Sinopsis Yong Pal Episode 15 Part 1

[Sinopsis Yong Pal Episode 14 Part 2]

Sinopsis Yong Pal Episode 15 Part 1

Kdramastory - Tae Hyun teringat ucapan Yeo Jin di meja makan tadi. Yeo Jin mengatakan ia tidak boleh terlihat lemah karena begitu ia menunjukkan kelemahannya, mereka pasti akan menjatuhkannya lagi. Ia harus membuat mereka semua takut dan memperlihatkan apa yang akan terjadi jika mereka berani berbuat semacam itu padanya. Menurutnya, Tae Hyun tidak akan mengerti mengapa harus membalaskan dendam pada orang yang mengurungnya karena Tae Hyun tidak dikurung selama tiga tahun di dalam kegelapan.

Tae Hyun menghela nafasnya dan mengambil cincin yang dibelinya tadi siang, ia seperti mempertimbangkan sesuatu dan menyimpan kembali cincin itu ke dalam laci dan kemudian mengambil ponselnya, ingin menelpon Yeo Jin. Tapi ia mengurungkan niatnya dan meletakkan kembali ponselnya.

--

Sementara itu Yeo Jin juga mengalami hal yang sama, memikirkan pembicaraannya dengan Tae Hyun di meja makan tadi. Tae Hyun mempertanyakan siapa sebenarnya yang bersalah pada Yeo Jin, yang membuat Yeo Jin tertidur adalah ayahnya sendiri, dan yang tidak membangunkan Yeo Jin adalah oppanya sendiri. Dalam hal ini, Chief Lee hanyalah seorang penjaga penjara yang menyedihkan dan eksekutor yang menjual jiwanya demi uang yang dilemparkan oleh orang-orang Yeo Jin sendiri, dan kenyataannya, bahkan ia juga adalah seorang penjaga penjara yang dibeli oleh Yeo Jin. Tae Hyun mengerti Chief Lee sudah melakukan hal yang buruk pada Yeo Jin dan musuh Yeo Jin, tapi Yeo Jin tidak seharusnya membunuh Chief Lee. Dibandingkan apa yang dilakukan oleh ayahnya dan oppanya sendiri, Yeo Jin tidak bisa membunuh Chief Lee...

Yeo Jin juga mengambil ponselnya dan akan menuliskan pesan untuk Tae Hyun, memintanya datang ke kamarnya, tapi Yeo Jin mengurungkan niatnya mengirimkan pesan itu dan menelpon Tae Hyun. Telponnya tidak tersambung, karena pada saat yang sama, Chae Young menelpon Tae Hyun terlebih dahulu.

Tae Hyun menerima telpon dari Chae Young. Sambil menangis, Chae Young meminta Tae Hyun menolongnya, Chae Young memanggil Tae Hyun dengan sebutan Dr. Kim. Tae Hyun menutup telponnya dan berlari keluar.

Yeo Jin langsung menelpon sekuriti, menanyakan dengan siapa Tae Hyun berbicara. Sekuriti itu mengatakan Tae Hyun sedang berbicara dengan istri mantan pimpinan. Ia juga memberitahukan bahwa Tae Hyun baru saja meninggalkan mansion. Yeo Jin terlihat tidak senang.

--

Tae Hyun tiba di rumah sakit dan mendapati Chae Young sendirian di ruang tunggu. Sambil menangis, Chae Young mengucapkan terima kasih karena Tae Hyun mau datang, ia tidak bisa melakukannya sendirian dan ia memohon agar Tae Hyun menyelamatkan suaminya.

Tae Hyun melihat ke arah ruang operasi, di sana ada dua orang penjaga yang berjaga di depan pintu ruang operasi. Lalu Tae Hyun meminta Chae Young menunggu sebentar dan ia pergi ke ruang yang diperuntukkan untuk memonitor ruang operasi dan melihat apa yang sedang terjadi di ruang operasi.

Tae Hyun kembali menemui Chae Young dan menenangkan Chae Young. Ia meyakinkan Chae Young bahwa operasinya akan berjalan dengan lancar karena dokter yang mengoperasi Do Joon adalah seorang profesor dan dokter yang berbakat. Chae Young terlihat agak lega tapi wajahnya masih terlihat cemas, ia mengucapkan terima kasih sekali lagi pada Tae Hyun. Tae Hyun menyuruh Chae Young untuk semangat, ini tidak seperti Chae Young yang ia kenal.

Chae Young terlihat sedih. Ia tidak mengerti dan lupa bagaimana menjadi dirinya sendiri, apakah ketika ia menjadi seorang istri pajangan pimpinan atau ketika ia membual atau menggoda Do Joon. Tae Hyun kembali meyakinkan Chae Young bahwa Do Joon akan baik-baik saja.

Chae Young semakin terlihat bersedih, ia merasa walapun semuanya sudah berubah menjadi seperti yang ia inginkan, tapi entah kenapa ia malah merasa begitu asing dan kasihan pada Do Joon. Tae Hyun tersenyum dan mengatakan ia juga merasakan hal yang sama seperti Chae Young rasakan, merasa asing dan kasihan. Chae Young berkata jika sesuatu yang buruk terjadi pada Do Joon, ia tidak akan memaafkan Yeo Jin.

Tae Hyun mencoba menyakinkan Chae Young bahwa jika itu terjadi, Yeo Jin pasti juga akan merasakan kasihan. Chae Young tidak yakin Yeo Jin akan seperti itu, ia bertanya apa Tae Hyun berpikir Yeo Jin akan seperti itu. Tae Hyun menganggukkan kepalanya. Tapi Chae Young tidak percaya karena semua ini terjadi karena Yeo Jin yang melakukannya. Chae Young mengatakan orang yang mengetahui Do Joon dilepaskan dari Kantor Kejaksaan hanyalah dirinya dan Yeo Jin. Tae Hyun tersenyum dan tidak percaya, tapi Chae Young mengatakan ia baru saja mengkonfirmasinya. Tae Hyun masih tidak percaya, ia berpikir mereka hanyalah pemabuk ataupun preman jalanan, tapi sambil menangis Chae Young mengatakan ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Senyum di wajah Tae Hyun menghilang...

--

Keesokan paginya, Yeo Jin sarapan sendirian. Dir. Min datang, mengabarkan tentang Chae Young, ia menyebutkan Chae Young dengan sebutan kakak ipar. Yeo Jin memelototinya dengan galak, membuat Dir. Min tidak meneruskan ucapannya dan meminta maaf.

Dokter yang mengoperasi Do Joon keluar dari ruang operasi. Tae Hyun menanyakan keaadaan Do Joon. Dokter menjelaskan bahwa Do Joon mengalami pembengkakan di otaknya dan mereka sudah menurunkan tekanan inkranialnya dan juga sudah membersihkannya. Ia meminta Tae Hyun dan Chae Young tidak khawatir, karena Do Joon akan baik-baik saja, mereka akan terus mengawasi Do Joon dan sekarang tekanan inkranialnya sudah normal. Chae Young terlihat sangat lega. Tae Hyun menanyakan dimana Do Joon sekarang. Dokter mengatakan sudah dipindahkan dari ruang pemulihan ke ruang ICU.

Sementara itu, Yeo Jin sudah menyelesaikan sarapannya dan keluar diikuti oleh Dir. Min.

--

Chae Young dan Tae Hyun pergi ke ruang ICU, mencari Do Joon tapi kepala perawat ICU mengatakan Pimpinan Han Do Joon tidak ada di sana, ia juga tidak tau kalau Do Joon dioperasi. Tae Hyun merasa aneh, karena baru saja dokter mengatakan Do Joon dipindahkan dari ruang pemulihan ke ICU. Lalu Chae Young bertanya apa ada tempat lain yang merawat pasien dalam masa pemulihan.

Kepala Perawat menjawab tidak ada, namun Tae Hyun mengatakan sebaliknya. Ada.

Lalu mereka pergi ke lantai 12. Perawat yang berada di stasiun perawat menyapa mereka. Sebelum mereka bertanya, perawat sudah bisa menebak mereka sedang mencari Han Do Joon. Perawat itu mengatakan Do Joon di bawah ke ruang terlarang.

Chae Young sangat terkejut sekaligus marah dan berjalan ke arah ruang terlarang. Ketika akan masuk, penjaga yang berjaga di depan pintu menahannya. Chae Young menyuruh mereka minggir, karena ia adalah wali sah dari suaminya. "Siapa kalian yang berani menghentikanku?".

Tapi penjaga itu tidak peduli. Mereka mengatakan mereka hanya melakukan yang diperintahkan oleh bos mereka. "Bos? Siapa bos kalian?", teriak Chae Young. Tae Hyun meminta Chae Young tenang, ia akan masuk ke dalam. Namun penjaga juga tidak mengizinkan Tae Hyun masuk. "Apa yang kalian lakukan?", tanya Tae Hyun. Penjaga hanya meminta maaf.

Ketika Tae Hyun akan memaksakan diri masuk ke ruang terlarang, tiba-tiba pintu area terlarang terbuka. Kepala Keamanan rumah sakit keluar, diikuti oleh Chief Lee dibelakangnya. Chief Lee sudah terlihat normal, tidak ketakutan seperti kemarin-kemarin lagi. Ia tersenyum pada Tae Hyun. Tae Hyun terkejut melihat Chief Lee, Chief Lee menyapa Tae Hyun dengan sebutan bugunim, dan membungkuk hormat pada Tae Hyun.

Chae Young kembali mempertanyakan kenapa mereka menghalanginya menjenguk suaminya sendiri. Dengan sombong, Kepala Keamanan mengatakan mantan pimpinan sendiri yang tidak mengizinkan Chae Young membesuknya. Ia menduga mantan pimpinan sendiri yang tidak ingin menemui Chae Young. Kepala Keamanan juga mengatakan bahwa mantan pimpinan setuju dengan perceraian yang diinginkan oleh Chae Young, ia menyarankan Chae Young segera mencari pengacara.

Chae Young sangat marah sampai-sampai jatuh pingsan dan Tae Hyun menangkapnya. Yeo Jin datang bersama Dir. Min dan melihat Tae Hyun seperti memeluk Chae Young. Yeo Jin menatap dengan tatapan marah namun tidak mengatakan apa pun dan masuk ke dalam ruang terlarang.

Di dalam ruang terlarang, Yeo Jin memerintahkan Chief Lee untuk mengurangi obat yang dimasukkan ke tubuh Do Joon menjadi setengahnya karena dengan begitu Do Joon akan bisa mendengarnya. Chief Lee agak terkejut dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Yeo Jin.

Setelah Chief Lee mengatur infus Do Joon, Yeo Jin melihat jamnya dan menunggu.

Sementara itu, Tae Hyun membawa Chae Young ke ruang rawat. Ia hanya menghela nafasnya dan terlihat berpikir ketika perawat bertanya apa yang harus mereka lakukan.

Kembali ke ruang terlarang, Yeo Jin kembali melihat jamnya dan merasa sudah saatnya Do Joon sadar. Lalu Yeo Jin membungkuk, mendekati Do Joon dan berbicara dengannya. "Oppa, ini aku Yeo Jin-i. Apa operasimu lancar? Chae Young membuat keributan di luar, mencoba menemuimu. Sekarang kau ada di dalam sini, kurasa dia mulai mencintaimu".

Lalu Yeo Jin tertawa sendirian. "Tapi jangan khawatir, aku tidak akan menahanmu tanpa kejelasan seperti yang kau lakukan padaku. Tunggulah sampai tiga tahun. Setelah tiga tahun, aku akan memotong urat lehermu. Seperti yang pernah kau coba lakukan padaku".

Chief Lee terkejut dan takut. Ia langsung meminta maaf pada Yeo Jin sambil membungkukkan badannya. Tapi Yeo Jin hanya menyuruh Chief Lee berterima kasih pada Tae Hyun. Chief Lee baru bisa bernafas dengan lega.

Setelah semuanya keluar, mata Do Joon yang tertutup, terlihat bergerak di dalamnya.

Ketika keluar dari ruang terlarang, Yeo Jin, Dir. Min dan Chief Lee melewati koridor di samping kamar rawat Chae Young. Yeo Jin berhenti dan melihat ke dalam kamar. Saat itu penutup kaca kamar rawat Chae Young memang terbuka, jadi Yeo Jin bisa melihat ke dalam, dan Tae Hyun pun bisa melihat Yeo Jin. Yeo Jin menatap marah pada Tae Hyun yang sedang menunggui Chae Young lalu melanjutkan langkahnya.

--

Chief Lee bertemu Tae Hyun di ruang kerjanya. Ia menatap Tae Hyun sambil tersenyum. Tae Hyun menanyakan keadaan Chief Lee dan Chief Lee mengatakan ia baik-baik saja berkat bantuan dari Tae Hyun.

Tae Hyun merasa jengah karena Chief Lee terus memanggilnya dengan sebutan bugunim. Ia meminta CHief Lee menghentikannya dan meminta penjelasan dari Chief Lee apa yang sebenarnya terjadi. Namun Chief Lee tidak mau mengubah panggilannya, ia bersungguh-sungguh dan merasa sangat berterima kasih karena Tae Hyun sudah berkata baik demi dirinya pada pimpinan sehingga ia masih hidup sampai saat ini. Ia berjanji tidak akan mengkhianati Tae Hyun atau pimpinan dan akan bekerja seperti anjing untuk Tae Hyun dan pimpinan sampai akhir.

Tae Hyun menatap Chief Lee prihatin tapi Chief Lee hanya tertawa, menenangkan Tae Hyun.

Yeo Jin tiba di gedung Hanshin Group. Sebelum memasuki gedung, Yeo Jin berdiri di depan tugu yang ada foto ayahnya -di dekat pintu masuk gedung, ada beberapa tugu yang ditempelkan foto beberapa pimpinan Hanshin Group yang sudah meninggal. Dalam hatinya, Yeo Jin berkata pada ayahnya bahwa ia sudah kembali. Yeo Jin datang ke Hanshin Group untuk mengikuti rapat umum pemegang saham untuk pengangkatan dirinya sebagai pimpinan baru yang menggantikan Do Joon.

Ketua rapat mengumumkan akan mengadakan voting untuk pemberhentian pimpinan Han Do Joon dan pengangkatan pimpinan baru Han Yeo Jin, tapi salah satu peserta mengatakan bahwa mereka tidak perlu melakukan voting lagi, karena secara keseluruhan semua pemegang saham setuju menunjuk Yeo Jin sebagai pimpinan Hanshin Group. Ketua rapat menanyakan kesediaan Yeo Jin dan Yeo Jin menerimanya. Seluruh peserta rapat bertepuk tangan dan para wartawan mengabadikannya.

Tae Hyun datang tepat pada saat ketua rapat meresmikan Yeo Jin sebagai pimpinan Hanshin Group yang kelima dan tersenyum tipis pada Yeo Jin.

Yeo Jin membawa Tae Hyun ke ruang kantornya. Tae Hyun memuji kantor Yeo Jin yang terlihat bagus, ia berkata dulu ketika ia pertama kali bekerja di lantai 12, ia juga mendapatkan kantor yang bagus, walaupun akhirnya ia tau bahwa ruangan itu bukanlah kantornya melainkan ruang layanan untuk klien sekaligus ruang merokok untuk klien. Yeo Jin berkomentar Tae Hyun pasti merasa kecewa.

Tae Hyun menggelengkan kepalanya, sebenarnya ia malah merasa lebih baik, tidak ada makan siang gratis di dunia ini, ucapnya. Andaikan saja ia diberikan kantor sebagus itu, ia pasti akan terlibat lebih banyak dalam kejahatan. Yeo Jin tidak mengerti maksud Tae Hyun. Tae Hyun menjelaskan bahwa lantai 12 itu adalah tempat kejadian kejahatan, tempat dikurungnya Yeo Jin, mengubah orang seperti Cha Se Hoon menjadi orang yang luar biasa dan membersihkan aksi kejahatannya, membantu penjahat berkerah putih bebas dari tuntutan, hanya dengan pendapat dan diagnosa palsu dari dokter. Untuk masalah kecil seperti remaja yang narkoba atau menyetir dalam keadaan mabuk, mereka bisa membantu dengan membilas lambung mereka dan menukar darahnya supaya lolos dari tes narkoba.

Tae Hyun mengatakan itulah yang biasa ia lakukan di lantai 12, bukan sebagai dokter bedah, melainkan sebagai pion RS Hanshin. Tapi Yeo Jin menanggapi ucapan Tae Hyun dengan dingin, ia merasa jika Tae Hyun memang sangat membencinya, Tae Hyun bisa berhenti dari sana. Tae Hyun menganggukkan kepalanya, ia merasa pendapat Yeo Jin itu ada benarnya, itu memang masalah pilihan, membiarkan lisensi medisnya diambil, membiarkan adiknya mati, dan terus hidup dikejar oleh rentenir. Tae Hyun berharap andai saja ia memilih pilihan-pilihannya itu...

Yeo Jin berkata Tae Hyun berbeda dengan Chief Lee, menurutnya Yeo Jin Chief Lee melakukan itu untuk dirinya sendiri. Tae Hyun berkata tidak, tidak ada bedanya antara dirinya dengan CHief Lee, bahkan dibandingkan yang lainnya, Chief Lee itu mungkin lebih bertanggung jawab hingga hari ini Yeo Jin masih hidup, begitu juga Direktur Park.

=== Flashback ===

Suasana RS Hanshin mendadak hiruk pikuk setelah adanya pengumuman 'Code Blue', terutama dokter dari departemen bedah. Semua dokter berlari. Pada hari itu, Yeo Jin dilarikan ke RS Hanshin dalam keadaan luka serius, perforasi gastrointestinal dan patah tulang, bukan hanya bedah umum, tapi juga bedah toraks, ortopedi, pernafasan... Pada hari itu, profesor dari hampir semua departemen berkumpul di ruang operasi Yeo Jin dan Direktur Park bertugas mengawasi jalannya operasi- Direktur Park adalah direktur yang berkantor di lantai 12.

'Aku bisa katakan dengan pasti, jika orang lain yang bertugas memimpin operasi, bisa dipastikan kau akan meninggal. Dan orang yang menjadi bintang hari itu adalah Chief Lee, seorang dokter ahli hati-pankreas-biliary yang sedang bersinar saat itu, seorang yang memiliki rasa percaya diri setinggi langit. Mungkin itukah alasannya kenapa ia dinyatakan bersalah dalam kasus malpraktek?. -Tae Hyun'

=== Flashback ke kejadian yang lain ===

Chief Lee mengoperasi seorang remaja dan menyebabkan kematian pada pasiennya itu.

Kedua orang tua pasien itu membawa Chief Lee ke meja hijau dan persidangan berjalan tidak begitu baik. Atas kejadian itu, Chief Lee tidak lagi dipanggil ke ruang operasi dan para pasien pun menghindarinya.

=== Flashback End ===

Kembali ke depan ruang operasi Yeo Jin. Profesor di atas Chief Lee menanyakan kenapa Chief Lee ada di sana dan menyuruh Chief Lee ke ruang operasi nomor 3. Karena Chief Lee diam saja, profesor itu menjadi kesal dan merasa Chief Lee tidak patuh padanya. Chief Lee hanya berkata pimpinan menyuruh profesor itu pergi ke ruang operasi nomor 3, bukan dirinya. Profesor itu bertambah marah dan memerintahkan Chief Lee pergi ke ruang operasi nomor 3.

Dan tepat saat itulah, Direktur Park memanggil Chief Lee masuk ke ruang operasi Yeo Jin. Saat itu, mesin medis mengeluarkan bunyi alarm dan Direktur Park panik dan memanggil Dr. Lee Ho Joon masuk ke ruang operasi. Dan Chief Lee pun yang tadinya hanya melihat jalannya operasi dari luar ruang operasi, masuk ke dalam.

'Tidak mempedulikan reputasinya, Direktur Park tau bahwa Chief Lee sangat berbakat. Senior Chief Lee tau kemampuan Chief Lee dan mencoba menendangnya keluar sehingga ia tidak ikut terlibat, tapi ia bertahan. -Tae Hyun'

Chief Lee terus bekerja, sementara mesin yang tadinya bersuara cepat perlahan normal kembali. Chief Lee selesai dan melaporkan pada Direktur Park yang berada di ruang di atasnya. Direktur Park meminta Chief Lee melakukan operasi yang lain, yaitu operasi wipple (operasi pengangkatan tumor), ia tau itu membutuhkan waktu sedikit lebih lama, tapi ia ingin Chief Lee melakukannya.

Chief Lee terkejut. Para seniornya terlihat kasak kusuk, mereka menduga ini dilakukan hanyalah untuk mencari kambing hitam, mereka butuh seseorang untuk disalahkan. Salah seorang dokter yang berdiri di samping Direktur Park mengatakan mereka sudah tidak punya waktu. Namun, Chief Lee berani menerima tantangan itu dan yakin ia akan bisa melakukannya. Direktur Park memuji Chief Lee dan mengatakan ia mempertaruhkan nyawanya pada Chief Lee hari itu.

Chief Lee mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Direktur Park dan mulai melakukan operasi. Sambil mengawasi monitor yang menunjukkan fungsi vital Yeo Jin, Chief Lee berusaha mengangkat tumor -ia sampai berkeringat dan akhirnya berhasil mengeluarkannya.

Chief Lee melaporkan kembali pada Direktur Park dan Direktur Park menanyakan kondisi vital Yeo Jin. Chief Lee mengatakan semuanya normal. Direktur Park menganggukkan kepalanya, terharu. Terlebih lagi Chief Lee, ia terlihat sangat lega walaupun keringat masih membanjiri wajahnya.

'Dalam waktu singkat, Chief Lee tidak hanya memperbaiki kerusakan di liver, spleen, dan pankreas, namun berhasil menyelesaikan operasi Wipple. Operasimu menjadikannya seorang bintang. Tidak percaya. Lihat saja di jurnal operasi karena keajaiban operasi hari itu tercatat sebagai sejarah. -Tae Hyun'

Di hari berikutnya, Chief Lee kembali harus mengikuti sidangnya dalam keadaan lelah dan gugup didampingi oleh seorang pengacara yang khusus dibidang malpraktek. Penuntut mengatakan kesalahan yang dilakukan oleh Chief Lee, yaitu melakukan operasi seorang pasien dengan kadar darah putih lebih tinggi dari kondisi normal dan jumlah hidrogenase laktat yang tidak menurun, dalam kasus radang empedu akut jumlah itu termasuk sangat tinggi, dan lagi terdakwa tidak melakukan test prosedural untuk melakukan operasi itu. Walaupun operasi itu adalah operasi darurat namun menurut penuntut tidak seharusnya terdakwa melakukan operasi itu pada pasien penderita leukemia yang menyebabkan pasien meninggal dunia.

Penuntut menutup penjelasannya dengan menyimpulkan bahwa kasus Chief Lee memang benar kasus malpraktek yang disebabkan oleh kelalaian dokter. Mendengar kesimpulan penuntut, Chief Lee hanya bisa memejamkan matanya dan menundukkan kepalanya sambil menghela nafas.

'Namun keajaiban terjadi. Pihak rumah sakit yang awalnya menganggap itu hanyalah kesalahan pribadi dan merupakan tanggung jawab pribadi Chief Lee, mengirimkan seorang pengacara bersama tim pengacara dari Hanshin Group. -Tae Hyun'

Seorang pengacara muda mendekati hakim dan memberikan sebuah surat pemintaan pergantian pengacara pada hakim. Hakim membacanya dan di dalam surat itu disebutkan bahwa pengacara akan diganti dengan pengacara dari Hanshin yang bernama Park Gyung. Hakim itu terkejut dan mengizinkannya. Lalu pengacara yang tua memberikan kartu namanya pada pengacara yang tadinya mendampingi Chief Lee. Pengacara itu membaca kartu nama itu dan sama seperti reaksi hakim, ia juga terkejut bahkan membungkuk hormat pada pengacara itu dan memberikan kartu nama itu pada Chief Lee. Chief Lee terkejut melihat Hanshin mengirimkan pengacara untuknya.

Pengacara yang tadinya mendampingi Chief Lee, membereskan tasnya dan keluar dari ruang sidang. Pengacara Park Gyung duduk di samping Chief Lee yang masih bengong dan asisten pengacara itu meletakkan dua tumpuk berkas yang tinggi di depan pengacara Park Gyung. Hakim hanya bisa menghela nafasnya. Begitu juga dengan penuntut, ia sudah yakin ia akan kalah.

'Dan garis hidup pun dilemparkan pada seorang pria di neraka. Chief Lee bilang ia menangis sampai membuat semua orang di ruang sidang merasa malu. Ia sangat gembira sekaligus sangat sedih berada dalam situasi seperti itu. -Tae Hyun'

Kedatangan pengacara Hanshin tidak hanya membuat Chief Lee menangis. Ibu dari pasien yang meninggal juga menangis, ia tau ia tidak akan mendapatkan keadilan di sana.

=== Flashback End ===

Bersambung...

[Sinopsis Yong Pal Episode 15 Part 2]

No comments:

Powered by Blogger.