Sinopsis Yong Pal Episode 3 Part 2

[Sinopsis Yong Pal Episode 3 Part 1]

Sinopsis Yong Pal Episode 3 Part 2


Sinopsis Yong Pal Episode 3 Part 2
Credit : SBS
Cyn mendapatkan telpon darurat dari seseorang. Ia meminta mereka menghentikan pendarahan terlebih dahulu dan menelpon 911 untuk memanggil ambulance. Mereka tidak bisa membantu jika orang itu tidak dibawa ke rumah sakit.

"Kenapa? Mereka tidak bisa membawanya ke rumah sakit?", tanya Chief Lee pada Cyn. Sambil berbisik, Cyn berkata para reporter sudah mencium kejadian ini dan sudah berada di hotel...

Yong Pal muncul dari lift dengan membawa ransel peralatan operasi di bahunya. Chief Lee langsung mendekati Tae Hyun dan bertanya sambil memegang ransel itu, "Apa benar ini?".

"Apa?", Tae Hyun tidak mengerti pertanyaan Chief Lee.

Chief Lee membawa Tae Hyun ke ruang penyimpanan darah. Ia memasukkan beberapa kantong darah ke dalam sebuah tas kecil. Ia tidak tau apa golongan darah klien mereka itu, untuk berjaga-jaga memasukkan beberapa kantong darah O. Ia juga memasukkan beberapa kantong infus ke dalam ransel Tae Hyun dan kemudian melihat jamnya. Ia meminta Tae Hyun itu pergi sekarang juga karena mereka sudah tidak memiliki waktu lagi.

Tae Hyun masih terlihat bingung, "Anda menyuruh saya pergi melakukan 'House Call' sekarang?".

"Bingo! House Call adalah keahlianmu". Tae Hyun menghela nafasnya. "Ini bukan permintaan. Ini adalah perintah", ucap Chief Lee.

Tae Hyun berlari keluar dari rumah sakit. Di luar, ia melihat sebuah mobil mendekatinya dengan cepat. Ia melihat Cyn dibelakang stir dan langsung masuk ke dalam mobil itu. Belum sempurna Tae Hyun menutup pintu, Cyn sudah menginjak gas dalam-dalam. Di jalan, Cyn menyetir seperti kesetanan, ia menyelip diantara mobil-mobil di jalan raya dengan cekatan. Tae Hyun terlihat ketakutan, ia memegang erat-erat pegangan yang ada di pintu mobil.

Di dalam perjalanan, Cyn menjelaskan siapa klien mereka hari itu. Klien mereka bernama Cha Se Hoon, seorang aktor dan bintang hallyu. Ia tidak tau apa yang mereka lakukan tapi saat ini, pacar Se Hoon terluka di dalam sebuah kamar hotel. Pihak Se Hoon tidak bisa menelpon ambulance karena para reporter sudah mencium kejadian ini dan sudah berada di hotel saat ini.

Mobil masuk ke parkiran basement sebuah hotel dan parkir sembarangan. Seorang penjaga sudah menunggu dan mendekati Cyn, Cyn melemparkan kunci mobilnya pada penjaga itu. Penjaga itu menunjukkan jalan ke arah lift, lift itu sepertinya lift khusus karena pintu lift disamarkan dengan cara ditutupi lagi dengan pintu rolling door, pintu yang biasa dipakai untuk gudang ataupun pabrik. Cyn masuk ke dalam lift bersama Tae Hyun dan penjaga itu memberikan kartu kamar hotel pada Cyn. Sebelum pintu lift tertutup, Cyn menyelipkan tips sebesar 1 juta won untuk penjaga itu. Woww...

Pintu lift itu keluar di area dapur. Cyn dan Tae Hyun terus berjalan sampai masuk ke area lobby dan melihat sudah banyak reporter di sana. Cyn menelpon seseorang, memberitahukan bahwa reporter sudah banyak di hotel namun sepertinya mereka belum tau nomor kamar, jadi ia minta mereka untuk tetap berada di kamar hotel.

Cyn terus berjalan dan akhirnya tiba di kamar hotel yang dimaksud. Ia langsung masuk menggunakan kartu yang sudah diberikan padanya dan memperkenalkan dirinya sebagai Manajer Shin, ia adalah CS dari Hanshin Medical Center. "Kami dari tim pengacara", ucap seorang pria yang berdiri di dekat Se Hoon. Se Hoon hanya duduk saja dan sama sekali tidak bicara.

Tae Hyun yang berjalan di belakang Cyn melihat seorang wanita, sepertinya tanpa pakaian, sudah terbaring ditutupi oleh kain berwarna putih. Bibir wanita itu berdarah dan ada noda darah pekat di bagian perut sebelah kirinya. Tae Hyun segera mendekati wanita itu dan memeriksanya.

Sementara itu, Cyn bertanya pada tim pengacara Se Yoon tentang situasi yang mereka hadapi. Pengacara itu menjelaskan bahwa sepertinya terjadi sedikit pertengkaran ketika minum-minum, mereka ingin masalah ini segera diatasi sebelum bocor ke awak media.

Tae Hyun memeriksa nadi di leher wanita itu dan mendengarkan detak jantungnya. Ia bisa membayangkan situasi yang sebenarnya. Ia membayangkan Se Hoon masuk ke kamar hotel sambil merangkul wanita itu dengan paksa, saat itu Se Hoon memang sudah mabuk. Wanita itu menepis tangan Se Hoon dan itu membuat Se Hoon marah dan menampar wanita itu dengan keras.

Tae Hyun membuka kain yang menutupi luka di perut perut wanita itu. Ia membayangkan saat itu wanita itu marah dan berlari keluar dari kamar. Se Hoon menarik kasar tangan wanita itu dan wanita itu menampar Se Hoon. Se Hoon bertambah marah dan mengambil botol minuman keras yang ada di atas meja.

Tae Hyun melihat sebuah botol yang sudah pecah dan ada noda darah di atas meja di dekatnya.

Lalu Tae Hyun memanggil Cyn. Cyn berjalan mendekati Tae Hyun dan duduk di samping Tae Hyun. "Ini bukan kecelakaan, ini TKP. Itu dia, bukan?", bisik Tae Hyun sambil melirik ke arah belakang, ke arah Se Hoon yang duduk membelakanginya.

Namun Cyn menyuruh Tae Hyun hanya fokus pada pasien saja, karena orang itu adalah klien mereka. "Bukan, dia adalah kriminal. Dan ini adalah pemerkosaan. Disamping itu, dia menusuk wanita ini dengan menggunakan senjata", bantah Tae Hyun tegas.

"Dengar baik-baik, Dr. Kim Tae Hyun. Dia adalah klien kita", ucap Cyn tegas. Cyn mengulang ucapannya, ia berkata bahwa mereka tidak memiliki kepentingan atas kehidupan pribadi klien mereka dan apa pun yang terjadi, mereka harus menghidupkan kembali wanita itu dan membawanya ke rumah sakit.

Cyn kembali berbicara dengan tim pengacara. Setelah mendengar ucapan Cyn tadi, Tae Hyun menjadi marah namun ia tidak punya pilihan lain. Ia mengambil ranselnya dan menyiapkan peralatannya di atas meja. Lalu tiba-tiba ia berpaling dan memarahi beberapa pria yang ada di sana (mungkin temannya Se Hoon...), memerintahkan mereka untuk segera memindahkan wanita itu.

Awalnya mereka terlihat enggan tapi Tae Hyun membentak mereka lagi, "Apa yang kalian lakukan? Jika wanita itu mati, kalian semua akan masuk ke penjara!". Akhirnya mereka mau bergerak dan memindahkan wanita itu. "Kenapa dia bersikap seperti itu?", tanya pengacara pada Cyn. Sambil tersenyum Cyn beralasan bahwa itu adalah hal yang biasa dilakukan di dalam latihan ER. Lalu Cyn hanya menghela nafasnya, melihat ke arah Tae Hyun cemas.

Tae Hyun sudah siap melakukan operasi, Cyn melihatnya dengan cemas dan cepat-cepat mendekati Tae Hyun. Ia mencegah Tae Hyun yang akan mengiris luka di perut wanita itu, "Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila? Kau hanya perlu menstabilkannya dan kita akan membawanya ke rumah sakit".

Tapi Tae Hyun menggelengkan kepalanya. Jika mereka membiarkan wanita itu seperti ini, maka wanita itu akan mati. Mereka harus mengembalikan tekanan darahnya dengan memberikan tambahan darah dan cairan, dia tidak akan bertahan lama lebih lama lagi.

Cyn kembali mencegah Tae Hyun. Ia khawatir jika wanita itu mati di sana, maka Tae Hyun bisa disalahkan dalam masalah ini, sedangkan mereka, Cyn menoleh sedikit ke arah Se Yoon, mereka memiliki pengacara terbaik di Korea. Saat Tae Hyun mulai menggores kulit wanita itu dengan pisau bedah, pria itu akan terbebas dari semua kecurigaan. "Jangan lakukan ini, Dr. Kim", peringat Cyn.

Tae Hyun terdiam sesaat, ia memandang ke arah sekumpulan pria yang ada di sana, lalu kemudian memandang wanita itu. Dengan perlahan Tae Hyun menurunkan pisau bedahnya. Cyn terlihat lega, ia berpikir Tae Hyun sudah berubah pikiran dan berjalan mendekati sekumpulan pria itu, ia mengajak mereka untuk memikirkan solusi yang terbaik untuk saat ini.

Namun sebelum mereka mengatakan sesuatu, mereka malah terkejut melihat Tae Hyun sudah mulai melakukan operasi. Cyn berbalik ke arah Tae Hyun, memandang Tae Hyun dengan marah.

Beberapa saat kemudian muncul seorang reporter yang sedang memberitakan seorang bintang hallyu, Cha Se Hoon yang mendengarkan teriakan seorang wanita dari dalam sebuah kamar hotel yang berada di samping kamar hotelnya, orang lain mungkin tidak akan mempedulikannya atau mungkin hanya akan menghubungi front desk, tapi Cha Se Hoon berbeda.

Terlihat kamar hotel itu sekarang sudah dipasang garis polisi. Banyak polisi yang sedang melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Lalu reporter itu mengatakan Cha Se Hoon membunyikan bel kamar itu, ketika seorang pria membukakan pintu kamar, Cha Se Hoon menyadari telah terjadi suatu kejadian yang serius di dalam kamar itu. Ia mendorong paksa pintu kamar itu dan menemukan seorang wanita terkapar di lantai dan sudah bersimbah darah. Setelah mengalami perkelahian dengan tersangka yang memiliki pisau, Cha Se Hoon ditusuk oleh tersangka.

Terlihat Se Hoon dimasukkan ke dalam ambulance. Di kemeja putihnya terlihat ada noda darah dibagian perut sebelah kiri, dan wajahnya terlihat kesakitan.

Ternyata tadi adalah berita yang ditonton Tae Hyun dan Cyn di dalam mobil. Wajah Tae Hyun terlihat muak dengan berita itu, Cyn mematikan televisi yang ada di dashboard mobilnya. Ia memuji Tae Hyun yang berbeda dari rumor yang beredar. Ia berpikir Tae Hyun itu keren karena memiliki julukan 'serangga uang', tapi ia sedikit shock ketika di hotel tadi, ia tidak tau ternyata Tae Hyun juga begitu naif.

"Jangan bersikap seperti mengenalku. Kau sama sekali tidak tau aku", ucap Tae Hyun sambil melihat ke luar jendela mobil. Cyn merasa sebagai manusia Tae Hyun sungguh menarik, tapi sebagai rekan kerja, ia merasa sungguh khawatir pada Tae Hyun. "Haruskan aku memberikanmu tips?". Tae Hyun menoleh, melihat ke arah Cyn, ingin tau apa yang akan dikatakan oleh Cyn.

"Minta pada direktur", ucap Cyn. Jika Tae Hyun ingin bisa masuk ke dalam kamar putri, maka Tae Hyun harus meminta pada direktur di saat direktur dalam mood yang baik. Jika Tae Hyun meminta pada Chief Lee, Chief Lee hanya akan menganggapnya sebagai angin lalu. Ia yakin Tae Hyun harus berbicara langsung dengan direktur apalagi saat ini direktur memperlakukan Chief Lee tidak begitu baik.

Tae Hyun terlihat memikirkan saran Cyn. Tapi ketika ia sedang di dalam toilet untuk membersihkan wajahnya di rumah sakit, Tae Hyun malah ragu. Ia meyakinkan dirinya untuk tidak perlu terlibat dan peduli dengan masalah itu.

Tae Hyun dan Cyn menemui direktur di ruang kerjanya. Di sana juga ada Chief Lee. Direktur tertawa senang karena Tae Hyun sudah bekerja dengan baik. Ia berpikir rumah sakit bisa menawarkan layanan baru yaitu 'House Call'. Ia memuji Chief Lee yang memiliki ide mengirimkan Tae Hyun ke hotel. "Bagaimana kau bisa mendapatkan ide itu?", tanya direktur pada Chief Lee yang hanya tersenyum saat itu.

Lalu direktur memberikan dua amplop uang untuk Tae Hyun dan Cyn sebagai tip karena mereka telah bekerja keras hari itu. Awalnya Tae Hyun hanya diam saja, namun Chief Lee menyuruh Tae Hyun untuk menerimanya. Tae Hyun dan Cyn mengambil amplop itu. Tae Hyun sempat membuka amplop itu dan terkejut dengan nulai di dalamnya. Dengan segera ia berdiri dan membungkukkan badannya pada direktur, ia benar-benar berterima kasih pada direktur.

Direktur tertawa senang, ia menyuruh Tae Hyun menyimpan uang itu. "Ya", jawab Tae Hyun dan kemudian duduk lagi di kursi. Chief Lee memberitahukan direktur bahwa Tae Hyun itu benar-benar menyukai uang. Direktur tidak menganggap itu sebuah kesalahan, semua orang berusaha untuk mendapatkan penghasilan. Ia juga menyukai uang...

Lalu direktur menoleh pada Tae Hyun, bertanya apakah ada hal lain yang diinginkan oleh Tae Hyun. Chief Lee mencoba mengingatkan direktur untuk tidak berlebihan, ia khawatir ini akan menjadi kebiasaan buruk. Namun, Tae Hyun mengatakan ada satu hal yang inginkan. "Katakan padaku", ucap direktur.

Tae Hyun melirik ke arah Chief Lee sekilas. "Mohon izinkan saya masuk ke area terlarang". Chief Lee sangat terkejut, sementara Cyn sedikit tidak menyangka Tae Hyun akan benar-benar melakukan sarannya. Tae Hyun merasa selama ini hanya Chief Lee seorang saja yang bekerja selama berjam-jam untuk mengurus area terlarang itu, jika saja ia bisa membantu...

"Lupakan! Bukan waktunya untukmu...". Ucapan Chief Lee dipotong oleh direktur. Ia menganggap itu masuk akal dan juga ide yang bagus, dan ia merasa Tae Hyun cukup potensial.

Namun Chief Lee tidak setuju, ia merasa belum saatnya Tae Hyun diberi tanggung jawab seperti itu. Tapi direktur yakin, Tae Hyun mampu, ia sudah bergabung di lantai 12 dan sudah mengetahui bagaimana semuanya berjalan di lantai 12. Ia juga merasa tanggung jawab Chief Lee sudah cukup besar untuk mengurus area terlarang seorang diri, lagipula ini juga bagian dari rencana Chief Lee.

"Memang... tapi saya berpikir ini terlalu cepat", bisik Chief Lee pada direktur. Tae Hyun melirik ke arah Chief Lee.

Direktur meminta Chief Lee untuk tidak terlalu khawatir. Tidakkah Chief Lee melihat bahwa Tae Hyun memiliki kemampuan dan ia yakin Tae Hyun bisa melakukan pekerjaannya dengan baik. "Perkenalkan dia pada Miss Young Ae seperti yang ia inginkan", perintah direktur pada Chief Lee.

Chief Lee akan membantah lagi, tapi ia mengurungkan niatnya karena direktur memasang wajah yakin dan tidak mau dibantah. "Baik, saya mengerti", ucap Chief Lee pasrah. Lalu direktur memegang pundak Tae Hyun, mengajak Tae Hyun bekerja dengan baik bersama-sama. Tae Hyun menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih pada direktur.

Lalu direktur menyuruh Cyntia untuk membelikan pakaian untuk Tae Hyun karena mulai saat ini Tae Hyun akan melakukan layanan 'House Call' dan berkerja di area terlaranga. "Baik", jawab Cyn senang. "Pakaian? Saya merasa pakaian saya baik-baik saja...", protes Tae Hyun. Direktur hanya tertawa terkekeh-kekeh, sementara Chief Lee, ia masih terlihat kesal.

Cyn membawa Tae Hyun ke tempat stylist. Stylist itu mengomentari gaya Tae Hyun yang tidak keren. Lalu ia mulai mempermak gaya Tae Hyun, mulai dari gaya rambutnya sampai ke pemilihan jasnya.

Setelah mencoba berbagai macam jas, Cyn memutuskan membeli semua jas yang sudah dicoba oleh Tae Hyun. Tae Hyun protes tapi Cyn meminta Tae Hyun untuk tidak khawatir, karena perusahaan yang akan membayarnya.

Lalu Cyn juga membawa Tae Hyun ke showroom mobil. Sales memberitahukan mobil mana keluaran terbaru dan mobil yang mana keluaran tahun lalu. Tae Hyun kembali protes. Namun Cyn mengatakan mobil itu bukan untuk Tae Hyun, tapi dipakai oleh Tae Hyun ketika melakukan 'House Call'. Tae Hyun hanya bisa pasrah saja dan akhirnya malam itu mereka pulang dengan memakai mobil baru.

Dalam perjalanan pulang, Tae Hyun menanyakan apa sebenarnya CS itu. Cyn menjelaskan bahwa CS itu adalah Customer Satisfaction, atau dengan kata lain ia adalah sales representative. Hanya ada dua tipe klien yang datang ke lantai 12. Pertama, klien yang sudah menjadi member. Member tersebut tidak mengisi form seperti pada umumnya, member adalah sebuah istilah untuk orang-orang dengan status dapat diterima oleh rumah sakit. Dan member itu harus memiliki banyak uang. Hanya 0.1 prsen saja di Korea yang memenuhi persyaratan itu.

Yang kedua, teman dari member. Tidak harus teman dekat, tapi orang-orang yang sementara terlibat dengan member otomatis membuat mereka layak menjadi klien lantai 12. Para dokter tidak mau direpotkan dengan urusan klien oleh sebab itulah mereka membutuhkan seorang CS seperti dirinya. Klien juga tidak perlu melalui bangsal rawat jalan ataupun mendaftarkan diri mereka karena mereka memiliki lift khusus yang bisa langsung diakses dari tempat parkir. Yang harus dilakukan hanya melayani mereka dengan baik setiap saat. Cyn mengatakan Tae Hyun dapat menganggap lantai 12 sebgai sebuah klinik yang ada di sebuah lingkungan yang kecil. Dokter berkeahlian tinggi siap dengan peralatan tercanggih yang pernah ada.

Setelah Cyn selesai menjelaskan tentang siapa klien yang biasa datang ke lantai 12, Tae Hyun bertanya tentang Miss Young Ae. Ia ingin Cyn menceritakan padanya siapa itu Miss Young Ae. Cyn tersenyum dan mulai bercerita (cerita dari Cyn akan saya buat seperti quote ya...)

===Flashback===

Yeo Jin sedang berdiri di atas sebuah balkon sambil melihat pesta taman yang ada di bawahnya.

'Kau tau kan cerita Romeo and Juliet? Nah, Young Ae, Han Yeo Jin adalah Julietnya. Han Yeo Jin adalah putri dari Hanshin Group dan ahli waris dari Chairman. Ia jatuh cinta dengan putra Daejung Group, saingan terbesar Hanshin Group'.

Do Joon datang dan tersenyum melihat Yeo Jin. Ia mendekati Yeo Jin dan bertanya apa yang dilakukan Yeon Jin disana sendirian. Yeon Jin berkata ia frustasi karena gadis-gadis di pesta sana semuanya terlihat sama, cara mereka berbicara pun sama, sangat menyedihkan. Do Joon tidak sependapat dengan Yeo Jin, ia merasa semua gadis-gadis itu cantik.

Yeo Jin mendengus, tentu saja Do Joon senang, semua wanita di pesta itu berlomba-lomba membuat kesan yang baik pada Do Joon. Do Joon mengakui ia senang, tapi untuk apa semua itu, karena pada akhirnya ia tidak bisa menikah dengan wanita yang ia cintai.

"Oppa, apa kau benar-benar akan menikah dengan Chae Young seperti yang diperintahkan oleh ayah?".

"Lalu apa yang bisa aku lakukan? Apa kau memiliki kekuatan?"

Yeo Jin menghela nafasnya, merasa oppanya itu benar-benar frustasi. Menurut Yeo Jin oppanya tidak harus menuruti ayahnya.

"Kenapa? Bukankah Chae Young cukup cantik?". Do Hoon dan Chae Young melihat Chae Young yang sedang berbicara dengan temannya di pesta. Chae Young menyadari Do Joon memperhatikannya, wajahnya terlihat tidak senang dan langsung pergi dari sana.

Yeo Jin terlihat kesal juga. Ia menyuruh oppanya untuk sadar. "Ini adalah hidupmu...".

Do Joon tersenyum, menurutnya yang harus sadar itu bukan dirinya, tapi Yeo Jin. Choi Seo Hoon tidak akan berhasil. "Kau seharusnya membawa seseorang yang bisa dijadikan panutan. Kenapa harus Daejung Group?"

Yeo Jin terkejut karena Do Joon mengetahui hubungannya dengan Seo Hoon. Ia memohon pada Do Joon agar tidak memberitahukan pada ayah. Do Joon menghela nafasnya, "Kalaupun tidak aku beritahu, apa kau pikir ayah tidak tahu?".

"Jadi oppa mengatakan padanya?", desak Yeo Jin tidak sabar.

Do Joon tersenyum lalu menjawab, "Belum". Yeo Jin terlihat sangat senang. Ia mengucapkan terima kasih berkali-kali dan mencium pipi Do Joon. "Ya... ya... orang akan melihat kita...", protes Do Joon. Tapi Yeo Jin tidak peduli. Biar saja orang melihatnya. Mereka akan tau betapa menakutkan adik ipar mereka ini, siapa yang peduli jika ia berada di samping oppanya. Do Joon tersenyum dan menjawil Yeo Jin dengan sayang.

Setelah pesta selesai, Do Joon dan Yeo Jin menunggu mobil di area dropoff. Dua mobil berhenti di depan mereka. "Apa ini? Kau membawa mobilmu sendiri?", tanya Do Joon pada Yeo Jin. Yeo Jin menganggukkan kepalanya. Lalu Do Joon mengatakan pada bawahannya bahwa ia akan ikut dengan mobil Yeo Jin, mereka dapat mengikutinya dari belakang menggunakan mobilnya.

Yeo Jin mencoba mencegah Do Joon pergi bersamanya, tapi Do Joon tidak mengizinkannya karena malam sudah larut. Lalu tiba-tiba datang Seo Hoon dan memanggil Do Joon, "Hyung!", panggil Seo Hoon. Do Joon terkejut melihat Seo Hoon. Cepat-cepat Yeo Jin minta maaf dan pamit pergi. Seo Hoon juga berkata ia akan bertemu lagi dengan Do Joon setelah bulan madu.

"Tidak! Tidak boleh!", ucap Do Joon. Ia memanggil Yeo Jin yang sudah masuk ke dalam mobil. Namun Seo Hoon langsung menginjak rem dan memacu mobil dengan kencang. Do Joon memerintahkan anak buahnya untuk mengejar mobil Yeo Jin.

'Ketika dua keluarga bahkan tidak pernah membayangkannya, mereka sudah berkencan diam-diam. Mereka berjanji menikah diam-diam di malam itu. Tapi pada akhirnya, bulan madu yang manis itu...'

Lalu terjadilah kejar-kejaran seperti di awal episode 1, yang mengakibatkan Seo Hoon tewas.

'....Berakhir menjadi tragedi..'.

===Flashback End===

"Pangeran Daejung Group tewas dengan cara seperti itu dan Putri Hanshin Group selamat", Cyn mengakhiri ceritanya.

Tae Hyun tersenyum dan mengambil kesimpulan bahwa cerita itu tentang dua orang anak dari keluarga sangat kaya yang saling jatuh cinta dan kemudian mendapatkan kecelakaan. "Lalu apakah kecelakaan itu begitu parah? Ia sudah berada di rumah sakit begitu lama...". Cyn mengatakan secara fisik, Yeo Jin baik-baik saja tapi ia memiliki masalah dengan kondisi mentalnya. Ia kehilangan seseorang yang dicintai dalam sebuah kecelakaan dan ayahnya juga meninggal tidak lama setelah itu, itu adalah kasus tipikal Social Anxiety Disorder. Dia tidak pernah keluar dari kamar rumah sakit.

Lalu Tae Hyun berterima kasih pada Cyn yang menjadikannya sampai seperti ini. Tidak masalah bagi Cyn, ia hanya minta ditraktir ketika Tae Hyun sudah sukses nanti. Tae Hyun hanya tersenyum.

Tae Hyun kembali ke rumah sakit dengan gaya baru dan membawa beberapa tentengan tas di tangannya. Ia terlihat sedikit risih dan membuka kaca mata yang dipakainya. Lalu setiba di kamarnya, dengan sedikit kesal dan asal-asalan, ia memasukkan semua tas itu ke dalam lokernya.

Tae Hyun berjalan ke arah stasiun perawat, seorang perawat memuji Tae Hyun yang sudah berhasil. Kepala Perawat juga berkata ia tidak bisa mengenali Tae Hyun karena Tae Hyun memakai baju seperti itu. Perawat Song juga mendekati Tae Hyun, memuji Tae Hyun, ia dengar Tae Hyun sudah dipindahkan ke lantai 12. Tae Hyun hanya mesem-mesem aja...

Tidak lama kemudian, Tae Yong diikuti oleh beberapa resident datang. Ia mendengar komentar Perawat Song tentang lantai 12 dan begitu inginnya Perawat Song bisa bekerja juga di lantai 12. Tae Yong setuju dengan semua komentar Perawat Song, lantai 12 memang seperti hotel, karpetnya, musik klasiknya, dan tipsnya, tapi ada satu hal yang salah, perawat Song seharusnya tidak menyebut mereka dengan pasien tapi klien.

Perawat Song membenarkan ucapan Tae Yong. Lalu Tae Yong berpaling pada Tae Hyun. Dengan ekspresi sinis, ia mengucapkan selamat pada Tae Hyun karena sudah berhasil meletakkan pisau bedah yang sangat dibencinya dan sekarang Tae Hyun mendapatkan tips dari kliennya.

"Ya dan terima kasih. Semua berkatmu", jawab Tae Hyun sambil tersenyum.

Lalu Tae Yong meminta Tae Hyun melakukan sesuatu dengan dasi kupu-kupunya. Ini memang hotel, tapi ia merasa Tae Hyun lebih mirip dengan bellboy.

"Benarkah? Ini terlalu mencolok?", tanya Tae Hyun sambil memegang dasi kupu-kupunya. Lalu ia mengundang Tae Yong untuk mampir di kantornya jika di masa akan datang Tae Yong mendapatkan klien di lantai 12. "Bellboy ini akan menyajikan secangkir kopi untukmu. Hmm Kopinya enak dan viewnya benar-benar mengagumkan...".

Resident yang ada dibelakang Tae Yong terkejut mendengar Tae Hyun mendapatkan kantor sendiri dengan view yang oke. Tae Hyun menganggukkan kepalanya. Dengan sedikit sombong, Tae Hyun berkata mereka memberikan kantor untuk bellboy...". Kepala Perawat hanya tersenyum tipis mendengarnya.

"Aku benar-benar iri padamu", ucap Tae Yong. "Apa kau benar-benar senang meletakkan pisau bedah dan menikmati view?".

Tae Hyun merasa lebih dari itu, ia merasa sekarang tidak perlu lagi melihat hal-hal tertentu. Ia merasa ia tidak perlu lagi memohon untuk diberikan sebuah tempat setelah masa resident berakhir nanti. Tae Hyun sesumbar, mereka memberi fellowship untuknya. Ia merasa beruntung karena ada posisi yang lowong di lantai 12, oleh sebab itulah ia menerima tawaran itu tanpa berpikir panjang.

Resident itu merasa kagum pada Tae Hyun. Perawat Song juga begitu, ia tergagap-gagap mengucapkan selamat pada Tae Hyun. Tae Hyun tersenyum manis pada Perawat Song. Lalu Tae Hyun menoleh pada Tae Yong, ia berkata seharusnya Tae Yong juga bekerja lebih lama di rumah sakit. "Apa yang dikatakan oleh Chief Shin?"

Tae Yong sedikit terkejut mendengar pertanyaan Tae Hyun, "Chief Shin tidak mengatakan apa pun. Aku tidak yakin. Tapi semuanya akan berjalan dengan baik". Tae Hyun menganggukkan kepalanya, ia yakin Chief Shin akan mengurus Tae Yong, selama ini Chief Shin selalu menunjuk Tae Yong menjadi pemimpin para resident. Tae Yong hanya tersenyum tipis.

Lalu Tae Hyun melihat jamnya, ia berkata sudah waktunya ia bertugas. Tae Hyun pamit pada Kepala Perawat dan mengajak Perawat Song untuk minum latte suatu hari nanti, atau soju juga boleh. Perawat Song sangat terkejut karena Tae Hyun akhirnya mau mentraktirnya. Tae Hyun pamit pada mereka semua. Wajah Perawat Song sangat senang, "Seseorang harus sukses. Ia terlihat sangat berbeda...".

Tae Hyun mendengar pujian Perawat Song, tapi wajahnya berubah setelah berbelok ke koridor. Ia terlihat menyesal dengan sikapnya yang sungguh kekanak-kanakan tadi. Ia merasa ia pasti sudah gila.

Tae Hyun tiba di lantai 12. Chief Lee juga mengomentari pakaian Tae Hyun. Para perawat menyembunyikan senyum mereka dengan tangan mereka. Lalu Chief Lee mengajak Tae Hyun pergi. "Kemana?", tanya Tae Hyun.

"Dia ingin menemui kita", ucap Chief Lee sambil mengedikkan dagunya ke arah area terlarang. Tae Hyun agak terkejut. Para perawat mengacungkan jempol mereka untuk Tae Hyun.

Pintu ke area terlarang dijaga luar dan dalam. Ketika Chief Lee mendekati pintu masuk, penjaga yang ada di dalam menekan remote untuk membukakan pintu. Penjaga diluar menghalangi Tae Hyun yang akan masuk, tapi Chief Lee mengatakan pada mereka mulai hari ini, Tae Hyun mendapatkan izin masuk ke ruangan itu.

"Tapi kami belum mendapatkan pemberitahuan dari direktur", bantah mereka. Chief Lee menunjukkan ke arah kamera CCTV. Kamera itu bergerak ke atas dan ke bawah. Baru penjaga mengizinkan Tae Hyun masuk.

Dari jauh, Chae Young mengawasi Chief Lee dan Tae Hyun yang masuk ke dalam.

Di dalam, Chief Lee membuka pintu lain dengan cara memindai telapak tangannya. Tae Hyun menghela nafasnya untuk mengurangi rasa tegangnya. Tae Hyun terus mengikuti Chief Lee, ia terkejut melihat kondisi Yeo Jin. Chief Lee mengaktifkan seluruh sistem dengan cara memindai telapak tangannya lagi. Tae Hyun memperhatikan sekelilingnya.

"Perkenalkan dirimu", perintah Chief Lee.

"Baik".

"Dia adalah...". Ucapan Chief Lee terputus, ia terkejut melihat Tae Hyun yang langsung berjalan mendekati tempat tidur Yeo Jin dan memperkenalkan dirinya sendiri sambil membungkukkan badannya pada Yeo Jin. "Halo, saya Dr. Kim Tae Hyun, resident...", ucapan Tae Hyun terputus, tatapannya terpaku pada Yeo Jin.

Sementara itu di dalam tidurnya, Yeo Jin menengadahkan kepalanya, ia melihat cahaya yang terang. "Kim... Tae Hyun?"

Bersambung...

Komentar :

Seru... Banyak rahasia di drama ini. Apa yang sebenarnya terjadi antara Yeo Jin dan Do Joon ya? Jelas sekali di pesta taman itu, sikap Do Joon pada Yeo Jin sangat baik, begitu juga dengan Yeo Jin. Ia terlihat dekat dan manja pada oppanya. Lalu apa yang sebenarnya sangat dikhawatirkan oleh Do Joon? Apakah ia khawatir perusahaan ayahnya diambil alih oleh ayah Chae Young, oleh sebab itu lah ia berusaha mencegah mereka menemui Yeo Jin. Tapi sepertinya sih bukan. Jika memang itu tujuannya, ia tidak akan membuat Yeo Jin koma bertahun-tahun...

Errr... Tae Hyun... Tae Hyun ini sebenarnya orangnya baik dan peduli pada orang lain, tapi kenapa ya dia tidak meluruskan kesalahpahaman orang pada dirinya? Hanya orang yang pernah terlibat langsung bekerja dengan Tae Hyun lah yang tau bagaimana Tae Hyun yang sebenarnya...

Bagaimana kelanjutannya? Ikuti terus ya...

[Sinopsis Yong Pal Episode 4]

No comments:

Powered by Blogger.