Sinopsis Yong Pal Episode 9 Part 2

[Sinopsis Yong Pal Episode 9 Part 1]

Sinopsis Yong Pal Episode 9 Part 2

Sinopsis Yong Pal Episode 9 Part 2
Credit : SBS
Kdramastory - Tae Hyun membawa Yeo Jin ke sebuah hutan, Yeo Jin ingin tau dari mana Tae Hyun tau tempat itu. Tae Hyun berkata ia tau dari Ali. Yeo Jin terlihat senang dan ingin mencoba berjalan lagi. Tae Hyun tidak begitu yakin karena hari ini Yeo Jin sudah terlalu banyak latihan berjalan. Tapi Yeo Jin ingin terus berlatih dan tidak ingin menjadi beban untuk Tae Hyun di masa yang akan datang.

Setelah merasa Yeo Jin cukup latihan berjalan, Tae Hyun menyuruh Yeo Jin naik ke punggungnya. Yeo Jin awalnya ragu tapi Tae Hyun memaksanya. Setelah berjalan agak jauh, Yeo Jin bertanya apakah ia berat atau tidak. Tae Hyun bercanda dan berkata Yeo Jin memang berat. Yeo Jin meminta Tae Hyun untuk menurunkannya tapi Tae Hyun tidak mau. Sewaktu kecil dulu, ia biasa menggendong So Hyun di punggungnya, jadi ia sudah terbiasa.

"Apakah So Hyun terlahir dengan penyakit itu?", tanya Yeo Jin.

"Tidak", jawab Tae Hyun. Tae Hyun berkata ia yang membuat So Hyun seperti itu.

=== Flashback ====

'Ayah dan ibu sedang bekerja dan selalu pulang larut malam. Dan aku harus menjaganya lagi malam itu. -Tae Hyun'.

Tae Hyun membangunkan So Hyun untuk makan malam, tapi So Hyun tidak mau makan karena sedang sakit. Tae Hyun memeriksa dahi So Hyun dan memang dahi So Hyun panas. Lalu ia membujuk So Hyun untuk makan supaya bisa minum obat.

'Kalau aku pikir lagi, saat itu aku merasa seperti sedang bermain peran menjadi ibu atau menjadi dokter.'

Tae Hyun membuka kotak obat dan memberikan acetaminofen untuk So Hyun, So Hyun sempat menolak tapi ia membujuk So Hyun minum obat itu agar lekas sembuh.

'Aku memberikannya acetaminophen walaupun ia mengatakan tidak mau. Obat itu adalah obat yang biasa diminum oleh ayahku untuk menghilangkan nyeri. Obat itu menyebabkan kerusakan yang besar pada hati jika dikonsumsi oleh anak. Obat itu mirip dengan obat yang biasa diberikan oleh ibu ketika So Hyun sakit.'

Ketika kembali ke kamar, Tae Hyun mendapati So Hyun tidak bergerak, walaupun ia sudah berusaha membangunkannya.

'Aku ketakutan dan berlari ke klinik malam itu seperti orang gila.'

Tae Hyun berlari ke klinik dan menggedor-gedor pintu klinik sampai keluar seorang dokter yang sudah tua. Dokter itu datang ke rumah Tae Hyun dan memeriksa So Hyun dan bertanya sejak kapan So Hyun seperti itu. Tae Hyun berkata sejak ia minum obat dan dokter bertanya obat apa yang diberikan Tae Hyun untuk adiknya. Tae Hyun mengambil kembali kotak obat dan memperlihatkan obat yang tadi diberikannya untuk So Hyun. Dokter itu terkejut dan langsung berkata meminta Tae Hyun membantunya.

So Hyun dibawa ke IGD oleh dokter itu dan Tae Hyun hanya bisa menangis di samping So Hyun yang masih belum sadar. Lalu kedua orang tua Tae Hyun datang dan bertanya sambil menangis, apa yang terjadi pada So Hyun. Tae Hyun hanya bisa menangis.

=== Flashback End ===

"Jadi karena itulah kau menjadi dokter. Kau ingin menyelamatkan So Hyun", ucap Yeo Jin. Bukan itu, Tae Hyun hanya ingin menjadi kaya dan berkuasa. Kemiskinan tidak akan dapat menyembuhkan So Hyun, kemiskinan juga menyebabkan ayahnya menjadi pemabuk. Dan ia tidak menyukai kemiskinan. Tapi pada akhirnya, ia menjadi seorang kriminal yang penuh dengan hutang. Semakin ia mencoba untuk menjadi berkuasa maka semakin membuatnya menjadi orang yang menyedihkan. Tae Hyun bertanya-tanya apakah semua ini terjadi karena ia tidak sadar dimana sebenarnya tempatnya.

Tapi Yeo Jin berkata semua orang memiliki kelemahannya sendiri terhadap orang tertentu, kita bahkan tidak tau betapa menyedihkannya diri kita sendiri. Tae Hyun merasa mungkin benar juga ucapan Yeo Jin dan Yeo Jin juga memuji Tae Hyun yang paling tidak sudah berhasil menyelesaikan sekolah kedokteran, menjadi dokter dan menyelamatkan So Hyun. Yeo Jin merasa Tae Hyun sudah melakukan yang terbaik yang ia bisa lakukan dan berharap memiliki seorang kakak seperti Tae Hyun.

Tae Hyun menurunkan Yeo Jin dari punggungnya dan berkata tempat ini dinamakan Hill Of Wind. Jika orang yang saling mencintai berciuman di sini... Ucapan Tae Hyun terpotong karena Yeo Jin langsung berbalik dan mencium Tae Hyun lebih dulu.

"Mereka kembali lagi ke sini, dan ketika mereka kembali lagi kesini dan berciuman, maka mereka akan bersama selamanya", sambung Tae Hyun. Lalu Yeo Jin mengajak Tae Hyun untuk kembali lagi ke bukit itu besok. Tae Hyun tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan mereka kisseu again.

--

Chief Lee kembali ke ruang kerjanya, mondar-mandir dengan gelisah teringat ucapan Yeo Jin sebelum ia membunuhnya di malam itu. Saat itu Yeo Jin berkata Chief Lee juga akan mati di tangan Do Joon.

Chief Lee ingin menemui direktur lagi dan ketika di koridor depan kamar direktur, ia berpapasan dengan seorang pria yang memakai baju bedah keluar dari kamar rawat direktur.

Mereka sempat saling memberi hormat, namun Chief Lee tiba-tiba sadar ia belum pernah melihat pria itu. Chief Lee berbalik dan memanggil pria itu, pria itu sempat berhenti dan menoleh ke belakang tapi kemudian dia langsung pergi. Chief Lee agak terkejut dan masuk ke kamar direktur. Chief Lee terkejut ketika melihat direktur tidak lagi merespon pertanyaan.

Chief Lee mencoba memanggil direktur beberapa kali dan kemudian mengecek denyut nadi di leher direktur. Chief Lee sangat terkejut dan spontan berbalik, berteriak memanggil perawat. Lalu tiba-tiba ia tersadar dan tidak jadi memanggil perawat.

Chief Lee mengatur nafasnya yang memburu karena panik. Setelah tenang, Chief Lee keluar dari kamar direktur dan kembali ke ruang kerjanya. Chief Lee akan mengganti jubah dokternya dengan jasnya, tapi tidak jadi, ia meletakkan kembali jasnya. Lalu ia membuka-buka laci mejanya dan menemukan paspornya di laci paling bawah. Setelah itu, diam-diam ia keluar, melewati CCTV dan stasiun perawat yang kebetulan di sana ada perawat yang baru tadi.

Tidak sengaja Chief Lee berpapasan dengan seorang perawat yang bertanya kemana Chief Lee akan pergi. "Ada tamu yang menungguku di bawah. Hubungi aku kalau ada yang penting", pesan Chief Lee, berusaha tenang. Perawat itu meng-iya-kan dan lalu pergi ke stasiun perawat. Chief Lee berpaling ke belakang dan melihat perawat baru itu sedang melihatnya dengan tajam. Chief Lee cepat-cepat berbalik dan berjalan ke arah lift.

Di dalam lift, Chief Lee menekan tombol B1 dan keluar di parkiran basemen, tidak jauh dari mobilnya. Sambil mengawasi sekelilingnya, Chief Lee masuk ke mobilnya, menyalakan mesin mobil dan pergi dari rumah sakit.

--

Tae Hyun dan Yeo Jin sudah kembali dari bukit, Tae Hyun mengajak anak-anak yang masih bermain di sungai untuk makan, ia yang akan mentraktir mereka. Anak-anak berteriak senang dan kemudian mereka makan bersama-sama di restoran.

Seorang perawat masuk ke kamar direktur membawakan makan siang untuk direktur. Ia menjatuhkan nampan yang ditangannya dan berteriak histeris melihat direktur yang sudah kaku.

--

Tengah malam, Ali berlari ke gereja dan menggedor pintu gereja, memanggil-manggil pastor. Tae Hyun terbangun mendengar gedoran pintu yang cukup keras. Pastor membuka pintu dan Ali mengatakan ibunya sedang sakit, ia minta tolong agar pastor mau memanggilkan paman itu untuknya. Yong Pal yang sudah terbangun, keluar dan Ali meminta padanya agar mau datang ke rumahnya. Saat ini ibunya sedang sakit.

Tae Hyun sempat tertegun, seperti melihat dirinya sendiri waktu kecil ketika ia berlari mengetuk pintu klinik di tengah malam. Tanpa pikir panjang, Tae Hyun langsung menyuruh Ali menunggu sebentar, ia akan pergi mengambil kunci mobil terlebuh dahulu.

Tae Hyun tiba di rumah Ali bersama Yeo Jin, pastor, dan suster. Tae Hyun mengambil sebuah koper dan berpesan pada Yeo Jin untuk menunggunya di mobil dan kemudian berlari masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah seorang wanita hamil sudah terbaring dan kondisinya terlihat kurang baik. Tae Hyun bertanya pada suami wanita itu kapan tanggal perkiraan kelahirannya. Pria itu berkata masih sekitar satu bulan lagi. Tae Hyun mengambil peralatan tensi dan memeriksa tekanan darah wanita itu, hasilnya sangat tinggi dan ia memberitahukan pada pria itu bahwa wanita itu menderita preeklamsia dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Suster juga berkata ketubannya sudah pecah.

Tapi wanita itu menolak dibawa ke rumah sakit, jika ia ke sana, mereka akan dalam masalah besar. Pastor menjelaskan bahwa mereka itu adalah penduduk ilegal. Jika wanita itu ke rumah sakit, maka ia pasti akan dideportasi. Tapi Tae Hyun berkata itu lebih baik daripada mati. Tapi pastor berkata bagi mereka itu lebih buruk daripada kematian, jika wanita itu ke rumah sakit, maka kemungkinan ia tidak akan pernah lagi bisa bertemu dengan keluarganya, seluruh keluarganya akan dideportasi dan keluarganya juga berantakan karena hutang mereka untuk bisa ke negara ini.

Tae Hyun terdiam, teringat ketika ibunya dulu dioperasi, saat itu dokter lebih mementingkan pasien yang lain karena pasien itu adalah VVIP. Tae Hyun memutuskan untuk melakukan operasi di sana. Ia kembali ke mobil dan mengambil peralatan bedahnya. Yeo Jin sempat bertanya dan mengatakan Tae Hyun sudah gila. Tapi Tae Hyun membulatkan tekadnya dan kembali ke dalam rumah. Di dalam rumah ia menyulap ruang itu menjadi ruang operasi darurat.

Setelah persiapan sudah selesai, suster berkata ia akan membantu Tae Hyun, dulu ia pernah menjadi perawat di militer. Tae Hyun menganggukkan kepalanya dan bersyukur suster mau membantunya. Tae Hyun memulai operasi dengan memberikan anestesi di bagian tulang punggung wanita itu. Tae Hyun melihat ke arah jam, mengecek lamanya reaksi obat anestesi. Tapi sekian lama menunggu, obat itu tidak juga membuat wanita itu tidak sadar, sementara keadaan semakin genting, apalagi suster mengatakan bayinya sudah mulai tidak bergerak.

Tae Hyun menyuruh wanita itu bertahan dan menggigit bibirnya kuat-kuat, karena ia harus segera memulai operasinya. Wanita itu memohon pada Tae Hyun untuk menyelamatkan bayinya. Lalu Tae Hyun mulai melakukan operasi cesar dan tidak lama kemudian bayinya dapat dikeluarkan dengan selamat. Semua orang yang menunggu merasa lega, begitu juga Yeo Jin , yang tadi memutuskan untuk turun dari mobil dan dengan perlahan berjalan masuk ke dalam rumah. Ia tersenyum pada Tae Hyun.

Tae Hyun merasa lega tapi sesaat kemudian ia melihat kondisi wanita itu terlihat aneh. Ia memeriksa dan mengatakan wanita itu menderita embolisme dan harus dibawa ke rumah sakit. Pastor masih tidak mengizinkan, tapi Tae Hyun mendapatkan ide. Ada sebuah rumah sakit yang bisa menerima wanita itu.

--

Sementara itu di rumah sakit, kepala perawat bagian ICU mendekati Kepala Perawat dan bertanya apakah ia mendengar tentang direktur. Kepala Perawat sempat melirik ke sekeliling dan kemudian berkata tidak ada yang tidak tau, seluruh rumah sakit jadi kacau. Perawat ICU bertanya pendapat Kepala Perawat, apakah menurutnya ini terlihat sedikit mencurigakan, direktur adalah orang yang sehat tapi tiba-tiba meninggal karena serangan jantung, lalu Perawat Hwang juga tiba-tiba meninggal karena kecelakaan...

Tapi Kepala Perawat terlihat tidak nyaman dengan pembicaraan suster ICU itu, ia melihat ke kiri dan kanan dan tidak mengometari ucapan perawat itu. Lalu suster ICU berkata Tae Hyun seharusnya tidak boleh kembali ke rumah sakit dan ia juga bertanya apa Kepala Perawat pernah berbicara dengan Tae Hyun. Kepala Perawat hanya mengatakan bahwa ponsel Tae Hyun mati.

--

Wanita itu dibawa ke dalam mobil, pastor duduk di depan sambil menggendong bayi yang baru lahir. Sebelum berangkat Tae Hyun berpamitan pada Yeo Jin, ia menyuruh Yeo Jin untuk sementara tinggal bersama suster, ia akan segera kembali. Yeo Jin ingin tau kemana Tae Hyun akan pergi tapi Tae Hyun hanya mengatakan ia akan harus pergi ke suatu tempat. Yeo Jin ingin ikut tapi Tae Hyun tidak mengizinkannya karena Yeo Jin tidak boleh pergi ke sana.

Yeo Jin memaksa Tae Hyun untuk mengatakan kemana Tae Hyun akan pergi dan terpaksa Tae Hyun mengatakan ia akan ke RS Hanshin. Yeo Jin terlihat sangat khawatir, takut Tae Hyun tidak akan kembali lagi. Tapi Tae Hyun meyakinkan Yeo Jin bahwa ia hanya akan membawa pasien itu dan bayinya ke lantai 12 dan langsung kembali. Yeo Jin masih ragu tapi Tae Hyun berkata mereka tidak punya waktu untuk berdebat karena jika terlambat ibu dan bayi itu akan mati.

Yeo Jin terpaksa mengizinkan Tae Hyun pergi dan meminta Tae Hyun berjanji bahwa ia akan kembali dengan cepat. Tae Hyun berjanji setelah melihat So Hyun berangkat ke Amerika, ia akan kembali. Sebelum pergi, Tae Hyun sempat memeluk Yeo Jin dan kemudian berlari masuk ke dalam mobilnya dan berangkat. Setelah Tae Hyun pergi, suster menghampiri Yeo Jin dan meminta Yeo Jin untuk tidak khawatir karena Tuhan akan melindungi Tae Hyun. Ia yakin, Tae Hyun adalah malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk mereka.

Yeo Jin tidak mengatakan apa pun, ia hanya memandang mobil Tae Hyun yang menjauh.

Bersambung...

Komentar :

Menurut saya, episode ini cukup datar, ya? Setelah speed cepat diawal, tiba-tiba jadi melambat, jadinya kerasa banget. Apalagi di episode ini tidak ada hubungan sama sekali antara Yeo Jin dan Tae Hyun dengan pihak rumah sakit ataupun dengan pihak Do Joon. Tapi mungkin memang seperti itu, ya? Tae Hyun sengaja membawa Yeo Jin keluar dari rumah sakit agar Yeo Jin kembali semangat, optimis, dan ceria. Jika Yeo Jin tetap berada di rumah sakit, Yeo Jin akan sulit untuk berlatih berjalan dan mungkin juga akan ketahuan dengan Do Joon ataupun Chief Lee.

Sempat juga terpikir, scene yang ada orang indonesia itu tidak penting, tapi balik lagi, scene ini menjadi penting karena dengan kasus seperti ini, Tae Hyun harus kembali ke RS Hanshin. Tae Hyun boleh saja berpikir tidak ada yang berubah di lantai 12, padahal di sana sudah tidak ada siapa-siapa lagi, Cyn ga ada, direktur sudah meninggal, dan Chief Lee juga kabur. Dan satu lagi ada seorang perawat baru yang diduga orang suruhannya Chairman Han. Itu artinya sepertinya Tae Hyun ga bisa kembali lagi ke tempat Yeo Jin dan mereka juga batal kembali lagi ke Hill of Wind.

Saya sedikit khawatir, orang-orang khususnya Chief Lee menganggap Perawat Hwang mati karena Chairman Han dan perawat baru itu juga dikatakan dikirim oleh Chairman Han. Sepertinya sih saya menduga, ini adalah perbuatan Presiden Go. Do Joon memang jahat tapi kok saya merasa Presiden Go jauh lebih jahat dan punya rencana yang lain.

Di sini saya kurang begitu suka dengan ekspresi perawat ketika menemukan direktur sudah meninggal. Saya pikir terlalu berlebihan. Untuk seorang perawat, pastinya biasa melihat ataupun menemukan seorang pasien meninggal terlebih lagi perawat itu tidak tau menahu tentang masalah Miss Young Ae dan para perawat lantai 12 juga masih berpikir bahwa Miss Young Ae masih hidup. Berbeda dengan ekspresi Chief Lee, wajar saja ia sangat terkejut, apalagi setelah melihat seseorang yang tidak ia kenal keluar dari kamar direktur.

Saya juga agak kesal. Dari awal memang sudah penasaran apa yang terjadi pada Yeo Jin dan Do Joon, yang membuat hubungan mereka jadi tidak baik. Yeo Jin sempat menyinggung tentang hubungannya yang dekat dengan Do Joon ketika ia cerita masa kecilnya pada Tae Hyun, tapi sayangnya kenapa ga selesai??? Dan Tae Hyun juga kenapa ga nanya apa yang terjadi antara Yeo Jin dan Do Joon??? Padahal dikiiiit lagi.... Penasaran.

Yang terakhir, di episode ini banyak iklannya ya? Ada beberapa shoot yang fokus pada benda tertentu, misalkan botol minuman mineral, trus website yang dibrowsing Tae Hyun dan Yeo Jin untuk mencari apartemen. Sangat jelas sekali mereka fokus ke brand produk itu. Aneh aja...

Hmmm... Berharap ke depannya lebih baik lagi...

No comments:

Powered by Blogger.