Sinopsis Last Episode 10 Part 2

[Sinopsis Last Episode 10 Part 1]

Sinopsis Last Episode 10 Part 2

Sinopsis Last Episode 10 Part 2
Credit : jTBC
Kdramastory - Mantis kembali ke penthouse (sekarang sy menyebutkan kamar hotel tempat tinggal Heung Sam dengan penthouse ya...). Memberikan surat yang ia temukan dari kotak penyimpanan. Heung Sam bertanya apa ada salinannya di kotak yang lain. Mantis berkata ia sudah kembali ke sana dan memeriksanya dengan teliti tapi hanya menemukan satu salinan saja.

Heung Sam menghela nafasnya. Mantis berkata jika Heung Sam merasa tidak tenang, ia akan menyelesaikan apa yang sudah ia mulai. Tapi Heung Sam tidak yakin karena kondisi Mantis pun tidak begitu baik. Mantis berkata ia baik-baik saja.

"Aku dan Straw Cutter sudah mati", ucap Heung Sam. Melihat kepribadian Straw Cutter, ia pasti shock, setelah dikhianati oleh Poison Snake dan Crocodile dan mengetahui kenyataan bahwa Heung Sam lah yang membunuh Sergeant Bae, apalagi ternyata Tae Ho yang menyelamatkannya. Walaupun Straw Cutter hidup, itu pasti sangat memalukan bagi Straw Cutter.

Mantis bertanya apakah Heung Sam yang memberitahukan Tae Ho. "Aku memberitahukan dia dimana kau berada. Aku juga tidak menyangka dia akan melakukan itu", jawab Heung Sam. Menurut Heung Sam, Tae Ho adalah tipe yang keras kepala saat sudah membuat keputusan dan hanya Tae Ho lah orang yang mampu menyelesaikan misinya. Heung Sam membakar kertas 'jaminan' Straw Cutter sampai habis.


Na Ra mendekati Tae Ho yang sedang melamun di atap klinik dan memberitahukan paman sudah tiba di klinik. Tae Ho merasa itu artinya sudah saatnya ia pergi, karena jika ia bertemu dengan Jong Goo, Jong Goo pasti akan memarahinya.

"Tapi, apa tidak masalah jika aku yang memarahimu?", tanya Na Ra. Tae Ho meminta maaf masalah kemarin, ia benar-benar lupa, begitu ingat janjinya, ia langsung berlari ke sana dan Na Ra sudah tidak ada lagi di sana. Tapi bukan itu yang dimaksud oleh Na Ra. Na Ra berkata Tae Ho sudah berjanji padanya untuk tidak melukai orang lain dan melukai dirinya sendiri. Tapi sekarang Tae Ho malah berduel.

"Tapi aku baik-baik saja. Dan juga aku bukan orang yang berkelahi dengannya", ucap Tae Ho, tertawa kecil.

Na Ra tidak mengerti, bagaimana Tae Ho masih bisa melihat ke matanya dan masih juga berbohong padanya padahal Tae Ho berencana untuk berduel.

"Na Ra-sshi!", Tae Ho mendekati Na Ra, tapi Na Ra malah mundur ke belakang. "Orang yang berdarah dan terluka, yang terbaring di tempat tidur, bisa jadi itu kau!", marah Na Ra. Tae Ho mencoba memberikan penjelasan bahwa banyak hal yang harus ia lakukan, orang yang membencinya semakin banyak karena kesuksesannya yang meningkat dan ia tidak bisa diam saja jika ada orang yang mencoba memukulnya.

"Itukah alasanmu kenapa kau menjadi penjahat? Kau akan menaklukkan Stasiun Seoul dengan duel?"

"Benar! Karena hanya dengan cara itu aku bisa bertahan hidup", sahut Tae Ho yang juga tiba-tiba menjadi emosi. Lalu Tae Ho meminta Na Ra memberitahukan padanya apa yang harus ia lakukan. Tapi Na Ra berkata tidak, Tae Ho yang harus mengatakan padanya apa yang harus ia lakukan. Apa yang harus ia lakukan agar bisa melihat Tae Ho tanpa merasa takut ataupun terbebani?

Tae Ho tidak menjawab. Lalu Na Ra mengatakan ada sebuah dongeng cherokee yang menceritakan bahwa manusia itu terlahir dengan dua serigala yang ada di dalam diri mereka. Yang satu penuh dengan keserakahan, cemburu, dan tinggi hati. Sedangkan yang satunya lagi bijaksana, penuh pengorbanan, dan bermoral. Dua serigala itu terus bertarung di dalam diri manusia sampai manusia itu mati.

"Jadi, siapa yang menang?".

"Yang paling sering kau beri makan", jawab Na Ra dan kemudian pergi dari hadapan Tae Ho.


Jong Goo menemui Straw Cutter di klinik. Straw Cutter ingin berbicara namun Jong Goo menyuruhnya diam dan istirahat dulu. Straw Cutter bertanya kenapa Heung Sam bisa jadi seperti itu. Ia tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Heung Sam.

Jong Goo berkata mungkin Heung Sam sudah gila, walaupun Heung Sam berusaha untuk tidak menjadi gila di dunia yang gila ini. Straw Cutter berkata ia akan meninggalkan Stasiun Seoul, karena tidak ada lagi yang bisa ia lindungi di sini dan ia menyuruh Jong Goo untuk tetap tinggal di sana, lakukan yang bisa Jong Goo lakukan di sana. Lalu Straw Cutter mengangkat tangannya, Jong Goo mengenggam tangan Straw Cutter. "Aku akan berdoa untukmu dan Heung Sam", ucap Straw Cutter lagi.

Keesokan paginya, tanpa berpamitan pada siapapun, Straw Cutter pergi dari Stasiun Seoul.


Tae Ho datang menemui Heung Sam yang saat itu sedang diukur oleh penjahit yang akan membuatkan baju untuknya. Setelah selesai, Heung Sam menyuruh Mantis mengantarkan penjahit itu keluar.

Lalu Heung Sam menceritakan pada Tae Ho bahwa penjahit itu sudah menjahit selama 45 tahun di Myeongdong. Ayahnya dulu juga pelanggan pada penjahit itu. Apapun pekerjaannya, yang terpenting adalah menyerahkannya pada orang yang bisa dipercayai. Kepercayaan adalah kehidupan.

Heung Sam menyuruh Tae Ho yang sedari tadi menunduk, untuk menatapnya dan bertanya, "Menurutmu sampai titik mana aku mempercayaimu?". Tae Ho berkata bahwa ia percaya Heung Sam membiarkannya bertahan hidup walaupun ia tidak patuh patuh pada Heung Sam.

Heung Sam berkata masalah Straw Cutter bukanlah masalah yang seharusnya dicampuri oleh Tae Ho. Tapi menurut Tae Ho itu bukanlah duel, itu jebakan. Ia yakin jika Straw Cutter didaurulang dengan cara seperti itu, maka resikonya adalah reputasi Heung Sam.

Heung Sam mentertawakan Tae Ho yang mengkhawatirkannya. Lalu Tae Ho berkata untuk Proyek Kota Mi Rae, hal yang harus dilakukan hanya tinggal penandatanganan draft kontrak, sangat tidak menguntungkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Heung Sam kembali tertawa, ia meminta Tae Ho untuk tidak menjadikan dirinya sebagai alasan. Tae Ho yang mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk berduel karena kekeraskepalaannya. Tapi Tae Ho berkata kekeraskepalaannya juga menjadi senjata untuk Heung Sam.

Lalu Heung Sam memberitahukan bahwa Straw Cutter sudah pergi dari Stasiun Seoul, dan mungkin saja tidak akan kembali lagi. Masalah Straw Cutter sudah terselesaikan, jadi ia minta Tae Ho untuk fokus pada penandatanganan kontrak. Tae Ho berjanji akan melaporkan hal yang bagus pada Heung Sam dan Heung Sam pun tersenyum manis.

Tae Ho keluar dari penthouse Heung Sam dan bertemu dengan Mi Joo yang keluar dari lift. Mi Joo berkata ia mendengar Tae Ho yang semakin hebat saja. Tae Ho berkata rumor begitu cepat menyebar, bahkan seorang Mi Joo pun tau. Mi Joo memuji Tae Ho yang bisa menemui Heng Sam kapan saja ia mau karena itu adalah impian semua pimpinan yang ada di Stasiun Seoul.

"Kalau begitu aku juga sudah selevel denganmu?", ucap Tae Ho. Mi Joo berkata tae Ho salah, ia bukan orang yang ambisius atau hebat seperti Tae Ho. Tae Ho tidak yakin, Mi Joo bersikap dingin pada Mr. Ryu, itu artinya mereka sudah semakin mirip. Mi Joo terdiam mendengar ucapan Tae Ho yang sinis. Sebelum masuk ke dalam lift, Tae Ho berjanji ia akan mampir di klub suatu hari nanti.


"Ini tiket sekali jalan", ucap Heung Sam sambil melemparkan secarik kertas di meja. Dengan menggunakan itu, Jong Goo akan meninggalkan Stasiun Seoul selamanya. Mi Joo mengambil kertas itu dan membacanya. Ia bertanya apakah Eun Ji benar-benar tinggal di sana.

"Suruh Ryu memeriksanya sendiri. Aku sudah menepati janjiku. Tidak... daripada janji, aku lebih menganggap ini sebagai taruhan. Dan aku benci kalah dalam taruhan. Kau tau itu, 'kan?", ucap Heung Sam.


Jong Goo kembali ke busnya, menatap tempat tidur Straw Cutter sesaat dan kemudian membereskannya. Dari balik selimut, ia menemukan kitab milik Straw Cutter dan membacanya. Ia teringat ucapan Straw Cutter yang menyuruhnya tinggal di Stasiun Seoul dan melakukan apa yang bisa ia lakukan. Jong Goo memandang piala dan sabuk juaranya lalu sarung tinjunya. Ucapan Straw Cutter kembali terngiang di telinganya.

Ketika Jong Goo pergi ke Stasiun Seoul dan melihat para gelandangan yang diusir dari sana oleh petugas.

Mi Joo berdiri di depan kedai nenek. Na Ra yang baru sampai menyapanya, bertanya siapa dia. Belum sempat Mi Joo menjawab, Na ra langsung mengatakan bahwa kedainya menyediakan sarapan dan mempersilahkan Mi Joo masuk. Mi Joo menebak kalau gadis yang menyapanya itu adalah Na Ra, ia banyak mendengar tentang Na Ra. Na Ra langsung menebak Mi Joo adalah wanita yang sedang dekat dengan Jong Goo. Lalu Na Ra bertanya apa yang dikatakan paman. Apa paman menjelek-jelekkannya?

"Dia bilang kau adalah gadis yang bersemangat", jawab Mi Joo. Na Ra tersipu malu dan mengajak Mi Joo masuk.


Mi Joo duduk di depan Jong Goo yang sedang sarapan. Nenek akan mengganggu mereka tapi Na Ra mendorong nenek keluar dari kedai, sementara ia kembali masuk ke kedai sambil sesekali melirik ke arah Jong Goo dan Mi Joo.

Mi Joo mengatakan alasannya datang menemui Jong Goo, ia berpikir Jong Goo menunggu jawaban darinya. "Aku tidak akan pergi denganmu", ucap Mi Joo. Jong Goo meletakkan sendoknya dan minum, lalu ia berkata apakah ada hal lain yang ingin Mi Joo sampaikan. Mi Joo diam. "Kalau tidak ada, aku akan pergi...", ucap Jong Goo lagi dan kemudian berdiri dari kursinya.

"Tunggu!", panggil Mi Joo. Mi Joo mengambil kertas dari dalam tasnya, ia berkata itu adalah alamat adik iparnya Jong Goo. Jong Goo duduk kembali di kursinya, Mi Joo berkata kali ini pasti benar, kalau Jong Goo ke sana, Jong Goo pasti akan menemukan Eun Ji.

Jong Goo melirik kertas itu dan kemudian bertanya darimana Mi Joo mendapatkan alamat itu, karena alamat itu berbeda dengan alamat yang diberikan oleh Pusat Bantuan. "Anggap saja ini hadiah terakhir dariku", ucap Mi Joo.

Mi Joo terkejut melihat Jong Goo malah merobek-robek kertas itu. Jong Goo berkata ia akan tetap tinggal di Stasiun Seoul bersama dengan orang-orang yang menyedihkan itu. Ia tidak tau apa yang akan ia lakukan tapi ia ingin mencobanya terlebih dahulu.

Mi Joo menyuruh Jong Goo untuk menemui Eun Ji terlebih dahulu. Tapi Jong Goo tidak mau, ia tidak tau apa yang akan ia lakukan jika bertemu dengan Eun Ji, karena mengurus diri sendiri pun belum bisa. Ia merasa keinginnya menemui Eun Ji hanyalah keegoisannya saja. Jika ia membiarkan perasaan itu menguasainya, maka ia akan kehilangan rasa kemanusiaannya. Menusuk teman sendiri yang sudah seperti saudara selama 20 tahun hanya karena menganggap temannya itu penghalang, itu adalah keserakahan.

Mi Joo memohon supaya Jong Goo tidak menentang Heung Sam. Tapi Jong Goo berkata ia tidak akan melawan Heung Sam, ia hanya ingin menyayangi Heung Sam. Mi Joo terlihat menahan tangisnya. Lalu Jong Goo berdiri dari kursinya dan berkata ia akan berterima kasih pada Mi Joo saat ia sudah siap menemui Eun Ji. Lalu Jong Goo keluar dari kedai.


Na Ra menghampiri Mi Joo dan meletakkan sebotol soju di depan Mi Joo dan berkata saat tertekan, obat yang paling mujarab adalah alkohol. "Aku perawat, jadi aku tau itu", ucapnya lagi. Melihat Mi Joo hanya diam saja, Na Ra meralat ucapannya, ia merasa mungkin terlalu pagi untuk minum. Mi Joo berterima kasih pada Na Ra, saat perasaannya lebih baik, ia mengajak Na Ra minum bersama.

Melihat Mi Joo akan pergi, Na Ra membesarkan hati Mi Joo dengan mengatakan bahwa paman memang orang yang berpikiran sempit, kebanyakan pria memang seperti itu, jika mereka sudah membuat keputusan, mereka akan keras kepala. Ia juga mengenal seorang pria yang seperti itu. Tapi Mi Joo malah berkata ia sudah banyak menyakiti Jong Goo.

Setelah semua orang pergi, Na Ra menyambungkan kembali potongan-potongan kertas yang tadi dirobek oleh Jong Goo.


Se Hoon mengajak Jung Min pergi, ketika Jung Min bertanya kemana mereka akan pergi, Se Hoon tidak mau mengatakannya. Ia meminta Jung Min untuk menunggu karena mereka hampir sampai.


Di kantor, Tae Ho dan Hae Jin sedang membriefing Chairman Jo untuk meeting besok bersama Han Joong Group, Chairman Jo akan berperan sebagai direktur perusahaan investasi, sedangkan Hae Jin sendiri, ia adalah Direktur Eksekutif. Posisi mereka hanya diatas kertas karena pemilik perusahaan investasi yang sebenarnya adalah Kwak Heung Sam, mereka hanya meminjamkan identitas mereka saja.

Tae Ho meyakinkan Chairman Jo bahwa kali ini tidak sama dengan yang lalu, perusahaannya memang benar ada dan telah menandatangani kontrak dan memberikan uang investasi.

Lalu Chairman Jo berpikir jika perusahaannya memang ada, kenapa Chairman Kwak malah menyembunyikan dirinya, dan juga tidak ada masalah terkait dengan hukum..

Young Chil yang duduk di depan komputer juga merasa ada hal yang aneh. Heung Sam selalu kejam dan berkhianat, ia merasa kali ini juga tidak ada bedanya... Wajah Hae Jin terlihat kesal sekali karena Young Chil sembarangan bicara. Lalu Young Chil berpesan pada Tae Ho supaya berhati-hati, jangan termakan dengan rumor yang buruk.

Tae Ho tidak mengerti dan bertanya apa maksud mereka. Hae Jin berkata bada rumor yang mengatakan bahwa Straw Cutter berakhir seperti itu karena rencana Tae Ho dan Heung Sam.

Tae Ho tersenyum tipis, dan bertanya apa mereka percaya dengan rumor itu. "Tentu saja tidak. Tapi kau banyak menerima bantuan dari Kwak Heung Sam sehingga rumor aneh jadi menyebar...", jelas Hae Jin.

Young Chil kembali mengingatkan Tae Ho untuk tidak sembarangan meminjamkan nama pada orang lain karena nama adalah pemberian dari orang tua. Hae Jin memberi isyarat agar Young Chil berhenti berbicara.

Lalu Tae Ho bertanya pada Chairman Jo, apakah ia mau melakukannya atau tidak. Chairman Jo berkata jika itu membantu Tae Ho maka ia mau melakukannya. Lalu Tae Ho beralih pada Hae Jin. Hae Jin terlihat sedikit keberatan, tapi kemudian ia juga berkata ia akan membantu Tae Ho.

"Kalau begitu, tidak ada masalah lagi. Kita akan lanjut sesuai dengan rencana", ucap Tae Ho. Young Chil hanya bisa bengong, tidak tau harus bagaimana.


Terdengar ketukan di pintu kantor dan Se Hoon masuk bersama Jung Min. Hae Jin dan Chairman Jo berdiri, dan bertanya pada mereka apa urusan mereka ke kantornya - Hae Jin dan Chairman Jo tidak mengenal siapa Se Hoon dan Jung Min. Tae Ho memberitahukan teman-temannya bahwa mereka dari Han Joong Group. Jung Min tertegun melihat Tae Ho di sana.

"Bukannya kita berjanji untuk bertemu di luar kantor?", tanya Tae Ho pada Se Hoon. Tapi Se Hoo berkata perusahaan Tae Ho adalah peerusahaan yang akan berpartner dengan perusahaannya, jadi hal yang lumrah jika ia mengunjungi kantor Tae Ho. Ia memuji kantor Tae Ho, lebih baik dari dugaannya, ia khawatir kalau alamatnya palsu.

Tapi Hae Jin sedikit keberatan, walaupun mereka bermitra, bukankah lebih sopan jika menelpon terlebih dahulu. Tae Ho memotong omelan Hae Jin, ia meminta teman-temannya untuk pergi.


Jung Min memberitahukan bahwa besok jam 2 siang, Proyek Kota Mi Rae akan diumumkan secara resmi. Chairman Yoon dan pihak-pihak yang terlibat di dalam proyek itu akan hadir, jika Tae Ho ingin hadir, ia akan mengirimkan undangannya.

Tae Ho merasa Jung Min bisa saja mengefaks undangan padanya, tapi ternyata Kepala Seksi sendiri secara personal, ia tidak tau bagaimana bisa menerima kehormatan sebesar ini. Se Hoon berkata ia hanya ingin lebih mengenal.

"Tapi bawahanmu terlihat kurang nyaman", sahut Tae Ho sambil tersenyum.

Lalu tiba-tiba Se Hoon mendapatkan telpon dan mohon izin keluar sebentar. Tae Ho sempat kaget karena ringtone ponsel Se Hoon sama dengan lagu yang selalu didengarkan oleh Heung Sam melalui piringan hitamnya.


Setelah Se Hoon pergi, Tae Ho menyuruh Jung Min berakting lebih baik, kalau tidak pacar Jung Min nanti akan tau.

Jung Min yang sedari tadi memang menahan marah pada Tae Ho langsung mengeluarkan uneg-unegnya. Dari dulu ia selalu ingin tau kenapa Tae Ho itu begitu angkuh, tapi kenyataannya malah seperti ini, di tempat yang kumuh, hidup bersama dengan tunawisma dan meminjam uang rentenir untuk bisa terlibat dalam proyek. Jung Min menilai Tae Ho begitu menyedihkan.

Tapi Tae Ho tidak marah. Ia mengakui itu benar, dan itu adalah rencananya. Menurut Tae Ho, itu adalah penilaian dari Jung Min yang berpikiran sempit. Seorang pria dijadikan sebagai milik Jung Min yang perfeksionis sebagai pelengkap agar mendapatkan pengakuan dari ayahnya dan kemudian mewarisi perusahaan. Tae Ho menduga itulah motif Jung Min.

"Sayang sekali, Kalau saja kau tidak gagal, kau akan memiliki semua yang kau inginkan", ucap Jung Min sambil tersenyum angkuh. Jung Min meminta Tae Ho untuk tidak perlu berusaha terlalu keras karena kisah mereka sudah menjadi masa lalu. Lalu dengan tegas Tae Ho menyuruh Jung Min untuk tenang karena hal semacam itu tidak akan pernah terjadi lagi. Senyum langsung menghilang dari wajah Jung Min.

Tae Ho juga meminta Jung Min untuk tidak terhanyut dengan kisah lama mereka, lebih baik Jung Min mengkhawatirkan pacarnya sendiri. Jung Min bertanya apa maksud ucapan Tae Ho. Tae Ho tersenyum, ia menebak Jung Min sama sekali tidak mengenal Se Hoon. "Menurutmu kenapa ia membawamu ke sini?", tanya Tae Ho.


Sepulang dari kantor Tae Ho, Jung Min hanya diam saja, tidak menjawab sama sekali pertanyaan Se Hoon. Lalu ia menyuruh Se Hoon untuk menghentikan mobilnya.

Se Hoon kembali bertanya ada apa. "Kau tau, bukan? Tae Ho dan aku dulu pernah berkencan? Kau melakukan ini karena sudah tau, bukan?", tanya Jung Min.

"Sialan... Aku tidak bisa berbohong", umpat Se Hoon. Jung Min berkata Tae Ho juga tau bahwa dia dan Se Hoon berkencan. Tapi Se Hoon tidak percaya, menurutnya Jung Min bukan tipe yang memamerkan kekasih barunya pada mantannya, ia merasa Tae Ho itu benar-benar pembohong yang hebat.

Dengan menahan marah, Jung Min meminta Se Hoon untuk tidak mempermainkannya karena ia tidak punya sedikit pun keinginan untuk memuaskan rasa penasaran Se Hoon. Se Hoon ingin menjelaskan tapi Jung Min sudah tidak mau mendengarkan lagi dan keluar dari mobil Se Hoon. Ia memilih pulang dengan berjalan kaki. Se Hoon sempat membuka pintu mobil, ingin mengejar Jung Min, tapi tidak jadi.

Setelah sendirian di kantor, Tae Ho kembali memikirkan ringtone ponsel Se Hoon yang sama dengan lagu yang selalu diputar oleh Heung Sam. Ia juga teringat pertemuan Heung Sam dan Se Hoon ketika di restoran, saat itu Se Hoon dan Heung Sam hanya seperti rekan bisnis saja. Tae Ho memikirkan apa hubungan antara Se Hoon dan Heung Sam.


Na Ra kembali duduk di depan kebun bunganya, ia teringat pertengkarannya dengan Tae Ho di ata klinik. Tae Ho menanyakan apa yang harus ia lakukan. "Kau hanya perlu tidak berkelahi. Kenapa kau tanyakan lagi? Bodoh!", guman Na Ra.


Dua orang gelandangan duduk di depan sebuah restoran. Pemilik restoran mengusir mereka, karena mereka bisa membuat bisnisnya bangkrut. Gelandangan itu terpaksa pergi dan bertemu dengan Jong Goo. Jong Goo bertanya apa yang mereka lakukan di depan restoran orang lain, kenapa mereka tidak di stasiun bawah tanah.

"Sekarang sedang musim panas. Petugas mengusir kami karena masalah kebersihan", jawab salah satu gelandangan. Mereka saling berbicara, bingung harus mencari tempat tinggal dimana. Ketika mereka akan pergi, Jong Goo memanggil mereka kembali.


Jong Goo pulang ke bengkelnya dan melihat Tae Ho sedang berlatih tinju di sana. Ia bertanya apa yang dilakukan Tae Ho di tempatnya. Tae Ho hanya merasa dulu ia biasa berlatih di tempat Jong Goo, walaupun tidak begitu lama berlalu tapi ia merasa itu sudah lama sekali. Lalu Tae Ho membicarakan tentang Straw Cutter yang pergi begitu saja. Ia bahkan tidak sempat mengucapkan selamat tinggal.

"Aku memang ingin menemuimu. Tunggu sebentar", ucap Jong Goo dan kemudian masuk ke dalam busnya. Ia keluar dari bus dan memberikan sebuah kunci pada Tae Ho. Ia berkata Straw Cutter memintanya memberikan kunci itu pada Tae Ho sebagai rasa terima kasihnya.

"Apa ini?".

"Heung Sam Archiles heel". Jong Goo tidak tau detailnya tapi Straw Cutter berkata Tae Ho pasti akan tau karena Tae Ho cerdas. Tapi Tae Ho berkata Straw Cutter itu salah. Dan lagipula ia adalah tangan kanannya Heung Sam, Heung Sam mempercayakan sebuah proyek besar padanya dan ia adalah orang kesayangan Hueng Sam.

*Archiles's heel adalah titik kelemahan seseorang (Archiles adalah seorang tokoh legenda Yunani yang kebal terhadap senjata kecuali di bagian tumitnya)

"Lalu apa? Apa aku harus bertepuk tangan atau apa?", tanya Jong Goo lagi.


Tae Ho berkata ia mendapat satu pelajaran dari Straw Cutter. Lebih sedikit ia tau tentang Heung Sam maka semakin lama ia berada di dekat Heung Sam. Ia juga tidak mempunyai keinginan mengkhianati orang yang sudah menjaganya dengan baik. Jika Jong Goo penasaran, Jong Goo bisa membuka kotak itu sendiri. Lalu Tae Ho meletakkan kembali kunci itu di depan Jong Goo dan pergi.

Jong Goo memanggil Tae Ho lagi dan memberitahukan bahwa Straw Cutter tidak membunuh pria itu lima tahun yang lalu, ia hanya menggantikan kesalahan yang dilakukan oleh Heung Sam. "Tidakkah kau ingin tau siapa Heung Sam yang sebenarnya?".

Bersambung....

[Sinopsis Last Episode 11]

No comments:

Powered by Blogger.