Sinopsis Yong Pal Episode 9 Part 1

[Sinopsis Yong Pal Episode 8 Part 2]

Sinopsis Yong Pal Episode 9 Part 1

Sinopsis Yong Pal Episode 9 Part 1
Credit : SBS
Kdramastory - Pagi itu, Yeo Jin duduk di taman gereja menikmati indahnya pagi untuk pertama kalinya setelah tiga tahun. Namun wajahnya tiba-tiba berubah menjadi sedih, ia merasa takut, takut akan kehilangan Tae Hyun.

Tae Hyun datang membawakan sarapan pagi untuk Yeo Jin. Yeo Jin tersenyum senang melihat sarapan yang dibawakan Tae Hyun dan berpura-pura tidak bisa makan sendiri karena masih lemah. Ia meyakinkan Tae Hyun dengan matanya, tapi Tae Hyun tidak tertipu. Ia ingin Yeo Jin berlatih menggunakan tangannya sendiri. Yeo Jin sedikit marah, tapi menuruti keinginan Tae Hyun.

Yeo Jin memotong omelet menjadi dua bagian dan langsung menggigitnya sedikit. Tae Hyun protes, karena dengan begitu, Yeo Jin tidak melatih tangannya. Tae Hyun memotong-motong lagi omelet itu menjadi potongan yang sangat kecil. Yeo Jin menjadi kesal karena dengan begitu semakin lama ia bisa menghabiskan omelet itu. Tae Hyun hanya tertawa, menertawakan Yeo Jin yang marah.

Selesai sarapan, Yeo Jin latihan berjalan sambil berpegangan pada Tae Hyun. Tae Hyun menyuruh Yeo Jin untuk berjalan pelan-pelan saja. Tapi kemudian Yeo Jin malah ingin melakukannya sendiri. Perlahan Tae Hyun melepaskan pegangan tangan Yeo Jin, membiarkan Yeo Jin jalan sendiri.

Belum jauh Yeo Jin berjalan, ia hampir terjatuh dan dengan cepat Tae Hyun menangkapnya, membuat posisi mereka berdiri menjadi sangat dekat. Pendeta datang dan memergoki mereka, mengira mereka melakukan sesuatu yang aneh. Tae Hyun merasa malu dan beralasan tadi Yeo Jin sedang berlatih berjalan. Tapi pendeta tidak percaya, ia malah memarahi mereka karena tidak datang misa tadi pagi.

Tae Hyun berusaha menjelaskan bahwa ini benar-benar tidak seperti yang pendeta lihat, ini memang terapi fisik. Pendeta tidak memperpanjang lagi, tapi ia bertanya kapan terakhir kalinya Sofia (Yeo Jin maksudnya) melakukan pengakuan dosa. "Hmmm... Sekitar tiga tahun yang lalu", jawab Yeo Jin. Pendeta mengajak Yeo Jin mengikutinya untuk melakukan pengakuan dosa. Setelah pendeta pergi, Yeo Jin sempat melihat ke arah Tae Hyun, meminta pertimbangannya. Tae Hyun menganggukkan kepalanya, menyuruh Yeo Jin mengikuti pendeta.

--

Di dalam ruang pengakuan dosa, Yeo Jin mengaku bahwa selama tiga tahun ia berdoa supaya ia bisa membunuh semua musuh-musuhnya atau Tuhan membiarkannya mati kalau memang ia tidak bisa melakukan balas dendam, tapi Tuhan tidak pernah membuat keinginannya menjadi kenyataan.

Pendeta mengatakan bahwa Tuhan menjawab doa-doa dengan cara bukan seperti yang kita inginkan. "Kau berdoa dalam kebencian tapi Tuhan menjawab dengan kecintaan". Lalu pendeta bertanya apakah Sofia mencintai pria yang ada disampingnya saat ini. Yeo Jin sempat terdiam sesaat, lalu ia menjawab iya, ia berpikir ia mencintai pria itu.

"Kalau begitu, maka doamu sudah dikabulkan. Berterima kasihlah atas berkatnya", ucap pendeta.

Tapi kemudian Yeo Jin berkata ia merasa khawatir. Ia takut akan kehilangan pria itu karena ia mencintainya. Tapi pendeta berkata manusia tidak bisa mengubah takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan. "Lalu apa yang seharusnya aku lakukan?", tanya Yeo Jin yang mulai menangis. Pendeta menyuruh Yeo Jin untuk memohon ampunan pada Tuhan dan lebih mencintai pria itu lagi. "Bahkan walaupun hidupnya akan lebih sulit karenaku?", tanya Yeo Jin. Pendeta menyuruh Yeo Jin mencintai musuhnya, dengan begitu kedua jiwa Yeo Jin dan Tae Hyun akan diselamatkan oleh Tuhan. "Dapatkah kau melakukannya?", tanya pendeta.

Yeo Jin terdiam cukup lama dan air matanya mengalir semakin deras. Akhirnya Yeo Jin menjawab iya, ia berjanji ia akan melakukannya.

--

Sementara itu, Chief Lee datang berkunjung ke ruang rawat ICU, kepala perawat ICU agak terkejut dan cepat-cepat menghampiri Chief Lee yang akan masuk ke ruang rawat khusus. "Ini pasien Kim Mi Young, kan?", tanya Chief Lee. Perawat itu membenarkan. Lalu Chief Lee meminta perawat itu untuk membukakan pintu, tapi perawat itu dengan halus menolaknya, dengan alasan pasien itu adalah pasiennya dokter Kim Tae Hyun.

Dengan tidak sabar, Chief Lee berkata saat ini Tae Hyun sedang mengambil cuti sakit. perawat itu masih belum mau membuka pintu, ia beralasan saat ini kondisi pasien itu masih sama seperti kemarin. Tapi Chief Lee mendesak perawat itu untuk membukakan pintu karena ia sendiri sebenarnya juga tidak ingin datang ke sana.

Terpaksa perawat itu membuka pintu dengan cara meng-scan tangannya, dan Chief Lee masuk diikuti oleh perawat itu. Chief Lee bertanya keadaan pasien itu dan perawat itu kembali mengatakan masih sama dengan kemarin, tidak ada perubahan. Chief Lee memastikan tidak ada orang yang menjenguk pasien itu. perawat itu mengatakan ada seseorang yang mencarinya beberapa hari yang lalu. Chief Lee terkejut dan bertanya siapa.

Perawat itu mengatakan ada seseorang yang melihat putrinya masuk ke dalam ambulan RS Hanshin, sepertinya ia mencari sampai ke seluruh ruangan di rumah sakit, tapi karena terlihat aneh, pihak sekuriti mengatakan tidak dan langsung mengusirnya. Chief Lee mengeluh ia mulai merasa kesal dengan masalah ini. Tapi ia meminta perawat itu untuk tidak perlu khawatir karena pihak sekuriti sudah mengatasinya. Chief Lee memberitahukan bahwa ia tidak akan datang berkunjung untuk waktu pagi dan malam, jadi kalau terjadi apa-apa, ia minta perawat itu untuk menghubunginya. Perawat itu menganggukkan kepalanya dan Chief Lee pun keluar dari ruangan itu.

Setelah Chief Lee keluar, perawat itu baru bisa bernafas lega. Lalu ia membangunkan pasien itu karena aktingnya sudah berakhir. Tapi ternyata pasien itu benar-benar tertidur dengan sangat nyenyak. Perawat itu kesal dan membangunkannya lagi sampai benar-benar terbangun. Ia heran kenapa wanita itu bisa tidur dalam kondisi seperti ini. Sambil melepaskan seluruh alat medis dari tubuhnya, wanita itu malah bertanya kenapa tidak, ia merasa tidurnya yang tadi benar-benar enak. Setelah ia melepaskan perban yang menutupi seluruh wajahnya, baru terlihat ternyata dia adalah perawat Song. Ia malah bertanya lagi apakah ia harus tidur lagi di sana untuk waktu kunjungan malam?

"Ya. Tentu saja", jawab perawat kepala ICU kesal.

Setelah dari ICU, Chief Lee naik ke atas, ke lantai 12. Ketika sedang menginstruksikan apa yang harus dilakukan oleh perawat, salah seorang perawat bertanya apakah Chief Lee sudah mendengar kabar tentang Perawat Hwang. "Dia sudah meninggal". Chief Lee sangat terkejut, "Apa? Bagaimana?", tanyanya. Perawat yang satunya lagi mengatakan Perawat Hwang mengalami tabrak lari. Sebuah truk menabraknya ketika ia berada di dalam box telpon umum.

Chief Lee semakin terkejut, ia bertanya apakah truknya tertangkap. "Tidak, mereka tidak bisa menangkapnya", jawab perawat itu. Mereka juga heran kenapa Perawat Hwang harus menggunakan telpon umum, apa karena baterai ponselnya habis? Mendengar kabar tentang Perawat Hwang, Chief Lee terlihat semakin khawatir.

Tidak hanya pada Chief Lee, perawat juga mengabarkan berita tentang Perawat Hwang pada Chae Young. Chae Young sepertinya bisa menduga sesuatu yang tidak beres.

Chief Lee langsung datang ke kamar rawat direktur untuk menanyakan tentang Perawat Hwang. Apakah direktur yakin itu adalah murni kecelakaan? Direktur berkata ia mengerti kekhawatiran Chief Lee tapi menurutnya itu mungkin bukan kecelakaan murni. Chief Lee merasa khawatir dengan nasibnya, apakah ini artinya mereka semua akan dibunuh karena sekarang 'perburuan sudah berakhir'?

Direktur tertawa, meremehkan. "Apa? 'Membunuh anjing pemburu setelah perburuan selesai?'", tanyanya balik. Melihat direktur hanya tertawa, Chief Lee memperingatkan direktur bahwa masalah ini bukan masalah yang seharusnya ditanggapi dengan ringan. Ia meminta direktur untuk berpikir dalam sudut pandang Do Joon. Saat ini Yeo Jin sudah mati, dan mungkin saja Do Joon ingin menyingkirkan semua orang yang pernah merawat Yeo Jin.

Tapi direktur tetap tidak percaya. Ia merasa Chief Lee terlalu khawatir. Tanpa mereka, apa yang akan terjadi pada RS Hanshin? Dan bagaimana dengan lantai 12?, tanyanya pada Chief Lee. Direktur yakin Do Joon tidak akan membiarkan rumah sakit begitu saja, karena Do Joon itu orang yang terlalu serakah.

"Apa anda benar-benar berpikir seperti itu?", tanya Chief Lee masih belum yakin.

"Benar. Jangan terlalu khawatir", ucap direktur. Menurutnya, apa yang terjadi pada Perawat Hwang ada baiknya juga untuk mereka, karena di satu sisi Perawat Hwang itu sungguh mengganggu. Chief Lee tersenyum tapi wajahnya masih menyiratkan keraguan.

--

Setelah lelah latihan berjalan, Tae Hyun mengompres kaki Yeo Jin yang bengkak. Yeo Jin sedikit keberatan tapi Tae Hyun meminta Yeo Jin untuk mengucapkan 'terima kasih' jika ada seseorang yang melakukan itu untuknya. Sayangnya, Yeo Jin tidak mau, gengsi. Lalu Tae Hyun bertanya siapa nama pacar 'The Girl's Frog.

"Aromi?", ucap Yeo Jin.

"Ya. Aromi". Tae Hyun berkata mulai saat ini nama panggilan Yeo Jin adalah Aromi karena Yeo Jin mirip dengan gadis itu. Yeo Jin kege-eran, ia pikir wajahnya yang mirip dengan gadis itu, tapi Tae Hyun berkata jari kaki Yeo Jin yang mirip. Yeo Jin jadi kesal karena secara tidak langsung Tae Hyun mengejek jari kakinya seperti jari kaki katak. Setelah terdiam cukup lama, tiba-tiba Yeo Jin berkata 'terima kasih'. Tae Hyun kaget, tapi Yeo Jin berkata tidak ada apa-apa.

Tae Hyun tersenyum dan mengatakan jika Yeo Jin bisa sembuh seperti ini, maka mereka akan bisa cepat pindah dari sana dan mencari tempat yang baru. Yeo Jin bertanya kemana mereka akan pergi. Tae Hyun tidak mempermasalahkan kemana mereka akan pergi selama ia bersama Yeo Jin, begitu juga dengan Yeo Jin. Kemudian mereka langsung membuka internet dan mencari apartemen untuk mereka.

Ketika menjemur handuk bekas mengompres kaki Yeo Jin, Tae Hyun melihat sekelompok anak kecil sedang duduk-duduk. Tae Hyun mengajak mereka bermain, tapi mereka tidak mau, alasannya karena udara sangat panas. Tae Hyun membujuk mereka dan mengatakan ia akan membelikan es krim kalau mereka mau bermain.

Tae Hyun bermain lempar-lemparan bola bersama anak-anak sambil berlari berputar melindungi Yeo Jin agar tidak terkena lemparan bola. Tae Hyun melempar bola dan tidak sengaja membuat seorang anak perempuan terjatuh dan terluka. Tae Hyun mengobati luka di kakinya. Yeo Jin mengatakan ini adalah pertama kalinya ia bermain permainan itu. Tae Hyun tidak percaya karena semua anak pernah memainkannya di sekolah.

Yeo Jin berkata sewaktu kecil ia tidak boleh terluka. Ia suka bermain tenis dan selalu berpasangan dengan kakaknya. Pernah sekali Do Joon lengah dan bola tenis terkena matanya sampai bengkak dan di rumah Do Joon dimarahi habis-habisan oleh ayah. Ia menangis merasa sangat bersalah, karena dirinya Do Joon dimarahi oleh ayah, begitu juga dengan Do Joon, ia juga menangis merasa bersalah, seharusnya ia menangkap bola itu. Yeo Jin berkata dulu mereka sangat dekat dan sejak saat itu ia berhenti bermain tenis.

Tae Hyun menghibur Yeo Jin yang terlihat sedih, ia merasa Yeo Jin sudah memilih yang terbaik karena banyak orang yang datang ke rumah sakit karena mata mereka bengkak terkena bola tenis. Yeo Jin hanya tertawa kecil.

Pastor dan suster sudah siap dan mengajak anak-anak pergi piknik di sungai. Salah satu dari anak itu mengajak Tae Hyun dan Yeo Jin ikut. Yeo Jin ingin ikut karena selama hidupnya ia belum pernah pergi ke sungai.

--

Do Joon, sekretarisnya, dan Presiden Go sedang rapat di ruang kerja Do Joon. Presiden Go mengatakan saat ini sudah saatnya Do Joon melepaskan Hanshin Chemical dan Hanshin Electric dan mengangkat Presiden Kim, presiden dari Hanshin Electric, menjadi presiden dari Hanshin Energy. Do Joon terlihat mempertimbangkannya tapi sekretaris Do Joon sama sekali tidak menyukai ide itu, ia memanggil Presiden Go dengan sebutan Direktur Restrukturisasi. Menurut sekretaris Do Joon, Hanshin Electric merupakan mesin uang Hanshin Group dan sekarang Presiden Go malah ingin menjualnya.

Tapi Presiden Go beralasan itulah sebabnya mereka harus menjualnya. Mereka tidak perlu mempertahankannya karena Chairman Han tidak bisa menjadi pemilik Hanshin Group. Dengan menjualnya, maka hal itu dapat menurunkan market cap (Harga saham x jumlah saham yang beredar) dan akan menaikkanjumlah kepemilikan saham Chairman Han di dalam perusahaan. "Masuk akal juga", sahut Do Joon. Tapi tetap saja sekretaris Do Joon tidak setuju Presiden Kim memimpin Hanshin Group karena dari pihak Do Joon, mereka memiliki seseorang yang berbakat dan pintar untuk posisi itu. Tapi Presiden Go tidak sependapat, untuk masa krisis seperti ini, ia ingin seseorang dari pihaknya, seorang jenderal yang telah melewati berbagai macam pertarungan di lapangan.

Presiden Go juga tidak senang karena sekretaris Do Joon masih menganggap mereka berbeda tim, karena setelah kesepakatannya dengan dengan Chairman Han, maka mereka sekarang berada di dalam satu tim. Do Joon juga setuju dengan pendapat Presiden Go, mereka harus mengubah pandangan mereka dan bersatu untuk mencapai kemenangan yang besar. Presiden Go terkekeh, sementara sekretaris Do Joon membuang mukanya, tidak senang.

Chae Young baru tiba di rumahnya dan langsung ingin menerobos masuk ke ruang kerja Do Joon. Salah seorang penjaga sempat mencoba menahannya tapi Chae Young malah menamparnya dan masuk begitu saja ke ruang kerja Do Joon. Do Joon sempat marah tapi ia membiarkan Chae Young masuk. Setelah pintu ditutup, ia menyuruh sekretarisnya untuk memecat penjaga itu karena tidak mampu menahan satu orang wanita saja. Sekretaris menganggukkan kepalanya.

"Oh... kalian sedang berjudi ternyata... Presiden Go, apa anda memenangkan sesuatu?", tanya Chae Young. Presiden Go tertawa terkekeh. "Oya... apa ayahku kali ini masih bisa mempertahankan kursinya?".

"Aduh Nyonya, kenapa anda berkata demikian", ucap Presiden Go, masih tertawa.

Do Joon sudah tidak sabar dan berdiri dari kursinya, ia ingin tau apa yang sebenarnya Chae Young ingin lakukan. Chae Young beralasan ia hanya rindu pada Do Joon. Do Joon mendengus tidak percaya. Melihat situasi itu yang mulai panas, Presiden Go dan sekretaris Do Joon memutuskan untuk istirahat dan keluar dari ruang kerja Do Joon.

Setelah Presiden Go dan sekretaris Do Joon pergi, Chae Young baru duduk dan dengan lembut tapi bernada mengancam, Chae Young bertanya setelah Perawat Hwang, siapa selanjutnya. Do Joon mendengus, ia ingin tau apa Chae Young mengkhawatirkan Tae Hyun. Dengan jujur, Chae Young menjawab iya. Do Joon tertawa kecut, tidak percaya mendengar jawaban Chae Young dan bertanya apa Chae Young benar-benar mencintai Tae Hyun.

"Tentu saja", jawab Chae Young. Baginya Tae Hyun adalah mainan yang berharga, sampai ia merasa bosan, tidak boleh ada seorang pun yang menyentuh Tae Hyun dan itu juga sudah menjadi kesepakatan antara mereka berdua. Lalu Chae Young juga mengatakan ia khawatir pada Do Joon. Sayangnya Do Joon menganggap ucapan Chae Young ini tidak serius. Dengan sinis ia berkata ia merasa berterima kasih karena Chae Young masih mengkhawatirkan dirinya.

Tapi Chae Young serius, ia mencium bau darah dari diri Do Joon saat ini. Baginya, lebih baik melihat Do Joon yang polos, yang mengemis pada ayah Do Joon agar dijodohkan dengan wanita biasa yang tidak menginginkan Do Joon, daripada sekarang, setelah merasakan darah adik Do Joon sendiri, ia yakin Do Joon tidak akan berhenti sampai di sini saja.

Do Joon terlihat marah sekali mendengar ucapan Chae Young, sudut bibirnya berkedut, tapi ia berusaha menahan emosinya dan menyuruh Chae Young menutup mulutnya kalau tidak ingin berakhir seperti Yeo Jin. Tapi Chae Young tidak percaya Do Joon berani melakukannya, karena kalau saja Do Joon punya sedikit keberanian, maka mungkin ia akan sedikit mencintai Do Joon. Ia tidak peduli Do Joon akan membunuh semua orang, tapi Do Joon tidak boleh menyentuh Tae Hyun. Jika terjadi sesuatu pada Tae Hyun, itu artinya selanjutnya Do Joon harus membunuhnya juga karena rahasia Do Joon yang membunuh Sung Hoon dengan sengaja akan segera diketahui oleh Daejung Group. Do Joon terlihat marah sekali mendengar ancaman dari Chae Young.

Setelah Chae Young keluar dari ruang kerja Do Joon, Chae Young langsung menelpon ayahnya (Andwee Chae Young... kenapa nelpon sekarang??? Itu kan masih di dalam rumah Do Joon???) meminta bantuan ayahnya supaya mengirimkan orang untuk mencari Tae Hyun karena saat ini Tae Hyun dalam bahaya.

Dari lantai atas, Presiden Go tersenyum mendengar pembicaraan Chae Young dengan ayahnya melalui telpon. Sekretaris Do Joon menghampiri Presiden Go, mengajaknya kembali ke ruang kerja karena Do Joon ingin mereka meneruskan rapat. Tapi sambil tersenyum licik, Presiden Go berkata bahwa istri Do Joon lah yang akan menemukan Tae Hyun untuk mereka.

--

Chief Lee sedang berada di stasiun perawat, sedang memeriksa sesuatu. Ia melihat seorang wanita keluar dari area terlarang dan bertanya pada perawat yang ada di depannya siapa wanita itu. Perawat itu mengatakan wanita itu adalah perawat baru, pengganti Perawat Hwang untuk merawat Miss Yeong Ae.

Chief Lee terkejut, ia merasa tidak pernah melihat wanita itu dan bertanya dari lantai mana wanita itu berasal. "Dia bukan dari rumah sakit kita. Sepertinya Chairman sendiri yang mengirimkannya", jawab perawat itu. Chief Lee bertambah khawatir.

--

Di sungai, Tae Hyun bermain air dengan anak-anak, sedangkan Yeo Jin duduk di atas batu sambil bermain air. Tae Hyun mendekati Yeo Jin dan bertanya apa ia baik-baik saja. Yeo Jin berkata ia baik-baik saja dan ingin mencoba berjalan. Tae Hyun sedikit khawatir karena batu-batu di sungai licin, tapi Yeo Jin berkata tidak apa-apa karena ada Tae Hyun di sampingnya.

Salah seorang anak kecil yang bernama Ali mendekati Tae Hyun dan membisikkan sesuatu padanya dan Tae Hyun tertawa. Yeo Jin ingin tau apa yang dikatakan oleh Ali, tapi Tae Hyun hanya mengajak Yeo Jin keluar dari sungai dan ikut dengannya.

Bersambung...

[Sinopsis Yongpal Episode 9 Part 2]

No comments:

Powered by Blogger.