Sinopsis Last Episode 16 Part 2 [End]

Sinopsis Last Episode 16 Part 1

Sinopsis Last Episode 16 Part 2 [End]

Sinopsis Last Episode 16 Part 2 [End]

Kdramastory - "Aku akan langsung ke pabrik", ucap Mantis. Heung Sam memerintahkan Mantis melakukannya sendiri, tidak memberikan pada Poison Snake. Mantis meng-iyakan dan memanggul Tae Ho di bahunya dan pergi.

Setelah Mantis pergi, Mi Joo menatap tajam pada Heung Sam. "Apa? Kau ingin mengatakan tentang hati nurani atau apalah?", tanya Heung Sam dengan kesal. Mi Joo tidak mengatakan apa pun, lalu sesaat kemudian ia berkata ia sudah melakukan yang diperintahkan oleh Heung Sam dan sudah saatnya ia pergi.


Ketika Mi Joo akan pergi, Heung Sam memanggil Mi Joo dan mengatakan sekarang semuanya sudah berakhir, baginya yang tertinggal hanyalah Mi Joo. Mi Joo berbalik dan berkata dengan wajah yang dingin, "Sepertinya begitu. Memang benar begitu". Heung Sam pun tersenyum tipis.

Mantis berhenti di persimpangan jalan karena lampu lalu lintas. Sebuah mobil minivan berhenti di sampingnya. Hae Jin membuka jendelanya, memanggil Mantis. Hae Jin tertawa mengejek dan memperlihatkan luka di lengannya. Mantis terkecoh dan membuka jendela mobil. Hae Jin dan Mandor Oh tertawa-tawa mengejek sambil menunjuk-nunjuk ke arah Mantis. Mantis tidak sadar, Tae Ho sudah sadar dari pingsannya dan diam-diam mendekati Mantis.


Tiba-tiba Tae Ho menahan leher Mantis sekuat-kuatnya, sampai Mantis susah bernafas. Hae Jin cepat-cepat keluar dari mobil dan membuka pintu mobil Mantis. Mantis berusaha melepaskan diri dengan mengambil pisaunya, akan menikam lengan Tae Ho. Untung saja, Hae Jin bisa mencegahnya. "Madam melakukan hal yang bodoh", ucapnya.

Hae Jin menyuruh Mantis tenang, kalau tidak Mantis akan terluka karena tidak seperti Mantis, ia tidak ahli dalam menggunakan pisau. "Kau seharusnya tidak mengkhianati Chairman, Tae Ho", ucap Mantis lagi. Tae Ho tertawa kecil, menurutnya Kwak Heung Sam sendiri yang terjebak dalam keserakahannya. Mantis berjanji, Tae Ho akan mati ditangannya. Tae Ho kembali tertawa, mati di tangan Mantis bukanlah rencananya. Dengan kesal, Hae Jin menyuruh Mantis tutup mulut dan kemudian meninju Mantis sampai pingsan.


Heung Sam mendengarkan lagu kesukaannya dan menatap foto keluarganya, ada ayah, ibu, ia dan Heung Soo. Tiba-tiba Heung Soo menelponnya (karena identitas aslinya sudah ketahuan, kita panggil Se Hoon dengan Heung Soo aja ya...). Heung Sam tertawa kecil melihat Heung Soo menelponnya. Begitu Heung Sam mengangkat telponnya, Heung Soo langsung bertanya dimana Tae Ho. Heung Sam mengatakan ia sudah membawa Tae Ho ke pabrik dan rencananya sudah terselesaikan dengan baik.


"Apa yang kau katakan? Semuanya berantakan!", teriak Heung Soo. Heung Sam terkejut. Heung Soo menyuruh Heung Sam mengecek rekeningnya. Heung Sam langsung berlari ke arah meja kerjanya dan membuka laptopnya, mencoba membuka rekening, tapi tidak bisa, password yang ia masukkan tidak cocok. Heung Sam mencoba beberapa rekening yang lain tapi tetap saja tidak berhasil. Semua pasword sudah diubah. (Kereeeen Tae Ho...)

Heung Sam menghela nafas, terlihat panik dan kembali berbicara dengan Heung Soo, bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Heung Soo mengatakan Tae Ho yang mengungkapkan semuanya termasuk identitas aslinya, Jung Min sudah mengetahui semuanya sekarang. Heung Sam terdiam, anak buah Chairman Wang sudah datang untuk menagih hutang Chairman Wang. Dari seberang telpon, Heung Soo berteriak bertanya apa yang terjadi. Heung Sam tidak menjawab dan menutup telponnya.

Heung Sam bertanya, apa mereka dikirim oleh Chairman Wang. "Beliau menyuruh kami mengambil jaminannya", jawab salah satu dari mereka. "Kalian tepat waktu. Aku butuh pelampiasan", jawab Heung Sam marah. Mereka langsung mengambil pisau dan menyerang Heung Sam. satu lawan lima. Heung Sam terkena sabetan pisau beberapa kali.


Tidak lama kemudian Mantis datang dan terkejut melihat semua orang yang berjaga di luar penthouse terkapar tidak bergerak. Begitu sampai di dalam, ia bertambah terkejut melihat Heung Sam sudah disudutkan dan dikepung oleh lima orang. Mantis segera bergabung, membantu Heung Sam. Kemampuan anak buah Chairman Wang memang tinggi, Mantis tidak mampu menahan mereka dan terkena tusukan beberapa kali.


Heung Sam terlihat kepayahan dan akan ditusuk oleh salah seorang anak buah Chairman Wang. Mantis yang melihatnya langsung menghalanginya. Mantis terkena tusukan beberapa kali, menggantikan Heung Sam. Heung Sam berusaha berdiri, menjauhkan Mantis dari anak buah Chairman Wang dan memukul orang itu berkali-kali. Mantis gemetar dan terjatuh di lantai.

Heung Sam memanggil-manggil Mantis, berusaha menyadarkannya. Mantis membuka matanya, meminta maaf pada Heung Sam. "Jika kau menyesal, buka matamu!", teriak Heung Sam. Mantis benar-benar kepayahan dan terluka berat, tidak lama kemudian Mantis mati. Poison Snake datang bersama beberapa orang anak buahnya dan menendang salah satu anak buah Chairman Wang yang masih bergerak. Poison Snake mendekati Heung Sam dan terkejut melihat siapa yang dipeluk Heung Sam.


"Jang Tae Ho. Temukan bajingan itu dulu", perintah Heung Sam pada Poison Snake. Beberapa anak buah Crocodile datang ke kantor Tae Ho, tidak ada apa-apa di sana, mereka hanya bisa mengacak-acak kantor tidak karuan. Mereka juga datang ke bus Jong Goo, menghancurkan apa yang ada.


Sementara itu, Tae Ho dan timnya sedang bertemu di suatu tempat. Hae Jin memberitahukan ia sudah mendistribusikan uang ke masing-masing pemilik rekening dengan rata, cukup untuk membayar sewa kamar dan biaya sehari-hari untuk sementara waktu. Ia juga sudah menyuruh mereka semua untuk menjauhi Stasiun Seoul untuk sementara waktu. Tae Ho menyuruh mereka semua tidak khawatir, sebentar lagi Heung Sam akan dilenyapkan. Heung Sam meminjam uang dengan jaminan nyawanya sendiri dari seseorang yang berbahaya. Dulu Heung Sam memanfaatkan keserakahan Presiden Jung dan sekarang ia melakukan hal yang sama.

"Walaupun kau bisa melihat kekurangan orang lain, katanya kau tidak bisa melihat kekuranganmu sendiri. Keserakahan itu memang menakutkan", sahut Chairman Jo. Tae Ho setuju dengan pendapat Chairman Jo. Lalu ia berpesan pada Young Chil untuk melakukan seperti yang ia minta. Tae Ho meminta jika Young Chil sudah menguangkan pinjaman dengan menggunakan jaminan, ia ingin Young Chil memasukkan kembali ke pasar saham dan memasukkan uangnya dalam satu rekening.

Young Chil meminta Tae Ho untuk tidak khawatir, ia pernah melakukannya. Mandor Oh juga mengatakan ia mendengar mereka mendapatkan uang dengan jumlah yang cukup besar di masing-masing rekening mereka, mau diapakan uang itu?.

Tae Ho mempersilahkan masing-masing mereka memikirkan sendiri untuk apa uang itu, ia hanya akan mengambil porsinya sendiri saja. Young Chil bertanya apa Tae Ho benar-benar akan pergi ke New York. Tae ho meng-iyakan. "Bagaimana dengan Na Ra?", tanya Hae Jin sambil lalu. Tae Ho tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Sebelum benar-benar pergi, Tae Ho mengucapkan terima kasih atas bantuan mereka semua, dan kemudian Tae Ho membungkukkan badannya pada mereka semua. Chairman Jo mengambil 'buku cek'nya, merobek selembar dan memberikannya pada Tae Ho. Ia tau Tae Ho tidak membutuhkan uang lagi, tapi ia ingin memberikannya untuk Tae Ho. Tae Ho menerima 'cek' itu dan menyimpannya di dalam jasnya. Ia berjanji akan mempergunakannya dengan baik.

Kemudian Tae Ho menyalami dan memeluk Hae Jin, Hae Jin terlihat akan menangis. Lalu menyalami dan memberi hormat pada Chairman Jo. Kemudian Young Chil, ia tersenyum pada Young Chil. Yang paling lama adalah Mandor Oh. Mandor Oh adalah orang yang pernah menantang duel Tae Ho tapi Mandor Oh adalah orang yang paling mengerti orang seperti apa Tae Ho itu. Mandor Oh bahkan meneteskan air mata ketika memeluk Tae Ho. Tae Ho mengambil tasnya dan pergi, Hae Jin dan teman-temannya berteriak, berpesan agar Tae Ho jangan pernah kembali lagi ke Stasiun Seoul.


Heung Sam menunggui Mantis di pabrik. Ia menutup wajah Mantis dengan kain putih. Poison Snake dan Crocodile datang, melaporkan tidak hanya Jang Tae Ho, semua orangnya juga menghilang, begitu juga dengan orang-orang yang meminjamkan identitasnya. Heung Sam terlihat marah. "Bagaimana dengan klub?", tanyanya lagi. Crocodile mengatakan Madam tidak ada di klub ataupun dirumahnya, ponselnya pun...

"Pasti tidak aktif", sambung Heung Sam. Heung Sam yakin begitu Mi Joo keluar dari penthousenya, ia langsung menghilang. Poison Snake juga menyarankan Heung Sam untuk melarikan diri, anak buah Heung Sam akan segera menemukan. Tapi Heung Sam tidak mau, ia ingin melenyapkan Tae Ho terlebih dahulu. Tapi Crocodile tidak tau bagaimana caranya menemukan orang yang sedang bersembunyi.

"Kita tidak perlu terlalu keras mencarinya. Kita akan membuat Jang Tae Ho mencari kita", sahut Heung Sam.


Na Ra sedang berada di klinik dan mencoba menelpon Tae Ho, tapi ponsel Tae Ho tidak aktif. Poison Snake datang dengan beberapa anak buahnya, bertanya dimana Tae Ho. "Nona ini tidak tau masalah apa yang disebabkan oleh kekasihnya itu dan sekarang melarikan diri", ucap Poison Snake lagi. Na ra tidak mengerti maksud ucapan Poison Snake. Poison Snake tidak mau menjelaskan dan menyuruh anak buahnya membawa Na Ra. Orang-orang di klinik melihat Na Ra di bawa pergi, tapi tidak bisa apa-apa.


Keesokan paginya, Tae Ho datang ke rumah Min Soo dan melihat anak Min Soo yang sedang bermain sepeda sendirian di halaman flatnya. Ia menitipkan sebuah amplop pada Ahram, nama putra Min Soo dan menyuruhnya memberikan amplop itu pada ibunya. Ahram langsung berlari ke dalam, memanggil ibunya dengan membawa amplop itu ditangannya.


Mi Joo mendekati Tae Ho yang duduk di bandara sendiri. Mi Joo mengomentari Tae Ho yang hanya membawa sedikit bagasi untuk seseorang yang akan pergi ke Amerika. Tae Ho bertanya apa Mi Joo akan ke Paris. Mi Joo tidak tau apa ia akan tinggal di sana atau di negara lain, selama ini ia hanya menetap di satu tempat saja, jadi ia ingin merasa bebas dulu.

Lalu Tae Ho bertanya apa Mi Joo sudah bertemu Eun Ji. Mi Joo memberitahu bahwa Eun Ji membantu di kedai pamannya, Eun Ji tumbuh dengan baik dan tidak mirip dengan Jong Goo, ia juga sudah memberikan bagian Jong Goo untuk Eun Ji, walaupun ia tidak mengatakan secara langsung, ia hanya meninggalkan catatan untuk Eun Ji. Seharusnya ia meninggalkan boneka itu untuk Eun Ji, tapi malah membawanya kembali.

Kemudian Mi Joo berkata sudah saatnya ia masuk, Tae Ho juga mengatakan seperti itu, ia juga harus masuk. Mi Joo merasa mulai saat ini, mereka tidak akan bertemu lagi. Mi Joo mengulurkan tangannya, mengajak berjabat tangan dan berharap agar Tae Ho beruntung. Tae Ho menerima uluran tangan Mi Joo dan berharap Mi Joo akan mendapatkan kebahagiaan. Mi Joo tersenyum dan berbalik pergi.

Setelah beberapa langkah, Mi Joo menoleh ke arah Tae Ho yang sedang menatap tiket dan paspornya. Ia mendekati Tae Ho kembali dan mengatakan ia sudah salah menilai tae Ho. Awalnya ia berpikir Tae ho itu seperti Heung Sam, tapi ternyata Tae Ho lebih mirip dengan Jong Goo. Selalu tidak mampu pergi saat bisa dan dengan bodohnya selalu kembali ke Stasiun Seoul.

Tae Ho berkata ia hanya mempertimbangkannya. Apa artinya pergi ke tanah asing dan melakukan hal yang asing, itu sama saja dengan kabur. Mi Joo menyuruh Tae Ho tidak berpikir terlalu panjang, karena berpikir itu tidak memiliki kekuatan. Setelah Mi Joo pergi, Tae Ho berbalik ke arah lain dan membuang tiket dan paspornya ke tempat sampah.


Heung Sam mengunjungi Na Ra yang sudah dibawa ke sebuah bangunan kosong. Heung Sam bertanya apa Na Ra tidur nyenyak semalam. Ia minta maaf karena membawa Na Ra ke tempat yang jelek seperti itu. Karena Tae Ho, situasinya saat ini tidak baik. Tapi Na Ra dengan beraninya berkata, Heung Sam tidak akan bisa menangkap Tae Ho dengan menahannya di sana, karena ia tidak memiliki hubungan apa pun dengan Tae Ho.

"Sesuatu yang aku tau, kau bahkan tidak tau? Atau kau berpura-pura tidak tau?", tanya Heung Sam. Na Ra terkejut, tidak mengerti maksud Heung Sam. Heung Sam mengatakan ia sangat mengenal Tae Ho. Tae Ho adalah orang yang akan menyisakan 1 % dan menjadikannya 100 %. Heung Sam yakin hanya dengan hati nuraninya pun, Tae Ho pasti akan muncul.


Poison Snake datang dan membisikkan sesuatu pada Heung Sam. Wajah Heung Sam berubah marah.


Heung Sam keluar dari bangunan tempat Na Ra ditahan bertepatan dengan Heung Soo yang baru saja tiba. Heung Soo menyuruh Heung Sam untuk cepat melarikan diri dari Stasiun Seoul. Tapi Heung Sam tidak mau, masih ada urusan yang harus ia selesaikan. Heung Soo berkata semuanya sudah berakhir termasuk balas dendam mereka pada Chairman Yoon. Tapu Heung Sam tidak peduli, ia pernah melalui hal seperti ini. Heung Soo terkejut karena Heung Sam berteriak padanya. Heung Sam mengatakan ia akan memulai kembali dan menunjukkan pada semua orang bagaimana ia membalikkan kembali permainan ini. Tapi sebelum itu ia harus membunuh serangga yang menyebalkan itu.

Heung Soo mencoba menahan Heung Sam lagi, "Apa kau sudah gila?". Heung Sam langsung meninju Heung Soo sampai terjatuh ke tanah, "Kau belum juga sadar? Kau harus gila. Dengan kegilaanku ini aku bisa menjadi nomor 1 di Stasiun Seoul", ucapnya penuh emosi. Heung Soo tidak bisa memaksa Heung Sam dan membiarkan Heung Sam pergi.

Para gelandangan mulai berkumpul, mereka saling memberitahukan teman-teman mereka yang lain bahwa Na Ra ditahan oleh Heung Sam dan mungkin akan dibunuh oleh Heung Sam. Orang-orang mengenal Na Ra adalah nona yang bekerja di klinik, dengan sukarela mereka bergabung dan pergi ke tempat Na Ra ditahan.


Mereka tiba di suatu tempat yang cukup lapang dan Crocodile menghadang mereka di sana. Crocodile dan anak buahnya cukup kesulitan menghadapi para gelandangan itu, namun Poison Snake dan anak buahnya datang dengan membawa pentungan di tangan mereka. Kelompok gelandangan yang hampir menang tadi, tidak berkutik melawan Poison Snake dan anak buahnya yang memukuli mereka tanpa ampun.

Heung Sam hanya melihat perkelahian dari jauh dengan wajah kesal. Poison Snake melihat ke arah Heung Sam dan membungkukkan badannya, memberi hormat pada Heung Sam.


Disaat Hae Jin dan gelandagan yang lainnya berkelahi, Tae Ho tiba di kedai nenek. Chairman Jo yang sedang membersihkan kedai terkejut melihat Tae Ho dan bertanya apa Tae Ho tidak jadi ke amerika. Ketika Tae Ho akan menjelaskan, Chairman menyuruh Tae Ho diam karena nenek sedang istirahat. Nenek sangat khawatir karena Na Ra belum pulang, ia khawatir sesuatu terjadi di klinik. Tae Ho terkejut dan bertanya apa yang terjadi pada Na Ra.


Tidak lama kemudian, Tae Ho terlihat berlari ke suatu tempat.


Hae Jin bersama Young Chil, Mandor Oh dan gelandangan yang sudah terluka dikumpulkan. Hae Jin ditarik oleh Crocodile dan seorang yang lain, dipaksa berlutut di depan Heung Sam. Heung Sam mendekat dan bertanya dimana Jang Tae Ho.

"Aku akan memberimu pilihan ganda. Jadi coba tebak dengan benar. Pertama, Amerika. Kedua, Jepang...". Heung Sam meminta pisau pada anak buahnya dan tiba-tiba menusuk paha Hae Jin dengan pisau itu. Spontan Mandor Oh dan Young Chil berusaha maju untuk menolong Hae Jin, tapi dihalangi oleh anak buah Heung Sam yang lain. "Selanjutnya aku akan memotong arterimu", ancam Heung Sam. Lalu Heung Sam kembali bertanya dimana Tae Ho.

Dengan menahan sakit Hae Jin kembali meneruskan, memberi pilihan ketiga, Perancis... Heung Sam sepertinya menarik pisaunya, karena terlihat mata Hae Jin melotot dan kemudian ketakutan, sepertinya Heung Sam bersiap memotong urat kaki Hae Jin.


Tiba-tiba terdengar suara Tae Ho, berteriak memanggil Kwak Heung Sam. Tae Ho mendekat dan bergabung di tengah kerumunan. Ia meminta Mandor Oh untuk mencari Na Ra, sepertinya Na Ra ada di pabrik. Hae Jin terlihat kesal karena Tae Ho datang, bukankah ia sudah bilang Tae Ho jangan datang lagi ke Stasiun Seoul. Tae Ho hanya tersenyum tipis.


"Benar. Kau harus datang. Karena itu adalah Tae Ho yang aku kenal dan aku kagumi", ucap Heung Sam. Tae Ho mengajak Heung Sam menyelesaikan masalah mereka sesegera mungkin karena sudah larut malam. Mandor Oh dan Young Chil memindahkan Hae Jin ke tempat yang lain. Kemudian Heung Sam membuang pisaunya ke tanah dan orang-orang mundur, memberi ruang untuk Tae Ho dan Heung Sam berduel.


Mandor Oh dan Young Chil berhasil menemukan Na Ra dan memukul dua penjaga yang berjaga di depan pintu. Na Ra terkejut, bagaimana mereka bisa menemukan dirinya. Young Chil mengatakan Tae Ho kembali. Saat ini Tae Ho sedang berduel dengan Heung Sam. Na Ra sangat terkejut dan langsung berlari, menembus hujan, diikuti oleh Mandor Oh dan Young Chil.



Na Ra tiba di tempat duel. Tae Ho dan Heung masih berduel di tengah hujan. Na Ra terlihat khawatir dan ketakutan, apalagi ketika Heung Sam menghajar Tae Ho berkali-kali. Heung Sam sempat mencekik leher Tae Ho dengan lengannya, Tae Ho berusaha melepaskan diri dan berhasil membanting Heung Sam ke tanah. Mereka berdua jatuh berguling di atas tanah.


Terdengar suara sirine polisi yang mendekat. Crocodile panik dan mengajak Poison Snake pergi, namun Poison Snake tidak mau. Crocodile membujuk, mereka sudah melakukan semampu mereka. Jika mereka tidak pergi, mereka juga akan ditangkap bersama Heung Sam dan Tae Ho. Poison Snake menyuruh Crocodile membawa anak buah mereka dan melarikan diri, jika ia pergi, Heung Sam akan tinggal sendirian. Crocodile tidak punya pilihan lain selain melarikan diri. Apalagi polisi sudah tiba di sana dan semuanya berlarian, menyelamatkan diri, hanya beberapa orang saja yang tinggal, termasuk Na Ra, Hae Jin, Young Chil, dan Mandor Oh.

Tae Ho meminta Heung Sam berhenti, semuanya sudah berakhir, untuk Heung Sam dan untuk dirinya juga. Tapi Heung Sam belum mau menyerah. Heung Sam melihat pisau yang ia lemparkan tadi, tergeletak tidak jauh darinya dan meraihnya dan kemudian menyerang Tae Ho lagi. Heung Sam berhasil menyudutkan Tae Ho. Polisi berteriak, menyuruh Heung Sam menjatuhkan pisaunya.

Tae Ho tertawa dan bertanya apa sekarang Heung Sam menyesal. Namun Heung Sam berkata ia tidak menyesali apa yang sudah ia lakukan, ia hanya menyesali apa yang belum dilakukannya. Heung Sam mengangkat tangannya, siap menusuk Tae Ho.

"Kami akan menembak!". polisi memberi peringatan.



"Tae Ho-ya, ayo sukseskan rencana kita selanjutnya", ucap Heung Sam sambil tertawa dan melihat ke arah polisi yang ada di depannya dan kembali mengayunkan pisaunya ke arah Tae Ho. Kali ini polisi melepaskan tembakan, dua kali. Heung Sam pun terjatuh, berguling ke samping Tae Ho. Sebelum memejamkan matanya, kilatan kenangan mulai disaat ayahnya meninggal, saat ia melihat Jong Goo pertama kali ketika menjadi suara, saat ia menolong Mi Joo dari kebakaran, dan saat Mi Joo memutuskan mengikutinya.


Tae Ho berada di penjara dan sedang membaca surat dari Na Ra.

Ini musim panas pertama sejak kau pergi. Aku pikir kau ingin tau kabar tentang para paman, aku akan tetap menulis meskipun kau tidak pernah membalasnya.
Young Chil berdamai dengan kedua orang tuanya dan melanjutkan kuliahnya kembali. Sekali sebulan dia mampir untuk makan di kedai.'
Chairman Jo masuk ke panti, tapi sesekali mampir di Stasiun Seoul saat ia merasa bosan. Mungkin ia menghabiskan banyak uangnya di sana.
Hae Jin dan Mandor Oh memulai bisnis truk mereka. Mereka bekerja setiap hari, sepertinya bisnis mereka berjalan lancar.
Nenek selalu memaki seperti biasanya tapi sup kimchinya masih enak. Aku sibuk di klinik sampai tidak bisa beristirahat. Meskipun aku menulis semuanya, aku tahu tidak ada balasannya. Bahkan saat Ahjusi mengunjungimu, aku mengerti kenapa kau tidak mau menemui mereka. Aku ingin tau apa yang kau pikirkan. Saat musim panas selanjutnya, dimana kau akan berada?
Na Ra.

Na Ra menelpon Hae Jin, menanyakan tentang Tae Ho. Tapi Hae Jin mengatakan tidak ada gunanya mereka ke sana. Tae Ho sudah dibebaskan sejak tadi pagi. Ada atau tidak pesta penyambutan, ia menyuruh Na Ra tetap membuatkan BBQ. Hae Jin menutup telponnya dan bergumam kemana sebenarnya Tae Ho pergi. Mandor Oh menyuruh Hae Jin untuk tidak khawatir. Seperti Chairman pernah bilang, orang yang membutuhkan pasti akan datang.


Ternyata Tae Ho berdiri di atas sebuah gedung, dan ternyata dari atap itu, Stasiun Seoul langsung terlihat. Na Ra mendekati Tae Ho, agak ragu menyapanya, ia menebak sepertinya Tae Ho pasti belum makan. "Apa kelihatan?", tanya Tae Ho. Na Ra bertanya apa Tae Ho punya uang, ia bisa memberikan makanan gratis untuk Tae Ho.

"Aku punya banyak uang", sahut Tae Ho.

Na Ra menanyakan apakah Tae Ho senang memikirkan bagaimana caranya menghabiskan uang. "Uang... memang bagus... Tapi aku memikirkan hal yang lain. Karena aku tidak bisa memutuskan selagi masih di penjara", jawab Tae Ho.

"Apa itu?"

"Dua serigala di dalam diriku, yang mana yang harus diberi makan".

"Jadi apa kau sudah memutuskan?"

"Ya".



Na Ra ingin tau apa keputusan Tae Ho. Tapi Tae Ho tidak mau menjelaskan lagi.  "Boleh cerita setelah makan? Aku lapar...", ucap Tae Ho. Na Ra tertawa, begitu juga dengan Tae Ho. Lalu mereka berdua berbalik dan menatap Stasiun Seoul...

[Tamat]

Komentar :

Begitulah akhir hidup dari seorang Heung Sam, si nomor 1 di Stasiun Seoul.  Buat saya, drama ini bener-bener komplit. Actionnya oke, sama sekali ga terlihat kaku, romans nya tidak terlalu berlebihan tapi feelnya dapat, sedihnya ada, sweet momentnya juga ada... Sama sekali ga ngerasa bosan selama nonton drama ini, ga ada juga kesan lambat di tiap episodenya. Untuk yang suka action, drama ini recomended deh... :-)

Oia, terima kasih ya buat ratna yang udh milih drama ini, pilihannya oke banget. Mohon maaf ya buat semua, jika ada kekurangan di sana sini. Terakhir terima kasih buat yang sudah mampir dan baca sinopsis ini. Gomawo...

No comments:

Powered by Blogger.