Sinopsis Yong Pal Episode 3 Part 1

[Sinopsis Yong Pal Episode 2 Part 2]

Catatan : Untuk sinopsis Yongpal, gambar tidak bisa ditampilkan karena alasan hak cipta...

Sinopsis Yong Pal Episode 3 Part 1

Sinopsis Yong Pal Episode 3 Part 1
Credit : SBS
Kdramastory - Episode yang lalu berakhir ketika Yeon Jin terbangun dan berusaha menyayat nadinya dengan menggunakan pecahan vas porselen yang ada ditangannya. Perawat Hwang dan tiga orang penjaga bergegas membawa Yeon Jin ke ruang operasi, tengah malam itu juga.

Sementara itu, Tae Hyun dibantu oleh Kepala Perawat bagian ICU sedang mengoperasi Kim Young Shik di ruang operasi. Tiba-tiba Tae Hyun mendengar suara dari luar ruang operasi. Ia memerintahkan perawat itu untuk mematikan lampu operasi. Mereka bersembunyi di samping tempat tidur operasi. Untungnya Perawat Hwang tidak membuka pintu ruang operasi tempat Tae Hyun berada, ia membuka pintu ruang operasi yang berada di depan ruang operasi yang lain, sementara penjaga berjaga-jaga di sekitar koridor dan tidak mengawasi Yeo Jin.

Posisi Tae Hyun yang berada di dekat pintu, memudahkannya untuk melihat siapa yang berada di koridor ruang operasi. Ketika Tae Hyun menggeser sedikit pintu ruang operasi, ia melihat seorang wanita, dan kebetulan juga, saat itu wajah Yeon Jin menoleh ke arah Tae Hyun.

Tae Hyun melihat Yeon Jin diam-diam akan menyayat lehernya sendiri. Dengan perlahan, Tae Hyun mengeluarkan tangannya dari balik pintu dan mengambil dengan paksa pecahan porselen dari tangan Yeo Jin. Sempat ada perlawanan sedikit dari Yeo Jin, tapi Yeo Jin terlalu lemah untuk melawan Tae Hyun. Ia sempat melihat Tae Hyun sekilas sebelum Tae Hyun menutup kembali pintu ruang operasi.

Penjaga yang berada di dekat ruang operasi Tae Hyun curiga melihat pintu ruang operasi tersebut sedikit bergerak. Namun belum sempat ia mendekati pintu itu, Chief Lee sudah datang dengan erburu-buru, lengkap dengan pakaian operasinya. Ia menyuruh ketiga penjaga itu segera membawa Yeo Jin ke ruang operasi. Tae Hyun menghela nafasnya lega ketika semua orang sudah tidak ada lagi.

Setelah operasi selesai, Tae Hyun kembali ke ruang istirahat dan merebahkan badannya. Ketika akan tidur, ia teringat kembali kejadian yang dilihatnya tadi di depan ruang operasi. Tae Hyun membuka kembali matanya dan duduk di tempat tidurnya sambil termenung.

--

Keeseokan paginya, Chief Shin marah-marah setelah mendapat kabar dari Tae Yong bahwa Tae Hyun dipindahkan tugasnya ke lantai 12. Tae Yong mengatakan ia juga baru mendapatkan pemberitahuan tadi pagi. Lalu Chief Shin memerintahkan Tae Yong untuk ikut dengannya.

Sementara itu di lantai 12, Chief Lee memperkenalkan Tae Hyun pada semua perawat yang bekerja di lantai 12. Lalu ia juga memperkenalkan Tae Hyun pada manager Cyn. Pada awalnya Tae Hyun mengira 'Shin Sa A', tapi wanita itu berkata namanya dalam bahasa inggris yaitu Cynthia Park. Chief Lee tersenyum dan membenarkan ucapan Cynthia, lalu ia memberitahukan Tae Hyun bahwa Cynthia bertugas untuk mengurus semua orang di lantai 12.

Chief Lee memperkenalkan Tae Hyun pada Cynthia sebagai resident tahun ketiga dan mulai hari itu Tae Hyun akan bergabung bersama mereka di lantai 12. Cynthia mengulurkan tangannya pada Tae Hyun, ia berkata ia mendengar banyak tentang Tae Hyun, tapi sesaat kemudian cepat-cepat meralat ucapannya, ia berkata ia mendengar sedikit tentang Tae Hyun. Tae Hyun menjabat tangan Cynthia dan tersenyum manis mendengar komentar Cynthia tentang dirinya.

Tiba-tiba dari arah belakang, Chief Shin datang bersama Tae Yong. "Apa yang membawamu ke sini?", sapa Chief Lee. Chief Shin kesal mendengar pertanyaan Chief Lee padanya. Lalu ia menoleh pada Tae Hyun, memerintahkan Tae Hyun untuk turun ke bawah sekarang juga.

"Saya minta maaf", jawab Tae Hyun singkat sambil menundukkan kepalanya. Chief Shin bertambah marah mendengar Tae Hyun tidak menurut padanya, "Turun ke bawah!", bentak Chief Shin.

Chief Lee menengahi, meminta Chief Shin untuk tidak membuat keributan di sana. Chief Shin bertambah marah, ia menuduh Chief Lee sudah menghambat departemennya dengan memindahkan seorang resident yang sudah bekerja dengan baik. Tiba-tiba direktur datang dan bertanya apa yang sedang mereka lakukan di sana.

Dengan terbata-bata, Chief Shin mencoba menjelaskan apa yang terjadi. Namun, Direktur memotong ucapan Chief Lee, ia berkata ia yang memutuskan untuk mengubah tugas Tae Hyun. Ia memutuskan itu untuk meningkatkan pelayanan di lantai VIP menjadi lebih baik. Ia juga meminta Chief Shin untuk tidak membuat masalah lagi. Setelah mengatakan itu, Direktur berjalan ke dalam, diikuti oleh Chief Lee. Tae Hyun akan ikut juga, tapi Cynthia menahannya.

Chief Shin memandang kesal kepergian direktur dan Chief Lee. Ia merasa setelah melatih Tae Hyun dan Tae Hyun menjadi sedikit berguna, Chief Lee malah merampas Tae Hyun darinya. Lalu ia berjalan mendekati Tae Hyun, bertanya apakah Tae Hyun sekarang senang bekerja di lantai 12. Tae Hyun hanya tersenyum. "Seharusnya aku tidak mencoba menaikkan seekor kambing hitam", sesal Chief Shin dan kemudian pergi bersama Tae Yong.

Setelah Chief Shin pergi, senyum Tae Hyun menghilang, wajahnya menjadi sedih mendengar tuduhan Chief Shin padanya.

--

Dr. Kim Young Ho dari Bagian Pelayanan Bantuan Kesehatan datang menemui Kepala Perawat ICU yang bertanggung jawab pada Kim Young Shik, ia datang untuk memindahkan Young Shik. Perawat itu meminta maaf karena seharusnya mereka mengirimkan Young Shik lebih cepat. Dokter itu merasa heran melihat Young Shik masih bertahan hidup, dari laporan medis yang ia dapat, disebutkan bahwa kesempatan hidup Young Shik tidak begitu baik.

Perawat itu hanya tersenyum penuh arti. Dokter itu mengeluarkan stateskopnya dan memeriksa Young Shik, "Aneh...", gumamnya. Lalu ia bertanya apakah pasien ini benar-benar Kim Young Shik. Sambil menyerahkan catatan medis Young Shik, perawat itu mengatakan pasien ini memang benar Kim Young Shik.

--

Tae Hyun duduk di sebuah ruangan yang view-nya sangat bagus. Cyn memutar kursi Tae Hyun dan bertanya apa pendapat Tae Hyun, apakah Tae Hyun menyukainya. Tae Hyun tertawa kecil, sebagai resident bekerja di lantai 12, mendapatkan kantor dengan view sebagus itu, ia merasa sangat berterima kasih.

Cyn mempersilahkan Tae Hyun menikmati view walaupun sebenarnya view itu bukanlah untuk dinikmati oleh Tae Hyun. Cyn mengatakan bahwa ruangan tempat mereka berada sekarang adalah untuk wali klien VIP menandatangani formulir persetujuan. "Untuk klien VIP, kami tidak membiarkan mereka menandatangani formulir yang diserahkan oleh resident yang hanya memakai sandal di koridor rumah sakit dan dengan pulpen seharga 200 won saja. Rumah sakit tidak bertanggung jawab jika pasien meninggal di ruang operasi", terang Cyn lagi.

Lalu Cyn membuka sebuah kotak yang berisi pulpen di dalamnya. Tae Hyun tertawa kecil melihat pulpen mahal itu. Lalu Cyn duduk di kursi di depan Tae Hyun. Ia berkata kursi yang berkuasa di ruangan itu bukanlah yang diduduki oleh Tae Hyun, tapi kursi yang didudukinya (kursi Cyn memang modelnya berbeda dengan kursi Tae Hyun dan posisi kursi Cyn memang langsung menghadap ke arah view, tidak seperti posisi kursi Tae Hyun, yang harus berputar terlebih dahulu untuk dapat menikmati view ruangan itu).

Tae Hyun tersenyum kecil, ia tidak mempedulikan masalah view itu, tapi ia minta izin untuk menanyakan satu pertanyaan pada Cyn. "Orang semacam apakah dia? Miss Young Ae?".

Cyn tersenyum penuh arti, "Tentu saja, kau lebih tertarik ikan besar daripada anak yang ikan kecil? Seperti yang kudengar, kau pintar dalam mencium bau uang". Tae Hyun menundukkan kepalanya. Cyn merasa bersalah dan meminta maaf jika perkataannya tadi membuat Tae Hyun kesal, tapi ia tidak bermaksud buruk pada Tae Hyun. Cyn berkata jika Tae Hyun berhasil masuk ke 'kamar putri', itu akan menjadi jackpot bagi Tae Hyun, jika Yang Mulia menyukai Tae Hyun, menjadi staf atau pun chief di rumah sakit Hanshin tidak akan menjadi masalah, bahkan menjadi direktur rumah sakit pun menjadi mungkin. Tapi menurut Cyn, lebih baik Tae Hyun tidak memiliki mimpi seperti itu, karena selama ini hanya direktur, Chief Lee, dan Perawat Hwang saja yang bisa masuk ke 'kamar putri'.

Tae Hyun terlihat memikirkan ucapan Cyn, sedangkan Cyn memperhatikan ekspresi Tae Hyun.

--

Di kantor polisi, Detektif Lee mendapat amarah dari bosnya karena gagal menangkap Dong Chul yang sudah didepan mata hanya karena Yong Pal. Detektif Lee tertawa kecil, ia berusaha membela diri dan berkata bahwa itu tidak benar. "Apanya yang tidak benar!", bentak bosnya. Bos menganggap Detektif Lee merasa kesal karena harga dirinya terusik, makanya Detektif Lee berusaha mengejar Yong Pal untuk mengembalikan harga dirinya.

Detektif Lee berusaha menjelaskan, bahwa bukan itu tujuannya mengejar Yong Pal. Menurutnya karena Yong Pal lah, mereka gagal menangkap banyak gangster. Tapi si bos sudah tidak mau mendengarkan lagi penjelasan Detektif Lee. Ia mengancam apakah Detektif Lee mau dipindahkan dari Departemen Kriminal ke Departemen Keamanan Umum supaya Detektif Lee bisa menangkap si tukang obat itu?.

Detektif Lee menghela nafasnya dan kemudian membungkukkan badannya, meminta maaf atas kesalahannya. Si Bos meminta Detektif Lee untuk bersikap seperti layaknya anggota Tim Investigasi Kriminal, lalu si bos berdiri, akan pergi dari kantor. Namun ketika melihat Detektif Lee masih diam di tempatnya, ia kembali meledak, "Apa yang kau lakukan? Keluar!".

Setelah si bos keluar, teman setim Detektif Lee yang dari tadi mengawasi Detektif Lee dari mejanya, berjalan mendekati Detektif Lee. Ia memanggil Detektif Lee dengan sebutan 'Sunbaenin', ia mencoba menenangkan Detektif Lee. Tapi Detektif Lee yang sedari tadi menahan amarahnya melampiaskannya dengan melemparkan permen yang ada di tangannya. Ia bersumpah ia akan menangkap Yong Pal.

--

Sementara itu Tae Hyun sedang berada di atas atap rumah sakit. Ia sedang berbicara dengan Man Shik di telpon, ia bertanya tentang polisi dan apakah Man Shik mendengar sesuatu setelah kejadian malam itu. Tidak diperdengarkan apa jawaban Man Shik, tapi sepertinya Man Shik berkata tidak ada, karena setelah itu Tae Hyun berkata ia merasa lega. Lalu kemudian Tae Hyun meminta untuk sementara waktu Man Shik tidak menghubunginya terlebih dahulu, ia yang akan menghubungi Man Shik nanti. Tae Hyun akan menutup telponnya, tapi sepertinya Man Shik bertanya tentang bagaimana kelanjutan bisnis mereka.

Tae Hyun menghela nafasnya, sedikit kesal, ia menyuruh Man Shik mencari tukang obat yang lain. Tetapi Man Shik tidak mau, ia beralasan bagaimana dengan hutang pribadi Tae Hyun dan ia juga merasa frustasi sekarang. Tae Hyun tidak termakan dengan alasan Man Shik, ia malah merasa Man Shik frustasi karena tiba-tiba pendapatannya menurun drastis. Tae Hyun meminta Man Shik untuk bersabar sebentar, walaupun langit runtuh, sesuatu yang baik masih akan terjadi.

Beberapa saat setelah Tae Hyun menutup telponnya, Tae Yong datang mendekatinya. Ia bertanya apakah sekarang Tae Hyun merasa senang bisa bekerja di lantai 12 seperti yang Tae Hyun inginkan.

"Ya. Aku benar-benar senang", jawab Tae Hyun singkat.

Lalu Tae Yong memberitahukan bahwa pasien Kim Young Shik berhasil selamat. Tae Hyun sempat terdiam sesaat, "Benarkah? Syukurlah...". Tae Yong merasa pada akhirnya keinginan seorang dokter adalah menyelamatkan pasien, bukan uang. Ia mengerti situasi Tae Hyun yang sulit, namun jika mengoperasi pasien karena uang dan menolak pasien karena mereka tidak punya uang, maka itu bukanlah seorang dokter.

Tae Hyun tertawa kecil, ia berkata ia mengerti ucapan Tae Yong. Tapi menurutnya, diperlukan seorang dokter yang humanis dan berkeahlian tinggi seperti Tae Yong, dan diperlukan juga seorang dokter yang dangkal seperti dirinya, sehingga orang-orang yang memiliki banyak uang bisa menikmati menghabiskan uang mereka. Dokter yang dangkal sepertinya harus dipisahkan dari dokter-dokter yang hebat seperti Tae Yong.

"Baiklah", ucap Tae Yong. Terakhir ia berpesan, kemana pun Tae Hyun pergi, Tae Hyun harus menjadi seorang dokter yang sebenarnya. Setelah mengatakan itu, Tae Yong pergi, meninggalkan Tae Hyun yang masih merenung di atap gedung.

--

Direktur mengunjungi kamar Yeo Jin. Ia mengelus tangan Yeo Jin dan bertanya pada Perawat Hwang, apakah ia ingin kehilangan pekerjaannya itu. Perawat Hwang terkejut, ia menundukkan kepalanya dan meminta maaf atas kesalahannya. Lalu ia bertanya seberapa gawat luka Yeo Jin. Kali ini Chief Lee yang menjawab, Chief Lee berkata karena Yeo Jin sudah terlalu lama di tempat tidur, maka kekuatan ototnya menurun sangat banyak, dan Yeo Jin tidak cukup kuat untuk memotong terlalu dalam.

Direktur memperingatkan Chief Lee jika kejadian itu sering terjadi, maka itu tidak akan baik. Chief Lee meminta maaf, ia berpendapat hal itu dikarenakan Yeo Jin semakin tahan terhadap obat-obatan yang diberikan...

"Siapa yang tidak tau tentang itu?", bentak direktur tiba-tiba. Chief Lee terkejut, begitu juga dengan Perawat Hwang. Direktur berkata jika semua ini memang mudah, maka ia tidak akan membutuhkan orang seperti Chief Lee. Ia berkata ia yang akan mengurus para penjaga agar tutup mulut. Jika masalah ini didengar oleh Chairman, maka semua dari mereka akan... Direktur tidak sanggup meneruskan kata-katanya. "Kalian tau bagaimana perangainya, 'kan?". Chief Lee dan Perawat Hwang terdiam.

--

Di rumahnya, sang chairman, Han Do Joon sedang memeriksa sesuatu di tabletnya, ia bersama dengan seorang pria, mungkin sekretarisnya. Do Joon merasa ia sudah melakukan banyak hal untuk 'mereka', seharusnya sudah saatnya mereka berhenti. Ketika dulu ayahnya masih hidup, mereka masih merangkak (mereka itu mungkin maksudnya saingan bisnisnya).

Sekretarisnya berkata ia pikir saat ini Do Joon belum perlu bereaksi sesensitif itu. Tapi sayangnya Do Joon tidak bisa berpikir seperti itu, bagaimana jika mereka benra-benar meminta perintah pengadilan untuk melakukan kunjungan ke rumah sakit?

"Itu tidak akan terjadi", jawab sekretaris itu yakin. Jikapun mereka berkunjung ke rumah sakit dan menemukan Miss Young Ae menderita lemah mental, maka harga saham perusahaan mereka akan anjlok. Sekretaris itu meyakinkan Do Joon bahwa mereka tidak akan mampu bertindak tergesa-gesa saat ini.

"Tapi kenapa mereka terus bersikeras untuk bertemu Yeo Jin?", tanya Do Joon. Sekretaris itu memberi alasan itu karena musim pergantian posisi di perusahaan sudah dekat, karena mengalami kerugian, tujuan mereka adalah memamerkan kekuatan mereka. Do Joon sedikit tenang mendengar penjelasan dari sekretarisnya itu, jika memang demikian ia bisa menganggap semua ini hanya permainan anak-anak semata. Tapi sesaat kemudian ia kembali ragu, ia curiga mereka mengetahui sesuatu. Namun sekretaris itu kembali meyakinkan Do Joon bahwa mereka tidak tau apa-apa. Do Joon terlihat lebih tenang sekarang, tapi ia meminta nyawa sekretaris itu untuk berjaga-jaga. "Drama komedi dari dua keluarga di bawah satu atap akan segera berakhir", gumam Do Joon.

Sekretaris itu kembali menenangkan Do Joon untuk tidak terlalu khawatir, semua akan berjalan sesuai dengan rencana Do Joon. Tidak akan lama lagi.

Namun sesaat kemudian, Do Joon tiba-tiba marah. Ia mempertanyakan apakah sekretarisnya itu benar-benar lulusan Harvard dan Standford. Mengurus hal seperti ini sebegitu rumit dan membutuhkan waktu bertahun-tahun, sampai kapan ia harus pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan persetujuannya?

"Haruskah aku bertemu dengannya dan membicarakan hal ini dengannya? Apakah aku harus menghentikannya agar tidak terus mengganggumu?", tanya Chae Young yang tiba-tiba muncul di depan ruang kerja Do Joon. Ia adalah istri Do Joon. Do Joon dan sekretarisnya sangat terkejut, khawatir Chae Young mendengar pembicaraan mereka.

"Apa ini? Apa yang sedang kau lakukan?", tanya Do Joon tidak suka.

Chae Young yang berjalan masuk ke dalam ruang kerja Do Joon terpaksa menghentikan langkahnya. Terkejut mendengar nada bicara Do Joon. Ia berkata ia hanya lewat saja dan mampir untuk memberi salam karena ia akan pergi ke rumah sakit.

Do Joong mendengus lalu berjalan mendekati Chae Young. "Memberi salam? Apa ada salam diantara kita? Apa? Apa kau akan berkata 'angkat' lagi? Ini tidak menarik". Do Joo berkata jika Chae Young terus seperti itu maka telinga Chae Young akan berakhir di belakang kepala Chae Young.

Chae Young terkejut, "Benarkah?". Chae Young memegang kedua telinganya, lalu sesaat kemudian tersenyum, "Sayang, kau mengolok-olokku ya?". Do Joon membenarkannya, ia memang membuat lelucon dan berharap hari ini menjadi hari yang menyenangkan untuk Chae Young. Chae Young tertawa, ia merasa Do Joon itu sangat lucu hari ini. Do Joon juga tersenyum tipis, ia berterima kasih karena mungkin hanya Chae Young lah yang memujinya sebagai orang yang penuh humor.

"Apa yang kau katakan? Aku benar-benar mengatakan kau sangat lucu", ucap Cheo Young sedikit manja. Do Joon tertawa, "Baiklah, aku memang lucu, jadi kau keluar dari sini dan pergi saja, oke?". Chae Young tersenyum dan berkata ia akan segera kembali. Lalu ia melirik sekilas pada sekretaris Do Joon dan sedikit berbisik pada Do Joon, ia berkata ia akan semakin cantik begitu ia pulang nanti.

Lalu Chae Young tertawa kecil dan berbalik pergi. Ketika sudah tidak di depan Do Joon lagi, wajah Chae Young berubah menjadi serius.

Setelah Chae Young pergi, Do Joon kembali ke meja kerjanya, ia bertanya pada sekretarisnya apakah menurut sekretarisnya itu, Chae Young menguping pembicaraan mereka tadi. Sekretaris itu menenangkan Do Joon agar tidak perlu mengkhawatirkan Chae Young, karena Chae Young tidak tertarik dengan apa yang mereka bicarakan tadi.

Do Joon memijit kepalanya, ia ingin tau apakah ada cara agar ia tidak perlu melihat wajah Chae Young lagi. Ia yakin Chae Young masuk ke sekolah karena bantuan rekan bisnis, kalau tidak bagaimana bisa ia masuk ke sekolah elit. Sekretaris itu meminta Do Joon untuk menenangkan dirinya karena ia yakin ini tidak akan membutuhkan waktu yang lama lagi. Tapi Do Joon masih belum tenang karena mereka tidak akan pernah tau, jadi ia meminta sekretarisnya itu untuk tetap mengawasi Chae Young.

Chae Young datang ke rumah sakit dengan mobil mewah. Ia memarkirkan mobilnya di depan pintu rumah sakit, seorang petugas menemui Chae Young, dengan sopan ia meminta Chae Young agar mau memindahkan mobilnya ke tempat parkir. Chae Young diam saja, tidak mengubris petugas itu sehingga membuat petugas itu mengulang perintahnya lagi dengan lebih tegas. Lalu tiba-tiba seorang petugas lain datang dengan tergopoh-gopoh, ia langsung mendorong petugas yang tadi agar menjauh dari Chae Young. Ia membukakan pintu mobil Chae Young dan meminta maaf pada Chae Yong karena petugas yang tadi masih baru dan belum mengenal siapa Chae Young.

Dengan angkuh Chae Young berjalan mendekati petugas yang masih baru tadi, lalu tiba-tiba ia menendang tulang kering petugas itu dengan heelnya. Petugas itu mengaduh kesakitan sambil memegang kakinya. "Pecat dia", perintah Chae Young dan kemudian masuk ke dalam rumah sakit.

--

Di lantai 12, para suster menjadi panik, mereka tidak menyangka istri chairman akan datang hari itu, sementara kamar No. 23, kamar yang biasa dipakai oleh Chae Young masih ditempati oleh klien rumah sakit. Klien itu seharusnya sudah keluar namun ia menunda sebentar karena ingin bertemu dengan dokter dan menunggu hasil pemeriksaan terlebih dahulu.

Tidak lama kemudian Chae Young keluar dari lift di lantai 12, seorang penjaga menyambutnya dan kemudian berjalan di belakang Chae Young. Semua perawat yang berada di meja depan membungkukkan badan mereka pada Chae Yong, Chae Yong lewat begitu saja tanpa menyapa mereka. Tapi sesaat kemudian ia berhenti dan berbalik, "Ada apa dengan wajah kalian? Apakah itu... kamarku?".

Seorang perawat, sepertinya ia adalah kepala perawat di lantai 12, segera meminta maaf, ia mengatakan mereka tidak punya pilihan lain karena mereka kekurangan kamar. Chae Young mendengus kesal, bukankah ia pernah mengatakan pada mereka bahwa ia tidak suka menggunakan tempat tidur bekas orang lain. Lalu ia berjalan mendekati salah seorang perawat dan berkata sambil mendorong-dorong bahu perawat itu dengan jari telunjuknya, "Bagaimana rasanya jika ada orang lain yang masuk ke kamarmu?". Perawat itu hanya menundukkan kepalanya. Kepala perawat itu kembali meminta maaf, mereka dalam keadaan terburu-buru jadi tidak punya pilihan lain.

Manager Cyn datang menemui Chae Young, ia meminta maaf karena Mr. Daniel ingin mengecek hasil test kesehatannya jadi mereka meminta Mr. Daniel menunggu di kamar Chae Young sebentar, ia berjanji akan mengganti tempat tidurnya nanti.

"Siapa? Daniel? Aktor itu?".

"Ya", jawan Kepala Perawat dengan cepat.

"Benarkah?". Chae Young berubah pikiran dan berkata ia akan menunggu di ruang pertemuan saja, lalu ia berjalan menuju ke ruang pertemuan. Sambil tersenyum penuh arti, Cyn menawarkan pada Chae Yong untuk meminta Mr. Daniel menemani Chae Young minum teh di ruang pertemuan. Chae Young menghentikan langkahnya dan berbalik, ia merasa senang dan tidak akan bosan menunggu di sana. Cyn tersenyum senang, ia berjanji ia akan membawakan Mr. Daniel ke ruang pertemuan dan kemudian mengedipkan matanya pada Chae Young.

Chae Yong melanjutkan langkahnya, namun baru beberapa langkah berjalan, ia kembali berhenti dan berbalik. Ia mengatakan pada perawat untuk tidak perlu mengganti tempat tidurnya, ia merasa pekerjaan itu pasti sulit dilakukan oleh perawat itu. Perawat itu tersenyum senang dan berterima kasih pada Chae Young. Chae Young kembali berjalan sambil mengangkat rambutnya agar lehernya lebih terlihat.

Setelah Chae Young pergi, para perawat mengacung jempol mereka pada Cyn yang membalasnya dengan tersenyum manis pada mereka. Penjaga yang tadi berjalan di belakang Chae Young memisahkan diri dan menelpon sekretaris Do Joon. Ia melaporkan bahwa Chae Young bertindak seperti biasanya, tidak ada yang aneh. Dan sepertinya saat ini Chae Young jatuh cinta pada aktor Daniel. Sekretaris itu mentertawakan kelakuan Chae Young, ia meminta penjaga itu membiarkan Chae Young sendirian.

Ekspresi wajah Chae Young berubah ketika ia sudah sendirian di dalam ruang pertemuan. Ia teringat sesuatu dan mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang. Setelah tersambung ia memberitahukan bahwa ia yakin Do Joon sedang merencanakan sesuatu, Do Joon mengatakan sesuatu tentang mengakhiri dua keluarga yang berada di bawah satu atap dengan segera.

"Benarkah? Apa kau mendengar detail rencananya?". Chae Yong menjawab tidak, tapi ia berjanji akan memeriksa lebih detail. "Tidak... Apa yang kau katakan? Sebagai ayah, aku meminta maaf". Chae Yong meminta ayahnya untuk tidak mengkhawatirkannya dan berpesan pada ayahnya untuk berhati-hati. Lalu Chae Young memanggil President Go.

Ayah Chae Yong menoleh ke arah President Go yang duduk di dekatnya. Presdent Go mendekat ke arah telpon (Ayah Chae Young menggunakan telpon biasa dan menyalakan speakernya supaya semua orang di ruangan itu mendengar apa yang ia bicarakan dengan Chae Young), "Ya, Nyonya".

"Kenapa anda memanggil saya demikian, kita bukan di tempat umum", ucap Chae Young. President Go tertawa kecil dan berkata, "Jangan pedulikan saya, silahkan lanjutkan...".

"Anda akan melindungi ayah saya, bukan?".

"Ya, Chae Young-a", jawab President Go. President Go berjanji ia akan melindungi ayah Chae Young. Chae Young mengucapkan terima kasih pada President Go. Lalu tiba-tiba ia mendengar seseorang masuk ke dalam ruangan pertemuan, cepat-cepat ia menutup telponnya dan berbalik. Daniel berdiri di depan Chae Young, dan dengan gaya yang centil Chae Young menyapa Daniel. (Errrr... Daniel ini sepertinya cuma gambar aja, ga begitu match dengan sekitarnya... So sad :-( )

Di ruangan ayah Chae Young, selain President Go, ternyata ada dua orang lainnya di sana, mereka adalah orang yang ingin bertemu dengan Yeo Jin di rumah sakit di episode 1 yang lalu. Setelah mendengar ucapan Chae Young tadi, mereka menjadi yakin Do Joon memang sedang merencanakan sesuatu. Oleh sebab itulah mereka benar-benar harus bertemu dengan Yeon Jin sebelum pertemuan para pemegang saham berikutnya. Mereka hanya perlu Yeo Jin menandatangani surat untuk menyerahkan kekuasaannya pada pengacara. Salah satu dari mereka benar-benar harus bisa masuk ke lantai 12.

Ayah Chae Young meminta teman-temannya untuk bersabar sedikit  lagi, saat ini putrinya sedang mengupayakannya. Mereka mengerti. Lalu President Go berkata jika usaha mereka itu berhasil maka President Lee (ayah Chae Young) akan mendapatkan bagian saham paling besar. "Tidak perlu", sahut President Lee. Ia hanya ingin melaksanakan keinginan terakhir mendiang Chairman mereka terdahulu, ia dulu menerima keluarga kami sebagai besannya.

President Go merasa setelah melihat apa yang terjadi saat ini, ia sadar penglihatan mendiang Chairman memang benar-benar akurat. Mereka bertanya-tanya kenapa Yeo Jin masih berada di rumah sakit sampai saat ini...

Obat masih terus mengalir melalui infus Yeo Jin, membuat Yeo Jin membayangkan hal lain di dalam tidurnya. Ia merasa sedang duduk di atas sebuah tempat tidur dari besi dan berada di suatu ruangan yang dikelilingi oleh kaca, membuatnya tidak bisa kemana-mana.

'Sudah waktunya makan siang'. Suara pikiran Yeo Jin.

Untuk selanjutnya, setiap suara pikiran Yeo Jin akan saya buat quote seperti di atas ya...

Di dunia nyata, Perawat Hwang memang sedang mendorong sebuah meja kecil yang di atasnya ada makanan dan wine. Perawat Hwang bersiap untuk makan dan mulai mengiris daging steak.

'Itu steak daging sapi muda. Itu artinya hari ini adalah hari Rabu. Hari ini hari ke 1165 aku dikurung di dalam ruang kaca ini. Ketika tahun pertama, aku berdoa ada seseorang yang akan membangunkanku, siapa pun itu, apa pun itu. Di tahun kedua, aku berdoa agar seseorang membiarkan saja aku mati, sehingga aku bisa mengakhiri penderitaanku ini'.

Di dalam pikirannya itu, Yeo Jin meneteskan air matanya. Sementara di dunia nyata, dengan santainya, Perawat Hwang menghabiskan makan siangnya dan minum wine.

'Dan setelah tiga tahun, jika aku bisa bangun, aku sudah memutuskan untuk membunuh siapa pun yang mengurungku di dalam sini dan semua orang yang berada di pihak orang itu'.

Di dunia nyata, Perawat Hwang sudah menyelesaikan makannya, tidak tau sengaja atau tidak, tangan Perawat Hwang menyenggol gelas wine hingga terjatuh ke lantai dan pecah berantakan. Suara gelas pecah tidak mengganggu tidur Yeo Jin. Ia masih berbicara di dalam pikirannya.

'Tapi orang luar yang aku lihat pertama kali setelah tiga tahun, aku ingin tahu siapa dia...'

Di dalam pikirannya, Yeo Jin teringat wajah Tae Hyun yang malam itu mengambil paksa pecahan porselin dari tangannya.

Sementara itu, orang yang berada di dalam pikiran Yeo Jin sedang mengambil makan siangnya di kantin. Ia menyapa dokter lain yang ada di sana, tapi mereka tidak mempedulikannya. Tae Hyun sempat bingung melihat mereka. Lalu ia bergabung dengan tiga orang resident lainnya di sebuah meja, menyapa mereka dengan ramah, tapi tidak seorang pun dari mereka mau berbicara dengannya.

"Apa sekarang kalian memperlakukanku seperti aku tidak ada?". Resident yang wanita menyenggol resident pria yang duduk di sampingnya, meminta temannya melakukan sesuatu. Resident pria itu meletakkan sendoknya dengan kasar dan berdiri dari kursinya, diikuti oleh dua temannya yang lain. "Aish... Anak-anak ini...", gumam Tae Hyun sedikit kesal.

Resident wanita itu berkata ia dengar Tae Hyun tidak lagi berada di departemen mereka. "Apa? Siapa yang bilang begitu?", tanya Tae Hyun sambil tertawa. Resident pria itu berkata mereka tidak memiliki kekuasaan ataupun orang yang mendukung mereka, dengan kata lain mereka tidak memiliki nutrien, jadi ia minta Tae Hyun untuk tidak perlu mempedulikan mereka. Lalu ia mengajak teman-temannya untuk pergi dari sana.

Setelah mereka pergi, Tae Hyun memperhatikan sekelilingnya, ia melihat semua orang memang sedang bergosip sambil sesekali melihat ke arahnya. Tae Hyun tersenyum lebar pada mereka dan menyapa mereka, "Annyeong haseyo, silahkan nikmati makan siang kalian, terima kasih atas makanannya...". Tae Hyun cepat-cepat kembali menghabiskan makan siangnya.

Kepala Perawat ICU datang dan duduk di depan Tae Hyun, "Dr. Kim, anda seharusnya makan pelan-pelan, kalau tidak anda akan sakit perut".

"Kenapa aku akan sakit perut setelah makan makanan yang mahal?", sahut Tae Hyun cuek. Lalu perawat itu memberitahukan bahwa Young Shik sudah dipindahkan. "Aku tau, aku sudah mendengarnya", sahut Tae Hyun. Perawat itu bertanya kenapa Tae Hyun tidak merasa benci. "Benci apa?", tanya Tae Hyun. Perawat itu merasa Tae Hyun seharusnya meluruskan kesalahpahaman orang pada dirinya. Tapi Tae Hyun merasa itu tidak perlu, semua orang tau bahwa ia sangat menyukai uang.

Perawat itu menganggukkan kepalanya, ia mengerti dan ia hanya ingin bertanya saja pada Tae Hyun. Lalu ia mengajak Tae Hyun makan dengan nyaman, kalau tidak mereka akan sakit perut. Tae Hyun tertawa kecil. Lalu Tae Hyun bertanya tentang operasi yang dilakukan di OR malam itu, ia tidak melihat ada catatan operasi di buku rekam operasi.

Perawat itu merasa aneh, tapi ia menduga pasien yang dioperasi malam itu berasal dari lantai 12. "Bagaimana kau tau?", tanya Tae Hyun.

"Karena Chief Lee yang melakukan operasi itu". Tae Hyun tidak percaya dengan ucapan perawat itu. Perawat itu menyadari, malam itu karena posisinya, Tae Hyun tidak bisa melihat Chief Lee, tapi ia benar-benar melihat Chief Lee malam itu. Tae Hyun terlihat memikirkan ucapan perawat tadi.

Tae Hyun kembali ke kamarnya, ia mengosongkan lokernya dan membereskan semua barang-barangnya.

Ketika keluar dari kamar, ia berpapasan dengan juniornya, juniornya tidak sadar bahwa Tae Hyun berjalan ke arahnya karena ia sedang asik bermain hp. Ketika Tae Hyun sudah ada di depannya, ia cepat-cepat berbalik, akan kabur. Tapi Tae Hyun mengejarnya dan berhasil menariknya.

Tae Hyun membawa juniornya itu ke atap gedung. Juniornya itu berkata Tae Yong yang melakukannya, Tae Yong menganggap Tae Hyun bukan lagi bagian dari Departemen Bedah. "Baiklah, lalu kenapa aku tidak boleh lagi masuk OR?", tanya Tae Hyun.

Juniornya itu tidak yakin, tapi secara resmi alasannya adalah untuk memberikan kesempatan yang lebih banyak pada junior, tapi ia bisa menduga mereka tidak begitu menyukai resident yang berasal dari sekolah kedokteran yang lain. "Bukan Chief Shin, tapi Tae Yong...", guman Tae Hyun.

Juniornya itu meyakinkan Tae Hyun bahwa Chief Shin bukan orang seperti itu, saat ini Chief Shin pasti merindukan Tae Hyun, tapi bagi Tae Yong, saat ini ia pasti merasa seperti sudah membuang kotoran mata dari matanya. Tae Hyun hanya bisa menghela nafas saja mendengar ucapan juniornya itu.

Bersambung...

[Sinopsis Yong Pal Episode 3 Part 2]

No comments:

Powered by Blogger.