Sinopsis Yong Pal Episode 6 Part 1

[Sinopsis Yong Pal Episode 5 Part 2]

Sinopsis Yong Pal Episode 6 Part 1

Sinopsis Yong Pal Episode 6 Part 1
Credit : SBS
Di sebuah pabrik pembangkit tenaga listrik milik Hanshin Group, sedang terjadi demo buruh. Beberapa spanduk tergantung di tangki besar bertuliskan 'PHK adalah Pembunuhan', 'PHK tidak adil', dll. Tampak seorang wanita sedang berjalan di atas jembatan tinggi yang menghubungkan antara satu tangki dengan tangki yang lain. Ia melewati pembatas jembatan dan berdiri di pinggir jembatan dan kemudian melompat ke bawah.

Tae Hyun dan Cyntia tiba di lokasi kejadian untuk memberikan pelayanan 'House Call'. Begitu melihat keadaan wanita itu, Tae Hyun langsung memarahi para karyawan yang ada di sana, dengan kondisi seperti ini mereka harus segera memanggil ambulance bukan memanggilnya. Mereka hanya terdiam dan menundukkan kepala.

Lalu Tae Hyun mendekatkan telinganya ke punggung wanita itu, wanita itu terjatuh dengan posisi telungkup. Wanita itu masih hidup, namun nafasnya tidak normal. Tae Hyun mengambil stateskop dari ranselnya dan memeriksa wanita itu. "Dia mengalami hemothorax. Kita harus cepat mengeluarkan darahnya", ucap Tae Hyun pada Cyn.

*Hemothorax adalah kumpulan darah di dalam ruang antara dinding dada dan paru-paru. Penyebab paling umum adalah trauma dada.

Dengan bantuan Cyn yang menyiapkan peralatan bedah, Tae Hyun membuat sayatan kecil di bagian punggung wanita itu untuk mengeluarkan darah dari dalam ruang dadanya. Tae Hyun sempat kekurangan alat, namun ia berhasil mengatasinya dengan mengganti tabung yang ia perlukan dengan jarum suntik yang tipis. Ia membuang semua bagian dari jarum suntik hingga tinggal bagian tabungnya saja dan memasukkannya ke dalam sayatan yang sudah ia buat tadi. Darah keluar dari tabung itu bahkan ada yang sampai terpercik ke wajah Tae Hyun.

Setelah darahnya keluar, wanita itu baru bisa bernafas dengan normal. Setelah wanita itu dibawa oleh ambulance ke RS Hanshin, seorang staf Hanshin Electric meminta mereka untuk tidak membocorkan masalah ini pada pihak ketiga, oleh sebab itulah mereka memanggil servis 'Houce Call' dari lantai 12.

"Kami mengerti. Kami tidak tertarik dengan kehidupan pribadi pasien", jawab Cyn ramah.

Tae Hyun mendengus tidak percaya, "Kehidupan pribadi? Apa ini kehidupan pribadi?".

Cyn memandang kesal pada Tae Hyun, lalu ia mengalihkan pembicaraan, menyuruh Tae Hyun membersihkan wajahnya yang terkena noda darah sebelum mereka kembali ke rumah sakit.

Tae Hyun baru selesai membersihkan wajahnya di dalam sebuah gedung, ia terkejut melihat Presiden Go yang sudah menunggunya di luar. Presiden Go juga menyadari sepertinya Tae Hyun mengenal dirinya. Tae Hyun bertanya apa yang diinginkan oleh Presiden Go darinya.

"Jangan takut. Aku berada di pihakmu", ucap Presiden Go dan tertawa kecil. Sesaat kemudian, Cyn muncul dan berdiri di samping Presiden Go sambil tersenyum pada Tae Hyun. Tae Hyun memandang Cyn bingung.

Presiden Go membawa Tae Hyun ke suatu tempat yang sepi, mereka berbicara secara pribadi di dalam sebuah mobil. Ada dua mobil lain dan beberapa pengawal berdiri di sekitar mereka. Presiden Go mengatakan jika Han Do Joon menjadi ketua, maka kecelakaan semacam itu terus akan terjadi. Tae Hyun berkata ia tidak juga percaya jika Presiden Go mengatakan ia tidak bertanggung jawab terhadap kejadian tadi.

Presiden Go tertawa kecil, ia memang bagian dari tim manajeman, kaki tangan Do Joon. Itu sebabnya ia di sana, untuk membenarkan kejadian tadi. Ia bercerita bahwa ia memulai dari bawah di Hanshin Group, ia memiliki mimpi saat mendirikan dan membangun perusahaan Hanshin bersama kakek Yeo Jin dulu. Tapi ia tidak pernah membayangkan dunia menjadi seperti ini.

Tae Ho menghela nafasnya, tidak sabar. Ia bertanya lagi apa yang diinginkan Presiden Go darinya.

"Apa yang aku inginkan?", Presiden Go bertanya balik sambil tersenyum kecil. Presiden Go berkata sekarang ia sudah tua, ia sudah memiliki cukup harta dan sudah menikmati hartanya juga. Jika ada satu hal yang diinginkannya adalah menjatuhkan Han Do Joon dan bersama dengan wanita yang mencoba bunuh diri tadi, ia akan mendirikan sebuah perusahaan dan dunia dimana mimpi para pekerja bisa terwujud. Untuk melakukan itu, ia membutuhkan Han Yeo Jin. Walaupun orang menyebutkan Tae Hyun sebagai 'serangga uang' dan menunjukkan jari mereka pada Tae Hyun, tapi Tae Hyun memiliki seseorang yang harus dilindunginya. Dan ia juga memiliki mimpi yang ingin ia wujudkan. Presiden Go ingin Tae Hyun membantunya. Ia berjanji akan menyelamatkan adik Tae Hyun dan sebagai balasannya. Tae Hyun terdiam, terlihat berpikir tawaran Presiden Go.

Rombongan Presiden Go sudah pergi, Tae Hyun berjalan gontai mendekati Cyn yang menunggunya tidak jauh dari tempat ia berbicara dengan Presiden Go. "Apakah ini alasanmu bergabung dengan RS Hanshin?", tanyanya.

Cyn tidak menyangkalnya. Ia juga mengaku dari awal ia sudah dibayar oleh kedua belah pihak. Tae Hyun tersenyum tipis dan bertanya, "Memancingnya ke area terlarang juga bagian dari rencana Presiden Go?".

Cyn menolak menyebutkan itu sebagai bagian dari rencana tapi anggap saja mereka menemukan potensi yang ada pada Tae Hyun. Tae Hyun tersenyum tipis, ia memuji Presiden Go sebagai orang yang detail. Cyn kembali tidak sependapat, ia meminta Tae Hyun untuk menganggap bahwa Presiden Go sudah menunggu dan mempersiapkan rencananya sejak lama. Melihat Tae Hyun hanya diam saja, Cyn ingin tau apa yang sangat dikhawatirkan oleh Tae Hyun. Untuk orang idealis yang naif seperti Tae Hyun, keputusan ini tidak lah begitu sulit.

'Aku sudah memiliki cukup harta dan aku sudah menikmatinya. Aku sudah tidak memiliki keinginan yang lain'. Tae Hyun bertanya apakah Cyn mempercayai hal semacam itu? Cyn tidak bisa menjawab. Ia minta Tae Hyun hanya perlu memikirkan adiknya saja. Tae Hyun menghela nafasnya dengan berat.

--

Di dalam ruang terlarang, Yeo Jin terbangun, ia berusaha melatih otot kakinya dengan cara mengangkat kakinya, tapi sepertinya sulit dan ia merasa kesakitan. Yeo Jin terdiam, teringat ucapan Tae Hyun yang mengatakan jika Yeo Jin tidak mampu berjalan ke tahta, maka Yeo Jin juga tidak bisa duduk di atas tahta. Yeo Jin menguatkan tekadnya dan berusaha kembali mengangkat kakinya. Kali ini walaupun merasa berat dan sakit, Yeo Jin terus berusaha berkali-kali.

Lalu Yeo Jin teringat terakhir kalinya Do Joon mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Saat itu Do Joon berbicara dengan nada mengejek padanya, bertanya apakah Yeo Jin baik-baik saja dan juga meminta maaf karena tidak bisa sering mengunjungi Yeo Jin. Sambil menangis, ia berusaha kembali mengangkat kakinya. Dan kali ini ia berhasil melakukannya.

Chief Lee sedang bertemu dengan direktur. Dengan gugup dan sedikit gemetar, Chief Lee meneguk minumannya. "Apakah benar-benar hanya ini satu-satunya cara?", tanyanya. Direktur juga merasa frustasi dengan masalah ini, tapi ia bukan lah orang yang membuat keputusan. Jika mereka tidak mencabut permintaan mereka dari pengadilan, maka tidak ada pilihan lain. "Disamping itu, tidak taukah kau bagaimana Chairman Han itu?".

"Tapi... Kenapa harus aku? Kita bisa memerintahkan Tae Hyun...", tolak CHief Lee.

Direktur memotong ucapan Chief Lee. Ia meminta Chief Lee untuk tidak mengatakan itu. Seseorang memerlukan senjata yang berbeda ketika berburu seekor anjing atau seekor naga. Direktur memiliki rencana. Yeo Jin pernah melakukan usaha bunuh diri, mereka bisa membuat ini menjadi seperti bunuh diri lagi. Chief Lee terlihat memikirkan sesuatu.

Sesaat kemudian ia bergumam, "Dia harus mati di meja operasi...". Tapi kemudian ia ragu, khawatir jika akan dilakukan otopsi. Tapi Direktur menyakinkan Chief Lee untuk tidak mengkhawatirkan masalah otopsi. Satu-satunya keluarga Yeo Jin hanyalah Chairman Han.

"Apakah anda benar-benar percaya dengan Chairman Han?", tanya Chief Lee, ia tidak percaya Direktur bisa percaya dengan orang seperti Chairman Han. Direktur akhirnya mau menuruti ucapan Chief Lee, mereka bisa membuatnya seperti usaha bunuh diri, lalu memindahkan Yeo Jin ke ruang operasi, dan membunuhnya dalam keadaan tidak sadar. Chief Lee masih terlihat belum yakin. Tapi Direktur mengajak Chief Lee untuk mengakhiri semua itu dengan cepat dan hidup dengan tenang. Ia yakin akan banyak imbalan untuk itu dan Direktur berjanji ia akan berbicara dengan Chairman Han. Chief Lee tidak bisa menolak lagi, ia hanya menghela nafas, pasrah.

Tae Hyun menunggu Chief Shin di depan ruang operasi. Ia meminta maaf karena sudah mengganggu Chief Shin, ia hanya ingin mengetahui keadaan pasien wanita yang baru dioperasi Chief Shin. Chief Shin merasa keadaan pasien itu tidak begitu baik. Jika bukan Tae Hyun yang melakukan tindakan darurat, maka pasien itu tidak akan selamat. Chief Shin ingin tau siapa sebenarnya pasien tadi, ia merasa pasien itu tidak seperti pasien yang berasal dari lantai 12. Tae Hyun membenarkannya dan hanya mengatakan bahwa pasien itu adalah seorang wanita miskin.

Tae Hyun mengubah tempat tidur Yeo Jin menjadi seperti kursi. Sepertinya ia menceritakan tentang pertemuannya dengan Presiden Go pada Yeo Jin. Yeo Jin memsatikan apakah hanya Presiden Go saja yang bertemu Tae Hyun. Tae Hyun membenarkannya. Lalu Tae Hyun bertanya apakah Yeo Jin benar-benar percaya Presiden Go.

Yeo Jin tersenyum tipis dan bertanya apa yang dimaksud Tae Hyun dengan 'percaya'.

"Berdasarkan pengalamanku, pihak yang terlalu kuat akan terlalu sibuk untuk mengkhawatirkan keuntungan mereka sendiri...".

"Aku... keuntungan terbesar mereka. Itu yang aku percaya", potong Yeo Jin.

Lalu Tae Hyun bertanya bagaimana seandainya mereka juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan kakak Yeo Jin pada Yeo Jin.

Yeo Jin tersenyum dan berkata, "Paling tidak akan ada Han Do Joon, wali hukumku". Yeo Jin tertawa. Mentertawakan perkataannya sendiri. "Aku berdiri di tengah-tengah perebutan kekuasaan mereka. Kekuasaan akan menjadi milik seseorang, bahkan jika aku hanya mengangkat tanganku. Itu sebabnya mereka tidak punya pilihan lain selain berlutut di depanku".

Tae Hyun menganggukkan kepalanya, mengerti ucapan Yeo Jin. Lalu Yeo Jin bertanya apakah sekarang Tae Hyun mengkhawatirkan dirinya. Tae Hyun tidak mengkhawatirkan Yeo Jin, ia mengkhawatirkan dirinya sendiri, bagaimana jika ia ditangkap oleh kakak Yeo Jin.

"Apa karena uang?". Yeo Jin meminta Tae Hyun untuk tidak khawatir, ia berjanji akan memberikan kode akses itu setelah semua ini berakhir. Untuk saat ini, yang terbaik adalah bekerja sama dengan Presiden Go. Tae Hyun menganggukkan kepalanya dan berkata 'baik'. Yeo Jin tiba-tiba menyadari cara Tae Hyun berbicara dengannya semakin tidak formal. Tae Hyun beralasan mereka itu 'kan berteman. Yeo Jin memandang tajam pada Tae Hyun.

Lalu Tae Hyun berjalan ke arah kaki Yeo Jin dan berkata mereka akan mulai latihan fisik hari itu. "Tunggu! Tunggu!", protes Yeo Jin.

"Hei! Jangan cengeng...", ucap Tae Hyun sambil mengangkat kaki sebelah kanan Yeo Jin. Yeo Jin berteriak kesakitan. "Aku akan melakukannya dengan pelan-pelan...", ucap Tae Hyun lagi. Yeo Jin tetap saja berteriak kesakitan. "Aku bahkan belum menyentuhnya... Sabar...", protes Tae Hyun.

--

Bawahan Doo Chul keluar dari kamar Doo Chul dan duduk di kursi tamu di depan meja perawat. Ia melihat koran di sana. Tiga orang pria yang sudah berpakaian rumah sakit dan tangannya digips masuk ke area lantai 12 dan Cyn yang kebetulan berada di sekitar stasiun perawat menyapa mereka. Ia memperkenalkan dirinya sebagai CS di RS Hanshin. Cyn mempersilahkan mereka mengikutinya, dan sebelum pergi mereka sempat bertukar isyarat.

Bawahan Doo Chul yang masih ada di sana sempat memperhatikan mereka. Ia merasa ada keanehan pada mereka. Lalu ia kembali ke kamar Doo Chul, sambil sesekali melihat ke belakang. Ia memberikan koran itu pada Doo Chul, tapi wajahnya terlihat aneh, pikirannya seperti berada di tempat lain. Doo Chul bertanya ada apa, kenapa wajah bawahannya itu seperti itu.

Awalnya bawahannya itu tidak mau berterus terang, tapi Doo Chul memaksanya. Ia berkata ia melihat ikan baru di koridor tadi. Doo Chul tidak percaya, "Apa kau pikir ini penjara?", tanyanya.

Bawahannya itu merasa aura membunuh mereka sangat kuat. Doo Chul masih tidak percaya, memangnya bawahannya itu master seni beladiri yang bisa mengenali aura pembunuh? Ia yakin, RS itu bukan untuk orang yang seperti itu. Ia menyuruh bawahannya itu berhenti bicara omong kosong dan bantu dia menggaruk punggungnya yang gatal dengan koran yang diambilnya tadi. (LOL... Lucu bgt tingkah Doo Chul ini, gaya bicaranya juga lucu.... :-))

Bawahannya itu menurut dan duduk di belakang Doo Chul. Ia menggaruk punggung Doo Chul tapi tidak konsentrasi. "Lebih keras! Lebih ke bawah!", protes Doo Chul. Sesaat kemudian raut wajah Doo Chul berubah sedikit muram dan bergumam, "Tempai ini memang bukan penjara, tapi tidak jauh berbeda".

--

Perawat Hwang memasang kamera pengintai di monitor dekat kepala Yeo Jin. Ia mengecek fungsi kamera itu melalui ponselnya. Perawat Hwang menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang, melihat kamera pengintainya berfungsi dengan baik. Lalu beralih menatap Yeo Jin dan tersenyum manis. Akh... Takut!!! :-(.

Tae Hyun berdiri di dekat stasiun perawat, menunggu Chief Lee yang keluar dari ruang Direktur. Begitu Chief Lee keluar, Tae Hyun membungkukkan kepalanya dan mengikuti Chief Lee ke ruang terlarang. Mereka bertemu dengan Perawat Hwang di dalam ruangan itu. Chief Lee menyapa Perawat Hwang, bertanya tentang keadaan Perawat Hwang, apakah ia sudah cukup beristirahat?

"Berkat anda saya bisa beristirahat dengan baik", jawab Perawat Hwang sopan.

Chief Lee menyuruh Perawat Hwang untuk beristirahat yang cukup dan tidak memaksa dirinya, mungkin karena kurang beristirahat, Perawat Hwang menjadi sensitif kemarin. Perawat Hwang meminta maaf, ia berjanji ia akan berhati-hati sehingga kejadian kemarin tidak akan terulang lagi.

"Oke", jawab Chief Lee sambil menatap Yeo Jin. Perlahan ia berjalan mendekati Yeo Jin dan bergumam, semua itu terjadi karena mereka sudah melewati batas mereka. Sesaat kemudian ia tersenyum senang. Perawat Hwang memperhatikan tingkah laku Chief Lee.

Sebelum keluar dari ruangan itu, Chief Lee berpesan pada Tae Hyun untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Tae Hyun menganggukkan kepalanya, lalu keluar bersama Chief Lee. Perawat Hwang mengernyitkan wajahnya, mencurigai sesuatu.

Di koridor, Cyn menyusul mereka, memberikan tablet pada Chief Lee, mungkin berisi semacam laporan... Cyn mengomentari keadaan Chief Lee yang terlihat kurang baik hari itu, apakah Chief Lee sedang sakit?, tanyanya.

"Bagaimana bisa aku sakit?", keluh Chief Lee. Lalu ia bertanya apakah mereka ada klien yang baru.

Cyn membenarkannya, bukan member, tapi teman dari member, untuk menutup mulut mereka.

Chief Lee terlihat kurang suka, ia merasa mereka tidak seharusnya terus menerima mereka. Tapi Cyn tidak bisa berbuat banyak, ini adalah permintaan dari tingkat tinggi. Chief Lee menghela nafasnya dan mengajak mereka pergi ke sana.

Di dalam sebuah kamar, ketiga pria yang berpura-pura sakit itu sedang berdiskusi. Ketika rombongan Chief Lee masuk, cepat-cepat mereka menyembunyikan foto Chae Young di balik sebuah buku. Sayangnya, foto itu belum tersembunyi dengan baik, sebagian foto itu masih terlihat.

Chief Lee menyapa mereka dengan ramah. Ia menanyakan keadaan mereka, mereka pasti merasa tidak nyaman. Dengan wajah yang tidak ramah, salah satu dari mereka menjawab mereka baik-baik saja. Chief Lee berpaling pada Cyn, meminta Cyn menyiapkan makanan untuk mereka. Dengan senyum yang sangat manis, Cyn meng-iya-kan permintaan Chief Lee.

Chief Lee duduk di sebelah pria yang menjawab tadi, ia bertanya dimana mereka mendapatkan gips itu. "Sepertinya gipsnya dipasang terburu-buru", sahut Cyn cepat-cepat sebelum pria itu menjawabnya. Chief Lee menilai orang yang memasang gips itu tidak mengerti dasar-dasarnya. Ia merasa heran kenapa tempat seperti itu masih ada. Cyn dan ketiga pria itu terlihat kurang nyaman.

"Baiklah, kami akan menggantikan yang baru untuk kalian", putus Chief Lee setelah memeriksa mereka. Ketiga pria itu dengan serentak menolaknya. Chief Lee menatap mereka keheranan . Cyn mengalihkan perhatian Chief Lee dengan bertanya sambil bercanda, apa mereka itu takut sakit? Apa mereka akan menangis seperti bayi? Lalu Cyn beralih pada Chief Lee, mempersilahkan Chief Lee untuk istirahat.

Chief Lee setuju dengan saran Cyn, dan meminta Tae Hyun untuk menghubungi dokter ortopedi dan memberikan gips yang baru untuk mereka. Sebelum keluar dari kamar itu, Tae Hyun sempat melihat sekali lagi ke arah ketiga pria itu, tidak sengaja ia melihat foto Chae Young yang terselip dari balik buku.

--

Chief Lee, Tae Hyun, dan Cyn berkunjung ke kamar Chae Young. Chief Lee terkejut melihat gerakan yoga yang dilakukan Chae Young saat mereka masuk, Tae Hyun sampai tersedak dan terbatuk. Tapi Chae Young tidak peduli, ia tetap melakukan gerakan yoganya sambil berbicara dengan mereka. Ia mengeluhkan wajahnya yang seperti labu karena akhir-akhir ini ia minum terlalu banyak dan ia merasa seluruh badannya kesakitan.

Chief Lee menyarankan agar Chae Young berkonsultasi dengan dokter dermatologis dan dokter terapi fisik, ia meminta Cyn menghubungi kedua dokter itu untuk Chae Young dan juga menyiapkan makanan diet untuk Chae Young. Chae Young menolaknya. Ia berkata ia akan ke klinik kecantikan saja untuk perawatan kulit dan melakukan latihan fisik di rumha sakit.

Chief Lee setuju, ia menyarankan memanggil terapist, tapi Chae Young kembali menolak, lebih baik memanggil dokter daripada terapist. Dengan cepat Chief Lee mengganti sarannya, ia menyarankan menghubungi bagian ortopedi. Tapi lagi-lagi Chae Young menolak. Ia tidak ingin membuat kehebohan di departemen ortopedi. Ia minta Tae Hyun saja yang merawatnya.

Chief Lee kaget mendengar permintaan Chae Young, dan dengan senyum sinis ia menyuruh Tae Hyun tinggal di kamar Chae Young.

Hanya Chief Lee dan Cyn yang keluar dari kamar Chae Young. Chief Lee bingung ada urusan apa antara Chae Young dan Tae Hyun. Cyn tidak tau, menurutnya mungkin saja urusan seperti yang Chae Young lakukan dengan Mr. Daniel, ia merasa ini akan baik untuk Tae Hyun. Chief Lee tersenyum sinis.

Di dalam kamar, Tae Hyun membantu Chae Young melakukan terapi fisik. Chae Young benar-benar bersikap seksi di sini. Tae Hyun protes, seharusnya terapi seperti ini dilakukan oleh seorang yang profesional. Chae Young tidak mempedulikan protes Tae Hyun, ia malah menyuruh Tae Hyun pindah ke belakangnya. "Apa anda sekarang merasa lebih baik?", tanya Tae Hyun setelah menekan bagian pinggang Chae Yeong. Chae Young tidak menjawab.

Tae Hyun akan pergi namun tiba-tiba Chae Young bertanya sambil berbisik, "Apakah kau bertemu dengan President Go?". Tae Hyun terkejut, Chae Young melarang Tae Hyun bereaksi berlebihan, Tae Hyun melihat ke sekelilingnya dan memang ada kamera tersembunyi di dalam kamar itu.

Tae Hyun duduk kembali, Chae Young memberitahukan bahwa saat ini Yeo Jin dalam bahaya karena Do Joon akan segera membunuh Yeo Jin. Menurut Chae Young, Presiden Go sengaja memprovokasi Do Joon untuk membunuh Yeo Jin. Tae Hyun tidak mengerti apa yang dimaksud provokasi oleh Chae Young. "Pemintaan kunjungan rumah sakit dari pengadilan", jawab Chae Young singkat.

Tae Hyun teringat ucapan Yeo Jin beberapa waktu yang lalu. Saat itu Yeo Jin mengatakan jika permintaan kunjungan dari peradilan itu dilakukan, maka ia tidak akan hidup lagi sekarang.

Chae Young merasa Presiden Go tidak boleh melakukan hal itu. Jika permintaan itu tidak ditarik sampai besok sore maka Do Joon akan membunuh Yeo Jin. Tapi ia yakin Presiden Go tidak akan menarik permintaan itu dari pengadilan. Untuk President Go, daripada tidak memiliki Yeo Jin, maka lebih baik membiarkan Yeo Jin mati. "Apa kau mengerti sekarang? Aku adalah satu-satunya orang yang ingin menyelamatkan Yeo Jin".

"Jadi, apakah aku harus menyerahkan Miss Young Ae pada anda?".

Chae Young menjelaskan rencananya. Ia ingin Tae Hyun mencuri kunci yang dipegang oleh Perawat Hwang, lalu gunakan lift rahasia yang ada di kamar Yeo Jin dan turun di lantai 3 basement. Ia akan menunggu Chae Young di sana. Ia berjanji, hidup Tae Hyun akan berubah jika Tae Hyun mau membantunya. Tae Hyun terdiam dan sesaat kemudian ia beranjak pergi. Tapi Chae Young memegang tangan Tae Hyun dan menarik Tae Hyun agar duduk di depannya. Tangan Chae Young melingkar di leher Tae Hyun dan menarik Tae Hyun menjadi sangat dekat dengannya. Ia berbisik di telinga Tae Hyun, janji yang ia tawarkan tadi hanya berlaku sampai esok sore saja.

--

Di stasiun perawat, Perawat Hwang diam-diam mengawasi hasil dari kamera pengintai melalui ponselnya. Tidak lama kemudian, Direktur dan Chief Lee keluar dari ruang kerja Direktur dan berjalan ke arah area terlarang. Perawat Hwang berniat ikut dengan mereka, tapi Direktur mencegahnya. Ia berkata ada hal yang ingin ia bicarakan dengan Chief Lee secara pribadi.

Perawat Hwang mengerti dan membungkukkan badannya pada Direktur. Ia memperhatikan Direktur dan Chief Lee yang masuk ke area terlarang dengan serius, sampai-sampai tidak sadar Tae Hyun yang baru keluar dari kamar Chae Young ada di depannya. Perawat Hwang terkejut melihat Tae Hyun dan cepat-cepat kembali ke stasiun perawat. Tae Hyun berjalan gontai, tapi ia sempat melihat seorang pria aneh di lantai atas, pria yang pura-pura tangannya patah itu.

Di dalam kamar Yeo Jin, Chief Lee mananyakan bagaimana perkembangannya. Direktur berkata sekretaris Do Joon meminta mereka melakukan rencana mereka besok sore. Ia menyuruh Chief Lee untuk bersiap-siap, memang sudah takdir Yeo Jin harus mati seperti itu, mati dalam keadaan koma, tanpa rasa sakit.

Di dalam tidurnya, Yeo Jin ikut mendengarkan pembicaraan antara Direktur dan Chief Lee. Ia sangat terkejut dan merasa sangat ketakutan. Di tempat yang lain, ternyata Perawat Hwang juga mendengarkan pembicaraan mereka melalui kamera pengintainya, ia juga sangat terkejut sekaligus marah. Sedetik kemudian ia berpaling ke arah ruang operasi.

Perawat Hwang kembali ke koridor lantai 12 dengan ekspresi kosong, tangannya menggenggam erat pisau bedah sampai-sampai tangannya berdarah. Beberapa perawat berpapasan dengannya dan memberi hormatnya, tapi Perawat Hwang sama sekali tidak menggubris mereka. Tatapannya lurus, memandang Direktur dan Chief Lee yang baru saja keluar dari area terlarang. Direktur asik berbicara dengan Chief Lee, mereka sama sekali tidak memperhatikan Perawat Hwang yang sedang berjalan ke arah mereka. Mereka langsung berbelok dari koridor menuju ruang kerja Direktur.

"Direktur...", panggil Perawat Hwang. Direktur baru menoleh dan bertanya ada apa. Tapi Perawat Hwang tidak menjawab, ia langsung berlari ke arah Direktur dan menusuk perut Direktur dengan pisau yang ada di tangannya. "Mati! Mati! Mati!", teriak Perawat Hwang histeris, berkali-kali sambil berkali-kali juga menusuk perut Direktur. Direktur terlihat sangat kesakitan, dengan sisa tenaga yang dimiliki, ia berhasil mendorong Perawat Hwang agar menjauh darinya. Chief Lee yang berada di dekat mereka sangat terkejut.

Apa kau sudah gila?, teriak Chief Lee pada Perawat setelah sadar dengan apa yang terjadi.

Perawat Hwang menoleh, menatap marah pada Chief Lee, bersiap menusukkan pisau ke perut Chief Lee juga. Chief Lee sangat ketakutan dan berbalik, berteriak memanggil security. Beberapa security berlari ke arah mereka.

"Beraninya kalian membunuh bayiku? Tidak boleh! Aku yang akan membunuh kalian dulu!", Perawat Hwang kembali akan menusuk Direktur. Untungnya dua orang security datang dan berhasil meringkusnya. (Perawat Hwang menyebutkan 'my baby', mungkin bisa juga dimaksud dengan 'kesayanganku' ya?)

Chief Lee segera mendekati Direktur, ia meminta kain kasa pada perawat yang ada di sana. Sementara itu Perawat Hwang masih meronta-ronta, minta dilepaskan. Ia ingin Han Do Joon dibawa kehadapannya. "Dia ingin membunuh adiknya sendiri! Dasar kalian barbar!", teriaknya lagi.

"Cepat! Tutup mulutnya!", teriak Direktur diantara rasa sakitnya. Security itu menarik paksa Perawat Hwang sambil menutup mulut Perawat Hwang. Beberapa orang security yang lain datang, mereka membopong Direktur ke tempat yang lain. Tae Hyun yang datang sedikit terlambat, hanya bisa melihat saja. Setelah semuanya pergi, Tae Hyun melihat sebuah kunci. Ia ingat kunci itu adalah kunci yang dipakai Perawat Hwang untuk membuka lift rahasia yang ada di kamar Yeo Jin. Tae Hyun mengambil kunci itu dan kembali ke kamar Yeo Jin.

"Kau baik-baik saja? Apakah ada yang terluka?", tanya Tae Hyun. Yeo Jin membuka matanya dan menatap Tae Hyun. Dengan terbata-bata ia menjawab ia baik-baik saja. Tapi Tae Hyun memperhatikan Yeo Jin tidak baik-baik saja. Tangan Yeo Jin gemetar. Tae Hyun segera menggenggam tangan Yeo Jin untuk menenangkannya.

"Besok, mereka akan membunuhku... di ruang operasi", ucap Yeo Jin. Tae Hyun sangat terkejut. Yeo Jin mulai menangis putus asa, ia merasa semuanya sudah berakhir sekarang. Tae Hyun berjanji tidak akan terjadi apa-apa di ruang operasi besok, ia akan berada di sana dan tidak ada seorang pun yang akan mati di meja operasinya. Ia minta Yeo jin percaya padanya, karena ia adalah Yong Pal. Melihat Yeo Jin masih menangis, Tae Hyun memeluk Yeo Jin dan mengusap kepalanya dengan lembut.

Bersambung...

Sinopsis Yong Pal Episode 6 Part 2

No comments:

Powered by Blogger.