Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 7 Part 2

[Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 7 Part 1]

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 7 Part 2

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 7 Part 2
Credit : KBS2
Kdramastory - Shi Jin kembali menemui Mo Yeon yang terlihat tidak tenang, menanyakan keputusan Mo Yeon.

"Untuk Manajer Ko, otot kakinya mulai mengalami nekrosis. Saat beton itu diangkat, dia mungkin akan mengalami sindrom traumatis... Dan pekerja lokal itu, besi itu memang mencegah pendarahannya. Tapi tetap di ruang operasi aku tidak bisa mencegah terjadinya pendarahan hebat... Kalau kau jadi aku, siapa yang akan kau selamatkan?", tanya Mo Yeon.

Shi Jin tidak ingin Mo Yeon bertanya padanya. Mo Yeon adalah seorang dokter dan itu adalah analisis Mo Yeon, jadi Mo Yeon lah yang paling berhak memberikan keputusan. "Tapi kau lebih berpengalaman dariku...Mungkin kau bisa membuat keputusan yang terbaik...", sanggah Mo Yeon.

"Terbaik? Apa tindakan seperti ini yang kau bilang yang terbaik? Dalam gerakan penyelamatan, tak ada yang dikatakan dengan terbaik. Kita hanya perlu menyelesaikan masalah yang ada di depan kita", sahut Shi Jin.

Mo Yeon mengetahui hal itu, tapi ia merasa sepanjang hari ia terus melakukan tindakan tanpa protokol yang jelas dan itu membuat Mo Yeon tidak tahu, apakah iasudah melakukan tindakan yang benar atau...

"Tindakanmu sudah benar", sela Shi Jin. "Dalam situasi seperti ini, kau hanya perlu melakukan apa yang kau bisa, ataukah hanya diam saja dan membiarkan mereka mati. Pilih salah satu. Tak ada waktu untuk merengek" ucap Shi Jin lagi. Mata Mo Yeon mulai berkaca-kaca.

"Kami tak memintamu untuk membuat sebuah keajaiban. Kau salah satu dari banyak dokter yang tidak bisa menemukan obat penyembuh flu biasa. Yang harapkan hanya diagnosis darimu. Jadi tolong beritahu keputusannya, sebegai seorang dokter...", ucap Shi Jin lagi.

Perlahan air mata Mo Yeon menetes... Dan kemudian Mo Yeon memberitahukan keputusannya.

---


Mo Yeon dan yang lainnya membawa pekerja lokal itu dengan ke ruang operasi di Medicube. Mo Yeon berencana mengambil foto rontgen terlebih dahulu, tapi Sang Hyun mengatakan mereka sudah kehabisan film dan alat-alat streril juga sudah habis.

Mo Yeon tidak punya pilihan lain selain segera melakukan operasi dan meminta Sang Hyun menemaninya. Setelah pasien dibius dan siap dioperasi, Mo Yeon dan yang lainnya baru mencabut besi yang menancap di tubuh pasien itu.

---


Sementara itu, Shi Jin dan beberapa tentara lainnya, mengumpulkan korban yang meninggal, termasuk Manager Ko. Shi Jin melihat foto keluarga Manager Ko di dalam dompet Manager Ko. Shi Jin meletakkan dompet itu di dada Manager Ko dan kemudian meletakkan kedua tangan Manager Ko di atas dompetnya itu.

Saat kantong jenazah mulai ditutup, Shi Jin mengangkat tangannya, memberi hormat terakhirnya pada Manager Ko...

---

Ye Hwa menemukan jam dinding yang sudah pecah dan mati. Jam mati itu menunjukkan pukul 2 lewat 25 menit. Daniel mengambil jam dinding itu dan memperbaikinya. Jam dinding itu berdetak kembali dan dipasang kembali di dinding.

---


Myeong Ju juga sudah menyelesaikan operasinya dan organ vital pasien sudah normal kembali. Myeong Ju memuji Ki Beom yang sudah melakukan pekerjaannya dengan baik. Ki Beom memberi hormat pada Myeong Ju dan wajahnya menahan rasa haru.

---

Byung Soo datang ke lokasi dengan membawa pasukan cadangan. Ia memerintahkan pasukan Shi Jin untuk kembali ke camp dan beristirahat.


Saat diperjalanan, Myeong Ju satu mobil truk dengan Dae Young. Dae Young melihat kedua telapak tangan Myeong Ju yang penuh dengan bekas noda darah. Mereka tidak saling menyapa dan melihat ke arah yang berbeda.

---


Sementara itu, ayah Myeong Ju, Letjen Yoon bertemu dengan ayah Shi Jin. Berbeda dengan ayah Myeong Ju, ayah Shi Jin memakai pakaian sipil dan dari sikapnya, terlihat ayah Shi Jin pangkatnya berada di bawah ayah Myeong Ju.

Letjen Yoon memberitahukan Tuan Yoo bahwa seluruh tentara mereka dalam keadaan baik termasuk dengan Letnan Yoon. Ia memberitahukan bahwa ia tidak menahan Sersan Seo untuk berangkat dan alasannya memanggil Tuan Yoo adalah supaya Tuan Yoo tidak khawatir dengan masalh itu.

Tuan Yoo tersenyum canggung, mengatakan bahwa ia tidak mau mengkhawatirkan tentara yang sedang melaksanakan tugasnya.

"Aku mohon maaf karena mengatakan ini. Tapi aku merasa lega karena putriku bersama Kapten Yoo...". Tuan Yoo tersenyum dan menundukkan kepalanya. "Aku sangat mengandalkan Kapten Yoo. Shi Jin akan mudah menjadi jenderal dan aku sangat mengharapkan hal itu...".

Tuan Yoo tersenyum canggung, mengatakan kalau ia tidak yakin Shi Jin akan mampu seperti yang diharapkan Letjen Yoon. Namun Letjen Yoon yakin, karena Shi Jin adalah seorang tentara yang mengagumkan dan orang-orang disekililing Shi Jin sangat setia pada Shi Jin. Tuan Yoo tersenyum senang, merasa bersyukur karena Shi Jin bisa mendapatkan anak buah seperti itu.

Letjen Yoon tersenyum senang, begitu juga dengan Tuan Yoo. Tapi sedetik kemudian senyumnya sedikit memudar.

---


Ketua Han memberitahukan staf rumah sakit mengenai kabar rekan-rekan mereka. Ia mendapatkan kabar dari Unit Taebaek bahwa semua tim medis selamat. Hee Eun sangat lega karena itu artinya Chi Hoon, ayah dari calon bayinya, baik-baik saja.

Nyonya Lee, ibu Chi Hoon, mendekati Hee Eun dan menenangkannya. Ketua Han terlihat tidak menyukai Nyonya Lee.

Ji Soo menanyakan kapan tim medis akan dipulangkan. Ketua Han mengatakan pesawat baru bisa didatangkan setelah kondisi bandara kembali normal.

Namun Nyonya Lee tidak bisa menerima penjelasan itu, ia baru merasa tenang jika sudah mendengar suara Chi Hoon, ia ingin berbicara langsung dengan Chi Hoon.

Ketua Han mengatakan sambungan telpon pribadi belum pulih dan yang bisa digunakan hanya saluran satelit militer dan mereka tidak bisa menggunakannya. Nyonya Lee memarahi Ketua Han, mengatakan bahwa ia yang berinvestasi dalam satelit, jadi ia ingin segera disambungkan dengan Chi Hoon.

---


Ji Soo mengomentari mertua Hee Ae yang berteriak pada Ketua Han seperti anak kecil. Hee Ae mengatakan ia mendengar tanah rumah sakit milik keluarganya Chi Hoon. Ji Soo langsung memegang tangan Hee Ae, "Nyonya, kita baik-baik saja, 'kan?". Ji Soo takut gara-gara komentarnya tadi, ia malah dipecat. Tapi Hee Ae memberi tatapan tidak mengerti dengan maksud ucapan Ji Soo.

---


Young Su datang ke Medicube, membuat ulah lagi, mengeluhkan badannya yang lemas dan kadar gula darahnya yang menurun. Ia meminta diberikan infus vitamin dan tidur di tempat tidur pasien.

Min Ji tidak bisa mengatasi Young Su, tapi untung saja ada Ja Ae. Dengan sikap Ja Ae yang tegas dan keras, ia bisa mengatasi Young Su walaupun Young Su terlihat sangat marah dengan sikap Ja Ae padanya dan mengomel-omel sendirian.

---


Shi Jin dan Dae Young membicarakan tentang makan malam yang belum ada untuk anak buah mereka. Sebuah mobil datang dan wanita seksi yang dari bar datang dengan membawakan berkotak-kotak burger untuk para tentara.

Shi Jin sangat berterima kasih dan malah ingin memesan 100 minuman dari bar. Dan ia menyuruh Dae Young yang membayarnya karena ia tidak punya uang karena gajinya sudah dipotong.

Dae Young tidak mengatakan apa-apa, ia hanya memberikan wajah pasrahnya pada Shi Jin. Shi Jin tertawa senang karena berhasil mengerjai Dae Young.

Shi Jin segera memberitahukan anak buahnya melalui radio untuk datang mengambil jatah makan malam mereka.

---


Seluruh anak buah Shi Jin duduk berbaris dan memakan burger mereka sambil memijit-mijit kaki mereka. Shi Jin datang memberitahukan mereka bahwa keluarga mereka sudah diberi kabar jadi mereka tidak perlu khawatir.

Shi Jin juga mengatakan segera setelah sambungan telpon pulih, mereka semua akan diberi kesempatan melakukan video call. Shi Jin meminta anak buahnyan untuk segera menyelesaikan makan malam mereka dan pergi tidur. Ia juga memberitahukan bahwa besok mereka akan melakukan misi penyelamatan lagi dan berpesan agar mereka istirahat yang cukup dan tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi di lapangan tadi, mereka hanya perlu mengosongkan pikiran mereka.

---

Dae Young sedang membersihkan wajahnya. Ia memijit-mijit telapak tangan kanannya. Apa mungkin terkilir karena jatuh tadi ya...


Seseorang mengambil handuk yang tersampir di lehernya dan orang itu adalah Myeong Ju. Myeong Ju menatap Dae Young marah tapi kemudian ia malah mengelap wajah Dae Young. Myeong Ju bertanya kenapa Dae Young bisa datang kesana, atas kemauan Dae Young sendiri atau karena perintah dari ayahnya.

Dan Dae Young mengatakan bahwa Komandan harus mengirimkan anak buah terbaiknya ke medan pertempuran yang sulit. Myeong tidak mengerti kenapa Dae Young malah membela ayahnya dan mengatakan kalau ia tidak baik-baik saja.

Dae Young menyuruh Myeong Ju menelpon ayah Myeong Ju karena kalau tidak ayah Myeong Ju akan khawtir. Myeong Ju menatap Dae Young marah. Tapi kemudian ia bertanya keadaan Dae Young, apa Dae Young baik-baik saja.

"Bagaimana bisa kau berpikir aku baik-baik saja. Aku selalu menyesali semua waktu saat aku menghindarimu...", ucap Dae Young. Mata Myeong Ju berkaca-kaca, menahan tangis, "Jadi kenapa kau masih berdiri di sana?", ucap Myeong Ju.

Dae Young menarik Myeong Ju ke dalam pelukannya. Myeong Ju hanya bisa menangis, bahagia...

---


Sang Hyun mendekati Ja Ae yang sedang merebus alat-alat operasi. Ia menyuruh Ja Ae minggir karena ia yang akan mengerjakan pekerjaan Ja Ae. Ja Ae mengatakan rasa tidak nyamannya karena harus bekerja tanpa alat steril.

"Makanya, sudah kubilang untuk kabur saja bersamaku...", sahut Sang Hyun. Sang Hyun juga mengungkapkan rasa kesalnya, seandainya saja ia punya istri dan anak, maka ia bisa memakai alasan itu untuk bisa pergi dari sana.

"Jadi apa juga yang kau lakukan dengan hidupmu sekarang ini?", sahut Ja Ae. Sang Hyun malah membalikkan kata-kata Ja Ae, karena ia dan Ja Ae sama-sama sudah tua dan belum menikah. :-P

Ja Ae mendesah, kesal. Lalu Sang Hyun meminta Ja Ae mendengarkannya baik-baik. Ia ingin Ja Ae mengingat pasword komputernya dan jika sesuatu terjadi padanya maka Ja Ae harus menghapus folder yang bernama 'Tidak Diketahui' yang ada di dalam komputernya itu. Sang Hyun menjelaskan dengan detail dimana letak folder itu.

Ja Ae tidak mengerti maksud Sang Hyun tapi kemudian ia bisa menebak apa isi folder itu dan menurutnya, Sang Hyun itu sangat menjijikkan. "Ternyata kau lebih banyak tahu ya daripada yang kupikirkan...", goda Sang Hyun.

Ja Ae meminta Sang Hyun menghapus folder itu sekarang juga. Sang Hyun tidak menggubris Ja Ae dan mematikan kompor karena pekerjaannya sudah selesai dan mengajak Ja Ae masuk.

Ja Ae mengikuti Sang Hyun dan terus merecoki Sang Hyun agar segera menghapus folder itu... :-D

---


Mo Yeon berkeliling di Medicube untuk meemriksa kondisi pasien yang sudah mendapatkan perawatan. Ia juga bertemu kembali dengan pekerja yang meminjamkan sepatu bot padanya dan ia mengembalikan sepatu itu pada pekerja itu. Mo Yeon mengucapkan terima kasih karena sudah dipinjamkan sepatu itu.

Mo Yeon kembali ke lokasi proyek dan melihat papan status misi penyelamatan. Di papan itu tertulis, jumlah korban yang selamat, meninggal dan mayat yang tanpa identitas. Mo Yeon menyalakan lilin untuk mereka.

Saat Mo Yeon pergi, Shi Jin muncul dari balik papan itu dan memperhatikan Mo Yeon yang berjalan ke arah proyek.

Mo Yeon menatap reruntuhan proyek dan teringat orang-orang yang ia temui saat berkunjung ke sana, termasuk Manager Ko yang selalu tersenyum ramah. Mo Yeon tidak dapat menahan emosinya lagi dan menangis dengan sedih.

---


Anak buah Shi Jin datang dan menyapa Shi Jin. Shi Jin mengatakan ia hanya datang untuk melihat-lihat saja. Anak buah Shi Jin melihat bahu Shi Jin terluka dan sepertinya lukanya harus dijahit. Ia menawarkan bantuannya untuk memanggil tim medis.

Mo Yeon tiba-tiba datang dan mangatakan, ia yang akan melakukannya.

---


Mo Yeon membawa Shi Jin ke tenda medis. "Apa yang terjadi?", tanya Mo Yeon sambil menjahit luka Shi Jin.

"Aku melakukan penyelamatan tanpa berhati-hati...", sahut Shi Jin singkat. Mo Yeon tersenyum mendengar jawaban Shi Jin itu.

Mereka saling diam sesaat. Mo Yeon kemudian mengatakan kalau ia baik-baik saja. "Kau mendengarnya? Aku bertanya di dalam kepalaku...", ucap Shi Jin.

"Ya. Aku mendengarnya jelas dan kuat...", sahut Mo Yeon lagi.

Shi Jin mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran Mo Yeon bersamanya di sana dan ikut berjuang bersamanya di sana. Dan Mo Yeon juga mengucapkan terima kasih kembali pada Shi Jin.

Shi Jin meminta maaf dengan ucapan kasarnya tadi. Ia mengatakan ia tidak bermaksud jahat pada Mo Yeon.

"Aku tahu. Aku bekerja menjadi dokter sudah lama dan dokter melihat lebih banyak kematian dibandingkan dengan tentara yang memegang senjata..", ucap Mo Yeon. Shi Jin meminta Mo Yeon untuk melupakan ucapannya tadi, jika ucapannya tadi tidak berguna bagi Mo Yeon. "Aku hanya ingin kau baik-baik saja... dengan sepenuh hatiku...", ucap Shi Jin lagi.

Mo Yeon tersenyum. Meminta Shi Jin cukup melakukan keahliannya Shi Jin saja daripada menghibur dengan kata-kata yang aneh. Shi Jin tidak mengerti maksud Mo Yeon. "Kau ahli dalam bercanda. Cukup berikan aku sebuah candaan saja...", ucap Mo Yeon.

"Kau sangat cantik sekarang...", ucap Shi Jin.

"Kau tidak sedang melihatku..."

"Aku sudah melihatmu tadi. Kau tipe orang yang selalu cantik...".

"Itu memang yang sebenarnya...".

"Aku bercanda...", sahut Shi Jin. Dan Mo Yeon akhirnya bisa tersenyum lebih lebar.

Mo Yeon sudah selesai menjahitkan luka Shi Jin. Tiba-tiba Shi Jin mengatakan kalau ia sangat merindukan Mo Yeon. Apapun yang ia lakukan, ia tidak bisa berhenti memikirkan Mo Yeon. "Aku mencoba membuat diriku lelah, memaksa diriku untuk melupakan, minum dan melakukan semuanya. Tapi aku tetap masih merindukanmu...".

Mo Yeon tertegun mendengar ucapan Shi Jin tadi.

Melihat Mo Yeon hanya diam, Shi Jin meneruskan, "Apa ini sesuatu yang tidak pernah kau pikir akan kau dengarkan? Kau harus mulai memikirkannya karena kali ini aku sangat serius...".

Bersambung...

Komentar :

Ternyata kejadian seburuk apa pun bisa membawa berkah ya... Dae Young kembali dekat dengan Myeong Ju dan hubungan Shi Jin dan Mo Yeon juga berubah ke tingkat yang lebih serius.

Belum tahu apa jawaban Mo Yeon, tapi yang pasti, jika dihadapkan pada kenyataan bahwa sudah pernah mengalami kejadian yang traumatis dan juga orang yang disukai berada pada posisi yang genting, maka kondisi itu dapat mengubah keputusan seseorang, kan ya?

Sy belum nonton episode 8, tapi dari preview sepertinya Young Su yang suka berbuat ulah, kali ini melakukan sesuatu dengan menggunakan kendaraan berat. Terlihat ada reruntuhan yang jatuh dan menimpa tentara yang ada di dalamnya, apa termasuk Shi Jin? Apa runtuhnya bangunan itu karena Young Su yang menggunakan alat berat?

Belum mengerti hubungan ayah Shi Jin dan ayah Myeong Ju. Tapi dari rat wajahnya, ayah Shi Jin seperti tidak begitu setuju dengan rencana perjodohan putranya dengan Myeong Ju. Ia mungkin tidak bisa menolak karena ayah Myeong Ju memiliki pangkat lebih tinggi darinya. Belum tahu juga kenapa ayah Shi Jin pakai baju sipil, apa karena ia sudah pensiun, ya?

Menurut sy ada hal yang tidak masuk akal di episode ini. Setau sy, biasanya jika ada kejadian emergency maka akan dipanggil tentara yang berada pada posisi terdekat dengan lokasi emergency. Dalam kasus ini, pastinya pasukan dari Unit Taebaek kan ya? Karena mereka lebih dekat dibandingkan harus mendatangkan tentara dari Korea.

Tidak peduli, pasukan khusus atau apa, sy pikir, setiap tentara pasti sudah dibekali dengan dasar-dasar penyelamatan di dalam kondisi darurat. Pasukan khusus hanya bertindak pada kondisi seperti penyenderaan seperti contohnya diawal drama ini...

Dan, seandainya Urk itu sudah menjadi sebuah negara, maka tentara negara lain tidak bisa seenaknya masuk ke wilayah udara suatu negara, kecuali sudah mendapatkan izin dari otoritas negara tersebut. Apa mungkin Urk ini bukan negara yang sudah resmi? Kalau pun masih ada pasukan PBB, biasanya pasukan PBB yang masuk lebih dulu...

Tapi, entahlah... mungkin ada pembaca yang lebih tahu, silahkan dishare di sini. Next, episode di blog mb Dyah Koreandramaaddicted ya...

Gomawo...

[Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 8 Part 1]

Note : All images credit to KBS2

No comments:

Powered by Blogger.