung Sam. "Jadi sekarang kau hanya perlu mengambil uang 10 milyar darinya, hah?", tanya Jong Goo sinis.

"Hyungnim...", ucap Tae Ho. Jong Goo meminta Tae Ho untuk mengatakan pada Heung Sam bahwa ia berterima kasih atas kebaikan Heung Sam yang tak terbatas dan kemudian akan masuk ke dalam bus. Namun langkahnya terhenti karena Tae Ho mengatakan ia mendengar sesuatu tentang putri Jong Goo. Tae Ho menduga sepertinya Jong Goo harus masuk penjara menggantikan Heung Sam, Eun Ji dikirim ke rumah saudaranya dan hal itulah yang terakhir Jong Goo ketahui tentang putrinya itu.

Tae Ho berkata sejak ia datang ke Stasiun Seoul, ia mendapat banyak bantuan dari Jong Goo. Ia tidak bisa membayar semua itu karena tidak memiliki uang tapi ia ingin membantu sebanyak-banyaknya untuk menemukan kembali putri Jong Goo. Tae Ho memohon agar Jong Goo mengizinkan ia membantu Jong Goo. Tapi Jong Goo terlihat tidak suka. Ia tidak mau Tae Ho mencari putri orang lain dan ia menyuruh Tae Ho untuk menemukan hidupnya terlebih dahulu. Tae Ho tidak bisa mengatakan apa pun lagi, ia hanya melihat Jong Goo yang masuk ke dalam busnya.

Ketika akan pergi dari bengkel, Tae Ho mendapatkan telpon dari seseorang.

Tae Ho pergi ke pabriknya Poison Snake dan berpapasan dengan Poison Snake yang baru keluar dari ruang 'bedahnya'. "Jadi kau memang benar masih hidup, brengsek?', sapa Poison Snake, kesal.


Tae Ho tidak menanggapi, ia menanyakan dimana Presiden Jung. "Dia sedang keluar dari ruangan", jawab Poison Snake sambil menoleh ke arah anak buahnya yang baru saja keluar dari ruang 'bedah' dengan membawa sebuah kotak besar di tangannya. Poison Snake mengatakan Presiden Jung berusaha melarikan diri ke luar negeri tapi Mantis berhasil menangkapnya. "Dia memprovokasi bos dan tidak tau kalau hidupnya akan berakhir seperti ini. Orang tua yang malang", ucap Poison Snake sambil mengelu-elus kotak putih itu. Sebelum pergi, Poison Snake juga berkata cepat atau lambat Tae Ho akan menjadi isi dari kotak-kotak itu dan ia benar-benar menantinya.


Setelah Poison Snake pergi, Tae Ho masuk ke dalam ruang 'bedah' dan bertemu Mantis di sana. Di depan Mantis, jasad Presiden Jung sudah ditutupi dengan kain. Wajah Tae Ho sulit ditebak, mungkin ia benar-benar tidak menyangka Presiden Jung akan berakhir seperti itu. Mantis berkata Chiarman Kwan berpesan padanya agar memberikan kesempatan pada Tae Ho untuk mengucapkan selamat tinggal pada Presiden Jung, tapi semua ini terjadi karena kesalahannya.

Mantis berkata setelah tau bahwa Tae Ho masih hidup, Presiden Jung meninggalkan sesuatu untuk Tae Ho. Mantis mengambil dua kartu dari balik jasnya dan berkata, "King atau Joker? Dia bilang kau akan tau apa artinya itu".

Tae Ho mengambil kartu yang sebelah kiri dan membaliknya, kartu King. Tae Ho tertawa melihat kartu itu. (Dulu Presiden Jung memang menyuruh Tae Ho memilih, jika king maka ia akan membiarkan Tae Ho hidup dan jika joker, ia akan membunuh Tae Ho).


Heung Sam menemui Chairman Wang. Chairman Wang memastikan apakah Heung Sam mengirim Presiden Jung dengan tenang. Heung Sam meminta maaf, seharusnya ia meminta izin terlebih dahulu pada Chairman Wang. Chairman Wang berkata seseorang akan menuai apa yang ia taburkan, seseorang yang berkeliaran dan sembarangan membunuh orang lain pasti akan menemui takdir yang sama untuk dirinya sendiri. Ia menyuruh Heung Sam untuk mengingat nasehatnya itu.

Lalu Chairman Wang melihat Heung Sam baik-baik saja padahal ia mendengar kaki Heung Sam terluka. Heung Sam berkata ia sudah lebih baik. Sebelum pergi, Chairman Wang berpesan agar Heung Sam tidak memakan semua bisnis milik Presiden Jung, karena jika Heung Sam terlalu serakah, itu akan membahayakan Heung Sam sendiri.

Heung Sam berkata ia membiarkan sebagian bisnis Presiden Jung untuk anak buah Presiden Jung dan membagikan kepemilikan bar untuk mereka. Chairman Wang memuji itu adalah keputusan yang baik. Lalu ia bertanya tentang proyek Yoon Il Joong, ia dengar proyek itu sangat besar. "Apa kau benar-benar bisa menanganinya?".

Heung Sam berkata ia sudah selesai membicarakannya dengan Senator Kim , saat ini Senator Moon berada di pihak yang netral, jadi tidak akan terlibat dalam proyek itu dan Direktur Choi dari Han Joong Groups akan segera dipaksa keluar.

"Kau bilang kau akan melawan jika tidak mendapatkan bagian, tapi pada akhirnya kau mendapatkan semuanya, kan?". Heung Sam akan mengatakan sesuatu tapi Chairman Wang memotongnya, ia menyuruh Heung Sam tidak mencari muka. Ia hanya meminta Heung Sam untuk mengingat bahwa Heung Sam sudah menggali sendiri kuburannya sendiri. Heung Sam terkejut mendengar ucapan Chairman Wang.

Sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya, Chairman Wang berkata bahwa semakin banyak yang Heung Sam dapatkan, maka akan semakin banyak yang akan hilang dari Heung Sam. Mendengar ucapan Chairman Wang, wajah Heung Sam terlihat marah.


Jong Goo datang ke klub, dari luar ia mendengar Crocodile bernyanyi diiringi tepuk tangan orang-orang yang mendengarkannya, kecuali Tae Ho dan Madam Seo. Heung Sam langsung menyapa Jong Goo dengan ramah, mengatakan bahwa mereka sudah lama menunggu Jong Goo datang dan menyuruh Jong Goo duduk di kursi di sebelah Tae Ho. Heung Sam menyuruh semua orang mengisi gelas mereka dan kemudian berdiri, dan mulai berorasi.

Ia berkata ketika pertama kali ia datang ke Stasiun Seoul, yang ia lakukan sepanjang hari hanyalah memandang langit, karena ia hanyalah seseorang yang tidak memiliki tujuan di stasiun kereta, tempat dimana semua orang bisa pergi kemana pun asalkan mereka memiliki tiket. Ia merasa alasan mereka semua berada di Stasiun Seoul mungkin berbeda-beda, tapi ia yakin mereka pernah merasakan hal yang sama dengan dirinya.

Mi Joo memandang Jong Goo yang hanya menundukkan kepalanya, mendengar Heung Sam berbicara.

Lalu Heung Sam mengatakan, mulai saat itulah ia bertekad untuk tidak bersembunyi ataupun berlari dan memulai hidupnya di sana, dan mulai saat itu juga ia merasa hidupnya seperti berperang setiap harinya. Menurutnya, Presiden Jung bukan lawan yang mudah, membutuhkan usaha yang besar untuk mengalahkannya. "Kalian semua adalah rekanku!", teriak Heung Sam sambil mengangkat gelasnya.

"Terima kasih", jawab anak buahnya dan mereka juga meminum minuman mereka bersama Heung Sam.

Lalu Heung Sam kembali duduk, ia mengatakan kali ini orang yang sangat berperan adalah Tae Ho dan Mr. Ryu. Khususnya Tae Ho, sebagai anggota termuda dan akan melakukan banyak tugas untuknya secara pribadi. "Jadi pastikan kalian semua bersikap baik padanya", ucap Heung Sam pada anak buahnya.


Crocodile dan Poison Snake kurang senang, karena Tae Ho mendapatkan perlakukan khusus dan mengabaikan senioritas. Tae Ho memang membantu Heung Sam di hotel, tapi mereka juga...

Ucapan Poison Snake terpotong karena Heung Sam membanting gelasnya ke meja. "Aku yang menciptakan peraturan senioritas. Kalian yang tidak setuju, silahkan tinggalkan Stasiun Seoul", ucap Heung Sam. Poison Snake melirik marah pada Tae Ho.


Na Ra pulang dan mendapati Hae Jin, Young Chil, Chairman Jo, dan Mandor Oh sedang minum di kedai neneknya. Na Ra sangat terkejut sekaligus gembira melihat mereka, ia menduga sepertinya mereka baru pulang dari berlibur...

Young Chil akan mengataan sesuatu tapi Hae Jin mencegahnya dan mengalihkan pembicaraan. Kemudian Na Ra menyapa Chairman Jo, menanyakan keadaannya, ia sangat khawatir ketika Chairman Jo menghilang begitu saja. Chairman Jo berbicara tidak jelas tentang pria lulusan Harvard yang akan datang ke sana dan bertanya apakah Na Ra mau bertemu dengan pria itu. Nenek yang mendengarnya membantah, untuk Na Ra, pria mana pun boleh. Na Ra memarahi neneknya, tapi nenek tidak peduli, ia menyuruh Na Ra untuk segera mengosongkan kamarnya karena ia ingin mendapatkan uang sewa lebih banyak.

Hae Jin berkata mereka akan kembali tinggal di sana. "Kalian berempat?", tanya Na Ra. Mandor Oh tertawa dan berkata, "Mohon bantuannya mulai sekarang". Nenek mengeluh karena orang yang baik terlalu cepat meninggal dan sekarang ia mendapatkan anak beruang yang berusaha menarik perhatian cucunya... Mandor Oh terkejut, nenek mengatainya seperti anak beruang (Mandor Oh memang agak gendut trus banyak jenggot di wajahnya...) :-))

"Bukan... kau seperti teddy bear", ucap nenek, dan Mandor Oh pun tertawa.

Lalu tiba-tiba Chairman Jo bertanya dimana Direktur Jang. "Bukankah ia berjanji akan membayar...". Hae Jin cepat-cepat memotong ucapan Chairman Jo. Dengan tergagap dan tidak jelas, Hae Jin mengatakan tentang dia akan meminta maaf secara langsung...


Na Ra tidak mengerti dan bertanya apa maksud Hae Jin. Kenapa mereka membicarakan Tae Ho.

Dengan polosnya, Chairman Jo berkata ada seorang direktur di perusahaannya yang bernama Jang Tae Ho, ia adalah orang yang cerdas dan cekatan, sudah lama ia sangat ingin makan di kedai itu tapi Chairman Jo tidak tau kenapa orang itu sangat terlambat... Hae Jin, Young Chil dan Mandor Oh terlihat gelisah, rahasia mereka dibongkar oleh Chairman Jo...

Bersambung...

[Sinopsis Last Episode 8 Part 2]

No comments:

Powered by Blogger.