Sinopsis The Greatest Wedding Episode 14 Part 1

[Sinopsis The Greatest Wedding Episode 13 Part 2]

Sinopsis The Greatest Wedding Episode 14 Part 1

Kdramastory - Di episode yang lalu diceritakan bahwa Ki Young baru tiba di ruangan ketika sidang akan dimulai. Di sana sudah ada Tae Yeon. Ki Young duduk di kursi kosong sebelah Tae Yeon.

Sinopsis The Greatest Wedding Episode 14 Part 1

Hakim membuka sidang dengan membacakan detail dari kasus tuntutan yang diajukan oleh Tae Yeon. Kemudian ia menjelaskan bahwa setelah melakukan test DNA, Tae Yeon baru mengetahui bahwa Cha Dan, anak yang dilahirkan oleh Ki Young tiga tahun yang lalu, adalah anak kandungnya. Hakim bertanya pada Ki Young mengapa tiga tahun yang lalu Ki Young menutupi fakta bahwa Tae Yeon adalah ayah kandung dari anaknya dan mengatakan pada publik bahwa ia hamil karena menerima donor sperma.

Ki Young menerangkan bahwa ia dan Tae Yeon pernah pergi menemui orang tua Tae Yeon setelah mengetahui dirinya hamil. Namun kondisi keluarga Tae Yeon sangatlah patriakis. Ayah Tae Yeon waktu itu mengatakan bahwa jika ia ingin menikah dengan Tae Yeon, maka ia harus berhenti bekerja. Pada saat itu, keputusan menikah dengan Tae Yeon sangat sulit dilakukan karena ia merasa kestabilan finansial adalah hal yang penting dalam membesarkan  seorang anak. Oleh sebab itu ia terpaksa berbohong untuk mempertahankan pekerjaannya sebagai pembaca berita dan tetap bisa melahirkan anaknya.

Salah seorang jaksa bertanya pada Ki Young mengapa Ki Young menutupi fakta bahwa Tae Yeonlah ayah kandung anaknya.

Ki Young menjelaskan lagi bahwa keadaan yang membuatnya tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Karena jika keluarga Tae Yeon mengetahui anak yang dikandungnya adalah anak Tae Yeon, maka mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan memaksanya untuk aborsi atau mengambil anak itu darinya seperti yang sedang mereka lakukan sekarang.

Jaksa itu berkata lagi, “Walaupun demikian, mengubah seorang laki-laki menjadi seorang pendonor sperma dan membuat seorang anak diberi label tidak memiliki ayah untuk seumur hidupnya, bukankah itu keputusan yang sangat egois?”

Ki Young mengakui itu adalah keputusan yang sulit. Namun ia tidak punya pilihan lain. Ia tidak dapat menikah dan tidak mau menggugurkan kandungannya.

Jaksa pria yang lain kembali bertanya mengapa Ki Young tidak menikah saja dan mengikuti kemauan ayah Tae Yeon demi kepentingan anaknya.

Ki Young menceritakan ketika ia hamil empat bulan, ia mengetahui bahwa Tae Yeon menghamili seorang staf magang yang menjadi asistennya saat itu – para jaksa dan hakim yang ada di ruangan terkejut mendengar kenyataan yang sepertinya tidak dituliskan oleh Tae Yeon di berkas.

Seorang jaksa wanita bertanya pada Tae Yeon dengan nada agak tinggi. Bagaimana Tae Yeon bisa menghamili wanita lain sementara Tae Yeon tidak mampu bertanggung jawab pada Ki Young. 

Tae Yeon terlihat kesal.

“Jadi, apa yang terjadi dengan wanita magang itu?” tanya jaksa wanita yang lain pada Tae Yeon. 

Tae Yeon masih belum menjawab.

Kemudian jaksa pria berkata bahwa di berkas dituliskan bahwa Tae Yeon menikah dengan seorang wanita bernama Hyun Myung Yi. Ia bertanya, “Apakah Myung Yi adalah staf magang itu?”.

Tae Yeon tetap diam. 

Ki Young yang membenarkan pernyataan jaksa pria itu.

Jaksa pria itu tertawa sambil berkata bahwa Tae Yeon adalah seorang pria yang bertanggung jawab, paling tidak ia bertanggung jawab pada wanita kedua yang dihamilinya.

Jaksa wanita membantah dan mengatakan bahwa yang mereka bahas di sidang itu bukan masalah bertanggung jawab atau tidak. Menurutnya dalam penikahan yang paling penting adalah kepercayaan. Jika kepercayaan sudah tidak ada, maka pernikahan akan gagal. Dalam hal ini, Tae Yeon telah merusak kepercayaan Ki Young padanya karena memiliki affair dengan wanita lain padahal Ki Young sedang hamil. Karena Ki Young tidak sanggup menggugurkan kandungannya, maka pada saat itu yang Ki Young bisa lakukan hanyalah mengandalkan dirinya sendiri.

Jaksa wanita itu menambahkan, dari berkas diketahui bahwa selama ini Tae Yeon juga tidak pernah memberikan support apa pun untuk anaknya. Tae Yeon juga pernah menandatangani perjanjian untuk tidak menuntut hak asuh atau apa pun.

Di perjanjian ada klausa yang menyatakan bahwa Cha Ki Young harus menjadi istri simpanan Tae Yeon sebagai pertukaran atas penyerahan hak orang tua dan hak asuh. Hakim dan para jaksa pria terkejut mendengarnya dan membuka berkas-berkas mereka.

Jaksa wanita itu menyimpulkan bahwa dari awal Tuan Park Tae Yeon sepertinya memang tidak tertarik dan tidak memiliki rasa kasih sayang pada anak itu. Seorang pria memaksa seorang wanita menjadi istri simpanannya dan menjadikan anak wanita itu sebagai jaminan, maka ia sangat mengerti mengapa Nona Cha Ki Young memilih memiliki anak di luar pernikahan.

Jaksa wanita yang lain mengatakan bahwa di atas semua itu, pada saat ini Tae Yeon masih pengangguran, sedangkan Ki Young memiliki karir yang bagus dan sampai sekarang ia telah mampu membesarkan anaknya sendiri, dan melihat kondisi tersebut sudah biasa jika Ki Young meminta hak orang tua dan hak asuh sepenuhnya.

Karena jaksa wanita terlihat mulai emosi, hakim mengetuk palunya untuk menenangkan sidang. Mengatakan, “Mengapa pihak mediator menjadi lebih gusar dibandingkan dengan pihak yang seharusnya memberi pertanyaan?”

Kemudian hakim meminta Ki Young mengutarakan pendapatnya kepada mereka.

Ki Young mengatakan permohonannya pada hakim agar masalah ini tidak bocor kepada media karena anaknya akan sangat terluka. Ki Young berkata ia tidak peduli jika ia yang terluka, tetapi tidak untuk anaknya.

Jaksa wanita berkata bahwa di dalam undang-undang artikel 915 dijelaskan bahwa kepentingan anak harus menjadi prioritas dalam hal keputusan pemberian hak asuh. Ia berpikir bahwa hak orang tua atas anak harus dibagi secara adil di antara kedua orang tua. Oleh sebab itu, ia menyarankan untuk memberikan hak asuh penuh kepada Ki Young namun Tae Yeon juga diberi kesempatan untuk bertemu dengan anaknya sekali dalam seminggu.

Ki Young buru-buru menjawab ia setuju dengan usul yang diberikan jaksa itu.

Hakim bertanya, “Tuan Park Tae Yeon, bagaimana dengan Anda? Setujukah Anda dengan usulan itu?”

Tae Yeon terdiam seperti berpikir. Dan kemudian menjawab, “Tidak.”

Hakim kemudian meminta Tae Yeon mengatakan apa yang ia inginkan.

Tae Yeon menjawab, “Aku… akan mengatakan apa pendapatku nanti di persidangan.”

Hakim kembali memastikan pada Tae Yeon, “Jadi Anda lebih memilih melanjutkan ke persidangan daripada menyelesaikannya di sini?”

“Ya”, jawab Tae Yeon. Para jaksa geleng-geleng kepala mendengar keputusan Tae Yeon.

Tae Yeon berdiri dan berjalan keluar dari ruangan. Hakim memanggil Tae Yeon agar menunggu sebentar.

Sepeninggal Tae Yeon, jaksa wanita berkata pada Ki Young. Ia ingin Ki Young berbicara secara pribadi pada Tae Yeon dan membujuknya membatalkan persidangan. Karena jika Tae Yeon melakukan hal itu maka kemungkinan tersebar ke media akan besar.

“Baik!”, jawab Ki Young.


Kemudian ia memberi hormat pada hakim dan pengacara yang ada di sana dan berjalan keluar. Ia berlari mengejar Tae Yeon yang sedang berjalan ke arah mobilnya bersama Pengacara Kim. Ki Young menahan Tae Yeon dengan cara memegang lengannya.

Ki Young berkata pada Tae Yeon, “Dan yang akan paling terluka jika kau melakukan ini, bukan aku!”

“Itu yang kuharapkan,” tukas Tae Yeon.

Ki Young memohon agar Tae Yeon membatalkan tuntutannya. Tae Yeon marah dan melepaskan pegangan Ki Young di lengannya dan hanya berkata, “Sudah terlambat”.

Kemudian ia pergi meninggalkan Ki Young dan bergegas masuk ke mobilnya. Ki Young hanya mampu menghela nafasnya melihat kepergian Tae Yeon.

Ketika ia berjalan meninggalkan gedung itu, tiba-tiba muncul sebuah mobil mini van di dekatnya dan keluar seorang pria yang membawa alat perekam dan seorang pria lagi yang membawa kamera. Ternyata mereka adalah reporter. 

Reporter itu mengatakan ia mendengar Ki Young mendapatkan tuntutan hukum atas hak orang tua dan hak asuh dari seorang mantan reporter, Park Tae Yeon. “Apakah itu benar?” tanyanya.

Terlihat di alat perekam itu ada logo CKTV, berarti mereka reporter dari tempat Ki Young bekerja. Ki Young minta kamera dimatikan. Reporter itu memerintahkan temannya mematikan kamera. Temannya menurunkan kameranya.

Ki Young bertanya pada pria itu apa ia memiliki anak. "Ya", jawab reporter itu.

Ki Young meneruskan. Ia mencoba memberi pengertian pada pria itu bahwa jika kasus ini terekspos ke media, tahukah ia bahwa anaknya lah yang paling terluka. Ia tidak peduli dirinya yang terluka karena ini adalah pilihannya tetapi anaknya tidak bisa memilih siapa orang tuanya.

Reporter itu bertanya, “Jika Anda mengatakan orang tua, itu berarti anak itu memiliki seorang ayah, bukan donor sperma, jadi apakah Park Tae Yeon ayah biologisnya?”

Ki Young menguatkan dirinya dan menjawab, “Bukan!”

“Jadi, apakah Anda pernah terlibat hubungan asmara dengannya?”, tanya reporter itu lagi.

Ki Young kembali menjawab, “Tidak!”

“Aku tidak ingat pria sepertinya!”, tambah Ki Young dan kemudian pergi.

Reporter itu bertanya pada temannya apakh ia merekamnya. “Ya”, jawab pria itu.

Di dalam mobil, Pengacara Kim meminta Tae Yeon menyerahkan alat perekam. Tae Yeon mengambil pena yang tersemat di jasnya dan memberikannya pada Pengacara Kim. Pengacara Kim berjanji akan datang dengan sebuah solusi setelah mendengar isi rekaman itu.

Tae Yeon tidak mengatakan apa pun. Ia hanya memerintahkan sopir untuk menghentikan mobil. 

Tae Yeon turun di pinggir jalan. Pengacara Kim berkata ia akan menyalakan alat pelacak di hp nya. Ia berkata bukan hanya dirinya yang khawatir. Ibu dan istri Tae yeon juga mengkhawatirkannya. Ini sangat penting, jangan sampai Tae Yeon menghilang lagi. Dan kemudian mengajak sopirnya pergi.

Tae Yeon terlihat kesal dan kemudian melangkah pergi.


Tae Yeon ternyata pergi ke tempat penitipan Dan. Ia memperhatikan Dan yang sedang bermain pasir dengan teman-temannya. Temannya bertanya apa Dan membuat sebuah bunker. Dan menjawab ia membuat adonan. Temannya berkata sebagai laki-laki seharusnya Dan membuat bunker atau kastil bukannya donat.

Dan menangis mendengar perkataan temannya. Teman Dan yang satu lagi berkata bahwa dan tidak bisa membuat bunker atau kastil karena Dan tidak memiliki ayah. Tae Yeon mendekati Dan. Dan memanggil Tae Yeon sambil menangis seolah-olah ia ingin Tae Yeon membantunya, “Ajusshi…!”

Tae Yeon hanya memandangi Dan. Matanya berkata-kaca menahan rasa sedih. Ia memalingkan mukanya dan terlihat air matanya menetes. Tapi Tae Yeon tidak mengatakan sesuatu apa pun pada Dan.

Kemudian seorang guru datang dan menggendong Dan. Tae Yeon melihat Dan yang masih menangis digendong gurunya, ia pun kembali meneteskan air matanya.


Di rumah sakit, pengacara Kim menemui Kang Rok, memperlihatkan daftar asset yang dimiliki oleh Ki Young. Ia mengatakan bahwa kondisi Tae Yeon sekarang tidak menguntungkan karena Tae Yeon tidak bekerja dan tidak memiliki asset apa pun saat ini. Pihak yang memiliki keuangan yang stabil akan memiliki keuntungan lebih di persidangan hak asuh. 

Kang Rok membenarkan posisi kacamatanya dan berdehem.

Pengacara yang lain menambahkan bahwa saat ini sebagai pembaca berita Ki Young mendapat gaji 70 juta won dari Channel Korea. Ia menyewa di apartemen studio dan memiliki kendaraan sendiri. Jika tabungan dan asuransinya digabung maka ia memiliki uang sebanyak 50 juta won. Sayangnya, Park tae Yeon tidak memiliki aset apa pun.

Pengacara Kim menyarankan agar Tae Yeon memiliki pekerjaan yang stabil terlebih dahulu untuk bisa memenangkan hak asuh dan akan sangat menguntungkan lagi jika ia dijadikan sebagai pewaris tunggal dari Kang Rok. Ia juga menyarankan untuk memecat Ki Young dan mengambil rumahnya. Karena tanpa sumber pendapatan dan tempat tinggal, maka sudah pasti Ki Young akan bisa dikalahkan di persidangan.

Kang Rok segera memberi perintah pada Pengacara Kim agar Direktur Seo segera menemuinya dan membeli apartemennya Ki Young. “Uang bukan masalah, selesaikan semua dengan segera”, begitu perintahnya.

--


Ki Young bersama Yun Hee menemui seorang pengacara. Yun Hee meminta pengacara untuk melayangkan gugatan terhadap Tae Yeon atas penculikan anak Ki Young. 

Ki Young tidak setuju dengan permintaan Yun Hee. Ia khawatir jika media mengetahuinya maka Dan akan sangat terluka. 

Yun He menghela nafasnya.

Ia menjelaskan pada pengacara bahwa anak Ki Young dibawa oleh keluarga ayahnya tanpa izin dari Ki Young. 

Pengacara wanita itu juga menyarankan agar Ki Young menempuh jalur hukum.

Ki Young dengan tegas menolak saran pengacara itu. Ki Young menanyakan kemungkinan menyelesaikan masalah itu tanpa melakukan persidangan. Dulu pengacara itu pernah berkata padanya biasanya jika di persidangan pihak laki-laki lebih diuntungkan dalam hal kasus penuntutan hak orang tua dan hak asuh.

Pengacara menjelaskan bahwa kondisi hukum saat ini jauh lebih baik dibandingkan dahulu. Sejak berlaku sistem “family registry” posisi wanita menjadi lebih baik. Jika seorang ibu telah membesarkan anaknya, maka biasanya hak asuh diberikan pada ibunya. Ia menenangkan Ki Young agar jangan terlalu khawatir anaknya akan diambil oleh keluarga Tae Yeon.

Ia juga berjanji akan menghubungi Tae Yeon dan meminta Ki Young agar tidak khawatir lagi. Ki Young tersenyum lega mendengar janji dari pengacaranya.

--


Di kantor berita, Eun Cha sedang mengadakan rapat bersama beberapa orang stafnya. Salah seorang staf mengingatkannya agar ia memberikan surat pengunduran diri 90 hari sebelum hari pemilihan. Tapi sekarang waktunya tinggal satu minggu lagi, apa yang akan dilakukan oleh Eun Cha.

Eun Cha meletakkan kertas yang sedang dipegangnya dan mengatakan, muncul di berita adalah salah satu cara kampanyenya. Ia akan memanfaatkan kemunculannya sampai hari yang terakhir. Ia merasa kampanye yang paling baik adalah kampanye yang gratis. 

Para staf tentu saja setuju dengan Eun Cha. Mereka berpendapat Eun Cha adalah yang terbaik.

Seorang pria masuk ke ruangan itu. Ia adalah reporter yang mewawancarai Ki Young di depan gedung pengadilan tadi. Eun Cha memarahinya karena baru muncul sekarang. Pria itu meminta maaf dan mengatakan bahwa ia sedang mencoba mendapatkan berita eksklusif.

“Eksklusif apa?” Tanya Eun Cha.

“Sebuah berita eksklusif yang tidak dimiliki oleh stasiun mana pun kecuali mereka. Yaitu penuntutan hak asuh yang penuh dengan skandal di generasi ini!”, jawabnya. Sebelum reporter itu menyebutkan nama Cha Ki Young, Eun Cha buru berteriak memintanya berhenti.

Ia memerintahkan reporter itu mengikutinya. Di luar kaki reporter itu terus ditendang oleh Eun Cha. Ia bertanya siapa yang memberitahukan informasi itu padanya. Reporter itu memberitahu bahwa Produser Kim sung Wook dari Gohyang News yang memberitahunya.

Lalu Eun Cha bertanya berapa banyak yang diketahui oleh reporter itu.

Reporter itu menjawab bahwa ia mengetahui bahwa Ki Young sedang menghadapi tuntutan hak asuh saat ini. Dan ayah dari anak itu….

Eun Cha mengatupkan tangannya pada mulut reporter itu dan meyuruhnya diam. Dia mengatakan bahwa ia harus membuang semua rencana untuk pemilihannya jika rumor tentang Ki Young tersebar. “Dan tidakkah kau berpikir aku akan membunuhmu jika hal ini terjadi?” ancam Eun Cha. 

Reporter itu ketakutan.

“Jika rumor ini menyebar dan terlacak sumbernya berasal darimu, maka kau akan dipecat. Out!”, ancam Eun Cha lagi sambil menggerakkan tangannya di lehernya seperti akan memotong leher si reporter tadi.

Produser Kim Sung Wook terlihat keluar dari suatu gedung. Ia menemui Eun Cha yang sedang menunggunya. Eun Cha menarik Kim Sung Wook dan bertanya siapa yang memberinya informasi tentang Cha Ki Young. “Dari para penulis”, jawab Sung Wook.

Mereka berbicara dengan Hyung Myung Yi dan mereka berkata bahwa Myung Yi sangat kesal dan menangis. Eun Cha bertanya pada Sung Wook, “Kau tahu kan tahun ini aku akan melakukan pemilihan untuk Majelis Nasional?”

“Ya”, jawab Sung Wook.

“Cha Ki Young adalah wajah dari pemilihanku. Pejuang wanita masa kini! Cha Ki Young, Angelina Jolie-nya Korea Selatan! Jadi menurutmu siapa yang paling dirugikan jika kasus ini terekspos?”

Kim Sung Wook berpikir dan menjawab dengan polos dan tanpa bersalah, “Anda, tuan”.

“Jadi pergi. Dan jahit semua mulut penulis itu sekarang juga!” perintah Eun Cha pada Sung Wook.

--


DI rumah sakit, Kang Rok sedang sendirian. Ia duduk di atas tempat tidurnya dengan memandang foto Eun Chil sambil menangis. Ia mengelus dan mencium foto Eun Chil. Tapi begitu pintu dibuka, Kang Rok segera meletakkan foto Eun Chil di meja dan pura-pura biasa saja.

Direktur Seo datang bersama seorang pria. Ia menanyakan kondisi Kang Rok. 

Kang Rok hanya berdehem dan meminta surat kontrak. Direktur Seo menyerahkan surat kontraknya. Ia meminta Direktur Seo untuk mencarikan posisi untuk Tae Yeon di kantor berita.

“Posisi apa, Tuan?” Tanya Direktur Seo.

“Cukup berikan ia kekuasaan di bagian sumber daya manusia. Tidak perlu yang lain. Dan juga beri dia gaji lebih dari 200 juta won.”, jawab Chairman Park Kang Rok. Chairman Park terlihat menandatangi kontrak perjanjian.

Direktur Seo tersenyum lega melihat surat kontrak ditandatangani oleh Kang Rok. Ia mengucapkan terima kasih atas kebaikan Chairman Park dan berjanji tidak akan melupakan kebaikan ini.

Chairman Park memberitahu bahwa Tae Yeon akan mulai bekerja besok pagi.

--


Ki Young tiba di tempat penitipan Dan. Di sana Dan sudah menunggu bersama gurunya. Gurunya berkata ia khawatir karena Dan tidak masuk beberapa hari yang lalu, apakah semua baik-baik saja, tanya guru Dan lagi.

“Apakah ada yang mencari Dan hari ini?”, tanya Ki Young.

“Tidak. Saya tidak tahu apa yang terjadi, hanya saja tadi Dan mengatakan bahwa ia pernah hampir kehilangan Anda”, jelas gurunya Dan.

Ki Young memohon bantuan pada guru Dan agar tidak memperlihatkan Dan pada siapa pun jika ada yang mencarinya. Ibu guru Dan mengerti dan berjanji akan melakukan apa yang diminta Ki Young.

Mereka berpamitan di luar. Tidak jauh dari sana, terlihat Tae Yeo di dalam mobil dan memperhatikan Ki Young dan Dan.

--

Myung Yi berada di sebuah tempat pusat pertokoan. Ia berhenti di sebuah toko dan memeriksa seperti daun-daunan kering yang ada di depan toko itu. Seorang pria menghampiri dan menyapanya. Myung Yi tidak menjawab, tapi ia mengambil hpnya dan mengirim pesan gambar ke pria tersebut. Ia mengirim foto Ki Young dan Eun Cha yang sedang membaca berita.

“Kau mengenal mereka bukan? Mereka cukup terkenal. Aku ingin kau mengambil sebuah gambar yang bisa menyebabkan sebuah skandal. Akan sangat bagus jika gambar itu adegan di tempat tidur”, perintah Myung Yi.

Pria itu menjawab ia bisa melakukannya hanya dengan Photoshop saja.

“Good idea. Kalau begitu, aku akan menunggu hasilnya”, jawab Myung Yi.

Pria itu pergi dan Myung Yi pura-pura meminta pada pemilik toko untuk memberinya herbal yang bagus untuk penyakit darah tinggi.

--

Di depan gedung apartemen Ki Young, Pengacara Kim memberi perintah pada seorang pria untuk menelpon pemilik apartemen nomor 1015 sekarang. Ia mengatakan bahwa mereka akan membayar berapa pun yang pemilik apartemen itu minta, jadi ia ingin pemilik apartemen itu segera menjual unit apartemennya kepada mereka.

Pria yang diberi perintah itu terlihat tidak percaya atas ucapan Pengacara Kim.

--


Di rumah sakit, Myung Yi sedang menyuapi ayah. Ayah menyuruh Myung Yi menelpon Tae Yeon. Myung Yi menelpon Tae Yeon tapi tidak tersambung karena Tae Yeon mematikan hpnya.

Tiba-tiba Myung Yi mendapat pesan. Pria itu mengirimkan sebuah pesan gambar dan bertanya, “Apakah ini cukup bagus menurut Anda?”

“Apa itu Tae Yeon?” tanya ayah.

Myung Yi berkata bukan dan ia buru-buru pamit pada ayah mertuanya dengan alasan ingin mencari Tae Yeon.

--


Di apartemennya, Ki Young menemani Dan yang sedang menggambar. Ki Young bertanya siapa yang digambar Dan.

“Pria yang berbohong tentang ibu sudah meninggal”, jawab Dan.

“Seseorang mengatakan ibu sudah meninggal?” tanya Ki Young.

“Pria yang tinggal bersama keluarga kaya itu”, jawab Dan lagi.

“Pria itu yang mengatakan bahwa ibu sudah meninggal?” Tanya Ki Young lagi pada Dan.

“Ya”, jawab Dan.

Ki Young terlihat berpikir. Ia bertanya mengapa Dan menggambar pria itu. Dan menjelaskan bahwa hari ini pria itu datang ke penitipannya. Ki Young terkejut da bertanya apakah ia datang untuk membawa pergi Dan lagi. Dan menggelengkan kepalanya.

“Dengan siapa dia datang?” Tanya Ki Young lagi.

Sendirian, jawab Dan. Dia menangis, tambah Dan lagi.

Ki Young bertanya mengapa pria itu menangis.

Dan menjawab, “Tidak tahu. Mungkin karena aku menangis”.

Ki Young bertanya mengapa Dan menangis. Dan menjawab ia menangis karena diejek oleh temannya karena tidak memiliki ayah. Ki Young sedikit tertegun. Ia membesarkan hati Dan dan mengatakan bahwa Dan memiliki ayah.

Namun Dan membantah bahwa yang ia miliki adalah ayah palsu. Dan meneruskan ceritanya. Ia mengatakan bahwa mereka mengatakan padanya bahwa ia lahir karena ibunya mendapatkan donor sperma.

Ki Young sedikit terkejut mendengarnya dan bertanya siapa yang mengatakan begitu pada Dan. 

“Guruku”, jawab Dan. Yaampunnnn....

Ki Young terlihat marah dan tidak percaya guru bisa berkata begitu pada anaknya. Ki Young berkata bahwa Dan punya ayah yang asli. 

Dan bertanya dimana ayahnya. Ia ingin bertemu.


Eun Cha tiba di depan gedung apartemen. Ia membawa sebuah bungkusan. Di balik sebuah tiang, tae Yeon seperti sedang menunggunya. Dengan santai Eun Cha masuk ke lobby dan masuk ke lift. Sementara di belakang Tae Yeon berusaha menyusulnya. Tapi terlambat. Lift keburu tertutup. 

Tae Yeon berusaha menekan tombol lift, tapi lift keburu naik dan berhenti di lantai sebelas.

Tae Yeon yang sangat kesal, sampai menendang pintu lift.

Tiba-tiba Ki Young menelpon. Sepertinya Ki Young akan menyerah pada egonya. Tae Yeon mengangkat telponnya. Ki Young bertanya apakah Tae Yeon punya waktu besok.

“Tidak!”, jawab Tae Teon.

Ki Young memberi alasan bahwa walaupun mereka akan ke persidangan bukankah sebaiknya mereka bertemu dan berbicara terlebih dahulu supaya ada rasa saling percaya diantara mereka. Ia tidak mau menempatkan masa depan Dan pada hukum. Orang yang terlibat dalam kasus ini adalah Tae Yeon, dia, dan Dan. Jadi, ia ingin mereka saling bertemu dan kemudian baru memutuskan.

Tiba-tiba Dan bertanya, “Apa itu ayah?”

Ki Young tersentak dan menarik nafasnya seperti akan marah, namun ia hanya menganggukkan kepalanya. Dan berkata lagi, “Ayah, ini aku, Dan. Apa ayah sedang di Amerika? Aku merindukanmu, ayah!”

Mendengar suara Dan, mata Tae Yeon pun berkaca-kaca. Ki Young kembali mengajak Tae Yeon untuk bertemu besok. Tae Yeon menjawab bahwa ia tidak yakin. Ki Young menjelaskan bahwa daycare dan akan selesai jam empat sore, jadi ia dan Dan dapat menemui Tae Yeon di taman bermain di depan kompleks rumah mereka.

Tae Yeon menjawab, “Baik.” Air mata Tae Yeon jatuh.

Myung Yi sampai di lobby apartemen Ki Young dan menemukan Tae Yeon berdiri di depan lift. Ia bertanya pada Tae Yeon apa yang dilakukan tae Yeon di sana. Sebelum berbalik ke arah Myung Yi, Tae Yeon segera menghapus air mata di wajahnya.

Tae Yeon bilang ia mendengar Myung Yi menyewakan apartemennya pada Eun Cha tanpa seizinnya, jadi dia di sana untuk mengusir Eun Cha dari apartemennya. Myung Yi bertanya bukankah Tae Yeon berada di sana untuk menjaga Eun Cha agar tidak keluar masuk dari apartemen Ki Young.

“Apa kau sudah gila?”, tanya Tae Yeon. Tae Yeon berlalu dan Myung Yi memberitahu Tae Yeon bahwa ayahnya ingin Tae Yeon segera pulang.


Sementara itu, Eun Cha tiba di depan pintu apartemen Ki Young. Ia menekan bel. Ki Young membukakan pintu dan melihat Eun Cha tersenyum senang di sana. Eun Cha berbisik bahwa ia telah menyumbat mulut si brengsek yang telah mewawancara Ki Young tadi. Orang yang memberi informasi padanya adalah Myung Yi, jelas Eun Cha lagi.

“Hyung Myung Yi?”, Ki Young terkejut dan terlihat tidak percaya.

Eun Cha menjelaskan sepertinya Myung Yi sengaja membocorkannya ketika sedang berbicara dengan teman kerjanya dari Gohyang News. “Jangan khawatir, aku sudah mengancam mereka semua. Tidak akan ada yang tahu bahwa Park Tae Yeon adalah ayah kandung anakmu”, Eun Cha mencoba menenangkan Ki Young.

“Ta-da!”, dengan senyumnya, Eun Cha memperlihatkan bungkusan yang ia bawa pada Ki Young. Eun Cha membawakan ayam goreng untuk Dan karena kemarin Dan bilang ingin makan ayam goreng. “Mana Dan. Ia belum tidur, kan?”, tanya Eun Cha lagi sambil celingak celinguk melihat ke dalam. 

Ki Young bilang Dan sudah tidur.

“Bangunkan dia. Seorang pria tidak seharusnya tidur secepat ini”, bujuknya.

Ki Young menjelaskan bahwa Dan besok akan bertemu dengan ayahnya. Mereka akan menyelesaikan masalah ini besok. “Benarkah?”, tanya Eun Cha. Ia terlihat sedikit kecewa.

“Aku akan memberitahu Dan bahwa Park Tae Yeon adalah ayah kandungnya”, jelas Ki Young lagi. Ki Young mengucapkan terima kasih karena Eun Cha sudah mau menjadi ayah untuk Dan selama ini. Namun ia berharap dan sangat menghargai jika mulai saat ini Eun Cha tidak menemui Dan lagi. Ki Young khawatir Dan akan bingung nantinya.

“Untuk selamanya?”, tanya Eun Cha sedih.

“Ya”, jawab Ki Young singkat.

“Bisakah aku melihatnya untuk terakhir kali sebelum aku pergi?” bujuk Eun Cha lagi.

“Pergilah. Selain masalah pekerjaan, aku pikir sebaiknya kita tidak saling bertemu lagi”, kata Ki Young lagi.

Eun Cha menghela nafasnya dan berkata dengan menahan rasa sedih, “Hubungi aku jika kau membutukan delivery ayam goreng. Aku berjanji hanya akan mengantarkan ayam goreng dan tidak menemui Dan”. Kemudian ia memberikan bungkusan ayam goreng pada Ki Young dan menyuruh Ki Young masuk.


Ayah sedang menulis sesuatu, seperti menulis kaligrafi gitu. Ibu membujuk ayah supaya meneruskan pekerjaannya nanti. Begitu Tae Y, ayah langsung menyuruh Tae Yeon mulai masuk kerja besok. Ia sudah berbicara pada direktur stasiun berita untuk memberikan satu posisi untuk Tae Yeon. 

Myung Yi membungkukkan badannya dan mengucapkan terima kasih pada ayah mertuanya.

Ibu menjelaskan bahwa hak asuh akan diberikan pada pihak yang memiliki perkerjaan dan gaji yang lebih baik. Ayah menambahkan dengan posisi Tae Yeon di perusahaan saat ini,Tae Yeon punya kekuasaan atas semua personal staf. Ia ingin secara pribadi Tae Yeon memecat Ki Young besok.

Tae Yeon mengatakan ia ingin membatalkan tuntutannya. Ayah sangat terkejut mendengar keputusan Tae Yeon. Tae Yeon menjelaskan bahwa mereka setuju untuk bertemu dan menyelesaikan permasalahan mereka secara pribadi.

Mendengar keputusan Tae Yeon, ayah langsung mengamuk. Ibu dan Myung Yi susah payah menahan ayah. “Kau gila… brengsek!!!. Langkahi dulu mayatku”, amuk ayah. Ibu  meminta Myung Yi untuk membawa Tae Yeon pergi dari sana. Myung Yi segera menarik Tae Yeon sementara ayah masih terus mengamuk.

Tae Yeon berada di mobil bersama Myung Yi. Ia mengajak Myung Yi bercerai.

“Apakah pernikahan itu suatu lelucon untukmu?” tanya Myung Yi.

“Itulah alasan ku menikah denganmu,” tukas Tae Yeon.

Myung Yi mengatakan bahwa mereka dapat mengajukan perceraian setelah persidangan selesai. Tae Yeon mengatakan bahwa mereka tidak perlu mengajukan perceraian karena mYung Yi telah melanggar perjanjian mereka. Dalam perjanjian disebutkan bahwa mereka tidak diperbolehkan mengintervensi kehidupan pribadi masing-masing pihak.

“Aku tidak peduli kalau kau memiliki affair dengan seratus wanita, tapi aku tidak akan tahan melihat suamiku dibodohi oleh wanita lain”, tukas Myung Yi. Lalu ia memberikan hpnya pada Tae Yeon. Ia memperlihatkan foto Ki Young bersama Eun Cha.

Tae Yeon terkejut melihat foto Ki Young yang dipeluk Eun Cha dan foto Ki Young bersama Eun Cha di atas tempat tidur. “Ini apa?” tanya Tae Yeon.

“Ntahlah. Yoo Ri mengirimkan foto itu padaku”, kata Myung Yi. Yoo Ri mengatakan bahwa foto itu telah beredar luas di internet. Mungkin paparazzi yang mengambilnya. Myung Yi berpikir bahwa mereka seharusnya yang membesarkan anak itu, karena Ki Young itu bisanya hanya menyebabkan masalah.

Myung Yi kembali mengatakan bahwa sudah cukup lama Ki Young dan Eun Cha hidup bersama dan sudah banyak orang mengetahui hal itu, tetapi mengapa Tae Yeon masih terus berada di sekitar tempat tinggal Ki Young seperti orang bodoh.

“Sudah berapa lama mereka hidup bersama?”, tanya Tae Yeon.

“Segera setelah kau berangkat ke Amerika. Sudah beredar rumor bahwa mereka hidup bersama. Oleh sebab itulah, Eun Cha menyewa apartemen kita dan pindah ke sana sehingga mereka dapat menutupinya dari semua orang”, jawab Myung Yi.

Tae Yeon kembali melihat foto yang ada di hp Myung Yi. Ia tertawa sinis sepertinya ia percaya dengan omongan Myung Yi.


Kembali ke apartemennya Ki Young. Dan sudah menyelesaikan gambarnya. Ia meminta Ki Young menuliskan tulisan “Ayah, aku mencintaimu. Cha Dan” di gambarnya. Ia akan memberikan gambar itu untuk ayahnya. Ki Young bertanya siapa yang ada di gambarnya. Dan berkata, ayah, ibu, dan Dan. Sambil menulis, Ki Young berkata pada Dan ia akan segera mengajarkan Dan menulis nanti.

Ki Young juga bertanya perasaan Dan yang akan bertemu dengan ayahnya besok. Tentu saja Dan menjawab ia senang. Ki Young dengan penuh rasa sayang mengacak rambut Dan, memeluk, dan menciumnya.

--

Di rumahnya, Tae Yeon kembali melihat foto Ki Young yang bersama dengan Eun Cha.


Keesokan harinya, ibu pulang diantar oleh sopirnya. Sampai di rumah ia mendapati Tae Yeon duduk dan memejamkan matanya di belakang meja kerja. Ibu bertanya apakah Tae Yeon tidak tidur semalaman.

Tae Yeon membuka matanya. Ibu memberitahukan bahwa ia baru pulang menjaga ayah semalaman. Kondisi ayah Tae Yeon semakin memburuk karena mendengar Tae Yeon akan membatalkan tuntutannya.

Tae Yeon hanya diam dan menarik nafas panjang. Ia berdiri dari kursi. Ibu buru-buru bertanya kemana Tae Yeon akan pergi. “Aku harus pergi kerja”, jawab Tae Yeon.

Di kantor berita, para direktur sudah berada di ruang rapat untuk menyambut Tae Yeon. Direktur Seo masuk diikuti oleh Tae Yeon. Direktur Seo mengatakan bahwa Chairman Park sudah memiliki 14% dari saham stasiun berita, dan ini menjadikannya sebagai pemegang saham terbesar saat ini. Kemudian Direktur Seo memperkenalkan Tae Yeon sebagai direktur baru di bidang perencanaan strategi. Tae Yeon memberi hormat dan para direktur yang lain bertepuk tangan menyambut Tae Yeon.


Sementara di ruang kerja terjadi sedikit kegaduhan. Para staf saling mengobrol satu sama lain. Eun Cha baru tiba dan bertanya pada salah seorang staf disana. Ia mendengar bahwa mereka baru mengangkat direktur perencanaan baru. Dan ia dengar direktur itu masih muda. “Berapa umurnya?” tanya Eun Cha.

Staf itu tidak tahu, yang ia ketahui bahwa direktur itu langsung bekerja disana begitu ia pulang belajar di luar negeri. Eun Cha berusaha berteriak dan bertanya pada staf yang lain, “Hey, apakah ada diantara kalian yang mengetahui informasi tentang direktur perencanaan yang baru?”. Tapi semuanya menggeleng tidak tahu.

Staf itu menjelaskan lagi bahwa ada rumor yang mengatakan bahwa terjadi perubahan dalam pemegang kekuasaan di stasiun berita mereka. Akan ada pergantian staf besar-besaran.

Tiba-tiba terdengar suara, “Lewat sini, Direktur!”.

Eun Cha bersama staf yang lain segera berbaris dan menyambut direktur itu. Eun Cha mencoba tersenyum dan senyumnya langsung hilang ketika mengetahui siapa direktur baru itu. Tae Yeon.

Sekarang Tae Yeon berdiri tepat di hadapan Eun Cha. Direktur Seo memperkenalkan direktur perencanaan baru, Park Tae Yeon. Semua staf bertepuk tangan menyambutnya. Eun Cha hanya diam saja, mungkin rasa terkejutnya belum hilang.


Tae Yeon kemudian pergi keruangannya dan berjalan melewati Eun Cha dan menyenggol bahu Eun Cha dengan bahunya. Eun Cha menghentikan Direktur Seo dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

Direktur Seo mengatakan bahwa itu semua di luar kekuasaannya. Saat ini semua kekuasaan atas personal staf berada di orang itu.

“Apa?” Eun Cha sangat terkejut mendengarnya.

Bersambung...

No comments:

Powered by Blogger.