Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 7 Part 1

[Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 6 Part 2]

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 7 Part 1

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 7 Part 1
Credit : KBS2
Kdramastory - Setelah membantu mengikatkan tali sepatu Mo Yeon, Shi Jin mengungkapkan rasa syukurnya karena Mo Yeon tidak terluka. Shi Jin juga meminta maaf karena tidak mengucapkan selamat tinggal sebelum ia pulang kemarin.

Sebelum pergi, Shi Jin meminta maaf karena tidak bisa menemani Mo Yeon dan berpesan agar Mo Yeon berhati-hati dan menjaga dirinya baik-baik.

"Kau, juga", sahut Mo Yeon singkat. Kemudian mereka pun berpisah, berjalan ke arah yang berlawanan. Mata Mo Yeon terlihat berkaca-kaca.

---


Sersan Choi berteriak dari sebuah lubang, bertanya apakah ada orang di dalam sana dan meminta mereka mengetuk tiga kali untuk memberitahukannya. Salah seorang tentara yang mendengar melalui alat bantu, menggelengkan kepalanya.

Sersan Choi berpikir dugaannya pasti salah. Tapi Shi Jin berpikir lubang itu adalah titik yang tepat untuk memulai pencarian mereka, mengingat shift kedua yang bekerja semalam, menyelamatkan diri melalui tangga sebelah timur.

Dae Young datang, memberitahukan Shi Jin bahwa timnya sudah memotong pipa gas. Shi Jin bertanya pada Dae Young, bagaimana situasi di tempat Dae Young tadi. Dan Dae Young mengatakan situasi di tempatnya baik-baik saja.

Lalu Young Su muncul, meminta Shi Jin dan anak buahnya untuk masuk ke bangunan yang lain. Young Su menunjuk ke arah yang lain. Namun Dae Young mengatakan tidak bisa karena di daerah yang ditunjukkan oleh Young Su itu, membahayakan karena kemungkinan batu akan runtuh.

Young Su tidak percaya, menurutnya cuma hanya batu-batu kecil saja. Dan lagi, kalau mereka takut, bagaimana mereka melakukan operasi keadaan darurat, omel Young Su.

Melihat sikap Young Su seperti itu, Dae Young menjadi kesal dan dengan tegas mengatakan bahwa bangunan yang belum runtuh itu jauh lebih berbahaya walaupun di luar mungkin terlihat baik-baik saja, tapi akan ada kemungkinan besar terjadi guncangan. "Bahkan gerakan kecil saja, bisa menyebabkan kerusakan yang lebih besar", ucap Dae Young lagi.

Dae Young mengambil sepotong kayu dan memukulnya ke dinding bangunan yang sudah roboh. Beberapa batu berjatuhan, membuat Young Su berlari ketakutan dan berlindung di balik salah seorang tentara.

Tentara yang sedang mendengarkan suara dari dalam bangunan, memberitahukan Shi Jin bahwa ia mendapatkan sinyal suara dari dalam. Shi Jin memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan peralatan endoskop dan foto-foto bagian dalam.

---


Sementara di dalam, Manager Ko dan anak buahnya yang tertusuk besi terus saling berbicara. Manager Ko menyuruh anak buahnya itu untuk mengetuk lebih keras, namun lama kelamaan anak buahnya itu kehabisan tenaga.

Untungnya tak lama kemudian, beberapa pekerja konstruksi yang lain menemukan keberadaan Manager Ko. Begitu juga dengan Shi Jin dan anak buahnya, mereka mendapatkan gambar posisi dimana para pekerja terjebak.

Shi Jin dan anak buahnya berdiskusi tentang rencana mereka untuk masuk ke dalam. Menurut Shi Jin, yang pertama kali harus mereka lakukan adalah mengangkat beton yang menutupi jalan masuk. Tadinya mereka berencana menggunakan pengebor, tapi menurut informasi dari Young Su, beton yang dipakai di proyek adalah beton yang khusus, jadi butuh lebih dari satu hari untuk melakukannnya.

Young Su menyuruh mereka menggunakan alat berat saja. Tapi Dae Young dengan tegas menolak. Karena tanahnya tidak stabil, maka itu akan semakin membahayakan korban yang selamat.

Young Su sudah tidak sabar lagi, jika memang sulit untuk masuk ke bangunan yang runtuh itu, maka sebaiknya mereka masuk ke area kantor saja karena tidak ada orang yang selamat satu pun di sana. "Sudah kubilang banyak dokumen penting di kantor...", ucap Young Su.

Shi Jin jadi emosi, "Apa kau menyuruh kami mementingkan dokumen daripada menyelamatkan nyawa manusia?".

Young Su juga emosi, mengatakan bahwa orang yang bertanggung jawab di proyek itu adalah dirinya, jadi mereka harus mengikuti perintahnya. "Komandan tim penyelamat mengambil alih bertanggung jawab di lokasi bencana, dan itu aku!", marah Shi Jin.

Young Su terpaksa menurunkan jari tangannya yang tadi menunjuk ke arah Shi Jin. Shi Jin menyuruh anak buahnya untuk membawa pergi Young Su. Young Su dibawa pergi dengan paksa oleh anak buah Shi Jin. Sepanjang jalan, Young Su terus memaki-maki Shi Jin.

Shi Jin kembali membahas rencana dengan Dae Young. Shi Jin berpikir untuk menggunakan airbag. Menurut Dae Young, satu airbag hanya mampu menahan beban 10 ton, jadi mereka membutuhkan 4 airbag yang dipompa sekaligus. Pompa udara yang mereka milik hanya ada satu dan Shi Jin menyarankan mereka menggantinya dengan air. Dan air dapat diambil dari hydrant.

Dae Young berpikir, airbag tidak akan mampu bertahan cukup lama. Shi Jin mengatakan airbag hanya penopang sementara. Setelah beberapa orang masuk, maka mereka akan bisa memasang penopang lainnya.

Dae Young setuju dengan rencana Shi Jin dan mereka memerintahkan tentara yang lainnya untuk melakukan rencana mereka.

---


Sementara itu, Mo Yeon sibuk memeriksa pasien. Salah satu pasien termasuk kategori berat dan Mo Yeon berniat untuk membawa ke medicube. Tapi ternyata mereka tidak memiliki mobil untuk membawa pasien dan juga ponsel masih belum bisa digunakan.

Gi Beom datang dengan membawakan beberapa radio dan memberikan masing-masing satu radio untuk Mo Yeon dan Ja Ae. Ia mengatakan bahwa radio itu adalah pemberian dari dokter asing yang membawa pasien ke Medicube dan Mo Yeon dapat menggunakan channel 3.

Terdengar suara yang masuk melalui radio, dan itu dari Daniel. Daniel mengatakan ia membawa pasien yang pendarahan dan retak di kepala. Ia ingin menggunaka ruang operasi tapi orang-orang di Medicube bilang ia harus meminta izin terlebih dahulu pada Mo Yeon. "Aku hampir saja melakukan operasi di depan pintu masuk...", ucap Daniel lagi.

Daniel memperdengarkan radionya pada dokter yang berjaga di depan pintu masuk ruang operasi. Mo Yeon memarahi mereka karena tidak bertindak darurat. "Apa kau pikir kita ada Seoul?", marah Mo Yeon.

Dokter itu mengerti dan membukakan pintu ruang operasi untuk Daniel.

Daniel mengucapkan terima kasih pada Mo Yeon dan mengatakan kalau Ye Hwa bisa membantu Mo Yeon di lapangan. Mo Yeon mengucapkan terima kasih pada Daniel dan menutup pembicaraan mereka.

Shi Jin ikut mendengarkan pembicaraan Mo Yeon dan Daniel. Dan ia tersenyum, bertambah semangat.

---

Anak buah Shi Jin berusaha memasang airbag di antara reruntuhan. Young Su datang lagi, dengan nada mengejek ia meremehkan kekuatan airbag yang tidak akan mampu bertahan lama. Menurutnya, tidak akan ada siapa pun yang mau masuk kecuali orang itu mau mati.

"Kami yang akan masuk ke sana...", ucap Shi Jin. Dan setelah anak buahnya mengatakan bahwa mereka sudah selesai memasang airbag, Shi Jin dan yang lainnya pun masuk.

---

Setelah selesai memasang penyangga di dalam, Shi Jin memintah tim medis untuk bersiap di pintu masuk. Dan tak lama, satu persatu pekerja konstruksi yang terjebak, berhasil keluar.


Salah satu dari pekerja yang selamat ada yang terluka di bagian kaki. Mo Yeon bertanya nama pekerja itu dan ia mengatakan namanya Park Yong Man. Ia mengatakan ia baik-baik saja namun masih ada beberapa korban yang masih hidup di dalam termasuk Manager ko, tapi ia tidak tahu pasti lokasi mereka.

Mo Yeon terlihat kaget saat mendengar Manager Ko masih terjebak di dalam. Salah seorang tentara menenangkan Yong Man, mengatakan kalau timnya sedang bersiap untuk pencarian tahap kedua.

Mo Yeon melihat Shi Jin mengambil tali yang panjang dan berjalan masuk lagi ke dalam. Mereka saling bertatapan sejenak, tapi tidak mengatakan apa pun.

---


Myeong Ju bertugas bersama Min Ji. Ia memeriksa seorang pekerja yang terlihat kesulitan bernafas. Myeong Ju meminta Min Ji memasangkan infus tapi ternyata persedian infus mereka sudah habis.

Mo Yeon datang dan memberikan botol infus yang masih ia miliki. Ia melihat keadaan pasien dan berpikir terjadi pendarahan di dalam perut. Tiba-tiba pasien kehilangan kesadaran dan Myeong Ju meminta Min Jin menyuntikkan Epinefrin 10 ml.

Myeong Ju akan menekan dada pasien dengan kedua tangannya. Tapi ia kalah cepat, Mo Yeon tiba-tiba meninju-ninju dada pasien, membuat Myeong Ju kaget. Untungnya tak lama, denyut nadi pasien kembali normal.

Myeong Ju berpikir pasien harus dioperasi dan mereka harus membawanya ke medicube. Tapi Mo Yeon merasa itu tidak mungkin karena di medicube, ruang operasinya pun sudah penuh.

Myeong Ju berpikir opsi lain, membawa pasien dengan helikopter ke markas dan membutuhkan waktu 30 menit, tapi Mo Yeon merasa pasien tidak akan mampu bertahan selama itu. Jadi ia menyarankan untuk melakukan operasi langsung di sana. Mereka dapat memindahkan pasien ke tempat yang lebih terbuka dan terang.

Myeong Ju keberatan karena lokasi tidak steril dan banyak debu semen di sana. Mo Yeon menyerahkan keputusan akhir pada Myeong Ju, karena pasien itu adalah pasien Myeong Ju. Setelah berpikir sejenak, Myeong Ju mengikuti saran Mo Yeon. Ia memerintahkan Min Jin mengabil satu set alat operasi.

Dengan bantuan Ye Hwa, Myeong Ju dan Mo Yeon memindahkan pasien ke tempat yang lebih baik.

---


Gi Beom masih ke sana ke sini membagikan radio untuk semua tim medis. Tidak sengaja, ia malah menabrak susunan kotak dan membuat isinya berhamburan keluar. Dokter wanita yangs sedang ada di sana menegur Gi Beom yang banyak bergerak padahal sedang terluka.

Gi Beom merasa tidak enak. Saat Min Ji datang untuk mengambil set operasi, Gi Beom pun disuruh minggir. Wajah Gi Beom terlihat sedih, karena merasa tidak banyak memberi bantuan.

---


Chi Hoon bertemu dengan wanita yang kakinya terkilir. Ia berniat akan menyuntikkan anestesi di kaki wanita itu. Namun wanita itu menolaknya dengan keras. Awalnya Chi Hoon kesal, mengira wanita itu takut disuntik, apalagi ia juga sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan wanita itu.

Wanita itu mengeluarkan foto usg bayi dan mengatakan bahwa itu adalah anaknya. Chi Hoon baru mengerti alasan wanita itu menolak disuntik. Ia mengatakan bahwa waniat itu harus menahan rasa sakit untuk sebentar dan wanita itu menganggukkan kepalanya.

Dalam hitungan tiga, Chi Hoon menarik kaki wanita itu.

---


Sebuah mobil yang berisi reporter stasiun TV dari Amerika datang. Reporter yang memperkenalkan namanya Martin berbicara dengan Gi Beom yang sama sekali tidak paham bahasa inggris. Gi Beom membawa Martin ke Ja Ae, namun Ja Ae mengatakan 'I'm buzy...". :-P

Lalu Sang Hyun datang ke tenda dan Gi Beom membawa Martin ke Sang Hyun. Sama seperti Ja Ae, Sang Hyun juga mengatakan, "I can not speak English, so I beg your pardon...... :-P

Terdengar suara dari radio Sang Hyun yang meminta seorang dokter kembali ke Medicube karena di sana kekurangan dokter. Sang Hyun menjwab panggilan itu dan mengatakan akan segera ke rumah sakit.

Sang Hyun melihat mobil Martin dan langsung masuk ke dalamnya. Ia berjanji pada Martin akan bersedia diwawancara jika Martin mau mengantarkannya ke Medicube. Martin tidak punya pilihan lain dan ikut naik ke dalam mobil. Dan mereka pun pergi.

Gi Beom melihat kepergian Sang Hyun dengan tatapan kagum, "Wow, keren...". Ja Ae tiba-tiba muncul, mengatakan bahwa biasanya Sang Hyun itu adalah pria yang tidak berguna tapi Sang Hyun adalah seorang dokter yang hebat.

Gi Beom mendengar pengumuman di radio bahwa ada yang membutuhkan darah golongan AB. Gi Beom segera merespon pengumuman itu dan mengatakan kalau ia berdarah AB.

---

Gi Beom datang ke tempat Myeong Ju dan Mo Yeon sedang melakukan operasi. Shi Jin tiba-tiba datang dan mengatakan kalau Mo Yeon harus ikut dengannya masuk ke dalam bangunan yang roboh.


Shi Jin membawa Mo Yeon ke lokasi Manager Ko terbaring dan tertindih dengan pelat beton. Mo Yeon mengatakan kalau ia akan memberikan pereda sakit dan bertanya apakah Manager Ko bisa merasakan kaki dan jari kakinya.

Manager Ko mengerutkan wajahnya, berusaha menggerakkan kakinya. Mo Yeon menyenter ke arah kaki Manager Ko dan Manager Ko bertanya apakah Mo yeon melihat kakinya bergerak. Mo Yeon terdiam karena ia melihat kaki dan jari kaki Manager Ko sama sekali tidak bergerak.

Manager Ko mengatakan kalau tadinya sakit sekali tapi setelah melihat wajah Mo Yeon, rasa sakitnya menghilang. Mo Yeon tersenyum dan mengatakan kalau ia senang mendengarnya.

Mo Yeon beralih pada Shi Jin yang berdiri di belakangnya, bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat beton itu. Namun Shi Jin mengajak Mo Yeon melihat pasien yang satunya lagi.

---


Mo Yeon memasang infus untuk pasien yang tertusuk besi. Ia mengatakan kalau pasien itu beruntung karena besinya tidak menusuk jantung pasien itu. Mo Yeon meminta pasien untuk tidak bergerak karena bisa mengenai tulang belakang pasien.

Mo Yeon mengatakan bahwa mereka harus membawa pasien itu ke ruang operasi beserta dengan besinya dan ia juga menunjukkan bagian mana yang bisa dipotong oleh tim Shi Jin. Namun, alih-alih menjawab, Shi Jin malah mengajak Mo Yeon bicara.

---


Shi Jin mengatakan kalau lokasi Manager Ko dan pasien yang tertusuk itu saling berhubungan. Jika mereka mengangkat beton yang menindih Manager Ko maka beton itu akan langsung jatuh mengenai pasien yang tertusuk. Dan jika mereka memotong besi maka gaya beratnya akan berubah dan beton akan semakin menindih Manager Ko.

Shi Jin menyerahkan keputusan pada Mo Yeon karena Mo Yeon adalah seorang dokter jadi Mo Yeon harus memutuskan siapa yang memiliki peluang bertahan maka mereka yakan menyelamatkan orang tersebut.

"Jadi kita harus membunuh satu orang untuk menyelamatkan yang lainnya. Itu maksudmu? Jadi kau memintaku memilih siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang akan dibunuh?", ucap Mo Yeon, terguncang.

Shi Jin meminta Mo Yeon untuk segera memutuskan. Sersan Choi datang, memberitahukan bahwa mereka sudah selesai melakukan persiapan. Tapi Mo Yeon mengatakan ia perlu waktu berpikir.

"Kita sudah tidak punya waktu lagi...", desak Sersan Choi. Shi Jin memberi isyarat agar Sersan Choi memberi Mo Yeon waktu, dan kemudian ia mengatakan pada Mo Yeon, mereka akan menunggu keputusan Mo Yeon.

Kemudian Mo Yeon pun pergi.

---


Young Su datang lagi, menegur Shi Jin yang menurutnya hanya berdiri diam saja di sana. Ia mendengar salah satu dari korban tidak akan bisa diselamatkan, jadi ia meminta Shi Jin cepat menyelamatkan siapa pun, terserah Shi Jin dan kemudian mereka bisa mulai masuk ke kantornya.

"Kami mengikuti Peraturan Penyelamatan", ucap Shi Jin dan berlalu pergi. Tapi Young Su menahan SHi Jin, mengatakan kalau ia belum selesai berbicara. Young Su mengatakan di kantornya ada dokumen kontrak perjanjian dengan pemerintah Urk dan itu sangat penting karena menyangkut keseluruhan proyek itu. Ia mengatakan kalau ia bukannya tidak bersikap patriotisme, ia selalu memilih lagu kebangsaan saat berkaraoke untuk dinyanyikan pertama kali.

Young Su terus mengomel. Menyinggung tugas seorang tentara yang seharusnya lebih mementingkan negara dan tidak perlu mempedulikan segelintir pekerja akan hidup atau mati.

Shi Jin sangat marah mendengar ucapan Young Su. Ia mendekatkan wajahnya pada Young Su, mengatakan kalaupun seandainya korban adalah orang brengsek seperti Young Su, sudah tugas merekalah untuk menyelamatkan nyawa Young Su terlebih dahulu. "Dan jika kau sangat memikirkan dokumen itu...", Shi Jin mengambil sekop dan melemparkannya pada Young Su. "Pergi dan gali sendiri sana!".

Young Su tertawa mengejek dan melempar sekop itu, tidak percaya Shi Jin melakukan itu padanya dan mengancam kalau Shi Jin akan mendapat masalah besar. "Baguslah. Pergi sana!", usir Shi Jin.

Tiba-tiba seseorang berteriak karena ada beton dan pipa yang jatuh dari atas. Shi Jin segera melindungi Young Su. Sebagian beton dan pipa mengenai punggungnya dan kemudian jatuh ke bawah, ke tempat Manager Ko berada.

Shi Jin menanyakan keadaan tentara yang ada dibawah bersama Manager Ko. Mereka mengatakan, mereka baik-baik saja, begitu juga dengan Manager Ko.

Young Su melihat kabel listrik yang putus dan mengeluarkan bunga api. Shi Jin mengeluarkan pistolnya dan menembak beton yang mengantung di atas dan jatuh tepat diatas kabel yang berapi itu.

Ia menanyakan keadaan Young Su. Melihat Shi Jin seperti itu, Young Su langsung hilang keberaniannya dan dengan tergagap, ia hanya meng-iyakan saja. :-P

Shi Jin menghubungi Sersan Gong melalui radio sambil berjalan melangkahi tangan Young Su. Memerintahkan Sersan Gong untuk memeriksa aliran listrik apa sudah terputus atau belum. Young Su kaget saat melihat ceceran darah yang menetes di lantai dan juga mengenai tangannya. Ternyata darah itu berasal dari punggung Shi Jin yang terluka. Young Su semakin ketakutan, melihat sosok Shi Jin yang seusngguhnya, yang tidak mengenal rasa sakit.

---

Mo Yeon dan Ja Ae berada di samping Manager Ko, memeriksa keadaan Manager Ko. Manager Ko mengatakan orang itu memiliki tiga anak, satu laki-laki dan dua perempuan. Mo Yeon tidak mengerti maksud ucapan Manager Ko.

"Pria yang di sana... aku tidak tahu banyak tapi sepertinya kalian tidak bisa menyelamatkan kami berdua, 'kan? Tidak apa-apa. Aku sudah bekerja 30 tahun di konstruksi dan aku mengetahui gambarannya...", ucap Manager Ko.

Mo Yeon hanya bisa mengatakan ia berjanji akan melakukan yang terbaik untuk mereka berdua. Manager Ko menganggukkan kepalanya, "Lakukanlah. Terbaring di bawah sini dan bisa melihat langit yang biru, aku merasa sangat beruntung. Aku sudah cukup bekerja dan cukup mengumpulkan uang untuk menguliahkan anakku...", ucap Manager Ko lagi.

Mo Yeon mengusap matanya.

---


Mo Yeon mendekati pasien yang tertusuk besi dan pasien itu meminta obat penghilang rasa sakit. Tapi Mo Yeon mengatakan ia tidak bisa memberikannya lagi karena pasien itu akan segera dibius dan dioperasi. Ia meminta pasien itu untuk mencoba mengepalkan tangannya.

Pasien itu mencoba menggerakkan jari tangannya dan jari tangannya masih bergerak. Ia menahan tangis, bertanya apakah ia akan mati. Ia memohon agar Mo Yeon menyelamatkannya, ia sudah berusaha untuk tidak bergerak sedikit pun seperti permintaan Mo Yeon.

Mo Yeon tersenyum dan hanya mengatakan, "Bagus...".

---


Myeong Ju masih mengoperasi pasien dan darah Gi Beom masih ditranfusikan ke pasien itu. Myeong Ju menyuruh Gi Beom untuk membelikan makanan untuk pasien yang sedang dioperasinya itu jika selamat.

Gi Beom sangat senang karena itu artinya ia sudah menyelamatkan seseorang. Ia bertanya apa boleh ia memberitahukan Sersan Seo.

"Antri dulu. Karena aku yang pertama...", sahut Myeong Ju marah.

---


Ye Hwa sedang mengambil darah para reporter asing. Martin mengatakan ia datang bukan untuk diambil darahnya. Ye Hwa berjanji jika Martin mau melakukan itu, ia akan mendapatkan tiga orang untuk diinterview, yaitu Kepala RS Haesung, Kepala Proyek Mowuru, dan Kepala Unit Taebaek.

Tapi Martin tidak setuju, orang yang ingin diwawancarai adalah Daniel Spencer. Daniel adalah seorang veteran yang sangat berpengalaman di lokasi bencana. Ye Hwa sangat kesal karena mereka sangat keras kepala, hanya ingin mewawancarai Daniel saja.

---

Dae Young dan seorang tentara lain masuk ke tempat yang lain. Tidak sengaja, Dae Young malah terperosok ke bawah dan kepanikan itu terdengar melalui radio yang dipegang oleh Gi Beom.


Gi Beom langsung minta dibukakan selang transfusinya dan dengan tegas Myeong Ju menyuruh Gi Beom tidur kembali karena kalu tidak pasiennya akan mati. Gi Beom terpaksa menurut dan Myeong Ju melanjutkan operasinya.

Myeong Ju terlihat berusaha mengatasi rasa paniknya dan tetap melanjutkan operasi, walaupun tidak bisa konsentrasi. Untungnya, kemudian terdengar suara Dae Young yang melaporkan bahwa keadaannya baik-baik saja.

Gi Beom mengungkapkan rasa leganya tapi Myeong Ju dengan galak langsung menyuruh Gi Beom diam, karena Gi Beom bisa merusak konsentrasinya... :-P

Bersambung...

[Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 7 Part 2]

Note : All images credit to KBS2

No comments:

Powered by Blogger.